Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Reruntuhan Lembah Darah dan Ayunan Pertama Penghancur Nyawa
Matahari pagi menembus kabut tipis di Plaza Gerbang Utama Sekte Pedang Bintang. Sebuah Kapal Roh (Spirit Boat) berukuran sedang yang terbuat dari kayu giok melayang satu meter di atas tanah, memancarkan fluktuasi formasi terbang yang kuat.
Sekitar dua puluh murid telah berkumpul, bersiap untuk Misi Wajib Sekte ke Reruntuhan Lembah Darah. Sebagian besar adalah Murid Luar di puncak Kondensasi Qi, dan beberapa Murid Dalam di awal Pembentukan Fondasi.
Di geladak depan kapal, berdiri dua sosok yang memancarkan aura mengintimidasi.
Yang pertama adalah Lin Yan. Pemuda yang dulu melarikan diri dari Paviliun Bela Diri Klan Lin ini kini mengenakan jubah Murid Dalam. Berkat pil dari sekte, ia baru saja menembus Pembentukan Fondasi tingkat 1. Matanya memancarkan kebanggaan dan dendam yang membara saat menatap ke arah gerbang.
Di sebelahnya, duduk bersila seorang pemuda berwajah dingin dengan pedang bersarung emas di pangkuannya. Ia adalah Liu Cheng, Murid Inti Peringkat Pertama dari Puncak Pedang Utama. Kultivasinya berada di Pembentukan Fondasi tingkat 6! Kehadirannya di misi tingkat rendah ini jelas merupakan anomali.
"Kakak Senior Liu, lihat itu. Tikusnya datang," bisik Lin Yan dengan senyum kejam, menunjuk ke arah jalan setapak.
Dari kejauhan, Lin Xuan berjalan santai menaiki tangga batu. Jubah abu-abunya yang sederhana tampak sangat tidak cocok dengan kemewahan seragam murid lainnya. Ekspresinya setenang air kolam musim gugur.
Liu Cheng bahkan tidak repot-repot membuka matanya. "Hanya semut di Pembentukan Fondasi tingkat awal yang beruntung memiliki sedikit kekuatan fisik. Setelah kita masuk ke lembah, selesaikan dia dengan cepat. Aku punya urusan lain mencari rumput spiritual, jangan buang waktuku."
"Tentu saja, Kakak Senior. Membunuhnya semudah membalikkan telapak tangan," kekeh Lin Yan.
Lin Xuan melangkah naik ke atas geladak kapal tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia mencari sudut yang sepi, bersandar di dinding kapal, dan menutup matanya. Ia bisa merasakan tatapan membunuh Lin Yan, tetapi baginya, itu tak lebih dari tatapan seekor lalat yang sedang merencanakan kematiannya sendiri di atas jaring laba-laba.
"Bocah, mereka sudah menggali kuburan mereka sendiri. Ingat, biarkan darah mereka memberi makan Pedang Kekacauanmu!" tawa Sang Demon Venerable menggema di benak Lin Xuan.
WUSSS!
Kapal Roh itu melesat membelah awan dengan kecepatan tinggi.
Setengah hari kemudian, pemandangan hijau di bawah mereka berubah menjadi hamparan tanah tandus berwarna merah tua. Langit tertutup oleh kabut miasma beracun berwarna merah darah. Bau amis karat dan tulang busuk langsung menyengat hidung. Ini adalah Reruntuhan Lembah Darah, medan perang kuno yang kini dihuni oleh monster-monster bermutasi.
Kapal Roh mendarat di mulut ngarai yang curam.
"Semua turun!" perintah Liu Cheng dingin. "Kita akan berpencar menjadi tiga kelompok untuk mencari Inti Iblis. Lin Yan, kau pimpin kelompok ketiga menuju Ngarai Tulang Hitam. Lin Xuan, kau ikut di kelompoknya."
