NovelToon NovelToon
DINIKAHI MANTAN MERTUA

DINIKAHI MANTAN MERTUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Dunia Andini Kharisma Sulistia (21 tahun) runtuh seketika saat kecelakaan maut merenggut nyawa suaminya, Keenan Adiwijaya. Di tengah duka yang masih basah, Andini harus menghadapi kenyataan pahit tanpa sosok pendamping. Namun, hadirnya Farhady Sastranegara (41 tahun) membawa kebimbangan baru.
​Farhady bukanlah orang asing; ia adalah mantan ayah mertua yang ternyata hanyalah ayah sambung Keenan. Meski tak ada ikatan darah, lamaran Farhady memicu badai emosi dan stigma sosial yang tajam. Terjebak antara kesetiaan pada mendiang suami dan kasih sayang tulus Farhady, Andini harus menentukan arah hatinya dalam balutan dilema cinta yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melati di Atas Beludru

​Pagi di Lembang kembali menyapa dengan simfoni halusnya. Di kediaman mereka yang asri, Andini Kharisma Sulistia sedang menata meja makan dengan ketelitian seorang kurator seni. Sosok Andini bukanlah sekadar gadis muda yang beruntung mendapatkan pria mapan seperti Keenan Adiwijaya. Di balik kelembutan parasnya yang khas priyangan—dengan kulit seputih porselen dan sepasang mata yang selalu tampak berkaca-kaca penuh empati—Andini adalah wanita dengan bibit, bebet, dan bobot yang tak sembarangan.

​Ia adalah putri tunggal dari seorang dosen sastra terpandang di Bandung. Sejak kecil, Andini dibesarkan dalam lingkungan yang menjunjung tinggi etika dan literasi. Ibunya, seorang kurator museum, mewariskan keanggunan gerak-gerik yang membuat siapa pun merasa segan sekaligus nyaman di dekatnya. Kecerdasan Andini pun terbukti; di usianya yang baru 21 tahun, ia sudah menjadi guru muda yang dicintai murid-muridnya di sebuah sekolah dasar, membawa dedikasi yang murni untuk dunia pendidikan. Farhady Sastranegara sendiri sangat merestui pernikahan ini karena ia melihat dalam diri Andini terdapat kombinasi langka antara kecerdasan intelektual dan kematangan emosional.

​"Sayang, kenapa senyum-senyum sendiri?" Keenan muncul dari arah kamar mandi, rambutnya yang basah berantakan menambah kesan maskulin yang sangat disukai Andini.

​Andini menghampiri suaminya, merapikan kerah kaus polo yang dikenakan Keenan. "Aku hanya sedang berpikir, Mas. Sepertinya vas bunga di ruang kerja Mas Farhady perlu diganti dengan yang lebih ceria. Besok kalau kita berkunjung, aku mau bawakan rangkaian melati dan sedap malam."

​Keenan memegang kedua bahu istrinya, menatapnya dengan intensitas yang sanggup menghentikan detak jantung sesaat. "Dini, kamu selalu memikirkan orang lain. Ayah, murid-muridmu, lalu aku. Kapan kamu memikirkan dirimu sendiri?"

​"Memikirkan kebahagiaan Mas dan Ayah adalah caraku memikirkan diriku sendiri, Mas," jawab Andini lirih, suaranya selembut desir angin Maribaya.

​Emosi di antara mereka merambat naik, sebuah ketegangan manis yang lahir dari rasa saling memiliki yang begitu dalam. Keenan menarik Andini ke dalam pelukannya, membenamkan wajah di leher istrinya yang harum bedak bayi dan lavender. Di momen itu, dunia seolah berhenti berputar. Tak ada suara kendaraan di kejauhan, tak ada hiruk-pikuk pasar Lembang; yang ada hanyalah dua detak jantung yang berusaha menyatu dalam irama yang sama.

​"Mas... aku punya kejutan," bisik Andini di telinga Keenan.

​Keenan melepaskan pelukannya sedikit, matanya mencari jawaban di wajah Andini. "Kejutan apa? Kamu menang lomba menulis lagi?"

​Andini menggeleng, lalu mengambil sebuah kotak kecil dari saku daster batiknya yang elegan. Dengan tangan gemetar, ia menyerahkannya pada Keenan. Di dalamnya, terdapat sebuah tespek dengan dua garis merah yang tegas.

​Seketika, napas Keenan seolah tertahan di tenggorokan. Pria yang biasanya tegar dan penuh logika itu mendadak kehilangan kata-kata. Matanya memerah, air mata kebahagiaan yang jarang terlihat kini menggenang di sudut pelupuknya. Ia berlutut di hadapan Andini, memeluk pinggang istrinya dengan takzim, seolah Andini adalah altar suci yang paling berharga di dunia.

​"Dini... ini nyata? Kita akan punya bayi?" suara Keenan bergetar hebat, pecah oleh haru yang membuncah.

​Andini mengangguk sambil terisak pelan, jemarinya mengusap rambut suaminya. "Iya, Mas. Ada kehidupan kecil di sini. Buah cinta kita."

​Keenan menciumi perut Andini dengan penuh cinta, sebuah pemandangan yang menyayat hati bagi siapa pun yang melihatnya—betapa seorang pria yang dulunya yatim piatu dan tak diinginkan, kini akan menjadi seorang ayah. Kebahagiaan mereka mencapai puncaknya pagi itu, melampaui segala ekspektasi tentang indahnya sebuah pernikahan.

1
ayu cantik
sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!