NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Oma Gayatri mengembuskan napas panjang, tatapan matanya yang semula keras perlahan meredup, menyiratkan gurat kelelahan dan kecemasan yang mendalam dari seorang nenek yang mengkhawatirkan masa depan cucu tunggalnya. Ia menatap cangkir tehnya yang masih mengepul tipis, lalu kembali menatap Kinara.

​"Oma mengerti maksud baikmu, Kinara. Tapi sebagai orang tua yang sudah melihat banyak badai di dunia bisnis dan keluarga, Oma tidak bisa menghilangkan rasa cemas ini dengan mudah," ucap Oma Gayatri dengan nada suara yang terdengar lebih rapuh dari biasanya. "Dunia yang akan dihadapi Zergan nanti sangat kejam dan penuh tekanan. Oma cemas... jika Zergan bersama Haura yang terlalu rapuh dan manja, Haura tidak akan sanggup menopang Zergan saat cucu Oma itu berada di titik terendahnya. Menjadi pendamping seorang Airlangga bukan cuma soal cinta, tapi soal kekuatan mental."

​Kinara mendengarkan setiap keluh kesah itu dengan takzim. Ia memajukan tubuhnya sedikit, meletakkan kedua tangannya di atas meja, lalu menatap Oma Gayatri dengan pancaran mata yang begitu meyakinkan, teduh, dan tanpa keraguan sedikit pun.

​"Oma, saya sangat memahami kecemasan dan rasa sayang Oma yang begitu besar pada Zergan," tutur Kinara dengan intonasi suara yang tertata rapi dan menenangkan. "Namun, terkadang kekuatan terbesar seorang pria tidak datang dari pendamping yang memiliki ambisi atau kekerasan mental yang sama dengannya, melainkan dari tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa perlu memakai topeng."

​Kinara menjeda kalimatnya sejenak, membiarkan kata-katanya meresap ke dalam benak sang Oma.

​"Oma tentu tahu betul bagaimana dingin, kaku, dan tertutupnya Zergan selama ini. Dia memikul beban ekspetasi yang sangat besar di pundaknya sebagai penerus Airlangga. Dan di dunia ini, satu-satunya alasan yang membuat Zergan bisa tersenyum lepas, satu-satunya tempat di mana dia merasa aman dan dicintai apa adanya... adalah saat dia bersama Haura. Kebahagiaan sejati Zergan adalah Haura, Oma."

​Kinara tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyembunyikan sedikit rasa nyeri di hatinya sendiri, namun ia tetap melanjutkan kalimatnya demi masa depan pria itu.

​"Jika Oma memaksakan seorang wanita yang kuat secara bisnis namun tidak dicintai oleh Zergan, rumah itu hanya akan menjadi tempat kerja kedua baginya, bukan rumah tempat ia pulang untuk melepas lelah. Haura mungkin terlihat manja sekarang, tapi demi Zergan, saya yakin Haura akan tumbuh menjadi wanita yang kuat dengan caranya sendiri. Memisahkan Zergan dari kebahagiaannya hanya akan membuat cucu Oma hidup dalam kekosongan dan penyesalan seumur hidupnya. Tolong... percayalah pada pilihan hati Zergan sekali ini saja, Oma."

​Mendengar argumen yang begitu detail, mendalam, dan menyentuh langsung ke lubuk hatinya, Oma Gayatri tertegun membeku. Ia menatap Kinara lekat-lekat, terkesima bagaimana seorang gadis muda bisa menjabarkan kondisi psikologis cucunya dengan begitu tepat. Keheningan malam yang mulai merayap di taman belakang saksi bisu bagaimana hati keras sang matriark Airlangga mulai sedikit goyah oleh ketulusan kata-kata Kinara.

Oma Gayatri terdiam cukup lama, meresapi setiap kata yang diucapkan Kinara hingga ke lubuk hatinya. Perlahan, gurat ketegangan di wajah sepuh itu mengendur, digantikan oleh seulas senyum tipis yang sarat akan keikhlasan seorang nenek.

