NovelToon NovelToon
TERIKAT DENDAM SANG CEO

TERIKAT DENDAM SANG CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kamu menghancurkan mimpiku demi ambisimu, dr. Naya. Sekarang, giliran aku yang akan menghancurkan segalanya darimu."

​Tujuh tahun lalu, Aksa Dirgantara dibuang secara tak hormat dari fakultas kedokteran akibat sebuah skandal kelam. Ia kehilangan masa depan, harga diri, dan wanita yang paling dicintainya, Naya—yang ia yakini telah memfitnahnya demi merebut satu-satunya kuota beasiswa spesialis bedah ke luar negeri.

​Kini, Aksa kembali. Bukan lagi sebagai pria yang bermimpi memakai jas putih, melainkan sebagai CEO miliarder dingin dan tak kenal ampun yang baru saja mengakuisisi rumah sakit tempat Naya bekerja. Niat Aksa hanya satu: menghancurkan karir gemilang Naya yang kini telah sukses menjabat sebagai Kepala Bedah, dan memaksanya berlutut di bawah kakinya.


​Siksaan demi siksaan diberikan. Aksa mencekiknya dengan jadwal operasi yang mustahil, tekanan dari para direksi, dan hinaan yang menggores harga diri. Namun, betapapun kerasnya Aksa menyiksa, Naya tetap berdiri tegak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17.Pembalasan Sang Tiran

"Jangan pergi, Naya!" panggil Aksa dengan suara parau yang menyayat hati.

Pintu kayu reyot itu berderit pelan lalu tertutup rapat. Naya benar-benar menghilang dari pandangan, meninggalkan Aksa yang masih tersungkur memeluk lututnya sendiri di lantai kotor ruang istirahat klinik.

Aksa menunduk dalam. Air matanya menetes deras jatuh ke ubin yang dingin. Penyesalan menggerogoti dadanya hingga ia sulit bernapas. Naya mengusirnya. Wanita itu sudah kehilangan segalanya, dan Aksa sadar dia tidak punya hak untuk memaksa Naya memaafkannya detik ini juga. Semuanya butuh waktu.

Tangan Aksa mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih pucat. Rasa bersalah dan keputusasaan yang tadi menenggelamkannya kini perlahan berubah bentuk. Kesedihan itu menguap, digantikan oleh kobaran amarah yang sangat gelap, buas, dan mematikan. Seseorang harus membayar mahal atas air mata dan hancurnya tangan Naya.

"Dimas," panggil Aksa pelan. Ia bangkit berdiri, mengusap wajahnya yang basah dengan kasar. Matanya kini menyorotkan aura predator yang haus darah.

Pintu terbuka. Dimas masuk dengan napas memburu melihat kondisi bosnya. "Pak Aksa, Dokter Naya sudah berjalan pergi."

"Biarkan dia menenangkan diri. Suruh orang bayangan kita menjaga Naya dari jauh, pastikan dia aman tapi jangan sampai dia sadar sedang diawasi," potong Aksa dingin. "Siapkan mobil. Kita kembali ke rumah sakit. Kumpulkan seluruh jajaran direktur dan pemegang saham Medika Jaya di ruang rapat utama sekarang juga. Seret Bima ke sana. Aku akan menghancurkan keparat itu sampai ke tulang-tulangnya."

Suasana ruang rapat utama di lantai atas rumah sakit terasa sangat mencekam. Udara dari pendingin ruangan seperti membeku menusuk kulit. Belasan direktur dan pemegang saham duduk kaku menahan napas, menatap ngeri ke arah pintu masuk kayu jati besar itu.

Aksa melangkah masuk bagai malaikat pencabut nyawa. Jas mahalnya masih kusut dan lembap, matanya merah menyala penuh niat membunuh. Di belakangnya, dua petugas keamanan berbadan tegap menyeret Bima yang meronta-ronta kasar, lalu melempar pria buncit itu ke tengah ruangan seperti membuang karung sampah.

"Pak Aksa! Apa-apaan semua ini?! Kamu tidak bisa memperlakukanku seperti binatang di depan para dewan direksi!" teriak Bima panik sambil berusaha berdiri menopang tubuh gemuknya. "Aku ini Wakil Direktur Medis! Aku punya saham di sini!"

