NovelToon NovelToon
Sang Pemain

Sang Pemain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: SelToon

Bima Arka Pradipta , anak dari keluarga sederhana di pinggiran Manado. Keras kepala, tidak banyak bicara di luar lapangan tapi meledak-ledak di dalam lapangan. Hamstring putus , pensiun umur 34 tahun. Dikenal karena tendangan bebas melengkungnya dan loyalitasnya sama tim. Dari anak kampung yang main bola pakai kaki ayam -> ditolak akademi karena dianggap terlalu emosional -> bangkit setelah cedera parah di musim hujan -> jadi kapten yang mengangkat tim degradasi jadi juara.
"Bukan tentang seberapa keras kau terjatuh, tapi seberapa lama kau tetap berdiri di tengah hujan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SelToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 Seleksi Di Jakarta - 50 Anak dan 1 Anak Nelayan Yg Tdk Bisa Tendang Lurus

Lapangan ABC Senayan , Jakarta. Jam 7 pagi. Panasnya beda dengan Manado. Panas yang menempel di kulit , bukan panas yang dibawa angin laut.

50 anak berdiri berbaris. Semua nomor punggung training PSSI dari 1 sampai 50.

Bima nomor 37.

Di sebelahnya , nomor 10 : Anak dari Persija Elite , namanya Elkan. Sepatunya Nike Mercurial baru , harganya 3 juta. Rambutnya difade. Dia melakukan pemanasan dengan bola pakai tumit , bola tidak jatuh.

Di sebelah kiri Bima , nomor 22 : Anak dari SSB di Bandung , bapaknya anggota DPRD , datang diantar dengan mobil Alphard.

Bima pakai sepatu Specs lama , pemberian Manado United U-15 , solnya sudah tipis di ujung. Kaos kakinya beda warna , satu hitam dan satu biru tua , karena kaos kaki aslinya hilang di bandara.

Pelatih seleksi : Coach Indra , Coach Bima Sakti , dan satu pelatih fisik botak yang teriaknya seperti tentara.

Hari pertama : Tes fisik. Lari 12 menit. Beep test. Sprint 30 meter.

Bima ranking 38 dari 50 orang. Staminanya kalah. Makanan di Tuminting cuma ikan dan nasi. Anak - anak Jakarta minum susu protein.

Hari kedua : Tes teknik. Passing , kontrol , dan juggling.

Bima ranking 21. Lumayan. Sentuhan lumpurnya masih ada.

Pelatih fisik tulis di papan : "No 37 Bima - Manado - Teknik : Cukup. Fisik : Kurang. Rekomendasi : Cadangan."

Bima melihat itu dari jarak jauh. Dadanya sesak.

Hari ketiga : Game internal. 25 vs 25. 2 babak 30 menit. Ini yang menentukan siapa yang masuk 23 besar untuk dibawa ke AFF U-16 Thailand.

Bima masuk tim Biru , cadangan. Dia duduk di atas bangku.

Tim Merah cetak gol duluan. 1-0. Elkan No 10 yang cetak. Selebrasi salto.

Di menit ke 20 babak pertama , pelatih melirik bangku cadangan. "No 37, masuk. Ganti No 19."

Bima masuk. Posisi : sayap kiri. Lagi - lagi sayap kiri. Tempat anak buangan.

Bola pertama , dia dapat. Dia coba lewat satu orang. Gagal. Anak dari Surabaya itu melakukan tekel bersih , Bima jatuh. Anak itu bilang "Woi , pelan - pelan , dek."

Bima berdiri , lututnya berdarah. Tidak ada yang membantu untuk mengobati lukanya.

Di menit ke 45 , skor masih 1-0 untuk Merah.

Waktu istirahat. Coach Indra bicara taktik pakai bahasa Jakarta dengan cepat. Bima tidak mengerti semuanya. "Switching play , half space , inverted winger." Di Manado , Coach Bagus cuma bilang , "Bima , belok!"

Babak kedua mulai. Di menit ke 58.

Tim Biru dapat tendangan bebas. Jarak 22 meter. Kiri gawang. Sama persis seperti di Stadion Klabat 3 tahun lalu.

Semua rebutan. Elkan dari tim Merah ketawa di tengah "Awas , jangan ada yang minta tendangan pisang - pisangan , ini bukan tarkam."

No 7 tim Biru , anak dari Medan , sudah pegang bola. Dia mau menendang.

Bima berjalan pelan. Tidak meminta. Sama seperti dulu. Dia cuma berdiri di dekat bola.

No 7 melihat Bima. "Mau apa kau ?"

