Chun Yi Seorang Dokter jenius sekaligus pembunuh bayaran yang tiada tandingannya. Akhirnya Dia harus mati mengenaskan di tangan keluarga pasien yang salah duga. Teman dekatnya yang sama-sama menjadi Dokter melakukan operasi jantung pada seorang pasien . Namun entah mengapa, malah membuat Si pasien meninggal Dunia, keluarga pasien tak Terima, dia mencari sang Dokter, tapi malah bertemu dengan Chun Yi Dan menusuk dadanya. Hingga mengenai jantung yang membuat Dia mati muda . Dan saat Dia terbangun lagi , Dia berada di tubuh seorang gadis yang terkenal buruk rupa serta bodoh . Yang memiliki nama hampir sana yaitu Song Chun Yi (lagu musim semi) . Dia di benci semua orang Karena Dia tidak memiliki bakat Dan tidak bisa berkultivasi. Dia berwajah buruk karena di wajahnya terdapat tanda lahir hitam besar di pipinya. Semua itu membuat dia di benci dan di kucilkan oleh keluarga maupun masyarakat . Bagaimana kisa selanjutnya si gadis Chun Yi ,Kita baca sam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGOBATI YUN SI WANG
Setelah kepergian Tian Jisan Yu, Chun Yi menghela nafasnya. Dia merasa kagum sekaligus Cemas. Bagaimana Dia bisa mengetahui tempatnya, bagaimana Dia bisa tahu kalau Dia dalam keadaan berbahaya . Lalu jika Pria di jalan ini Begitu Kuat, apakah Dia bisa hidup dengan aman di Alam kuno ini.
"Bagaimana Dia bisa tahu keberadaanku, lagi pula siapa Dia. Dia pergi tanpa meninggalkan jejak. Apakah semua pria di jaman ini sekuat itu. apakah aku bisa hidup aman di Jaman kuno ini..." Ucap Chun Yi sendiri. Namun fikirannya terhenti saat mendengar suara ketukan di pintu kamarnya. Terdengar suara Bibi Mai di sela ketukan tadi
" Nona.. Nona.. Kau tidak apa- apa kan.. ! " Terdengar suara Bibi Mai Yang terdengar sangat ketakutan. .
Mendengar nada Bibi yang terdengar sangat cemas membuat Chun Yi kaget Dia
Segera membuka pintu kamarnya . Dan saat pintu terbuka, terlihat Bibi Mai berada di depan pintu dengan wajah sangat pucat dan terlihat takut dan cemas .
"ada apa Bi. ? ke apa kau begitu cemas...apakah ada masalah...? " Tanya Chun Yi sambil menyuruh Wanita paruh baya itu masuk kedalam kamarnya
"Nona apakah ada tidak apa- apa .. ? " Tanya Bibi Mai dengan wajah Pucat
"tidak.. Chun Yi tidak apa- apa Bi... Memangnya ada masalah apa ? " Tanya Chun Yu keheranan
. "Huuu. Syukurlah ...?" ucap Bibi Mai dengan menghela nafas lega.
" Memangnya ada apa Bi... Kenapa Bibi seperti melihat hantu saja . dan lihat itu, wajah Bibi sampai pucat.. " Kata Chun Yu sambil menatap sang Bibi.
" Barusan Bibi merasakan ada kekuatan yang sangat besar dari kamar Nona.. Hamba takut pemilik kekuatan itu menyerang anda... " Ucap Bibi Mai terlihat masih ketakutan .
"Kekuatan hebat dari kamarku...? " Tanya Chun Yi dengan wajah kaget.
"Benar Nona... Kekuatan itu sangat kuat, hamba yakin kalau di Kerajaan ini tidak ada kekuatan sekuat itu . " Ucap Bibi Mai .
"Begitu ya.. Tapi mungkin saja kekuatan itu hanya lewat saja Bi.. Buktinya aku aman- aman saja kan...?!" Ucap Chun Yi dengan tenang . Walaupun dalam hati Di berkata.
"Seberapa kuatkah Jisan Yu itu.. Sampai-sampai Bibi ketakutan seperti ini. " ucap Chun Yi dalam hati dengan perasaan Penasaran.
"Yi'er, Yi'er... Kau tidak apa- apa kan...? " Tiba- tiba beberapa orang masuk kedalam rumah tinggal Chun Yi dengan wajah terlihat sangat khawatir . Ada kakek, nenek serta ke empat sepupunya..
"Kalian datang semua...?. Memangnya apa yang Terjadi.. ? Kenapa kalian ketakutan seperti itu... " Tanya Chun Yi keheranan.