Murid-murid lain yang sudah menyadari niat membunuh di udara segera menunduk ketakutan dan bergegas pergi menjauh mengikuti kelompok lain. Tak ada yang berani menyinggung Murid Inti Puncak Utama.
Dalam sekejap, di mulut Ngarai Tulang Hitam yang sepi dan berkabut, hanya tersisa Lin Xuan, Lin Yan, dan lima orang antek Lin Yan yang merupakan Murid Dalam di Pembentukan Fondasi tingkat 1. Liu Cheng sendiri berdiri bersandar di sebuah pohon layu sekitar seratus meter di belakang mereka, menonton dengan bosan.
"Hahaha!" Lin Yan tertawa terbahak-bahak, tawanya bergema menyeramkan di ngarai yang kosong. Ia mencabut pedangnya yang memancarkan cahaya dingin.
"Lin Xuan! Di klan, kau menggunakan trik kotor untuk membunuh kakekku dan melumpuhkan Lin Feng. Tapi di sini, tidak ada Patriark atau tetua sekte yang bisa melindungimu! Reruntuhan Lembah Darah memakan ratusan murid setiap tahunnya. Kematianmu akan dicatat sebagai kecelakaan dimakan monster buas!"
Kelima antek Lin Yan segera menyebar, mengepung Lin Xuan dari enam sudut berbeda, menutup rapat semua rute pelarian. Energi Qi mereka melonjak bersamaan.
Lin Xuan membuka matanya perlahan. Ia menghela napas panjang, tampak sedikit kecewa.
"Lin Yan, tahukah kau mengapa aku bahkan tidak repot-repot membunuhmu di paviliun bela diri hari itu?" suara Lin Xuan begitu tenang, sedingin kabut di sekitar mereka.
Lin Yan mengerutkan kening. "Jangan mencoba mengulur waktu, keparat!"
"Karena bagiku, kau hanyalah butiran debu. Aku mengira setelah kau masuk ke sekte sebesar ini, kau akan tumbuh menjadi serigala yang layak dibunuh," Lin Xuan menggelengkan kepalanya pelan. "Ternyata, kau hanya berevolusi dari belatung menjadi lalat."
"MATI KAU!" raung Lin Yan, wajahnya terdistorsi oleh amarah.
"Seni Pedang Badai Petir!"
Lin Yan menerjang maju. Pedangnya diselimuti oleh Qi elemen petir yang menyambar-nyambar ganas, membidik tepat ke jantung Lin Xuan. Kelima anteknya juga menyerang serentak, melepaskan tebasan pedang dari segala arah.
Ini adalah serangan gabungan yang bahkan bisa membunuh kultivator Pembentukan Fondasi tingkat 3 biasa!
Liu Cheng di kejauhan menguap pelan. Sudah berakhir, batinnya.
Namun, di tengah kepungan serangan mematikan itu, Lin Xuan hanya mengangkat tangan kanannya ke udara. Sebuah retakan dimensi hitam legam terbuka di atas telapak tangannya.
"Turun."
BOOOOM!
Sebuah lempengan besi raksasa hitam legam jatuh dari retakan itu tepat ke genggaman Lin Xuan. Begitu Pedang Pembelah Kekacauan muncul di dunia nyata, gravitasi di sekitar Lin Xuan hancur. Tanah merah di bawah kakinya langsung amblas sedalam setengah meter!
Angin puyuh abu-abu meledak dari tubuh Lin Xuan. Qi Kekacauan tingkat 3 menengah yang setara dengan tingkat 7 menyapu keluar, menghancurkan Qi petir Lin Yan hingga tak tersisa.
Mata Lin Yan terbelalak ngeri saat pedang raksasanya yang dikelilingi petir menabrak sisi lempengan besi hitam tersebut.
CLAAANG... KRAAAAK!
