NovelToon NovelToon
Garis Khatulistiwa

Garis Khatulistiwa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Kisah cinta masa kecil
Popularitas:933
Nilai: 5
Nama Author: Rangga Saputra 0416

Alderza Rajendra, seorang siswa tampan yang banyak digemari para siswi di sekolahnya. Kehadirannya tersebut, selain membuat kericuhan diantara para cewek-cewek di sekolahnya, ia juga menimbulkan rasa takut diantara para cowok maupun cewek di sekolah itu.

Seorang teman ceweknya yang juga merupakan teman sekelasnya, sering kali menjadi bahan bully-an oleh dia dan juga genk nya. Sebagai ketua, Alderza tentunya tidak pernah ngasih ampun dalam membully cewek tersebut.

Namun suatu hari, Alderza berhenti. Semua perilaku kekerasan dan cacian yang ia berikan pada cewek tersebut menghilang. Semua dikarenakan satu rahasia besar yang membuat dirinya hancur seketika.

Rahasia tersebut berasal dari Aily Marsela teman sekelasnya yang selalu ia sakiti.

novel ini banyak sekali terinspirasi dari novel Teluk Alaska karya Eka Aryani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rangga Saputra 0416, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awalan : Alderza Rajendra

Happy Reading

Suara tawa yang memekakkan telinga terdengar begitu jelas bagi para pengunjung bar malam itu.

Cowok tampan yang tengah berjalan masuk ke dalam bar tersebut, di sambut riuh oleh temannya.

"Oi Al!" Panggil Rafa sembari melambaikan tangannya dari arah meja yang dekat dengan bartender.

"Lo telat hampir setengah jam bro!"

Alderza Rajendra atau yang sering disapa dengan Al menatap jam yang ada di ponselnya. Ia langsung mengangkat alisnya seakan tidak peduli jika ia telat sekalipun.

"Santai, baru juga jam setengah 12 malem."

"Btw, mana Bintang? Terus, Sinta sama Riska juga kemana? Kok lu sendirian aja Fa?" Tanya Alderza.

"Si Bintang mah biasa. Kalo gak ada yang bening-bening, mana mau dia ikut kan. Terus kalo Sinta sama Riska, mereka lagi ke toilet bentar."

Ya. Bintang, Rafa, Sinta, dan Riska. Mereka adalah teman satu genk Alderza. Genk mereka digadang-gadang sebagai penguasa sekolah karena tidak ada murid yang berani menentang

atau melawan mereka.

Tentunya yang paling menjadi sorotan di genk tersebut adalah Alderza. Cowok yang akrab dipanggil Al tersebut disebut sebagai ketua dari genk mereka tersebut.

Mereka berlima merupakan biang masalah di sekolah tersebut. Tidak ada siswa maupun siswi yang berani menentang mereka, dan tidak ada satupun siswa atau siswi yang tidak mengenal mereka. Terakhir kali, Alderza pernah mendapatkan masalah karena memukuli ketua OSIS yang menghalanginya.

Entahlah, Alderza sangat tidak menyukai ketos tersebut.

"Kebiasaan si Bintang mah. Padahal, biasanya juga bakalan muncul tuh cewek bening kalo dah makin malem. Apalagi, ni bar juga punya DJ yang asik." Ucap Alderza sembari menikmati musik yang dimainkan oleh DJ bar tersebut.

"Au dah, apalagi yang berisi. Beuh, sangat bersemangat kalo ada tuh." Lanjut Rafa.

Saat mereka sedang asik berbincang.

"Al!"

"Al!"

Mereka berjalan menghampiri Al yang tengah duduk bersama Rafa. Mata mereka berbinar senang karena mengetahui kedatangan Al.

"Gue kira lo gak bakalan dateng." Ucap Riska.

"Biasanya kan, bokap lo dateng dan-" Sinta menahan ucapannya tersebut begitu melihat pria paruh baya dengan raut wajah marah yang menyeramkan.

"Nyuruh lo balik." Lanjut Sinta pelan.

Alderza dengan santai menatap Papanya yang terlihat sangat marah karena melihat anaknya yang hampir setiap malam selalu saja menghabiskan waktu di bar tersebut.

"Sialan!" Alderza menggertakkan giginya kesal.

"Nggak usah maksa, bisa pulang sendiri kok." Ucap Alderza pada Papa kandungnya, Harris.

"Al, dengerin Papa dulu!"

"Al!"

Alderza berjalan begitu saja melewati Papa nya dan keluar dari bar tersebut, kemudian memasuki mobilnya.

Kesal, rasanya sangat kesal melihat Papa nya yang pura-pura menaruh rasa perhatian padanya. Cowok itu segera membanting stir dan dengan kecepatan penuh, ia pulang menuju rumahnya.

Sesampainya di rumah, Alderza memicingkan matanya, menatap Mama nya yang sedang menunggu kepulangannya.

"Kenapa?!" Alderza menaikkan nada bicaranya.

"Al! Mama sama Papa khawatir tau gak sih. Kenapa kamu selalu aja pulang malam kayak gini? Ini udah hampir jam satu malem loh. Apalagi, besok kamu harus sekolah. Mama gak suka ya kamu-"

"Cukup Ma, Al capek."

Alderza menutup telinganya rapat-rapat. Ia tidak mau ambil pusing mendengar Mamanya yang cerewet itu.

Alderza lalu pergi menuju kamarnya di lantai atas. Kesal rasanya mendengar ocehan Mama dan Papanya setiap hari yang seakan peduli terhadap dirinya. Ia mengembuskan napasnya beberapa kali sembari memejamkan matanya di atas kasur.

Ia tersenyum kecil, mengingat besok hari senin dan ada banyak tugas yang belum ia kerjakan sama sekali. Tapi tenang saja, ia bisa meminta teman sekelasnya untuk mengerjakan tugasnya tersebut.

Teman sekelas yang selalu ia jadikan budak untuk mengerjakan tugas-tugasnya tersebut.

Mungkin, besok akan menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi Alderza.

Tak lama kemudian, cowok itu pun terlelap oleh dinginnya malam.

Terima kasih yang udah baca. Kalo ada yang typo, atau kurang tepat katanya, atau kesalahan kata, mohon diperbaiki ya semuanya.

1
Nhi Nguyễn
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!