NovelToon NovelToon
Am I Really Daddy'S Daughter?

Am I Really Daddy'S Daughter?

Status: sedang berlangsung
Genre:Putri asli/palsu / TimeTravel / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ChikoGin

Rubellite Valtia hanyalah seorang "Putri Palsu" yang haus akan kasih sayang Kaisar. Namun, kesetiaannya dibalas dengan hukuman mati di tangan ayahnya sendiri.

Kembali ke masa lalu saat ia masih berusia delapan tahun, Rubellite bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Namun, setiap kali ia berusaha menjauh, bayang-bayang masa lalu dan pertanyaan yang belum terjawab terus menghantuinya: Mengapa Ayah begitu membenciku?

Di tengah konspirasi istana dan trauma yang mendalam, Rubellite harus memilih: Benar-benar pergi, atau sekali lagi mencoba menembus hati sang Kaisar yang sedingin es meski risikonya adalah kematian kedua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChikoGin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3: Neraka Kecil Yang Sama

Di bawah langit Kekaisaran Valtia yang tampak agung namun menyimpan ribuan rahasia kelam, sebuah tekad baru saja lahir dari reruntuhan takdir yang hancur.

Rubellite, yang telah mematri janji suci di dalam jiwanya untuk membalas setiap tetes darah yang pernah tumpah, bangkit perlahan dari tempat tidurnya yang keras.

Langkah kakinya terasa berat namun pasti saat ia berjalan menuju cermin retak yang berdiri kaku di hadapannya. Ia terpaku menatap pantulan dirinya. Di sana, seorang gadis kecil dengan tubuh penuh memar menatapnya balik.

Rubellite menyentuh permukaan kaca yang dingin itu seraya berbisik dengan nada perih yang menyayat hati. "Ternyata firasatku benar adanya... Aku benar-benar telah terlempar kembali ke dalam neraka dunia ini."

Ia memandang raga kecilnya yang kurus, terbungkus kain lusuh yang lebih pantas disebut kain pel.

"Aku kembali ke masa di mana aku hanyalah bocah berusia delapan tahun yang tak berdaya," batinnya pedih.

Ia menyadari bahwa di sudut terpencil Kekaisaran Valtia ini, ia kembali menjadi bidak tak berdaya di tangan orang-orang dewasa yang kejam.

Krieeet...

Pintu kayu yang sudah rapuh itu didobrak kasar. Belum sempat ia menenangkan debar jantungnya karena baru saja terbangun dari kematian, suara melengking sang pengasuh sudah memekakkan telinga.

"Heh, bocah sialan! Sampai kapan kau mau bermalas-malasan?" bentak sang pengasuh. "Tuan pemilik memanggilmu. Cepat ke sana sebelum dia kehilangan kesabaran dan kulitmu yang akan jadi sasarannya!"

Rubellite hanya diam. Ia melangkah tenang menuju ruangan pria itu—sang 'Baron' yang telah jatuh. Seorang bangsawan bangkrut yang melampiaskan kegagalan hidupnya dengan menyiksa anak-anak yatim piatu. Sejak kehilangan gelar dan hartanya karena tuduhan penggelapan, pria itu menjadi monster yang haus kendali.

Di dalam ruangan yang remang-remang, si Pemilik Panti berdiri sambil menunjuk lantai dengan tongkatnya yang mewah namun mulai mengelupas.

"Lantai ruang makan sangat kotor, sama menjijikkannya dengan wajahmu," bentaknya kasar. "Cepat bersihkan setiap sudutnya. Jika aku masih melihat setitik debu saat makan malam nanti, jangan harap kau akan mendapat jatah roti basi sekalipun!"

Rubellite berdiri tegak. Meski tangan kecilnya gemetar hebat karena trauma tubuh yang masih tersisa, ia menatap langsung ke manik mata pria itu. Tatapannya setajam belati yang pernah menghujam jiwanya di masa depan.

"Bersihkan saja sendiri," jawab Rubellite dengan nada rendah dan dingin.

"Bukankah kau masih punya tangan dan kaki yang utuh untuk melakukannya, Tuan Baron?"

Pemilik Panti tertegun. Wajahnya perlahan memerah padam karena amarah yang memuncak. "Apa... Apa kau bilang? Beraninya kau, bocah rendahan, menatapku seperti itu!"

Rubellite menyeringai tipis, sebuah seringai penuh penghinaan yang tak mungkin dimiliki oleh anak berusia delapan tahun.

"Kenapa? Apa status 'bangsawan' Valtia yang sudah membusuk itu membuat tanganmu menjadi lumpuh?"

"DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI!" teriaknya murka.

PLAAAK!

Satu pukulan keras mendarat di pipinya. Rubellite secara refleks menutup matanya. Kekuatan pria itu membuat tubuh kecil Rubellite terpelanting hingga terjatuh ke lantai.

Rasa sakitnya berdenyut panas, namun entah kenapa, kali ini jiwanya tidak merasa takut sedikit pun. Sambil menyeka darah di sudut bibirnya, Rubellite menatapnya dengan senyum dingin.

Di balik rasa sakit ini, Rubellite bersumpah di dalam hati... Ini adalah terakhir kalinya tangan kotor itu menyentuhnya.

Mulai hari ini, di bawah langit Valtia yang luas, akulah yang akan memegang kendali atas takdirku sendiri.

1
Raine
heh bukannya si raze bela kamu ya, kok jadi marah ke si raze ?? trus mengulang waktu kan, tumbang cuman karna diketawain ck
★Xia★
🥳🥳🥳
★Xia★
semangat kak, ak selalu nunggu up nih tapi cuma 1bab aja, semangat terus biar bisa up banyak kedepannya
★Xia★: gppp kok, akan ku tunggu
total 4 replies
★Xia★
seru banget
★Xia★
semangat kakkkk😍😍😍😍
★Xia★: Sama-sama
total 2 replies
Zimbabwe Zimbabwe01
mantap bro walaupun agak kureng💪🤣🤣
Nico Ardi: baru belajar buat novel sih hhe👍
total 1 replies
Steven Stevennn
p
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!