NovelToon NovelToon
Satu Malam Berujung Drama

Satu Malam Berujung Drama

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / One Night Stand / Hamil di luar nikah
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

Vania Adinata, tanpa sengaja melewatkan malam panasnya dengan seorang CEO terkenal. Putus cinta membuatnya frustasi hingga dia mabuk dan melakukan one night stand tanpa sengaja.

Dikucilkan karena hamil, hingga dijodohkan dengan pria tua. Namun, nasib baik masih berpihak padanya, dia kabur dan tanpa di duga bisa bertemu dengan Ayah biologis bayi yang ada dalam kandungannya.

Bagaimana kisah selanjutnya? Siapa kira kira CEO terkenal dan nomor satu itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9 Bukti penggelapan uang restoran

Keesokan paginya.

Erlangga datang ke restoran tanpa sepengetahuan siapapun. Dia sudah mendapatkan bukti kuat untuk memecat Liam yang sudah berani menggelapkan uang pemasukan. Dan lagi, pria itu berani menjadikan kekuasaannya sebagai penyiksaan terhadap pegawai restoran. Salah satu korbannya Vania, karena cinta ditolak, Liam tega membiarkan wanita itu bekerja sendirian hingga larut malam.

Semua karyawan berbaris menyambut kedatangan Erlangga. Disisi lain, Liam terlihat gugup.

"Selamat pagi, Bos. Kenapa tidak mengabari jika ingin berkunjung ke restoran?" tanya Liam sesopan mungkin.

"Kenapa aku harus mengabari? Ini restoran ku, kapan pun aku mau, aku bisa datang dan pergi sesuka hatiku. Dan tidak perlu memberitahu atau meminta izin pada siapapun." jawab Erlangga datar. Dia muak dengan sikap Liam yang sok baik dan menghormatinya.

"Semuanya, kembali bekerja! Kau Liam, ikut denganku ke ruang kerja. Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu."

"B—baik." ucap Liam berulangkali menelan ludahnya. Dirinya mengikuti langkah Erlangga yang berjalan gagah di depannya.

Erlangga membuka pintu ruang kerja dan membiarkan Liam masuk terlebih dahulu. Setelah itu, dia menutup pintu.

"Duduk!" perintahnya dengan suara dingin.

Liam pun duduk di kursi depan meja kerja Erlangga, terlihat gugup dan berkeringat.

"Keluarkan laporan pemasukan dua bulan ini."

Liam dengan sigap dan perasaan campur aduknya bergegas mengambil buku laporan yang diletakkan tak jauh dari meja kerja.

"I—ini, Bos. Semuanya sudah tertera disana." ucapnya menyodorkan buku besar pada Erlangga.

Pria itu membaca dengan teliti laporan tersebut, sangat jauh perbedaannya dengan laporan yang diberikan oleh hacker suruhannya. Erlangga hanya mengangguk, berpura-pura tetap tenang. Hal tersebut membuat Liam bernapas lega.

'Akhirnya dia percaya, kalau sampai Erlangga tahu tentang kecuranganku, sudah pasti aku akan di pecat dari restoran ini.' batin Liam bersyukur.

"Kau yakin dengan laporan ini?" tanya Erlangga kemudian, matanya terus menatap buku tebal itu.

"Yakin seratus persen, Bos. Saya setia pada Anda, mana mungkin saya berani memberikan laporan palsu."

"Bagus!" jawab Erlangga seolah percaya. "Ada satu hal lagi yang ingin ku tanyakan padamu." sekarang Erlangga beralih menatap Liam yang sedikit tegang.

"Kenapa kau membiarkan karyawati itu bekerja sampai larut malam? Dan lebih parahnya lagi, dia bekerja sendirian."

'Bagaimana dia bisa tau?'

"Kau pasti sedang berpikir kenapa aku bisa tau, iya kan? Aku tidak bo*doh, Liam! Apa pun yang kau lakukan aku tahu semuanya."

Glek!

Liam kesusahan menelan ludah. Keringat mulai membasahi dahinya tanda dia ketakutan.

"Apa sebelum bertindak kau tidak memiliki konsekuensinya? Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya di dalam restoran ini? Bisa jelek nama restoran kita, Liam! Kau sengaja ingin menjatuhkan reputasi restoranku?" nada bicara Erlangga naik satu oktaf.

Liam menunduk. "M—maaf, Tuan. Saya khilaf." alasannya.

"Khilaf?" Erlangga tersenyum miring. "Khilaf karena wanita itu menolak cintamu?"

"Kenapa jadi membahas masalah pribadi saya?" Liam yang tidak terima sontak berdiri dari kursinya. Dia merasa kesal karena Erlangga terus saja memojokkannya.