"Sayang... Kau tidak apa- apa kan...? tidak terjadi sesuatu padamu kan..? " Tanya Nenek Kan Wai Ni sambil memeriksa seluruh tubuh Chun Yi .
"Chun Yi baik- baik saja Nek.. Memangnya apa yang terjadi .. ? " Tanya Chun Yi dengan wajah heran.
"Kami tadi merasakan ada kekuatan sangat besar berasal dari tempat tinggalmu ini. Kami takut kau dalam masalah... " Ucap sang Nenek. Ucapan Sang Nenek membuat Chun Yi kembali kaget. kenapa kekuatan itu sampai terasa di seluruh Mansion Keluarga Yun. Namun yang tidak di ketahui Chun Yi, Kekuatan itu telah menggemparkan seluruh kota. terutama bagi mereka yang memiliki kekuatan tinggi. yang bisa merasakan kehadiran kekuatan besar .
"Jangan khawatir Nek.. Tidak terjadi apapun padaku. Mungkin hanya seseorang melintasi tempat ini. " Ucap Chun Yi dengan tenang. Melihat ketenangan sang Cucu, kakek dan neneknya merasa lega. Namun tiba- tiba terdengar seruan sang Kakek.
"Sayang. Kau sudah memiliki akar Kultivasi ? Dan sepertinya sekarang kau sudah Ada di level tuju.. ! " Seru sang Kaget dengan wajah gembira .
"Benar Kek.. Chun Yi telah bisa membuka segel yang mengunci kekuatan Chun Yi, walaupun masih Ada satu segel lagi yang harus Chun Yi buka Chun Yi fikir ini sudah cukup baik buat Chun Yi. " ucap Chun Yi sambil tersenyum lembut.
"Waa... Kau hebat Dik. Hanya dalam beberapa hari saja kita tidak bertemu, ternyata kau sudah bisa berkultivasi , Dan kekuatanmu hampir menyamai kami. Benar- benar hebat.. ! " Seru si kembar Yun Yilan
"Hebat... Adikku memang hebat.. Kini siapa lagi yang berani menghina Dia..! Jangan remehkan keturunan Yun...atau kami akan bertindak..." Seru Yun Baimin dengan bangga. Bibi Mai yang mendengar kalau Chun Yi telah bisa berkultivasi dan malah sekarang sudah berada di tingkat dasar kultivasi level tuju, sangat kaget namun juga gembira . Dia tak pernah menyangka , hanya dalam tiga hari saja, Chun Yi sudah berada di level Tuju
"Bagus Nak... Tapi bagaimana kau bisa membuka segel di meridianmu... " tanya Sang Kakek. Terlihat Chun Yi sedikit kaget saat sang kakek ternyata mengetahui kalau meridiannya tersegel.
"Kakek tahu aku mengalami penyegelan meridian...! " Tanya Chun Yi.
"Tentu saja kakek rahu, dan Kakek juga tahu kalau tubuhmu merupakan tubuh suci . Hanya saja kakek sangat kaget, ternyata kau mampu membuka Meridianmu sendiri. Karena Kakek tahu, sangatlah sulit dan tak mudah untuk membuka Meridian di tubuhmu. Tapi nak... dari mana kau mendapatkan bahan untuk membuka segel tersebut. Setahu Kakek, membuka segel tubuh suci sangatlah sulit, karena bahan yang di butuhkan sangatlah langka.. "Ucap Sang Kakek.
"Ibu kek... Ibu yang menyediakannya untukku ... Ibu pergi meninggalkan aku hanya untuk mencari bahan-bahan tersebut.kek.... " Ucap Chun Yi menjawab pertanyaan Sang Kakek
"Ternyata ibumu pergi untuk mencari bahan untuk membuka segel di tubuhmu . benar-benar ibu yang baik . Tapi lepas dari itu, kakek mengucap kan selamat untukmu nak... Sekarang kau sudah bisa Berkultivasi. Dan beberapa hari lagi kau sudah pergi menemui Biksu Agung , Biar nanti Kakek yang akan mengantarmu kesana .. ? " Ucap Tuan Tua Yun.
"Kami juga ingin ikut mengantar adik Kek... " Seru para sepupu hampir bersamaan.
"Baiklah kalian boleh ikut. " Ucap sang Kakek. Tentu saja ucapan sang kakek membuat mereka gembira..
