Yang Chi, seorang mahasiswi sekaligus penulis novel amatir, terbangun di dalam dunia ceritanya sendiri setelah menyelesaikan bab tragis tentang kematian sang Permaisuri, Yang Nan. Namun, bukannya menjadi pahlawan, ia justru terjebak dalam tubuh Xiao Xi Huwan, putri dari kerajaan tetangga sekaligus antagonis utama yang baru saja membunuh Permaisuri tersebut.
Kini, Yang Chi harus berhadapan dengan murka Kaisar Long Wei, pria yang seharusnya menjadi pelindung permaisurinya namun kini bersumpah akan memenggal kepala Xiao Xi dengan tangannya sendiri. Berbekal pengetahuannya sebagai penulis tentang rahasia istana dan plot masa depan, Yang Chi harus memutar otak untuk membersihkan namanya, menghindari hukuman mati, dan mengungkap konspirasi gelap yang ternyata jauh berbeda dari apa yang ia tulis di atas kertas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kamar Kaisar
Long Wei melangkah masuk ke dalam kamar pribadinya yang luas dan remang-remang, lalu tanpa peringatan, ia menjatuhkan tubuh Yang Chi ke atas ranjang besar berbahan sutra keras.
"Aduh!" ringis Yang Chi, memegangi pinggangnya yang terasa pegal. Ia segera beringsut mundur hingga punggungnya membentur kepala ranjang.
Mata Yang Chi membelalak saat melihat Long Wei berbalik dan menutup pintu kamar kayu yang besar itu. Srek! Suara gerendel besi yang dikunci terdengar begitu nyata di telinga Yang Chi. Suasana seketika menjadi sunyi, hanya menyisakan deru napas mereka berdua.
Mau diapain aku? Ya Tuhan, di novelku kan Long Wei itu kejam banget kalau sama musuh. Apa dia mau menyiksaku diam-diam di sini? batin Yang Chi ketakutan. Keringat dingin mulai membasahi dahi dan telapak tangannya.
Long Wei berbalik badan. Ia mulai melepas jubah luarnya yang terkena percikan darah, menyisakan pakaian dalam berwarna hitam yang pas di tubuh tegapnya. Ia berjalan perlahan mendekati ranjang, setiap langkahnya terasa seperti lonceng kematian bagi Yang Chi.
"Buka mulutmu," perintah Long Wei dingin sambil berdiri tepat di depan Yang Chi.
"Hah? Ma-mau apa? Saya tidak mau makan racun!" seru Yang Chi sambil menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangan.
Long Wei mendengus kesal. Ia mencengkeram dagu Yang Chi dengan satu tangan, memaksa gadis itu menatap matanya yang tajam. "Jangan percaya diri. Aku tidak sudi meracunimu sekarang. Aku ingin kau menceritakan setiap detail tentang pria bertato burung gagak itu. Jika ada satu kata saja yang berbeda dari apa yang kau katakan tadi di kamar..."
Long Wei mendekatkan wajahnya ke telinga Yang Chi, membisikkan kata-kata yang membuat bulu kuduk Yang Chi berdiri: "...aku akan memastikan kau memohon padaku untuk mati lebih cepat."
Yang Chi menelan ludah dengan susah payah. Ia teringat bahwa di tahun 2026, dalam draf novel yang ia tulis, organisasi Burung Gagak sebenarnya dipimpin oleh seseorang yang sangat dekat dengan Long Wei—seorang pengkhianat.
"Ba-baik... tapi bisakah Anda menjauh sedikit? Anda terlalu dekat, saya jadi sulit berpikir!" sahut Yang Chi dengan berani, mencoba menutupi kegugupannya karena wajah ganteng Long Wei benar-benar merusak konsentrasinya.
Long Wei menyipitkan mata, merasa aneh dengan sikap "Xiao Xi" yang sekarang sangat berisik dan tidak punya wibawa sama sekali. "Bicara sekarang, atau aku akan menggunakan cara kekerasan untuk membuka mulutmu."
Respons AI mungkin berisi kesalahan. Pelajari lebih lanjut
"Aaaiya, Tuan! I-iya!" seru Yang Chi terbata-bata, mencoba menjauhkan wajahnya yang kini memanas. Ia berusaha mengumpulkan ingatan dari bab-bab yang belum sempat ia publikasikan di komputernya.
"Emm... tapi, apakah Tuan percaya kalau aku mengatakannya? Organisasi itu... organisasi itu dipimpin oleh Li Xuan, pamanmu sendiri!"
Seketika, suasana kamar yang dingin itu menjadi sepi senyap. Gerakan Long Wei terhenti. Namun, sedetik kemudian, tawa rendah yang mengerikan keluar dari bibir sang Kaisar.
"Hahaha!" Long Wei tertawa sinis, namun matanya sama sekali tidak menunjukkan kegembiraan.
Sret!
Tangan Long Wei berpindah dengan cepat, mencengkeram rahang Yang Chi dengan sangat kuat hingga gadis itu meringis kesakitan.
"Kau benar-benar sudah gila, Xiao Xi," desis Long Wei dengan suara yang bergetar karena amarah. "Kau mencoba membohongiku dengan menuduh paman yang telah membesarkanku? Pria yang paling setia pada kerajaan ini?"
Cengkeramannya semakin mengeras, memaksa Yang Chi untuk terus menatap matanya yang membara. "Taktikmu sangat rendah. Kau membunuh istriku, lalu sekarang kau ingin mengadu domba keluargaku? Kau pikir aku sebodoh itu?"
Yang Chi merasa rahangnya hampir remuk. Ia bisa melihat kebencian yang mendalam di mata Long Wei. Di dalam hatinya, Yang Chi merutuki dirinya sendiri. Bodoh! Aku lupa kalau di bagian awal novel ini, Li Xuan itu dianggap pahlawan! Kebenarannya baru terungkap di bab 50!
"Sa-sakit... dengar dulu, Om... eh, Tuan!" rintih Yang Chi dengan suara tercekik. "Aku penulisnya... ah, maksudku, aku tahu rahasianya! Di balik jubah mewahnya, di pundak kirinya, ada luka bakar berbentuk cakrawala yang ia dapat saat berkomplot dengan musuh sepuluh tahun lalu! Cek saja kalau tidak percaya!"
Mendengar detail yang sangat spesifik itu, tangan Long Wei sedikit bergetar. Luka bakar itu... tidak ada yang tahu tentang hal itu kecuali tabib pribadi paman dan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin wanita dari kerajaan tetangga ini bisa mengetahuinya?
"Jika kau berbohong..." Long Wei mendekatkan bibirnya ke dahi Yang Chi, "aku tidak hanya akan membunuhmu, tapi aku akan menghancurkan seluruh kerajaanmu tanpa sisa."
"I-iya, siap! Saya siap!" seru Yang Chi dengan refleks memberikan hormat ala mahasiswa kepada dosennya, sebelum ia sadar dan dengan canggung mengubah posisinya menjadi membungkuk hormat ala pelayan istana.