​"Kamu benar, Kinara," ucap Oma Gayatri akhirnya, suaranya terdengar jauh lebih ringan. Ia menatap Kinara dengan pandangan penuh rasa kagum. "Mungkin selama ini Oma terlalu egois memikirkan standar bisnis, sampai lupa memikirkan di mana hati Zergan bisa beristirahat. Aku rasa... aku akan memberikan kesempatan untuk mereka. Oma akan mencoba membuka diri dan menerima Haura."

​Mendengar keputusan itu, seulas senyum lega dan tulus terbit di wajah cantik Kinara. Rasa nyeri yang sempat hinggap di dadanya menguap, digantikan perasaan puas karena berhasil mengubah satu takdir besar demi kebahagiaan pria yang pernah sangat ia cintai.

​"Terima kasih, Oma," sahut Kinara lembut, matanya berbinar tulus. "Keputusan Oma malam ini pasti akan membuat Zergan menjadi pria paling bahagia dalam hidupnya. Memiliki nenek yang tidak hanya bijaksana, tapi juga mengerti arti kebahagiaan cucunya adalah berkat terbesar untuk Zergan."

​Tak lama setelah pembicaraan mendalam itu selesai, pelayan datang mengabarkan bahwa makan malam telah siap dihidangkan. Atas permintaan mutlak dari Oma Gayatri, Kinara tidak diperbolehkan langsung pulang dan diminta untuk ikut bergabung di meja makan.

​Suasana di ruang makan mewah keluarga Airlangga terasa hangat. Zergan sudah duduk di sana dengan kemeja yang lengannya sudah digulung hingga siku. Begitu melihat Oma Gayatri masuk bersama Kinara, tatapan mata elang Zergan langsung mengunci sosok Kinara, seolah menuntut jawaban atas apa saja yang mereka bicarakan selama berjam-jam di belakang. Namun, Kinara hanya membalasnya dengan tatapan datar dan duduk dengan tenang di salah satu kursi.

​Makan malam berlangsung dengan tenang dan khidmat. Setelah hidangan utama selesai dinikmati, Oma Gayatri meletakkan sendoknya, lalu berdehem pelan memecah keheningan. Ia menatap cucu tunggalnya yang duduk di ujung meja.

​"Zergan," panggil Oma Gayatri dengan nada berwibawa namun tenang.

​"Iya, Oma?" jawab Zergan, tubuhnya refleks menegak formal.

​Oma Gayatri melirik sekilas ke arah botol minuman herbal yang tadi sempat diserahkan pelayan kepadanya—minum herbal yang dibeli Kinara namun diatasnamakan Haura. "Minuman herbal hangat yang kamu bawa tadi... pelayan bilang itu perhatian dari Haura untuk kesehatan Oma. Sampaikan terima kasih Oma padanya."

​Zergan sempat tertegun, ia hampir lupa soal taktik minuman herbal itu karena pikirannya terlalu fokus mencemaskan Kinara. "Ah... iya, Oma. Nanti saya sampaikan."

​Oma Gayatri mengangguk perlahan, lalu menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan kalimatnya. "Selain itu... ada hal penting yang ingin Oma sampaikan. Mengenai hubunganmu dengan Haura yang selama ini Oma tentang."

​Zergan langsung menahan napasnya, rahangnya mengatup rapat, bersiap untuk mendengar penolakan keras yang biasa ia terima dari sang nenek.

​"Oma sudah memikirkannya matang-matang," lanjut Oma Gayatri, tatapannya melembut. "Oma merestui hubungan kalian. Bawa Haura menemui Oma secara resmi minggu depan. Oma ingin mengenalnya lebih dekat."

​Deg!

​Kata-kata itu bagaikan petir di siang bolong bagi Zergan. Pria itu seketika tertegun membeku di tempatnya duduk. Mata elangnya membelalak tidak percaya, bibirnya sedikit terbuka namun tidak ada kata yang sanggup keluar dari tenggorokannya. Restu yang selama berbulan-bulan ini ia perjuangkan dengan darah dan air mata, restu yang ia kira tidak akan pernah ia dapatkan dari sang matriark yang keras kepala, kini diberikan begitu saja dengan cuma-cuma.