"Kamu bukan siapa-siapa selain pembunuh berdarah dingin, Bima," desis Aksa tajam. Ia berjalan ke ujung meja, membanting map merah usang ke atas permukaan kayu, lalu melempar sebuah diska lepas ke arah layar proyektor. "Dimas, putar videonya sekarang."

Layar besar di depan ruangan langsung menyala, menampilkan rekaman pengakuan Joko di ruang interogasi bawah tanah. Semua direktur terkesiap kaget mendengar teknisi itu membeberkan secara detail rencana Bima memotong kabel oksigen dan sengaja membeli alat bedah rongsokan yang rawan patah.

"Itu fitnah! Joko pasti disuap untuk menuduhku!" bantah Bima kalap. Pria itu menunjuk-nunjuk layar dengan jari bergetar hebat. "Kalian jangan percaya pada rekaman murahan itu! Ini murni konspirasi Naya untuk menjatuhkanku dan menutupi kelalaiannya sendiri!"

"Tutup mulut busukmu!" bentak Aksa, suaranya menggelegar menghantam dinding rapat. Aksa melangkah pelan mendekati Bima. "Di dalam map merah itu ada bukti transfer miliaran rupiah dari lawan politik Menteri Wijaya ke rekening cangkang milikmu. Kamu dibayar mahal untuk membunuhnya di meja operasi. Sama persis seperti caramu merusak mesin operasi dan menjebakku tujuh tahun lalu."

Bima menelan ludah kasar. Wajahnya seketika sepucat mayat melihat map merah dari brankas rahasianya sudah berpindah tangan. Mulutnya membuka dan menutup seperti ikan kehabisan air.

"Aku sudah menyewa firma hukum terbaik di negara ini," lanjut Aksa dengan senyum sinis mematikan. "Tim keuanganku sudah memblokir semua rekening bank milikmu, rekening istrimu, dan rekening anak-anakmu. Aku sudah menyita dua rumah mewahmu, mobil sport anakmu, dan vila di puncak yang kamu beli dari uang korupsi alat bedah. Kamu tidak punya apa-apa lagi, Bima. Sepeser pun uangmu tidak tersisa. Dan jangan tanya gimana caraku melakukannya. Semuanya gampang bagiku."

"Kamu tidak berhak melakukan itu, Aksa! Kembalikan hartaku! Itu hasil jerih payahku!" jerit Bima histeris. Ia berusaha menerjang Aksa dengan beringas, namun dua petugas keamanan langsung menendang lipatan lututnya dari belakang hingga ia kembali jatuh tersungkur mencium karpet tebal.

"Aku sangat berhak," balas Aksa telak, menunduk menatap Bima dengan sorot mata menjijikkan. "Kamu sudah merusak tangan wanita yang melindungiku. Kamu menghancurkan karir dokter bedah terbaik di rumah sakit ini. Jadi, aku akan memiskinkan seluruh keturunanmu. Keluargamu akan hidup menggelandang di jalanan, menanggung malu seumur hidup karena kepala keluarga mereka adalah teroris medis dan pembunuh bayaran."

Bima menangis meraung-raung meratapi nasibnya yang hancur dalam sekejap mata.

"Pak Aksa, polisi sudah tiba di lobi bawah," lapor Dimas cepat.

"Bawa sampah ini ke bawah. Serahkan dia ke polisi dengan tuduhan percobaan pembunuhan pejabat negara, sabotase medis, dan korupsi dana rumah sakit," perintah Aksa tanpa ampun. "Pastikan dia membusuk di sel isolasi paling gelap tanpa ada akses pengacara."

Para direktur lain hanya bisa menunduk gemetar melihat kehancuran mutlak Bima. Tidak ada satu pun yang berani membela pria itu.

Petugas keamanan menarik paksa tubuh Bima, menyeretnya tanpa ampun keluar dari ruang rapat, memaksanya masuk ke dalam lift, hingga akhirnya tiba di lobi utama rumah sakit yang penuh sesak oleh keluarga pasien dan puluhan wartawan yang sudah mencium bau skandal.

