NovelToon NovelToon
Benci Tapi Menikah?

Benci Tapi Menikah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta setelah menikah / Konflik etika
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fareed Feeza

Gian pergi ke desa untuk menghilangkan penat di kota. Tapi saat menikmati keindahan desa, dia bertemu dengan Anisa, wanita galak dengan paras alami yang cantik.
Pertemuannya dengan Anisa membuat Gian ingin cepat-cepat kembali ke kota, tapi suatu kejadian mengharuskan Gian untuk tetap bertahan di desa dan sering bertemu dengan Anisa.
Sampai suatu ketika, Anisa dan Gian terpergok oleh beberapa warga sedang berdua di sebuah gubuk di tengah sawah dengan minim pakaian, warga pun marah dan memaksa Gian dan juga Anisa untuk menikah.
Mereka menjalani pernikahan masih dengan perasaan saling membenci, bagaimana kelanjutan pernikahan mereka? Berpisah atau bertahan? Stay tuned!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fareed Feeza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Hampir sore hari Gian baru mendatangi bengkel yang Guntur infokan.

"Ah ... Belum tutup, syukurlah." Gumamnya.

Setelah berbincang cukup banyak dengan pemilik bengkel dan memeriksa seluruh kendaraannya, Gian terpaksa menyimpan mobil itu satu hari dan bisa di ambil esok paginya, itu semua karena sang pemilik bengkel sedang ada keperluan mendadak sore ini.

Jarak dari bengkel ke rumah Guntur terhitung lumayan jauh jika di tempuh dengan berjalan kaki.

Sampai di suatu jalan besar dia mendengar suara teriakan seorang wanita meminta tolong, suaranya sayup-sayup namun masih bisa terdengar oleh pendengaran tajam Gian.

"Kenapa wanita itu?" Ucap Gian sambil memandangi langit yang sudah mulai redup cahayanya.

"Tolong!"

Gian melihat ke sekitar, tak ada orang satupun ... "Apa aku akan di jebak seperti pada berita-berita di tv? Si pelaku seolah meminta tolong, tapi pada akhirnya akulah yang akan di rampok?" Gumamnya lagi, kali ini tangannya memegangi saku celana bagian belakang, dimana dia menyimpan dompet dan uang cash yang lumayan banyak, karena di desa ini ATM center sangat jauh jaraknya.

"Tolongggg."

"Ah sial! Aku harus melihatnya langsung ... !" Gian mengikuti kata hatinya untuk berlari ke arah semakin untuk melihat siapa sumber suara itu.

Di kejauhan tampak terlihat seorang wanita yang sedang berusaha menghindar dari kejaran seorang pria, wanita tersebut berlindung di balik pohon secara bergantian sedangkan si pria hanya berjalan perlahan.

Gian langsung berlari ke arah wanita tersebut, dan betapa terkejutnya saat melihat wajah yang tak asing lagi ... "Nisa?" Gumamnya.

"Hey!" Teriak Gian, yang membuat pria paruh baya yang menggunakan topi Koboy itu berbalik ke arahnya.

Kehadiran Gian membuat Nisa lega, wanita itu tanpa takut langsung berlari ke arah Gian dan berlindung di balik tubuh pria itu.

"Tolong aku ... Aku mau di per ko sa."

Gian melihat Nisa dengan baju kemeja yang sudah tidak berbentuk lagi dengan kancing yang sudah banyak terbuka, belum lagi rok nya yang sudah tidak presisi menempel di pinggangnya.

Gian langsung percaya dengan apa yang di katakan Nisa saat itu juga.

"Dasar tua bangka!" Gian menatap Pria yang berusaha mendekat padanya dengan langkah pelan.

"Siapa kau?" Tanya pria paruh baya yang tak lain adalah Kang Emil ... Pria yang sudah menawarkan Nisa menjadi istri ketiganya.

"Bajingan!" Tanpa menjawab apapun, Gian langsung melayangkan beberapa pukulan pada wajah Emil dan juga tubuhnya, dan itu membuat Emil murka, sehingga dia terpaksa melakukan cara terakhir, merogoh sakunya dan mengeluarkan se na pan kecil dengan pe lu ru full di dalamnya.

Gian langsung menjauh dan mengangkat kedua tangannya saat Emil menodongnya dengan se na pan sambil posisi berbaring dan berusaha untuk bangun.

"Serahkan wanita itu, atau kau akan tembak?" Gian berjalan mundur hingga tubuhnya sudah mengenai tubuh Nisa yang sedang berdiri ketakutan.

"Jangan ... Jangan takut, aku mohon ... Habisi saja dia!" Bisik Nisa dengan suara bergetar.

Gian langsung membayangkan wajah kedua orang tuanya dan juga pencapaian dalam hidupnya, jika dia harus ma ti hari ini gara-gara membela Nisa, dan baginya itu adalah sebuah ketidak mungkinan.

