NovelToon NovelToon
Murid Tengil, Kesayanganku

Murid Tengil, Kesayanganku

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Menjadi guru tampan dan memiliki karisma over power memang tidak mudah. Dialah Adimas Aditiya, guru muda yang menjadi wali kelas sebuah kelas yang anehnya terlalu hidup untuk disebut biasa.

Dan di sanalah Rani Jaya Almaira berada. Murid tengil, manis, jujur, dan heater abadi matematika. Setiap ucapannya terasa ringan, tapi pikirannya terlalu tajam untuk diabaikan. Tanpa sadar, justru dari gadis itulah Adimas belajar banyak hal yang tak pernah diajarkan di bangku kuliah keguruan.

Namun karena Rani pula, Adimas menemukan jalannya rumahnya dan makna cinta yang sebenarnya. Muridnya menjadi cintanya, lalu bagaimana dengan Elin, kekasih yang lebih dulu ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Salah Faham

"Saya memang penyuka uang, tapi saat ini ada orang lain di atas yang sedang menyusun skripsi dan laptopnya rusak. Bila saya tutup sekarang, uang yang saya terima justru akan menghancurkan masa depan orang lain." Rani tersenyum ramah.

"Nah betul itu," Arya mengangkat jempolnya setuju pada Rani.

"Baiklah, karena kamu penyuka uang. Ambil saja uang itu dan tetap buka." Adimas tersenyum dan memberi isyarat pada Arya untuk pergi.

"Kami pergi dulu ya, Ran. Hati-hati rindu hahaha… Assalamualaikum calon istri." Ucap Arya dari ambang pintu. Rani melepaskan sepatu yang dia pakai.

"Waalaikumsalam, sableng!" Rani melemparkan sepatunya, dan Arya hanya tertawa saja.

Adimas memperhatikan keakraban mereka yang memang sudah tampak seperti teman dekat itu.

"Kalian sudah lama kenal ya?" tanya Adimas. Arya tampak mengingat-ingat.

"Adalah, mungkin sekitar setahunan. Dia asyik dan cepat akrab. Dia juga orang yang bisa menempatkan kata dalam situasi yang diinginkan, jadi aku cukup mudah akrab dengannya. Kenapa?" tanya Arya. Adimas menggelengkan kepalanya.

"Dia muridku, wajar aku bertanya karena aku juga penanggung jawab nilai matematika dia." Arya tertawa mendengar itu.

"Wah, kayaknya kamu masuk nominasi umpatan dia di masa depan, Bro. Guru matematika, fisika, dan guru bahasa Inggris. Rani sangat tidak suka, dia sudah kayak haters abadi untuk tiga pelajaran itu." tambah Arya. Adimas mengangkat bahunya dan mereka pergi.

Adimas memang sekarang sedang belajar agama, dan gurunya adalah Arya. Selama ini Adimas memang tidak seperti para kakaknya yang lain, tapi dia juga tidak menampik bila dia seorang peminum dan orang yang sangat tersesat dan sangat jauh dari agama selama ini.

Satu minggu berlalu setelah hari itu. Di jalan raya yang panas dan menusuk itu, Rani menghela napasnya beberapa kali dan mengibaskan tangannya. Dia menunggu Elyra, namun gadis itu tak kunjung keluar dari gerbang sekolah.

"Ah, udah deh, nanti juga nyamperin." ucapnya. Dia langsung cus mengendarai motornya menuju warnet.

(Drama di warnet, baca aja di novel Elyra ya biar gak aneh kalau di spill di sini nanti cam mana pula.)

Jam 23.00, pada akhirnya jam tutup tiba. Rani mengunci pintu warnet dan besi dari luar. Dia bersiul merdu dan tampak juga jalanan yang tidak begitu sepi. Itu adalah daerah para mahasiswa nongkrong dan mahasiswa kelas malam tampak baru keluar dari kelas mereka.

"Mau pulang, Neng?" tanya seorang mahasiswa yang juga sudah siap pulang.

"Iya, a. Duluan ya." Rani langsung menunggangi motornya. Dia memundurkan dengan pelan. Tinggi badannya hanya 160 cm, jadi dia sangat pas-pasan dengan tinggi sepeda motor yang dia tunggangi, itu pun sambil berjingjit.

Rani langsung memasukkan gigi motornya dan melepas koplingnya saat gas dia tarik, dan dia melesat di jalanan malam itu. Lampu yang berjajar di sepanjang jalan tampak seperti siluet jingga yang tak putus. Pandangan Rani lurus ke depan.

"Eh, eh…" motor Rani tiba-tiba berhenti. Rani melihat bensin motornya yang sudah habis.

"Ya ampun!" Dia menepuk jidat. Wajahnya langsung menatap sekeliling dan menemukan sebuah minimarket.

"Ampas-ampas, ampun deh." Rani mendorong sepeda motornya.

"Berat bet ya, ampun. Padahal dosa gua kayak gak lebih berat, tapi kok lu berat banget si!" gerutu Rani. Dia memarkirkan motornya di depan minimarket itu dan mengunci setang.

Mata Rani celingukan kiri kanan dan menghela napas kasar. Dia akhirnya berjalan ke sebelah kanan, di mana ada pom bensin yang tak jauh dari sana.

Rani terlebih dahulu membeli air mineral ukuran satu liter, dan menghela napas kasar. Dia meminum setengah air itu lalu berjalan. Lelah juga, pikirnya. Dia terus berjalan hingga suara ramai terdengar dari sana.

Suara riuh di mana akan diadakannya balap liar. Rani menghela napas kasar. Sial sekali nasibnya kali ini. Rani mengambil earphone di tasnya dan menyalakan tadarus Al-Qur'an disana dengan keras berharap dirinya dilimpahkan perlindungan dalam langkahnya menuju pom bensin, dan dia terus berjalan karena sudah terlanjur.

