NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: Asisten dengan Sabuk Hitam

​Pukul 08.00 pagi tajam. Ryuga Soobin Dewangga sudah duduk di kursinya dengan aura yang lebih gelap dari biasanya. Matanya sedikit merah—tanda ia gagal bertarung dengan insomnia nya semalam. Ia terus melirik ke arah pintu, menunggu kegagalan seorang wanita bernama Kiara Adiningrat .

​Tok! Tok!

​Pintu terbuka. Kiara masuk dengan langkah ringan. Kali ini ia mengenakan kemeja putih sutra dan celana kain hitam yang sangat pas, memudahkan pergerakannya. Di tangannya, ia memegang sebuah kotak beludru kecil.

​Tanpa suara, Kiara meletakkan kotak itu di depan Ryuga. Ryuga membukanya perlahan. Di dalamnya, jam tangan perak itu tampak berkilau seperti baru. Dan yang paling penting...

​Tik. Tik. Tik.

​Bunyi detak jam itu memenuhi keheningan ruangan. Ryuga tertegun. Ia mengambil jam itu, menempelkannya ke telinga, dan memejamkan mata. Detaknya sangat presisi.

​"Saya juga membersihkan korosi di bagian main spring nya," ucap Kiara tenang. "Sekarang, jam itu punya cadangan daya hingga empat puluh delapan jam. Sama seperti saya, Pak Ryuga. Saya tidak mudah mati."

​Ryuga menatap Kiara tajam. "Jangan sombong dulu. Memperbaiki jam adalah satu hal. Menghadapi apa yang akan terjadi hari ini adalah hal lain."

​"Maksud Anda pertemuan dengan Paman Anda, Bramasta?" Kiara menaikkan sebelah alisnya.

​Ryuga sedikit terkejut Kiara mengetahui jadwal rahasia itu, tapi ia menyembunyikannya dengan wajah datar. "Bramasta tidak suka orang asing. Terutama asisten wanita yang terlalu banyak bicara."

​Lantai Basement – 10.00 WIB

​Pertemuan di sebuah restoran privat itu baru saja selesai, dan suasana hati Ryuga sedang buruk. Bramasta secara terang-terangan menghinanya di depan para pemegang saham. Saat mereka berjalan menuju mobil di parkiran basement yang sepi, suasana mendadak berubah mencekam.

​Tiga orang pria berbadan besar dengan jaket hitam muncul dari balik pilar beton. Mereka tidak membawa pistol, tapi masing-masing menggenggam tongkat besi.

​"Ryuga Soobin," salah satu dari mereka mendesis. "Ada salam dari seseorang yang ingin kau berhenti mencampuri urusan masa lalu."

​Ryuga melangkah maju, menghalangi Kiara di belakangnya. "Mundur, Kiara. Cari bantuan."

​Namun, Kiara tidak bergerak. Ia justru mengikat rambut panjangnya menjadi kuncir kuda yang kencang. "Mundur? Pak Ryuga, Anda membayar saya mahal bukan untuk melihat saya berlari dengan sepatu hak tinggi."

​"Kiara, ini bukan main-main!" bentak Ryuga.

​Sebelum Ryuga sempat menarik tangan Kiara, salah satu pria itu sudah menerjang dengan tongkat besi. Dengan gerakan yang sangat cepat dan presisi—hampir menyerupai gerakan jarum jam yang ia perbaiki—Kiara berputar.

​PLAK!

​Satu tendangan melingkar mendarat telak di rahang pria itu hingga ia tersungkur. Ryuga melongo. Ia melihat Kiara melepaskan sepatu heels-nya dengan satu gerakan cepat, kini ia berdiri bertelanjang kaki di atas beton dingin.

​"Sabuk hitam Taekwondo, Pak Ryuga," ucap Kiara sambil menghindari hantaman tongkat kedua. "Dan saya baru saja memenangkan kejuaraan nasional tahun lalu sebelum saya memutuskan untuk 'pensiun' menjadi asisten Anda."

​Kiara bergerak seperti bayangan. Ia menangkap lengan pria kedua, memutarnya hingga terdengar bunyi krak, lalu memberikan serangan lutut ke perut lawan. Pria ketiga mencoba menyerang dari belakang, namun Kiara melakukan sapuan kaki yang membuat pria itu terjatuh keras.

​Dalam waktu kurang dari dua menit, ketiga pria itu mengerang di lantai.

​Kiara mengatur napasnya yang hanya sedikit memburu. Ia mengambil kembali sepatu heels-nya, lalu menatap Ryuga yang masih mematung dengan tangan terkepal.

