NovelToon NovelToon
SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Pengganti / CEO / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Aku cuma mau jadi beban keluarga CEO, kenapa malah dikasih beban nyawa Mafia?!"
Velin mengira transmigrasi ke tubuh istri pengganti dalam drama CEO klise adalah tiket liburannya dari dunia korporat. Tugasnya mudah: diabaikan suami, dihina pelakor, lalu mati konyol.
Tapi Velin menolak alur! Saat ia sedang asyik berendam mawar untuk merayakan kebebasannya, plafon kamar mandinya jebol.
Bukannya suami yang datang minta maaf, justru seorang pria asing bersimbah darah jatuh tepat di hadapannya. Kieran Marva D’Arcy—Ketua Mafia kejam yang seharusnya tidak ada dalam naskah ini.
Satu pria ingin membuangnya, satu pria lagi mengancam akan menembaknya.
Saat alur drama sudah "Salah Server", apakah Velin akan tetap mengikuti naskah, atau justru menulis takdir baru bersama sang Mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Aksi Penyelamatan Paling Absurd

Situasi di markas rahasia Lorenzo Vane sudah seperti medan perang di film-film blockbuster. Ledakan kecil terjadi di sana-sini, dan suara baku tembak antara tim Kieran dan anak buah Lorenzo memekakkan telinga. Kieran, dengan gerakan secepat kilat, sedang berduel satu lawan satu dengan Lorenzo di area terbuka yang dikelilingi peti-peti kemas.

Sementara itu, di sebuah ruangan kaca yang dijaga ketat, Bibi Amora terikat di kursi dengan mulut disumpal kain sutra (karena Lorenzo tahu Bibi Amora kalau bicara tidak bisa berhenti). Seorang penjaga bertubuh raksasa dengan tato tengkorak di lehernya berdiri siaga memegang senapan.

Tiba-tiba, dari balik tumpukan kardus, Velin muncul dengan mengendap-ngendap. Di tangannya, ia memegang sebuah tabung pemadam api yang ia temukan di koridor.

Batin Velin:

Oke, Velin. Tarik napas, buang napas. Ingat, ini cuma adegan selingan sebelum 'happy ending'. Penjaga ini cuma NPC (Non-Player Character) yang levelnya rendah. Satu hantaman di kepala, dan dia bakal pingsan sesuai naskah. Jangan takut, kulitku ini kulit tokoh utama, nggak bakal lecet kalo belum waktunya tamat!

Velin melompat keluar. "HEI, MAS TATO! LIHAT KE SINI!"

Penjaga itu berbalik dengan bingung. PLAKKK! Velin menghantamkan tabung pemadam api itu tepat ke belakang kepala sang penjaga. Si raksasa itu terhuyung, matanya berputar, dan langsung ambruk menimpa tumpukan kardus.

"Mampus! Kan aku bilang juga apa, kekuatan karakter utama itu nyata!" seru Velin puas. Ia segera berlari ke arah Bibi Amora dan membuka ikatannya.

"Aduh, Velin! Akhirnya! Kain sutra ini rasanya hambar sekali, padahal mereknya Hermes," keluh Bibi Amora begitu mulutnya bebas. "Ayo kabur sebelum si botak itu kembali!"

"Kabur? Eh, tunggu dulu, Bibi," Velin menahan tangan Amora. Ia melihat ke arah jendela kaca besar yang menghadap langsung ke area duel Kieran dan Lorenzo. "Lihat itu! Adegan climax-nya baru dimulai! Kapan lagi kita bisa nonton Live Action Mafia tanpa perlu bayar tiket bioskop?"

Bibi Amora tertegun, lalu matanya berbinar. "Benar juga! Eh, lihat itu, Kieran keren sekali saat melakukan tendangan putar! Tapi tunggu, aku lapar. Tadi di meja penjaga itu ada sebotol kacang almond panggang."

Velin dengan sigap mengambil botol kacang almond tersebut. Mereka berdua kemudian duduk santai di atas kursi empuk milik penjaga, menghadap jendela kaca seolah sedang berada di barisan terdepan teater.

Krak... krak... krak... suara kunyahan kacang almond menggema di ruangan yang seharusnya penuh ketegangan itu.

"Wah, Bibi lihat itu! Lorenzo hampir kena pukul," komentar Velin sambil menyodorkan botol kacang ke Amora. "Menurutku, Lorenzo itu aktingnya terlalu berlebihan. Masa mau nembak aja pakai pidato dulu. Keburu Kieran isi peluru, kan?"

"Betul sekali, Sayang," sahut Amora sambil mengunyah. "Dan lihat Kieran, otot bisepnya itu loh... kalau di kamera pasti aesthetic banget. Tapi dia agak kaku ya? Harusnya dia kasih kata-kata mutiara sedikit sebelum banting Lorenzo ke meja itu."