Lampu kilat kamera langsung menyambar-nyambar menyilaukan mata. Empat orang polisi berseragam langsung maju dan memborgol kedua tangan Bima dengan pergerakan kasar.

Aksa berdiri angkuh di anak tangga lobi, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Ia menatap kejatuhan musuh terbesarnya dengan dada yang masih berdenyut nyeri setiap kali mengingat wajah Naya.

Bima meronta gila-gilaan saat tubuhnya didorong paksa untuk masuk ke dalam mobil polisi. Pria buncit itu menoleh ke belakang, meludah ke lantai marmer lobi dengan beringas, lalu menatap lurus ke arah Aksa dengan mata melotot penuh dendam kesumat yang mengerikan.

"Kamu pikir kamu sudah menang, Aksa?!" teriak Bima di tengah riuhnya suara jepretan kamera wartawan. "Aku akan pastikan dokter cacatmu itu mati menyusul karirnya!"

1
Muft Smoker
waah garcep. juga nih Pak CEO ,,


si bima jgn sampe kluar lagi dr penjara ,, biarin bocah tantrum tu duduk manis di penjara selama-lamanya 😏
Muft Smoker: butut aj kak ,, udh cukup si bima nikmati kemewahan ,, 🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
duuuh bisa aj bayi beruang akal ny😒😒😒
Muft Smoker: bnr kak ,, 🤭🤭🤭anak ny sypa siih ,, jitak dkit boleh laa🤭😁
total 2 replies
Muft Smoker
udh nikah kah mereka kak???
koq gx ngundang2🤔
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ElHi
ya..ya..ya
pijat aja semua...obatin aja...kalo perlu operasi jg sendiri...dokter lain mah cm remahan peyek...serah lu dah...gw yg cm baca tapi pengen nyakar lu Aksa 😤
ElHi: udah kak...tarik napas..keluarkan...tarik...keluarkan...yg ada malah lebih jengkel nih gmn Yoo??😤
total 3 replies
ryuka
eeaaaa... bisa banget
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ryuka
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Savana Liora: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
ryuka
eeaaaaa... ada yg panasss 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh bayi gede niih gx liat tempat cemburu ny ,, 😒😒😒 ,,
mau liat Naya cepat sembuh gx ,, cemburu ny simpan dlu di kantong celana pak bos ,,
Muft Smoker: hihihihi greget kak🤭
total 2 replies
ElHi
mulai...mulai dah......heh
..yg bikin kek gini sapa cobak??? trus skrg butuh tenaga fisioterapi msh jg dicemburuin??? mau kau apa Bambang???😤😤😤
Savana Liora: ada besti adaa
total 3 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak Savana ,,
cerita ny seruuu ,,
semoga Naya bisa sembuh lgi tangan ny ,,
Jelita S
jgn lama2 up nya y thor
ryuka
👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥
ElHi
percakapan billionaire yg baru saja siuman dari koma kyk gini ya ternyata...mo beli kacang goreng yg wujudnya rumah sakit??😤😤
Muft Smoker: bnr kak 🤭😁
total 4 replies
MamDeyh
Lagiii dong kak
Savana Liora: sabar
total 1 replies
MamDeyh
/Sob//Sob//Sob/
Muft Smoker
koq deg2an yx ,, ayoo aksaa km harus baik2 kalo gx mau Naya pindah k RS sebelah ,,
ryuka
aksa kamu harus brrtahan biar naya ga gila
Muft Smoker
aduuuuuh kak Savana ,,, di gantuung ,, semoga mereka baik2 aj ,,


lanjuuut kak
Muft Smoker: yx pake perasaan 🤭🫣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
apa bnr gx bisa di sembuhin tangan Naya kak ,, Mimpi ny loo tu ,, 😭😭😭😭😭
Muft Smoker: udh sabar banget loo nii 😁
total 2 replies
Muft Smoker
hai kak ,, mampir lgii niih ,, akhirnya ny kak Savana ad cerita terbaru ny 😉
Savana Liora: haaaii selamat datang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!