"Ya sudah, ayo makan dulu... Adik kecilmu pasti sekarang lapar, Dia mengunci pintu lebih dari tiga hari Tentu perutnya sudah lapar... " Ucap Sang Nenek sambil mengusap kepala Chun Yi yang berdiri di dekatnya.
"Benar sekali. Ayo kita makan terlebih dahulu. " Ucap Sang Kakek.
Dan merekapun segera pergi keluar dari kediam an Chun Yi untuk menuju ke kediaman utama. Dan saat mereka berada di halaman rumah Chun Yi, terlihat Yun Si Wang sudah berada di halaman bersama pelayannya.
"Ada apa dengan adik kecil Kek..? " Tanya Si Wang. dengan wajah Prihatin.
"Tidak ada masalah dengan adikmu. Ya sudah Ayo ke kediaman Utama, kita makan bersama untuk merayakan keberhasilan adikmu membuka
segel kunci meridiannya... " Ucap Sang Kakek.
"Jadi adik kecil sudah memiliki akar kultivasi Kek..? " Tanya Si Wang dengan wajah kaget.
"Dia sekarang malah sudah berada di tahap dasar kultivasi level tuju kak..."Ucap Yun Baimin dengan nada bangga .
"Benarkah... Wah.. Bisa- bisa Dia akan mengalahkan Kalian .. " Goda Yun Si Wang pada ke empat adiknya. Mereka hanya bisa tersenyum pasrah.
"Mana mungkin kak.. Aku baru bisa berkultivasi... Dan kalian sekarang sudah berada di tahap Tianwu. Sedangkan aku berada di tahap dasar kultivasi..."Ucap Chun Yi merendah.
"Jangan Merendah adik kecil. dalam tiga hari saja, kau bisa menerobos tuju tingkatan, sedangkan kita untuk satu terobosan saja butuh dua sampai tiga tahun..." ucap Yun Yihan
"Kalau begitu kita akan sama - sama giat belajar agar cepat meningkatkan kultivasi kita kak. " ucap Chun Yi.
"Baik...kita akan berlomba meningkatkan Kultivasi kita.. " ucap Yun Baimin. Namun Chun Yi melihat kesedihan di mata Sang kakak tertua.
"Kenapa kakak terlihat sedih. ?" tanya Chun Yi
"Tidak apa- apa dik.." ucap Si Wang berusaha menutupi kesedihannya. Tapi Chun Yi tahu penyebab Sang Kakak sedih
"Tenang saja Kak...sebentar lagi, kakak juga bisa berjalan dan berlatih bersama kami.." ucap Chun Yi Mendengar Ucapan Sang adik, terlihat Yun Si Wang wajahnya kembali cerah.
"Baik. kakak akan ikut berlomba juga. dan mereka tertawa bersama. Merekapun melanjutkan langkah mereka menuju rumah utama.
Sesampainya di kediaman utama segera Sang Nenek menyuruh para pelayan Menyiapkan masakan . Beliau juga menyuruh menambah macam masakan . Tak berapa lama terlihat mereka menikmati makan bersama dengan perasaan gembira dan bukan hanya mereka saja, Nyonya Tua Yun menyuruh semua pelayan menikmati makan bersama juga. Walaupun mereka menikmatinya di halaman belakang. Dan Sang Tuan Yun Tua segera memberi bonus pada mereka karena merasa gembira Chun Yi telah bisa berkultivasi. Melihat besarnya perhatian mereka padanya , Chun Yi semakin berjanji untuk melindungi mereka sebisa mungkin. Dan setelah makan selesai, Chun Yi berkata pada Sang Kakak tertua.
"Kak... Aku sudah bisa melakukan pengobatan pada Kakak, apakah kakak Siap mencobanya.. ? " Tanya Chun Yi
"Baik... Kakak akan siap mencoba perawatan yang di lakukan oleh adik kecilku..."ucap Yun Si Wang .
" Kakak sudah yakin dengan perawatan ku kan...? " Ucap Chun Yi . Sebab keyakinan dari Sang pasien itu sendiri, akan membuat syaraf tegang dan kepercayaan pasien akan membuat satu poin kesembuhan Sang Pasien itu sendiri .
"Aku yakin sekali dik... " Ucap Yun Si Wang.
"Baiklah. Kalau begitu kita ke kamar kakak... " Ucap Chun Yi.
Terlihat Sang Kakek yang sejak tadi melihat dan mendengar percakapan mereka hanya tersenyum melihat Chun Yi mendorong Kursi roda Yun Si Wang.