Untuk apa menolong wanita arogan ini? Lebih baik aku serahkan dia, dan hidupku terselamatkan.

Rupanya fikiran dan hati nurani Gian tidak berjalan bersamaan, Gian menarik tangan Nisa dan membawanya lari sekencang mungkin.

Beberapa tembakan di layangkan oleh Emil tapi selalu saja meleset. Sampai akhirnya baju kemeja Nisa tersangkut pada sebuah ranting pohon, Gian dengan cepat menariknya hingga saat ini Nisa hanya menggunakan atasan Bra saja.

"Bajuku!!!!" Teriak Nisa sambil memandang kebelakang.

"Bodoh! Kau mau mati!" Umpat Gian sambil terus berlari, tangannya memegang erat pergelangan Nisa.

Sial, harga diriku! Batin Nisa.

Saking jauhnya mereka berlari ... Kini mereka berada di sekitar area persawahan, petir berkali-kali bersuara di atas langit, rintik hujan pun berubah menjadi deras.

"Berteduh dulu, disana!" Tunjuk Gian pada sebuah gubuk kecil tempat para petani beristirahat jika sedang bekerja.

Nisa terus berlari mengikuti Gian dari belakang, kedua tangannya terus menyilang di dadanya, untungnya tidak ada satupun orang yang melihat, hanya Gian ... Itupun sudah terlanjur karena keadaan darurat.

Kang Emil benar-benar membuat harga diriku hancur!!!!

Nisa terisak, mengingat kejadian hari ini yang menimpanya.

Gian melepas bajunya, "Pakai ini." Ucapnya menyodorkan baju kaos berwarna putih pada Nisa.

"Tidak! Sudah terlanjur ... Kamu sudah melihatnya!" Kata Nisa ketus.

"Kau bisa kedinginan!"

"Biarlah! Tidak usah perdulikan aku, biar kedua tanganku yang menutupi!"

"Dasar keras kepala! Harusnya tadi aku tidak usah menolongmu!"

"Oke terimakasih untuk pertolongannya, tapi kau membuat aku setengah telanjang seperti ini!"

Gian beradu argumen tanpa melihat ke arah Nisa sama sekali ... Dia terus memandang ke arah lain, tak ingin di cap mengambil kesempatan pada keadaan ini.

"Jika aku tidak menarikmu dan membiarkan bajumu terlepas, mungkin kau sudah di perawani oleh tua bangka tadi, Ng ... Atau kau sudah tidak perawan lagi." Celetuk Gian menahan tawa.

"Dasar perkataan orang kota memang tidak bisa di saring! Sekalipun aku tidak pernah di sentuh oleh pria manapun, selain ayahku dulu."

"Oh ya? Siapa yang tau? Hahaha."

Dengan kesal Nisa mengambil segenggam lumpur yang ada di bawah kakinya, dan melemparkannya tepat pada baju putih Gian.

"Rasakan! Lumpur yang bercampur pupuk kandang itu memang cocok untukmu!"

Gian reflek melihat ke arah bajunya, lumpur dengan butiran kotoran kambing banyak menempel di bajunya. "Sial, dasar kau tidak tahu terimakasih." Gian dengan terburu membuka bajunya, hingga saat ini mereka berdua sama-sama tidak menggunakan pakaian.

Gian membulatkan kaosnya dan berusaha melempar ke arah Nisa, tapi dengan cepat Nisa menghindar. "Eits ... Tidak kena." Kata Nisa dengan lidah yang menjulur.

Gian menarik nafasnya dan membiarkan Nisa kali ini.

Di tengah hujan deras dan langit yang sudah gelap, terdengar riuh suara banyak orang dengan lampu yang menyala di setiap genggamannya, mereka seperti berlari mendekat pada Nisa dan juga Gian.

"Hey!!!! Kalian!" Teriak salah seorang warga, di susul beberapa orang yang ikut berlari di belakangnya.

Nisa panik bukan main, dia langsung berlindung di balik tubuh Gian ... Agar tubuhnya yang hanya menggunakan bra saja tertutupi.

"Mau apa kau!!" Gian berusaha menghindar, tapi Nisa memegang memegang pinggang Gian erat.

"Aku mohon , lindungi aku sekali lagi ... Aku mohon." lirih Nisa.

"Waduh waduh .... Ada yang mesum disini ... " Ucap salah seorang warga saat melihat Nisa Gian berdekatan tanpa menggunakan baju, di tambah Nisa yang hanya menggunakan Bra saja.

"Bb-bukan Pak ... Ini salah paham."

"Salah paham apanya? Sudah jelas terbukti ... Kalian fikir kami semua buta? Atau bodoh?!"

"Kamu Nisa! Dasar tidak tahu diri ... Orang tua sudah tidak ada berani-beraninya melakukan hal menjijikan seperti ini!" Tambah seorang warga yang mengenal Nisa.

"Kalian harus tau, aku hampir di perkosa!" Teriak Nisa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!