NovelToon NovelToon
Gaze Of The Heart

Gaze Of The Heart

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"PERINGATAN : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau alur, Adalah Hasil Imajinasi Penulis, Murni Kebetulan Semata. Interpretasi agama dalam cerita ini merupakan bagian dari pengembangan karakter dan tidak dimaksudkan untuk mengubah ajaran atau akidah yang ada." Terimakasih 🙏

Ameera Nafeeza memiliki segalanya yang di ditawarkan dunia. Namun di balik pakaian rancangan desainer dan pesta kaum sosialita, jiwanya terasa hampa.
Hidupnya berubah drastis saat ia menyelamatkan Syifa Azzahra, seorang wanita Muslimah yang taat, dari seorang pencopet jalanan.
Bukannya dompet, Ameera justru memegang sebuah Al-Qur'an bersampul beludru, sebuah pemberian dari Syifa yang menjadi awal dari kebangkitan spiritualnya. Demi mencari ketenangan yang belum pernah ia rasakan, Ameera meninggalkan kehidupan kelas atasnya untuk tinggal di sebuah pesantren yang tenang.
Di sana, ia bertemu dengan Liam Al-Gazhi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#35

Lorong rumah sakit yang dingin dan berbau antiseptik itu menjadi saksi bisu dari sebuah kegilaan yang lahir atas nama cinta dan ketakutan. Aydan Al-Gazhi, pria yang selama ini dikenal sebagai personifikasi dari logika dan ketenangan, kini tampak seperti kehilangan seluruh kewarasannya.

Jas laboratoriumnya yang kusut masih melekat di tubuh, dan matanya yang merah tak lepas dari pintu ruang VIP tempat Dayana sedang dipersiapkan untuk tindakan operasi usus buntu.

Liam dan Ameera tiba dengan tergesa-gesa. Namun, sebelum sang ayah sempat menanyakan detail medis, Aydan langsung menyergapnya. Aydan menggenggam tangan Liam dengan kuat, sebuah tindakan yang jarang ia lakukan.

"Ayah... Aydan ingin melamar Dayana. Sekarang. Hari ini juga. Detik ini juga sebelum dia masuk ke ruang operasi," ucap Aydan dengan suara yang bergetar namun penuh penekanan.

Liam tertegun. Ia menatap mata putranya, mencari tanda-tanda kegilaan atau trauma, namun yang ia temukan hanyalah sebuah tekad yang tak tergoyahkan. "Aydan, kamu sadar apa yang kamu katakan? Dayana sedang sakit, dia akan dioperasi. Ini bukan waktu yang tepat untuk sebuah drama."

"Justru karena itu, Yah!" Aydan memotong dengan napas memburu. "Aydan tidak sanggup lagi berdiri di luar tirai sebagai orang asing. Aydan ingin punya hak untuk menggenggam tangannya di meja operasi, untuk mencium keningnya sebagai suaminya yang sah, dan untuk menjaganya dengan rida Allah. Aydan tidak mau menunggu sampai wisuda. Aydan mau sekarang."

Ameera menutup mulutnya, matanya berkaca-kaca melihat betapa putranya telah jatuh begitu dalam pada cintanya. Liam, meski merasa permintaan itu sangat konyol dan impulsif, perlahan mengembuskan napas panjang. Ia melihat bayangan dirinya sendiri pada Aydan, bayangan seorang pria yang rela meruntuhkan dunia demi wanita yang ia muliakan.

"Baiklah," ucap Liam mantap. "Jika Ayah Dayana setuju, Ayah tidak akan menghalangi mu."

Pertemuan kilat terjadi di ruang VIP. Ayah Dayana, yang baru saja tiba dari luar kota, tampak bingung melihat keluarga Al-Gazhi sudah berkumpul. Namun, saat Aydan berlutut di depannya dan mengutarakan niatnya dengan kejujuran yang menelanjangi ego, pria itu terdiam.

"Saya ingin menikahinya sekarang, Om. Agar setiap doa yang saya ucapkan untuk kesembuhannya menjadi kewajiban seorang suami, bukan sekadar harapan seorang teman," ucap Aydan di depan ayah Dayana.

Melihat ketulusan yang begitu murni, ayah Dayana akhirnya mengangguk. Pernikahan kilat pun disiapkan. Tanpa dekorasi bunga, tanpa gaun mewah, dan tanpa musik resepsi. Hanya ada seorang penghulu yang didatangkan darurat, dua keluarga inti, dan Dayana yang terbaring lemah dengan selang infus di tangannya.

Dayana menatap Aydan dengan pandangan tidak percaya. Ia baru menyadari bahwa pria dingin yang selama ini ia puja ternyata bisa menjadi sebucin ini. Di tengah rasa sakit di perut kanannya, Dayana merasa hatinya membuncah oleh kebahagiaan yang tidak masuk akal.

"Saya terima nikah dan kawinnya Dayana binti Ahmad dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

Satu tarikan napas. Satu kata "Sah" yang menggema di ruang VIP. Detik itu juga, status mereka berubah selamanya.

Setelah doa selesai dibacakan, Aydan mendekati ranjang Dayana. Ia merogoh sesuatu dari balik kerah bajunya. Dayana tertegun melihat Aydan menarik sebuah kalung rantai perak tipis yang selama ini tersembunyi di balik kaus dan jas labnya.

Di ujung rantai itu, menggantung sebuah cincin emas putih dengan desain simpel namun elegan.