Dari belakang tubuhnya, suara mobil terdengar halus. Adimas di dalamnya memperhatikan gadis yang berjalan di trotoar di tengah keramaian remaja yang akan melakukan balap liar.

Adimas menggelengkan kepalanya. Dia yakin bila Rani adalah salah satu dari mereka. Melihat bagaimana Rani mengendarai motornya saja sudah tidak perlu penjelasan dua kali.

Ngiung

Ngiung

Suara sirene polisi terdengar dari kejauhan. Para remaja itu berhamburan. Ada yang langsung tancap gas, ada yang langsung naik ke motor teman-temannya yang lain, namun Rani tampak santai berjalan di trotoar sambil sesekali dia menenggak air dari botol mineral ukuran satu liter itu.

Adimas menggelengkan kepalanya. Dia kembali yakin bila air itu ada sejenis ciu atau anggur putih. Namun polisi sudah mulai datang mendekat, dan Rani tampak santai saja.

"Hah, gadis itu bikin repot saja!" gertak Adimas, memberhentikan mobilnya tepat di samping Rani.

"Rani, masuk!" teriak Adimas, namun Rani tampak tak menggubris. Adimas kian yakin bila saat ini Rani sedang dalam pengaruh alkohol dan mabuk berat.

"Ya ampun!" gereget Adimas. Dia keluar dari mobilnya dan menarik Rani, melemparnya masuk ke dalam mobilnya, dan dia segera masuk juga.

Rani celingukan di dalam mobil itu. Dua detik dan dia sudah berada dalam mobil tak dikenal. Rani berusaha keluar, namun langsung ditendang lagi pintu itu oleh Adimas. Saat sadar siapa yang melemparnya masuk, akhirnya Rani duduk diam dengan patuh.

Rani melepaskan earphone miliknya dan kembali minum air itu. Sayang sekali kalau dibuang, itu juga hasil uang, bukan.

"Sudah hentikan! Kamu sudah semabuk itu sampai tidak dengar dari tadi saya panggil!" sentak Adimas. Dia merebut botol itu dari tangan Rani dan melemparkannya keluar mobil.

Mata Rani syok dibuatnya, ketidakrelaan yang terpancar jelas dari wajahnya. Adimas langsung tancap gas dengan mobilnya membawa Rani.

"Kamu itu masih pelajar, Rani! Berani sekali kamu ikut balap liar! Sudah tidak sayang nyawa, hah!" sentak lagi Adimas. Rani mengorek telinganya, takut dia salah dengar. Namun Adimas mengartikan lain hal itu, dia mengira bila Rani mabuk dan tidak mendengar, pada akhirnya mengorek telinganya.

"Minum ciu sampai budek! Kamu itu pelajar, Rani, dan kamu benar tidak sayang dengan masa depan kamu, hah! Meski kamu tidak memiliki prestasi di sekolah, minimal kamu jangan anak nakal dan membuat onar di luar sekolah, Rani!" Adimas kembali marah. Rani mengedipkan matanya beberapa kali. Adimas kembali mengartikan lain kedipan itu, orang mabuk biasanya memang memiliki pandangan yang kabur dan itu sudah wajar terjadi.

"Apa sudah tidak bisa lihat, hah! Kamu harus dapat hukuman. Bagus kamu bertemu saya saat ini. Kalau kamu justru ditangkap oleh polisi, siapa juga yang malu? Keluarga kamu malu, Ran. Saya sebagai wali kelas juga akan malu!" cerocos lagi Adimas.

1
falea sezi
bentar ank di luar nikah emank bisa di wali kan sama. leon/Drowsy/ mana bisa aduh kn mereka bukan saudara kandung lagian anak di luar nikah g boleh pake binti bapak nya woy pengalaman pribadi soalnya/Hunger/
stela aza: ceritanya kocak ,,,
total 1 replies
Miss Typo
lah lah lah, kok tau² dah tamat thor???

happy ending 👏👍
makasih thor, sukses terus dgn karya-karyanya di novel 💪
Miss Typo
ketinggalan gara² paketan hbs 🙈
Dewi kunti
hbs malu,trus malu2 in😄😄😄😄
Miss Typo
otw Adimas junior 😁
Miss Typo
Aamiin 🤲
Miss Typo
wah mau buka segel Rani si Adimas 😁
Miss Typo
huaaaaaa aku terharu 😭
selamat menempuh hidup baru Adimas dan Rani, semoga SaMaWa dan cepat dikasih momongan 🤲

awas Adimas jangan nyosor dulu mentang² berdua doang, inget mau sholat ashar berjamaah 🤣
Miss Typo
semoga lancar
Miss Typo
nangis sesenggukan tapi juga ketawa saat Kyun dateng 😭🤣
Miss Typo
bingung mau komen apa
Miss Typo
Rani adiknya Leon, semoga Rani tetap menikah dgn Adimas
Miss Typo
baru bisa baca lagi
huaaaaaa nyesek bacanya 😭😭😭
Tri Rahayuningsih
ditunggu ya kak
Miss Typo
jadi jadi gmn ini,,, alamak makin penasaran thor 😭
Miss Typo
kok aku makin geram sama ayahnya Rani ya
Miss Typo
semoga aja Adimas merubah penampilannya makanya gak bareng 😁
Miss Typo
semoga lancar gak ada halangan, deg²an Adimas gak brgkt bareng
Tri Rahayuningsih
jgn lama up ya thor..kalo bisa triple 😄 soale critane kereen 👍dan seru
LIXX: oke, 🤭makasih
total 3 replies
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!