Bima berkata dengan pelan , pakai logat Manado kental yang baru keluar kalau gugup "Kasi kita coba satu kali , Kak."

No 7 mau marah , tapi Coach Bima Sakti dari pinggir berteriak "KASI ANAK MANADO ITU!"

No 7 melempar bola ke arah Bima dengan kesal.

Bima taruh bola di tanah. Mundur 3 langkah. Bukan 5. Seperti ajaran Paman Stenly.

Dia melihat kearah gawang. Dia tidak lihat kiper tim Merah yang tinggi.

Di kepalanya bukan Jakarta. Di kepalanya : Perahu Sinar Mira yang terikat tidak melaut , kaleng biskuit Roma isi Rp 1.430.000 , bola kulit pertama yang dijual di Megamas , dan Bapak yang melambai pakai tongkat bambu di Tuminting.

Dia tarik napas. Usap. Bukan tendang.

Bola melayang pelan. Kiper Merah loncat ke arah kanan , karena semua orang kira bola akan ke arah kanan.

Lalu bola berbelok tajam kearah kiri.

PISANG RAJA.

Masuk. Pojok atas. Kiper tidak bergerak.

1-1.

Lapangan ABC yang ramai itu diam setengah detik. Lalu pelatih fisik botak itu teriak paling kencang "ANJING! GOL APA ITU!"

Teman - teman tim Biru berlari. Kali ini Bima tidak mengambil bola dan peluk. Dia berteriak. Pertama kalinya dalam 3 tahun dia berteriak setelah gol.

Dia buka baju trainingnya , melemparnya dengan asal di atas tanah. Di dalam kaosnya ada kaos dalam putih dengan tulisan spidol hitam yang ditulis Ibu pada malam hari sebelum berangkat:

"TUMINTING TIDAK TENGGELAM"

Semua pelatih mencatat. Coach Indra tulis di bukunya : "No 37 - Free Kick Specialist - Mental : Langka."

Skor akhir 1-1. Tapi sore itu , di papan pengumuman mess PSSI , 23 nama ditempel.

Nomor 9 dari 23:

No 37 - Bima Arka Pradipta - Manado United - Sulut - Posisi : MF

Lolos.

Malam itu di mess , Bima telepon Ibu pakai hp pinjaman. Sinyalnya terputus - putus.

"Bima lolos , Ma."

Di Tuminting , Ibu berteriak , Bapak yang kakinya masih bengkak , berdiri tanpa tongkat , dan untuk pertama kalinya setelah sebulan , dia berjalan 3 langkah ke laut untuk melihat apakah perahu Sinar Mira masih ada.

Masih ada. Terikat. Menunggu Bima pulang dari Thailand.

#####################################

Cukup sampai disini dulu ya , besok lanjut lagi. Semoga suka , jangan lupa berikan saran , like , dan hadiahnya

Happy reading

1
fabdul
thor kenapa ga update lagi?
fabdul
lanjut thor
fabdul
Sinta melihat kearah Nadia dengan tatapan bingung. "Om Bima, Tante ini siapa? itu enak dibaca nya thor 🥰
Jesselyn Runtuwene: Ok , nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
cerita mu seru thor cuman penulisan kurang menarik dan bikin pusing bacanya. tolong perbaiki ya thor ini cuman saran kalo pun tidak diperbaiki tidak apa-apa 🤗
Jesselyn Runtuwene: Oke , nanti dibaca ulang dan direvisi
total 3 replies
fabdul
Thor penulisannya lebih enak jika. Nadia, kamu masih ingat saya? jadi enak bacanya nggak ada spasi pas tanda koma di belakang nama Nadia dan kata Saya
Jesselyn Runtuwene: Ok siap nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
thor masukan sedikit ya. aku ga enak bacanya karena kebanyakan koma 🙏
Jesselyn Runtuwene: Bab 3 dan 4 sudah direvisi juga
total 3 replies
fabdul
lanjut
fabdul
😭😭
fabdul
bab masih sudah banyak ya thor, ketinggalan jauh
fabdul
semangat nulis nya
Jesselyn Runtuwene: Siap , makasih kak
total 1 replies
fabdul
thor novel mu ini sudah di kontrak?
fabdul: iya thor
total 2 replies
fabdul
wah semangat Bima
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
oh iya kah thor? berarti aku yang naik kapal laut ga diterima sama laut karena sering muntah dalam perjalanan 😭
fabdul: hahahaha 😭
total 2 replies
fabdul
maklum anak Kota baru turun gunung 😭
fabdul
😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!