Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.
Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.
Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.
Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.
Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?
Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.
Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7: Jejak Yang Tersembunyi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Fajar menyingsing perlahan di atas puncak Sekte Pedang Langit, mengusir kegelapan malam yang sempat menyelimuti seluruh area pegunungan. Cahaya matahari pagi yang dingin menyentuh permukaan batu-batu besar di halaman pelatihan, menciptakan bayangan panjang yang bergeser seiring waktu berjalan. Haneen bangun dari tempat tidur kayu yang keras tanpa suara, tubuhnya langsung bergerak sigap meskipun baru saja membuka mata. Dia hampir tidak tidur semalam karena otaknya terus bekerja merencanakan cara mengakses kamar mendiang Song Wei tanpa menarik perhatian para penjaga yang mungkin masih mengawasi area asrama murid inti dengan ketat.
Dia duduk bersila di atas tempat tidur, lalu memanggil antarmuka sistem di dalam pikirannya. Layar biru neon muncul hanya bisa dilihat oleh mata Haneen, menampilkan daftar inventaris yang baru saja dia beli menggunakan poin informasi. Ada alat penyadap suara canggih yang berbentuk seperti kancing baju biasa, kamera mini tersembunyi yang bisa ditempelkan di permukaan kayu, dan pil penghilang jejak aura yang akan sangat berguna untuk menyamarkan keberadaan spiritualnya.
[Misi Harian: Kumpulkan Informasi tentang Lokasi Penyimpanan Barang Song Wei. Syarat: Temukan petunjuk lokasi tanpa ketahuan. Hadiah: 500 IP + Peta Digital Area Sekte.]
Notifikasi sistem muncul di sudut pandangannya tepat saat dia selesai merapikan jubah abu-abunya. Haneen menghela napas pelan karena tahu misi ini terdengar sederhana namun sebenarnya sangat berisiko. Kamar seorang murid inti yang tewas mendadak pasti menjadi pusat perhatian bagi banyak pihak yang ingin mencari keuntungan dari kematian tersebut.
Haneen berjalan menuju tempat pertemuan yang telah mereka sepakati sebelumnya, yaitu di belakang paviliun tua yang jarang dikunjungi karena atapnya yang bocor dan lantainya yang tidak rata. Tempat tersebut sempurna untuk berdiskusi tanpa takut didengar oleh orang yang tidak berkepentingan karena suara angin yang selalu berhembus kencang di area tersebut akan menyamarkan setiap bisikan yang mereka ucapkan. Yan Ling sudah menunggu di sana, wajahnya tampak lebih segar daripada kemarin malam meskipun lingkaran hitam di bawah matanya menunjukkan bahwa dia juga menghabiskan malam tanpa tidur. Wanita itu berdiri gelisah, tangannya terus-menerus memeriksa gagang pedang tipis yang terselip di pinggang seolah-olah mencari kenyamanan dari benda logam dingin tersebut.
"Aku sudah memeriksa jadwal patroli pagi ini," ucap Yan Ling pelan sambil menyerahkan selembar kertas tipis yang berisi coretan jadwal jaga para penjaga asrama murid inti. Tangannya yang halus sedikit gemetar karena adrenalin yang mengalir di dalam tubuhnya saat menyadari bahwa dia sedang melakukan pelanggaran terhadap aturan sekte yang telah dia ikuti selama bertahun-tahun. "Ada celah selama sepuluh menit saat pergantian shifts di depan gerbang asrama murid inti, dan itu adalah satu-satunya kesempatan kita untuk masuk tanpa ketahuan oleh tetua yang sedang mengawasi dari menara pengawas."
Haneen mengambil kertas tersebut dan memindainya dengan cepat. Otaknya yang terlatih dalam analisis taktis langsung menghitung risiko dan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi jika rencana mereka gagal di tengah jalan. Satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal bagi mereka berdua yang statusnya hanyalah murid luar yang tidak memiliki perlindungan dari keluarga berkuasa di dalam sekte. "Sepuluh menit terlalu sedikit untuk menggeledah seluruh kamar," ucap Haneen tenang sambil melipat kertas itu dan memasukkannya ke dalam saku jubahnya yang dalam. Matanya yang tajam menatap lurus ke mata Yan Ling untuk mengukur tingkat komitmen wanita itu terhadap misi yang mereka embun bersama. "Kita butuh setidaknya dua puluh menit, jadi kau harus menciptakan gangguan di sisi lain asrama tepat saat kita mulai masuk."
"Aku bisa memicu alarm formasi pertahanan di paviliun timur," usul Yan Ling setelah berpikir sejenak. Wajahnya menunjukkan keraguan karena memicu alarm palsu adalah pelanggaran berat yang bisa mengakibatkan pengusiran atau bahkan hukuman fisik jika pelakunya ketahuan oleh para penguji yang ketat terhadap disiplin murid-murid mereka. "Itu akan menarik sebagian besar penjaga ke sana dan memberikan kita waktu tambahan yang kau butuhkan untuk bekerja di dalam kamar Song Wei tanpa gangguan yang berarti."