"Ay... kamu memakai kalung selama ini?" bisik Dayana tak percaya.

"Bukan kalung sebagai perhiasan, Ay. Ini hanya tempat aku menyimpan masa depanku," jawab Aydan pelan.

Ia melepas cincin itu dari rantainya, lalu perlahan menarik tangan kanan Dayana. Dengan gerakan yang sangat lembut, Aydan menyematkan cincin itu ke jari manis Dayana. Ajaibnya, cincin itu masuk dengan sangat sempurna, seolah memang diciptakan khusus untuk jemari Dayana. Tidak longgar, tidak sempit. Pas.

Ayah Dayana yang melihat hal itu ikut terkesiap. "Bagaimana bisa ukurannya sepas itu, Aydan? Kamu bahkan tidak pernah memegang tangannya."

Aydan menunduk sebentar, tersenyum tipis yang penuh arti. "Dua tahun yang lalu, Om... saat Dayana sedang sibuk memotret kami berdua di taman rumah Bunda. Saat dia tertawa dan sibuk mengatur posisi kamera, saya memperhatikan jemarinya. Saya menandai ukurannya dengan melilitkan seutas benang secara diam-diam pada sisa kain yang dia pegang. Saya memesan cincin ini sehari setelahnya, dan sejak saat itu, saya selalu membawanya di leher saya, menunggu saat di mana saya boleh memasangkannya secara sah."

Mendengar kejujuran itu, ayah Dayana terkagum-kagum. Ia menyadari bahwa Aydan bukan hanya mencintai putrinya, tapi telah mengikat jiwanya sejak lama dalam diam. Pria ini telah mempersiapkan pernikahan ini bertahun-tahun sebelum kata-kata itu terucap.

Dayana menangis haru. Ia tidak pernah tahu bahwa di balik sikap dingin Aydan di kampus, di balik penolakan-penolakannya yang kaku, ada sebuah pengabdian yang begitu detail dan mendalam.

"Terima kasih, Suamiku..." bisik Dayana, kata pertama yang membuat Aydan memejamkan mata dengan penuh syukur.

Aydan membungkuk, kali ini tanpa rasa bersalah, tanpa rasa takut akan batasan. Ia mengecup kening Dayana dengan sangat lama. Kali ini bukan kecupan penuh kekhawatiran seperti di UKS tadi, melainkan kecupan penuh otoritas dan perlindungan seorang suami.

"Sekarang, pergilah ke ruang operasi dengan tenang. Aku akan menunggumu di depan pintu. Kamu sudah menjadi tanggung jawabku dunia dan akhirat," ucap Aydan tegas.

Petugas medis mulai mendorong ranjang Dayana menuju ruang operasi. Dayana terus menggenggam tangan Aydan sampai batas pintu ruang steril. Cincin di jarinya berkilau tertimpa lampu lorong, menjadi simbol bahwa ia kini telah resmi menjadi bagian dari keluarga Al-Gazhi.

Liam merangkul pundak Aydan saat pintu ruang operasi tertutup. "Ayah bangga padamu, Dan. Kamu melakukan apa yang laki-laki sejati lakukan, memberi kepastian di saat yang paling kritis."

Aydan duduk di kursi tunggu, menatap telapak tangannya yang tadi menggenggam tangan istrinya. Ia tahu resepsi mereka baru akan diadakan setelah wisuda, namun bagi Aydan, pernikahan kilat di rumah sakit ini adalah momen paling indah dalam hidupnya. Ia telah memenangkan balapan paling penting dalam hidupnya, bukan di sirkuit aspal, melainkan di jalan menuju rida Tuhan.

Si Silent King kini telah resmi memiliki bidadarinya, dan seluruh kampus akan segera tahu bahwa klaim Dayana beberapa tahun lalu kini telah tertulis secara permanen di buku nikah yang sah.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah...🥰🥰🥰
💗 AR Althafunisa 💗
😂😂😂😂😩
💗 AR Althafunisa 💗
Nyesel kan kamu Ay 😩😭
💗 AR Althafunisa 💗
Sudah kuduga pasti salah paham 😌
💗 AR Althafunisa 💗
ninggalin jas lab, perasaan dipake ya 😅
ros 🍂: Mohon Maaf Lupa author lupa🤭😭
total 1 replies
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah... 🥰🥰🥰
💗 AR Althafunisa 💗
Aamiin Allahumma Aamiin...
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah... 😍
💗 AR Althafunisa 💗
dan sejarah pun terulang 😁
💗 AR Althafunisa 💗
🥺🥺🥺🥺
💗 AR Althafunisa 💗
Ceritanya bagus 👍😍
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
💗 AR Althafunisa 💗
Ini cerita nya bagus koq pembacanya ga ada ya 🥺
Titik Sofiah
lanjut Thor 😍
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah...
💗 AR Althafunisa 💗
Aku baca novel ini seperti kembali pulang 🥺🥺🥺
ros 🍂: Terharu aku kak 😭😍
total 1 replies
Sweet Girl
Naaah kesempatan... kamu bisa belajar sama Liam...
Selvia Sihite
aku suka alurnya, keren, tidak betele tele, semangat 💪
Titik Sofiah
awal yg menarik ya Thor
falea sezi
lanjut
falea sezi
baru nyimak moga bagus ampe ending dan g ribet atau bertele tele
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!