"Namanya juga 'Kanebo Kering', Bi. Tapi tenang aja, di naskah mana pun, penjahat berbaju putih kayak Lorenzo itu pasti kalah telak. Paling nanti dia jatuh ke laut atau ketiban helikopter sendiri," ujar Velin santai, seolah nyawa suaminya tidak sedang dipertaruhkan di luar sana.

Di area bawah, Kieran berhasil membanting Lorenzo ke tumpukan kayu. Saat ia hendak memberikan pukulan terakhir, ia tidak sengaja melirik ke arah ruangan kaca di atas. Matanya membelalak kaget melihat istri dan bibinya sedang duduk manis sambil makan kacang dan menunjuk-nunjuk ke arahnya.

"Aveline?! Bibi Amora?!" teriak Kieran di tengah napasnya yang memburu. "Kenapa kalian masih di sana?! CEPAT KELUAR!"

Velin membuka jendela sedikit dan berteriak, "LANJUTKAN SAJA, TUAN MAFIA! JANGAN PEDULIKAN KAMI! KEREN BANGET TADI TENDANGANNYA! TAPI KURANGI SEDIKIT KERUTAN DI DAHI, BIAR FOTO KEMENANGANNYA BAGUS!"

Lorenzo, yang sedang berusaha bangun dengan wajah babak belur, juga ikut menoleh ke atas. Ia merasa harga dirinya sebagai penjahat internasional hancur berkeping-keping. "Kalian... kalian sedang menontonku kalah sambil makan kacang?!"

"Habisnya seru, Pak Lorenzo!" sahut Velin riang. "Ayo dong, keluarin jurus terakhirmu! Biar durasi dramanya pas satu jam!"

Kieran memijat keningnya, benar-benar habis pikir dengan pola pikir istrinya. "Jaxon! Amankan mereka sekarang juga sebelum aku gila!"

Jaxon muncul dari balik pintu dengan wajah yang juga bingung melihat adegan "nonton bareng" itu. "Nyonya... mari kita pergi. Keadaan masih berbahaya."

"Bentar, Jax! Sedikit lagi! Itu Lorenzo mau jatuh!" Velin menolak berdiri sampai ia melihat Kieran benar-benar melumpuhkan Lorenzo.

Begitu Lorenzo pingsan dan diborgol oleh tim Jaxon, Velin bertepuk tangan dengan antusias. "YAY! Happy Ending untuk episode kali ini! Ayo Bibi, kita samperin pahlawan kita. Kacangnya masih ada sedikit, lumayan buat ganjel perut Kieran."

Kieran menghampiri mereka dengan napas tersengal dan baju yang robek di beberapa bagian. Ia menatap Velin dengan tatapan tajam namun penuh cinta yang frustrasi. "Kau benar-benar tidak takut, Aveline? Tadi itu peluru beneran, bukan petasan!"

Velin memeluk pinggang Kieran dan menyodorkan sebutir kacang almond ke mulut suaminya. "Buat apa takut, Tuan? Aku kan sudah bilang, di dunia ini, selama aku di sampingmu, naskahnya nggak akan pernah berubah jadi tragedi. Nih, makan kacang dulu, biar ototmu nggak tegang terus kayak kanebo dijemur."

Kieran mengunyah kacang itu dengan terpaksa, namun akhirnya ia tersenyum tipis dan menarik Velin ke dalam pelukan posesifnya. "Kau adalah satu-satunya 'figuran' yang bisa membuat perang Mafia terasa seperti komedi putar, Sayang."

...****************...

1
awesome moment
ti kn...hamidun yg super absurd
awesome moment
velin mmg super absurd
awesome moment
bikin genre kocak bgini lg dunk
Ariska Kamisa: baik, ditunggu aja ya kak,
terimakasih kak, 🙏🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
kocak mmg tu aveline
awesome moment
cerita sekocak n koq minim pembaca😭😭😭syedih q tu
awesome moment
omelet penuh cinta
awesome moment
adriano rugi besar
awesome moment
ngabrut
awesome moment
whoah...jodoh velin n
awesome moment
😄😄😄👍😄😄👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
ngeluh mulu si velin ampun...
aditya rian
busett
aditya rian
telat Adriano kalah kaya habisnya/Applaud/
aditya rian
sumpah... kadang isi otak velin ini absurd ditambah bibi Amora nya yang sama /Scream/
Ariska Kamisa
siap kak..
terimakasih 🙏🙏🙏
Mifta Nurjanah
lanjut
Rin Jarin
lanjutkan
Lola Maulia
😊😊😊😊
Mifta Nurjanah
cieee ciuman
Mifta Nurjanah
wkwk cincin pindah ke lu ven
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!