"Semoga pengobatan yang di lakukan Cucu kita akan berhasil Nek...dan aku yakin pengobatan itu akan berhasil , karena setelah Han'er mendapatkan perawatan akupuntur dari Yi'er beberapa hari laku , sakit yang di kakinya tidak terlalu parah..." Ucap Sang Kakek.
"Entah kenapa aku merasa percaya pada Cucu perempuan kita Kek.. Dan aku berdoa semoga saja Perawatan Dia benar- benar membuat Wang'er sembuh . .. " Ucap sang Nenek.
Sedang kan Chun Yi sendiri, kini sedang membawa sang Kakak menuju rumah tinggalnya. Sesampainya di sana, Yilan dan Yihan yang ikut mereka berdua, membantu Sang Kakak untuk berbaring di atas ranjangnya . Barulah setelah itu, Chun Yi mulai mendekat.
"Kak.. Maaf... Mungkin Nanti kakak akan merasakan kesakitan saat urat syaraf yang kembali bekerja akan terasa sakit saat Racun aku keluarkan. Jadi jika kakak tidak Kuat, kakak bisa menggigit sapu tangan ini.. " Ucap Chun Yi sambil memberikan sapu tangan Yang sudah di lipat kecil pada Yun Si Wang.
"Baik kakak akan melakukannya...." ucap Yun Si Wang sambil menerima saputangan itu.
Setelah melihat sangat kakak telah siap, Chun Yi memberikan satu botol kecil air Jiwa pada Yun Si Wang. Baru kemudian, Dia melakukan terapi akupunturnya . Seperti biasa, Chun Yi mengambil jarum akupuntur dari lengan bajunya. Setelah membuka tempat jarum akupuntur, dia mulai mengambil jarum- jarum perak tersebut satu persatu. Dan dengan gerakan cepat , Chun Yi mulai menusukkan jarum perak tersebut ke titik akupuntur di kedua kaki Sang kakak. Terlihat puluhan jarum perak menancap di kaki Sang Kakak. Dari paha sampai telapak kaki Sang kakak.
Setelah itu Chun Yi mulai mengerahkan kekuatannya untuk mendorong racun yang ada di kaki Sang Kakak. Dan tiga puluh menit kemudian, terlihat di setiap tancapan jarum, darah hitam mengalir. Dan sebagian jarum perak telah berubah warna menjadi hitam pekat. Baru satu jam kemudian, Chun Yi mencabut jarum yang sudah berubah warna menjadi hitam sepenuhnya. Setelah jarum di cabut, Chun Yi berkata.
"Kak... Rasakan pada kaki kakak. apakah kakak merasakan rasa sakit .. " Kata Chun Yi. Sebab beberapa hari lalu, Si Wang berkata kalau Kakinya nati rasa.
"Baik... " Dan Yun Si Wang mencubit kaki bawahnya. Terdengar dia mengadu.
"Adik.. Aku, aku bisa merasakan rasa sakit lagi..! " Seru Yun Si Wang gembira.
"Kalau begitu tinggal memperbaiki tempurung Lutut Dan tulang kakak yang rusak, tapi pada saat inilah kak, kakak akan merasakan sakit yang amat sangat. Apakah kakak akan tahan...? Atau kita tunda besok lagi. Sebab Sakitnya benar- benar sakit kak...." Tanya Chun Yi.
"Lebih baik sekarang saja Dik.. Kakak akan mencoba bertahan ... " Ucap Si Wang dengan keyakinan teguh.
"Baik... Kalau begitu Kakak Bersiaplah... Lebih baik sapu tangan itu kakak gigit saja. Chun Yi takut Lidah kakak yang tergigit saat kakak menahan rasa sakit. " Ucap Chun Yi.
"Baik... Akan kakak lakukan. " Lalu Si Wang langsung memasukkan sapu tangan yang sudah dilipat tadi ke dalam mulutnya dan langsung dia gigit.
"Kak Yihan dan Kaka Yilan, apakah kalian bisa membantuku...? Ucap Chun Yi.
" Bisa...apa yang mesti kami bantu dik...?" Tanya Yihan. Mereka berdua mendekati Chun Yi.
"Tolong pegang kaki Kak Si Wan. Walaupun aku sudah memberi obat penahan rasa sakit, dan titik akupunturnya juga sudah aku tutup, tapi aku yakin kakak tidak akan kuat, jadi tolong pegang kakinya. Jangan sampai dia gerakkan , kak..." Ucap Chun Yi.