"Kau di pecat!"

Liam tertawa sengit. "Jadi Anda memecat saya hanya karena masalah wanita? Dia orang baru di tempat ini, sementara saya sudah sepuluh tahun bekerja dengan Anda."

Erlangga menatap Liam dengan mata tajam, tidak terkejut dengan reaksi bawahannya tersebut. "Bukan hanya karena itu," jawabnya dengan suara dingin. "Alasan yang pertama karena kurangnya perikemanusiaanmu. Kau mencampurkan masalah pribadi ke dalam pekerjaan. Kau tidak profesional sama sekali! Yang kedua, kau sudah melakukan kecurangan tentang keuangan di restoran ini. Kau menyalahgunakan kekuasaanmu dan membahayakan reputasi restoran saya.''

Erlangga yang sudah habis kesabaran menekan tombol di meja kerjanya, dan beberapa orang keamanan masuk ke ruangan tersebut.

"Silakan keluar dari restoran saya, dan jangan pernah kembali!"

Liam yang merasa salah hanya bisa pasrah, dia berjalan mendahului security. Masih untung masalah penggelapan uang itu tidak dibawa ke jalur hukum. Dan dia juga masih mendapatkan pesangon dari Erlangga. Itulah pikirnya.

* * * * *

Dua hari tidak masuk kerja, Vania merasa ada yang aneh dengan sikap teman-temannya. Dia berjalan menghampiri Ibram yang sedang membersihkan meja.

"Ada apa ini, Bram? Aku merasa kalian semua tidak bersikap seperti biasanya." tanya Vania merasa penasaran.

Ibram tersenyum. "Tidak ada apa-apa, Vania. Oh, ya, apa kau sudah sarapan?" tanyanya dijawab anggukan oleh Vania.

"Bagus! Kalau begitu, kau kan baru datang, duduklah dulu kemudian lakukan apa yang ingin kau lakukan. Tapi jangan terlalu lelah, karena..." Ibram hampir saja keceplosan, dia pun refleks memukul bibirnya.

"Karena apa? Kenapa kau tidak meneruskan kata-katamu?"

"Lupakan. Aku harus kembali bekerja, jika tidak, nanti pak Erlangga bisa marah."

Vania menatap Ibram dengan curiga, tapi Ibram sudah berlari menjauhinya. Dia memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu dan mulai bekerja. Namun, dia masih merasa ada yang aneh dengan sikap teman-temannya.

Saat dia sedang bekerja, Vania mendengar suara pintu restoran terbuka dan suara langkah kaki yang familiar. Dia menoleh ke arah pintu dan melihat Erlangga berjalan masuk.

Vania ingin mengantarkan makanan ke meja customer, tetapi dilarang oleh Ayla. Hal tersebut membuat Vania semakin curiga dengan perubahan sikap mereka semua. Setiap dia memegang pekerjaan yang berat, seperti mengangkat kursi, kardus, keranjang sayur, mencuci piring, mengepel lantai dan menyapu, semuanya melarang.

'Dua hari tidak masuk kerja, peraturan di restoran ini terasa aneh. Bagaimana mungkin seorang karyawati sepertiku tidak diperbolehkan mengerjakan apa pun?' batin Vania berjalan menuju ke kursi. Dia duduk disana, memperhatikan seluruh karyawan yang sedang sibuk mengerjakan tugas mereka masing-masing. Saat ini Vania persis seperti seorang atasan.

Erlangga yang melihat Vania duduk di kursi dan menatapnya dengan penuh cinta. Dia berjalan mendekati Vania dan berdiri di depannya.

"Ada apa, Vania? Dari tadi aku melihatmu seperti orang kebingungan."

"Bagaimana tidak bingung, setiap kali aku ingin mengerjakan sesuatu mereka semua selalu melarang ku. Padahal aku ini kan juga karyawan." Vania cemberut, dia melipat kedua tangannya di dada.

"Lalu apa gunanya aku ada disini kalau hanya duduk dan melihat mereka bekerja?" sambung Vania kemudian.

"Memang itu tugas mu sekarang." Erlangga mendekatkan wajahnya hingga deru napas pria itu bisa dirasakan oleh Vania. Dia tidak peduli dengan tatapan para karyawan yang melihat adegan tersebut.

"Kau hanya perlu duduk dan memperhatikan mereka bekerja. Kau harus ingat, kau itu hamil, tidak boleh terlalu lelah." Erlangga hendak pergi, tetapi Vania belum mendapatkan jawaban yang pasti dari keluh kesahnya barusan.

"Elang!" Vania mengejar Erlangga yang sudah menghilang di balik pintu ruang kerja. Dirinya pun membuka pintu dan masuk menyusul Erlangga.