​Di tengah rasa syok dan bahagianya yang membuncah, insting Zergan langsung bekerja. Perlahan, ia memutar kepalanya, mengalihkan seluruh fokus tatapannya lurus ke arah Kinara yang duduk di seberang meja.

​Kinara di sana hanya sedang menyesap air putihnya dengan gerakan yang teramat tenang dan elegan. Tidak ada riak wajah terkejut, tidak ada ekspresi sombong. Gadis itu tampak begitu damai, seolah sudah tahu bahwa hal ini pasti akan terjadi.

​Zergan mengepalkan tangannya di bawah meja, jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Ia tahu betul watak keras Omanya yang tidak akan pernah goyah oleh siapa pun—kecuali oleh argumen yang sangat luar biasa. Dan sekarang, Zergan sadar sepenuhnya; perempuan misterius bernama Kinara ini telah berhasil membujuk Omanya dalam waktu singkat. Ada rasa tidak percaya, takjub, sekaligus getaran aneh yang kian mendalam di hati Zergan saat menatap wajah tenang Kinara malam itu.

1
fanny tedjo pramono
kenapa ceritanya tdk dilanjutin? sy tunggu jawaban guys
Dandelion
mana ini kelanjutannya
Susi Haura
karakter zergan emang ya bodoh maximal
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wiii ternyata emang bakat leluhur
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
eeh, oma jangan2 dr masa depan juga ya yg balik ke masa lalu 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
inikah yg di namakan kalo jodoh ga akan kemana 🤣 kayaknya mau di ulang ribuan taun kalo jodohnya zergan nara ya gimana caranya semesta aja pokoknya mereka nikah 🤣
echa purin
👍
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ngakak juga sih kinara sebelum penculikan masih mahasiwa trus habis penculikan & opname 14 hr pulang2 jadi wanita karir sampe punya asisten 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oalah anak dr gundik 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah bukan kakak kandung? di beberapa bab sebelumnya di sebut sepupu, jd dia ini siape sih sodara kandung bukan sepupu juga enggak 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah kan aneh banget masa cuma selang 14hr dr kejadian penculikan tiba2 haura zergan sm kinara udah di timeline kerja wkwk padahal sebelum itu mereka masih mode di kampus bahkan masih jd mahasiwa, kocak kocak
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini aku yg ga ngeh apa emang dia timeline nya aneh sih? perasaan kinara kembali ke masa lalu nya di masa kuliah kan? sebelum kejadian penculikan dan ketembak juga dia masih ceritanya mahasiswa kok sm si zergan kok cuma beda 14hr dia di rawat di rs udah kerja kantoran aja sih 😩
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
si zergan emang udah mulai ngantor? ga kuliah lagi dia?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nama kakak nya kinara ganti juga ya dr davin (bab 5) ke david?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
berarti si zergan juga balik dr masa depan ke masa lalu bawa ingatannya ya 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan arsen kakak kandung yg di bawa sama ayah nya kok jd sepupu 🤷🏻‍♀️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
trus si davin ga pernah ikut makan gt sama keluarga ini? apa davin ga tinggal serumah sama keluarga ini? di bab 5 ada tokoh davin kakak nya si kinara kan? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kata aku mah gausah di pusingin kin, kalo di kehidupan kedua gini aku malah mikirnya mending mikirin diri sendiri aja wkwk zergan udah besar biar aja misal nanti si haura ternyata cuma manfaatin doang ya anggep aja itu karma yg zergan bayar buat 6 taun kalian nikah yg sia2 wkwk 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah gimana sih di bab 5 adeknya si kinara namanya keysha disini jd seila, nama sahabatnya kinara juga aneh dr sherly jd keysha, yg bikin nama gimana sih 🙈
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
tunggu deh perasaan Keysha itu nama adek nya kinara kan di penjelasan ttg keluarga kandung kinara di bab 5 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!