"Baik akan kami lakukan...." Keduanya segera memegang kedua kaki Yihan . Dan Chun Yi segera memberikan pil kecil penahan sakit pada Si Wang. serta menusuk titik akupuntur rasa sakit. Dengan yakin Si Wang menelan pil tersebut. Setelah menunggu sebentar agar reaksi Pil itu bekerja, Chun Yi bersiap bekerja membetulkan tulang kaki yang rusak itu. Saat melihat Sang Kakak telah siap, Chun Yi mulai melakukan pengobatan.
Dengan cara pengobatan yang dia pelajari dari Ilmu Dewa Wigya, Chun Yi mulai melakukan penyatuan tulah kaki dan tulang tempurung Kaki Si Wang. Chun Yi melakukan satu persatu pada kaki Sang Kakak. Kaki kanan yang terlihat sangat parah Chun Yi pilih untuk di obati terlebih dahulu . Mulainya Si Wang terlihat tenang saat kekuatan Chun Yi menyatukan sedikit demi sedikit tulang kakinya, . Namun tiga puluh menit kemudian, terlihat Kaki Si Wang akan bergerak. Dia mulai merasakan sakit yang teramat sangat dari kaki yang terluka. Dengan cepat Yilan dan Yihan menahan kaki tersebut agar tidak bergerak. Terlihat wajah Si Wang merah dengan butiran peluh di wajah dan tubuhnya. Serta gigi mengigit sapu tangan dengan keras. Semua itu karena sakit yang teramat sangat di kakinya. akhirnya Si Wang jatuh pingsan. Namun karena Chun Yi tidak bisa menghentikan pengobatan itu, Mereka membiarkan Si Wang jatuh pingsan. Tapi entah karena sakit terlalu parah, Dia kembali sadar diri. Dan beberapa saat kemudian, dia kembali pingsan. Dan setelah dia sadar untuk kedua kalinya, barulah pengobatan itu selesai. Tapi itu untuk pengobatan satu kaki yang rusak parah. Kini tinggal kaki yang satu lagi. wajahnya terlihat sangat pucat. dan peluh membasahi sekujur tubuhnya. Melihat semua itu, Chun Yi tidak tega meneruskan pengobatan pada kaki yang satunya.
"Kak..Lebih baik kita lakukan pengobatan kaki satunya besok saja Ya... Untuk hari ini Kaki yang satu ini dulu. .." ucap Chun Yi.
"Benar kata adik kak.. wajahmu saja sekarang terlihat sangat Pucat. " ucap Yun Yihan.
"Baiklah...lagi pula tubuhku terasa sangat lelah " jawab Si Wang.
"Kak.. Bisakah seharian ini kakak tidak menggerak kan kaki ini lebih dahulu. Agar Tulang yang baru di bentuk kembali , bisa cepat kuat terlebuh dahulu..." Ucap Chun Yi sambil mengoleskan salep penguat tukang di lutut dan Kaki Si Wang yang baru di sembuhkan . Serta mengikat kaki itu dengan perban agar salep cepat menyerap. .
"Tentu saja Bisa Dik.. " Ucap Si Wang .
"Dan ini minum tiga kali sehari agar kekuatan tubuh Dan tulang kakak lebih cepat pulih, besok pagi aku akan kembali mengobati kaki yang satunya. Setelah dua hari lagi aku akan membuka perban ini , setelah perban di buka, Kakak bisa mulai melatih Kaki kakak untuk berjalan Dan kurang dari dua minggu, kaki kakak akan pulih kembali seperti sedia kala. Tapi dalam satu bulan ini, Kakak jangan berlatih ilmu beladiri dulu, kalau berkultivasi, masih bisa. yang intinya jangan menggunakan kaki dengan keras dan kuat. Karena Tulang kaki kakak masih baru di betulkan ... baru setelah satu bulan kemudian, kakak boleh mulai berlatih. " Ucap Chun Yi memberi pengarahan pada Sang Kakak
"Baik... Kakak mengerti. " Jawab Yun Si Wang .
Setelah itu Chun Yi pamit akan kembali ke tempat tinggalnya terlebih dahulu. Dia berkeinginan melihat keadaan Paman keduanya nanti malam. Setelah ini Dia ingin berlatih meditasi terlebih dahulu sebelum nanti menemui sang Paman. Sebab nanti malan Dia ingin pergi ke Pasar Gelap untuk mencari Ramuan untuk sang Paman.
Maaf udahan dulu ya... aku lanjut oada Episode selanjutnya.
Bersambung
jangan jangan yang menyebabkan para paman dan kakak Chun Yi kena racun juga karena ulah kelurga Sang.
waaah makin seru nih.
Ayo lanjut up lagi Thor...... semangat ya 💪