NovelToon NovelToon
Nox Astra: Sovereign Of The Nine Stars

Nox Astra: Sovereign Of The Nine Stars

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:189
Nilai: 5
Nama Author: Seat Bos

1. Konsep Utama (The Core)
Protagonis: Kaelan Veyris (Reinkarnasi Ryan Hartman).
Bakat: EX-Grade Talent "All" (Potensi melampaui dewa, penguasaan semua elemen & jalur).
Organisasi: Nox Astra (Simbol: 9 Bintang). Bergerak dari bayangan untuk menguasai 5 benua.
Misi Utama: Membangun kekuatan absolut melalui panti asuhan rahasia dan jaringan teleportasi kuno.
2. Hierarki Kekuatan (Power System)
Grade Bakat: F (Terendah) sampai S (Legenda), SS (Mitos), dan EX (Kaelan).
Jalur Utama:
Sword Path: Sword Trainee hingga Transcendent Sword (Tebasan Dimensi).
Mage Path: Mana Initiate hingga Transcendent Mage (Manipulasi Realitas).
Hybrid Path: Gabungan keduanya (Kaelan & Nox).
Sihir Langka: Teleportasi jarak jauh (Teknik kuno yang hanya dikuasai Kaelan/Nox Astra).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seat Bos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTARUHAN DI AMBANG KEHANCURAN

Kereta kuda yang membawa lambang matahari terbit keluarga Veyris itu melaju membelah jalanan berbatu menuju mansion dengan suasana yang mencekam. Di dalam kabin yang sempit, bau karat dan hawa panas yang tidak alami mulai memenuhi udara. Mira duduk dengan wajah pucat, tangannya gemetar saat mencoba menyeka keringat dari dahi anak berambut putih yang kini meringkuk di lantai kereta.

Anak itu terus memegangi dadanya. Sesekali, matanya yang merah menyala terbuka sedikit, memancarkan kilatan energi hitam-kemerahan yang membuat bulu kuduk Mira berdiri.

"Tuan Muda... anak ini... badannya panas sekali. Seperti ada api di dalam kulitnya," bisik Mira. Suaranya bergetar. Sebagai pemegang Bakat Grade S (Cahaya & Ruang) yang belum bangkit, insting Mira sebenarnya sedang berteriak bahaya. Mana peraknya yang pasif bereaksi keras terhadap hawa Destruction yang bocor dari tubuh si bocah. Namun, bagi Mira, sensasi itu hanya terasa seperti mual dan pusing yang hebat.

Kaelan duduk tenang, namun di balik mata bulat bayinya, ia sedang melakukan kalkulasi tingkat tinggi.

Status: Grade SS (Destruction & Sword Soul).

Kondisi: Overload Tingkat 4. Inti mana akan meledak dalam waktu kurang dari 30 menit.

Sial, kalau dia meledak di dalam kereta ini, kami semua akan hancur jadi abu, batin Kaelan tajam. Ia harus menjadi "katup pelepas" bagi energi liar itu.

Begitu kereta berhenti di depan pelataran mansion, Kaelan tidak menunggu tangga turun. Ia melompat kecil dan langsung memerintah dengan nada yang tidak bisa dibantah.

"Bawa dia ke kamar Kaelan! Sekarang! Mila, ambil air hangat!"

Dua ksatria pengawal, Ksatria Gorn dan Ksatria Hans, saling berpandangan. Mereka merasa aneh. Mengapa mereka harus menuruti perintah balita berusia tiga tahun untuk membawa budak kotor ke area pribadi tuan muda? Namun, ada sesuatu dalam sorot mata Kaelan—dingin, tajam, dan penuh otoritas—yang membuat lidah mereka kelu untuk membantah. Mereka seolah melihat sosok Count Aldric dalam versi kecil yang lebih menyeramkan.

"Cepat!" bentak Kaelan kecil.

Gorn langsung menggendong bocah itu dan berlari menuju sayap kanan mansion.

Di dalam kamar, Kaelan mengunci pintu. Ia menyuruh para ksatria menunggu di luar. Hanya ada dia dan bocah yang sedang sekarat itu. Kaelan tahu, ia tidak punya banyak waktu. Mira sedang di dapur bawah, dan ayahnya—Aldric—pasti akan segera datang setelah mendapat laporan dari pengawal.

Kaelan duduk bersila di depan bocah itu. Ia memegang tangan kecil si bocah yang terasa membara.

"Dengar, Serigala Kecil. Kalau kau mau hidup, ikuti aliran manaku," ucap Kaelan dengan suara berat yang sama sekali bukan milik anak-anak.

Kaelan memicu Sirkulasi Aether. Ia menarik mana dari udara, mengubahnya menjadi energi "dingin" melalui jalur meridiannya yang baru terbentuk semalam, lalu menyuntikkannya ke ulu hati si bocah.

BOOM!

Benturan dua energi itu membuat Kaelan tersentak. Rasanya seperti mencoba menghentikan aliran lava dengan segelas air es. Jantung bayinya berdegup kencang hingga terasa mau pecah. Namun, Kaelan menggunakan teknik Grounding Mana dari buku kuno. Ia memosisikan telapak kaki si bocah agar menyentuh lantai kayu ek mansion yang tebal.

"Keluar... lewat bawah!" perintah Kaelan.