"Lakukan," perintah Haneen singkat. Tidak ada keraguan dalam suaranya karena dia tahu bahwa dalam operasi intelijen, keraguan adalah musuh yang lebih berbahaya daripada penjaga bersenjata yang berjaga di setiap sudut bangunan yang mereka akan masuki secara ilegal pada siang hari yang terang benderang. "Tapi pastikan kau tidak tertangkap, karena jika kau jatuh ke tangan mereka, aku tidak bisa menjamin akan ada kesempatan kedua untuk menyelamatkanmu dari interogasi para tetua yang terkenal kejam terhadap pengkhianat sekte."
Yan Ling mengangguk tegas, meskipun ada kilatan ketakutan di matanya yang dalam. Dia membulatkan tekadnya karena tahu bahwa ini adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan kembali warisan leluhurnya yang telah dicuri oleh Song Wei. Mereka berpisah tanpa ucapan perpisahan yang berlebihan, karena setiap interaksi yang tidak perlu antara mereka berdua bisa menjadi bukti yang memberatkan jika ada mata-mata dari faksi lain yang sedang mengawasi gerakan murid-murid luar yang tiba-tiba menjadi terlalu akrab satu sama lain.
Haneen menunggu hingga matahari berada tepat di atas kepala, saat mana bayangan bangunan akan menjadi paling pendek dan panasnya matahari akan membuat para penjaga cenderung malas. Mereka akan mencari tempat teduh untuk beristirahat sejenak dari tugas membosankan yang harus dikerjakan berjam-jam di bawah terik sinar matahari yang menyengat kulit. Saat alarm berbunyi nyaring dari arah paviliun timur, terdengar suara kehebohan dan langkah kaki yang berlarian menuju sumber suara tersebut. Haneen segera bergerak cepat seperti bayangan yang meluncur di antara celah-celah bangunan menuju asrama murid inti yang sekarang hanya dijaga oleh satu orang penjaga yang tampak gelisah.
Dengan menggunakan pil penghilang jejak aura yang dia beli dari sistem tadi malam, Haneen berhasil menyamarkan keberadaan spiritualnya hingga setara dengan batu biasa yang tidak memiliki kehidupan. Dia bisa berjalan melewati penjaga itu tanpa terdeteksi oleh indra spiritual yang biasanya digunakan oleh para kultivator untuk mendeteksi penyusup. Dia masuk ke dalam kamar Song Wei melalui jendela samping yang tidak terkunci rapat, sebuah kelalaian dari penjaga yang mungkin menganggap tidak ada orang yang cukup bodoh untuk mencoba masuk ke kamar murid inti yang sedang dalam penyelidikan kematian mendadak.
Di dalam kamar yang luas dan mewah itu, aroma wangi dupa yang masih tersisa bercampur dengan bau debu yang mulai menumpuk karena tidak ada yang membersihkan sejak kematian pemilik kamar tersebut. Haneen segera mulai bekerja dengan efisien membuka setiap laci, lemari, dan kotak penyimpanan yang ada di sana sambil menggunakan kamera mini untuk merekam setiap dokumen atau barang aneh yang mungkin menjadi petunjuk. Dia tidak mengambil barang berharga secara sembarangan agar tidak terlihat seperti pencurian biasa yang dilakukan oleh murid serakah.
[Misi Diperbarui: Temukan Petunjuk Lokasi Penyimpanan. Progress: 50%.]
Notifikasi sistem muncul lagi saat Haneen menemukan sebuah buku catatan kecil yang diselipkan di bawah kasur. Dia segera membukanya dengan hati-hati karena halaman-halamannya yang rapuh bisa hancur hanya dengan sentuhan yang terlalu kasar. Catatan itu berisi kode-kode aneh dan beberapa koordinat lokasi di dalam sekte, namun ada satu halaman yang tersobek sebagian yang menyebutkan tentang "Ruang Bawah Tanah Paviliun Tua" dan sebuah kata kunci yang hanya diketahui oleh orang-orang terdekat Song Wei.
Haneen menyimpan buku itu ke dalam dimensi penyimpanan sistem, lalu segera keluar dari kamar tersebut sebelum penjaga yang tersisa menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan jendela yang sedikit terbuka. Dia berhasil keluar dari area asrama murid inti tanpa insiden, bergabung kembali dengan kerumunan murid luar yang sedang berkumpul untuk mendengar pengumuman tentang alarm palsu tadi. Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi yang mencurigakan meskipun jantungnya berdetak sedikit lebih cepat karena adrenalin dari keberhasilan misi infiltrasi pertama. Yan Ling muncul dari kerumunan beberapa saat kemudian dengan wajah yang sedikit pucat, memberikan isyarat halus bahwa dia berhasil memicu alarm dan kembali tanpa ketahuan.
Mereka saling bertatapan sekilas sebelum berpaling, karena kontak mata yang terlalu lama bisa mengundang pertanyaan dari murid-murid lain. Haneen sekarang memiliki petunjuk tentang lokasi sebenarnya dari teknik curian tersebut. Dia tahu bahwa langkah selanjutnya akan jauh lebih berbahaya karena ruang bawah tanah paviliun tua adalah area yang jarang dikunjungi bukan tanpa alasan yang kuat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Bersambung…...
Jangan lupa like, komen dan share 😁
(Supaya author lebih semangat untuk up bab selanjutnya)