Senjata Kelas Roh Tingkat Rendah kebanggaan Lin Yan langsung hancur berkeping-keping layaknya kaca tipis yang dihantam palu godam! Hantaman baliknya membuat tangan kanan Lin Yan meledak menjadi kabut darah hingga ke bahu.
"AARRRGHH!" jerit Lin Yan mundur dengan panik. Kelima anteknya terpaku di tempat, pedang mereka tertahan di udara, tubuh mereka gemetar hebat melihat monster besi raksasa di tangan Lin Xuan. Benda itu bahkan tidak memiliki bilah, tapi tekanan auranya membuat jiwa mereka seolah akan diremukkan.
"Seni Pedang Badai Petir? Terlalu ringan," bisik Lin Xuan. Matanya kini sepenuhnya berubah menjadi kelabu pekat tanpa dasar.
Ia mengayunkan Pedang Pembelah Kekacauan dengan satu tangan. Ayunan itu tidak menggunakan teknik apa pun. Hanya ayunan mendatar murni yang didorong oleh fisik dua puluh ribu kati.
WUUUSSSHHHH!
Suara robekan udara yang dihasilkan terdengar seperti raungan naga purba. Udara di depan pedang itu terkompresi menjadi dinding tekanan angin absolut.
Ayunan raksasa itu menghantam kelima antek Lin Yan secara bersamaan. Mereka bahkan tidak sempat berteriak.
SPLAT! SPLAT! SPLAT!
Tidak ada tubuh yang terpotong. Kelima kultivator Pembentukan Fondasi tingkat 1 itu... meledak seketika menjadi kabut darah tepat saat besi tumpul itu menghantam dada mereka! Tulang, organ, dan daging hancur lebur menjadi hujan merah yang membasahi tanah tandus.
Lin Yan yang kehilangan satu lengannya jatuh terduduk, wajahnya sepucat mayat. Cairan hangat mengalir di selangkangannya. Ia telah mengompol karena teror absolut yang menghancurkan kewarasannya.
"K-kau bukan manusia... kau iblis... Kakak Senior Liu! T-tolong aku!" jerit Lin Yan histeris, merangkak mundur menjauhi Lin Xuan yang melangkah maju dengan pedang raksasa diseret di tanah, meninggalkan jejak parit dalam di bebatuan keras.
Di kejauhan, mata Liu Cheng akhirnya terbuka lebar. Rasa kantuknya lenyap seketika. Ia menghunus pedang emasnya, wajahnya berubah sangat serius. Ia bisa merasakan fluktuasi Qi yang memancar dari tubuh Lin Xuan bukan lagi di tingkat awal, melainkan sesuatu yang sangat padat dan menakutkan.
"Berhenti di sana, Lin Xuan!" teriak Liu Cheng, melesat maju dan mendarat di depan Lin Yan, menggunakan pedang emasnya untuk menunjuk ke arah dada Lin Xuan. Auranya di Pembentukan Fondasi tingkat 6 meledak sepenuhnya. "Beraninya kau membantai sesama murid sekte! Hari ini aku akan mengeksekusimu atas nama hukum sekte!"
Lin Xuan berhenti melangkah. Ia menatap Liu Cheng, lalu tersenyum menyeringai. Senyum itu tidak mencapai matanya yang sedingin jurang maut.
"Hukum sekte? Bukankah kalian baru saja bilang tidak ada tetua yang melihat di sini?" Lin Xuan memutar lehernya, menikmati sensasi kekuatan yang mengalir di setiap meridiannya.
Ia mengangkat Pedang Pembelah Kekacauan dan menyandarkannya di bahu kanannya.
"Lagipula, aku belum selesai melakukan pemanasan. Karena kau membawa dirimu sendiri ke sini... biarkan aku melihat, apakah tulang Murid Inti Peringkat Pertama sekeras mulutnya."
Mata Lin Xuan menyipit, dan tanpa peringatan apa pun, tubuhnya menghilang dari pandangannya.
dan kalau bisa update nya jangan lama lama