"Apa maksudmu tadi? Tugasku hanya memperhatikan mereka bekerja? Jadi aku makan gaji buta begitu?" gerutunya kesal.

"Duduklah dulu." pinta Erlangga tersenyum manis. Dia menuangkan segelas susu ibu hamil dan menyodorkannya pada Vania.

"Ini, kau —"

"Kemarin aku membelinya di supermarket." ucap Erlangga seakan tahu kerisauan Vania tentang susu Ibu hamil itu. "Minumlah, baru kita bicara."

Vania menengguk susu itu hingga tandas, tidak terlintas sedikitpun dibenaknya jika Erlangga akan berbuat jahat. Padahal bisa saja susu itu dicampur racun atau sejenisnya. Namun, kepercayaan Vania masih sama seperti dulu. Seribu persen pada Erlangga.

"Gadis pintar." gurau Erlangga sambil mengacak rambut Vania pelan.

"Biar aku jelaskan. Liam sudah melakukan penggelapan uang di restoran ini, dia juga melewati batas karena menyuruh seorang karyawati bekerja sendirian hingga larut malam. Itu semua melanggar aturan yang sudah ku buat." Erlangga mendaratkan bo*kongnya di kursi empuk miliknya. "Aku memecatnya, tapi aku juga sudah memberikan dia pesangon dan tidak melaporkan dia ke pihak yang berwajib tentang penggelapan uang itu." lanjutnya menatap Vania yang mendengarkan.

"Jadi, Vania. Kaulah pengganti Liam."

Vania melotot, seakan tak percaya dengan apa yang di dengar barusan. "Menggantikan Liam? Berarti —" dia tidak mampu meneruskan kata-katanya.

"Ya! Kaulah Manager baru di restoran ini. Jangan tanya kenapa aku bisa menjadikanmu Manager. Kita sudah saling mengenal lama dan memahami watak masing-masing. Aku tahu kalau kau masih sama seperti yang dulu."

"Tapi, Lang..."

Erlangga menyela ucapan Vania dengan cepat. Dia seperti tahu apa yang sedang wanita itu pikirkan. "Tidak sama sekali! Kita bekerja seprofesional mungkin. Masalah pribadi dan pekerjaan, tidak boleh di campur baurkan." tekannya. Vania pun akhirnya tersenyum mendengar ucapan Erlangga. Pria itu memang tidak berubah, selalu memahami isi hatinya.

..

Bersambung

1
🖤
Untuk hari ini, Othor update satu bab dulu ya, Kaka 🥲 Lanjut besok pagi 🤗
Sri Rahayu
rupanya Ratu bekerja sama dgn Jenny jalang yg cintanya sll ditolak Gio...kamu akan menyesal nanti Ratu krn kamu hanya dijadikan alat oleh Jenny....tp bentar lg kalian akan ditangkap Gio 🤪🤪🤪.... lanjut Thorr 😘😘😘
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛Adinѕ⍣⃝✰
kenapa orang itu begitu gampang masuk ke dalam rumah padahal udah ada bodyguard nya
Sri Rahayu
yachh Gio ktnya mau menjaga Vania tp ternyata ada org mencelakai Vania ...dimana bodyguard mu kok org bisa nyusup...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
siapa yg mengintai Vania dan Gio 😇😇😇... lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutannya Thorr...tak ksh vote 😘😘😘
🖤: Wah, maaciwww 😍
total 1 replies
Sri Rahayu
tentu kl Gio dan Vania menikah kami datang bw bunga sekebon 😍😍😍...lanjut Thorr 😘😘😘
🖤: 😍 wow... Pake pickup dong bawanya
total 1 replies
Sri Rahayu
Alhamdulillah Vania dan bayi nya bisa diselamatkan...semoga Vania.cepet sadar dan ingat kl Elang sengaja ingin mencalakainya...lanjut Thorr 😘😘😘
Oma Gavin
semoga vania dan bayinya selamat dan sehat
Sri Rahayu
double donk Thorr. 💖💖💖...ditunggu lanjutan nya😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Oma Gavin
berarti erlangga mendekati vania memang ada maunya untuk balas dendam untung vania menolak, semoga gio gercep lindungi vania dari erlangga
🖤: Feeling nya Vania kuat Bun, makanya menolak
total 1 replies
Sri Rahayu
nah gitu Thorr double up nya biar mantap bacanya 😘😘😘...lanjut Thorr😍😍😍
🖤: Siappp, Kaka 😍
total 1 replies
Oma Gavin
double up dong mom
🖤: 🤗🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr 😘😘😘😘😘
🖤: 🤗🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
🖤: Siap, Kak 🤗
total 1 replies
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
semoga berhasil Vania...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!