Ia memandu energi Destruction yang liar itu, menariknya melewati pembuluh darah si bocah, masuk ke tubuh Kaelan sebentar sebagai transit, lalu membuangnya dengan paksa ke lantai.

Cisssssss!

Lantai kayu di bawah mereka mulai menghitam. Asap hitam berbau belerang membubung tinggi. Kayu ek yang kokoh itu mulai retak dan hangus, seolah-olah baru saja disiram cairan asam yang sangat kuat. Kaelan mengerang, wajahnya pucat pasi, pembuluh darah di dahinya menonjol. Tubuh bayinya benar-benar mencapai batas maksimal.

Tepat saat warna merah di mata si bocah mulai memudar tanda stabil, pintu kamar didobrak dari luar.

BRAKK!

Count Aldric dan Elena masuk dengan wajah penuh kepanikan. Di belakang mereka, Mira berdiri dengan nampan air yang jatuh berantakan di lantai.

Aldric langsung menghunuskan aura birunya, siap bertempur, namun ia membeku melihat pemandangan di depannya. Anaknya, Kaelan, terduduk lemas dengan tangan yang melepuh kemerahan, sementara di depannya ada budak asing yang pingsan dengan lantai yang hangus terbakar di sekeliling mereka.

"Apa-apaan ini?!" suara Aldric menggelegar, penuh dengan tekanan aura High Aura Knight.

Elena langsung menjerit dan berlari memeluk Kaelan. "Kaelan! Tanganmu! Aldric, lihat tangan anak kita!"

Aldric tidak langsung mendekat. Matanya yang tajam menatap lantai yang hangus. Sebagai ksatria tingkat tinggi, dia tahu ini bukan api. Ini adalah sisa-sisa pelepasan mana murni yang sangat destruktif.

"Kaelan Veyris... jelaskan pada Papa. Sekarang," ucap Aldric dengan nada rendah yang sangat berbahaya.

Kaelan menarik napas dalam, membasahi bibirnya yang kering. Ia harus berakting sekarang, atau rahasianya terbongkar. Ia mulai menangis sesenggukan, menyembunyikan wajahnya di dada ibunya.

"Papa... Kaelan cuma mau kasih minum kucingnya... terus kucingnya keluar api... Kaelan takut... hwaaaa!" Kaelan menangis dengan kencang, sebuah akting yang sempurna.

Elena menatap suaminya dengan marah. "Aldric! Berhenti menginterogasi anakmu! Dia terluka! Dia mencoba menolong orang dan kau malah membentaknya?!"

Aldric terdiam. Logikanya berkata ada yang tidak beres. Bagaimana mungkin seorang balita bisa selamat dari pelepasan mana sebesar itu? Namun, melihat Kaelan yang menangis histeris dan tangan yang melepuh nyata, hatinya sebagai ayah luluh.

Ia mendekati bocah berambut putih itu, memeriksa nadinya. Mata Aldric membelalak. Mana yang sangat padat... anak ini punya bakat yang mengerikan. Jika dia meledak tadi, seluruh sayap mansion ini bisa rata dengan tanah.

Aldric menoleh pada Mira yang menggigil di pojokan.

"Mira, kau yang membawanya ke sini, kan?"

"S-saya... Tuan Muda yang meminta, Count. Saya tidak tahu kalau..."

"Cukup," potong Aldric. "Mira, bawa anak ini ke kamar rahasia di bawah menara pengawas. Jangan biarkan siapapun tahu. Berikan dia pengobatan terbaik. Dan kau..." Aldric menatap Kaelan yang masih sesenggukan. "Besok kita akan bicara serius, Kaelan. Tidak ada lagi jalan-jalan ke pasar tanpa izin Papa."

Malam harinya, setelah Elena menidurkan Kaelan dan mengobati tangannya dengan sihir penyembuh, suasana kamar menjadi sangat sunyi. Begitu pintu ditutup, Kaelan langsung membuka matanya. Tidak ada lagi air mata. Hanya ada sorot mata dingin yang penuh perhitungan.

Ia turun dari kasur, berjalan perlahan ke arah lantai yang hangus. Ia menyentuh bekas sisa Destruction itu.

Dia selamat. Dan dia berhutang nyawa padaku, batin Kaelan.

Ia lalu menatap tangannya yang sudah dibalut perban. Rasa perihnya masih terasa, tapi itu adalah harga yang kecil untuk mendapatkan seorang pengikut Grade SS.

Kaelan berjalan ke jendela, menatap ke arah menara pengawas tempat si bocah disembunyikan. Ia tahu, Mira pasti sedang di sana sekarang, merawat si bocah dengan kebingungan.

Mira... dia punya bakat Grade S tapi dia sendiri tidak merasakannya. Ibuku punya Grade C dan dia bisa merasakan sedikit keanehan tadi. Ayahku Grade A dan dia hampir menyadari rahasiaku.

Kaelan mengepalkan tangannya. Papan catur sudah mulai terisi.

Besok, aku akan menemui si Serigala Kecil itu. Aku akan memberinya nama. Dan aku akan mulai memberikan 'pancingan' pada Mira agar mana peraknya mulai bergerak.

1
Apin Zen
tmat
Kaisar Absolute
🅑🅐🅖🅤🅢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!