​"Lain kali," Kiara berkata sambil merapikan kemejanya yang sedikit kusut, "kalau Anda ingin melindungi seseorang, pastikan orang itu memang butuh perlindungan. Sekarang, bisa kita pergi? Saya lapar dan ingin makan bubur di depan kantor."

​Ryuga menelan ludah. Ia menatap asistennya itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada kekaguman yang mulai menyelinap di balik dinding esnya.

​"Satu hal lagi, Pak Ryuga," Kiara berbalik saat mereka sudah di depan mobil. "Pria dengan jaket biru di sudut sana tadi... dia mengirim kode lewat ponselnya. Paman Anda, Bramasta, tidak hanya ingin menghina Anda. Dia ingin melihat seberapa kuat 'perisai' baru Anda."

​Ryuga masuk ke mobil tanpa kata, tapi tangannya yang memegang kemudi sedikit gemetar. Bukan karena takut, tapi karena adrenalin yang aneh.

​Di saat yang sama, ponsel Kiara bergetar di saku celananya.

Dino [WA]: "Kiara! Aku melihat video CCTV parkiran lewat retasan kecilku. Ya ampun! Kau keren sekali! Tapi tolong, lain kali kalau mau menendang wajah orang, pastikan sudutnya bagus untuk difoto. Dan... apa kau baru saja memamerkan kaki telanjangmu pada si CEO Kulkas itu? Dasar genit!"

​Kiara memutar bola matanya dan memasukkan kembali ponselnya. Di sampingnya, Ryuga Soobin akhirnya bersuara.

​"Besok jam tujuh pagi," ucap Ryuga tanpa menoleh.

​"Ada apa?" tanya Kiara.

​"Latihan panahan di kediamanku. Aku ingin tahu apakah kau juga sehebat itu dengan busur, atau hanya jago menendang."

Hubungan​ itu baru saja mulai memercikkan api kecil.

​Ryuga melajukan mobilnya membelah kemacetan Jakarta dengan kecepatan yang sedikit di atas rata-rata. Suasana di dalam kabin mobil terasa sangat kontras: Ryuga yang tegang dengan buku jari memutih di setir, dan Kiara yang tampak tenang sambil sibuk memeriksa kuku jarinya.

​"Kau tidak terluka?" tanya Ryuga tiba-tiba. Suaranya masih rendah, tapi ada nada cemas yang ia sembunyikan dengan buruk.

​Kiara menoleh, sedikit terkejut. "Hanya lecet kecil di pergelangan tangan. Jam tangan Anda jauh lebih menderita semalam daripada saya sekarang, Pak."

​Ryuga mendengus, mencoba kembali ke mode dinginnya. "Aku serius, Kiara. Kalau kau terluka di hari pertama, departemen legal akan merepotkan ku dengan urusan asuransi."

​"Oh, jadi ini soal asuransi? Saya pikir Anda khawatir karena saya satu-satunya asisten yang tahu letak microchip di jam Anda," balas Kiara telak.

​Ryuga langsung menginjak rem saat lampu merah. Ia menatap Kiara tajam. "Bagaimana kau—"

​"L-24-D ," potong Kiara tenang. "Kode ukiran laser di bawah pelat jam. Saya tidak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa itu bukan sekadar hiasan. Tapi tenang saja, Pak Ryuga. Rahasia Anda aman dengan saya... setidaknya selama gaji saya cair tepat waktu."

​Ryuga terdiam. Wanita ini benar-benar berbahaya. Bukan hanya fisiknya, tapi otaknya bekerja seperti mesin jam yang baru saja ia perbaiki: presisi dan tak terhentikan.

​Depan Dewangga Tower – 12.30 WIB

​Sesuai permintaan Kiara, Ryuga terpaksa memarkirkan mobil mewahnya di depan gerobak bubur Mang Dadang. Pemandangan itu sangat kontras: mobil sport seharga miliaran rupiah bersanding dengan panci bubur aluminium.

​"Dua porsi, Mang! Satu diaduk, satu jangan," teriak Kiara ceria, sangat berbeda dengan sosok yang baru saja mematahkan tulang orang di parkiran.

​"Siapa yang tidak diaduk?" tanya Ryuga dengan kening berkerut, menatap meja kayu kecil yang sedikit berminyak dengan ragu.

​"Anda, tentu saja. Pria kaku seperti Anda pasti benci melihat segala sesuatu yang berantakan, kan?" Kiara memberikan sendok plastik pada Ryuga. "Makanlah. Anggap saja ini perayaan karena kita tidak mati di tangan anak buah Paman Anda."

​Ryuga menatap bubur itu seolah sedang memeriksa dokumen kontrak ilegal. Namun, saat suapan pertama masuk ke mulutnya, ia tertegun. Rasanya hangat dan... jujur. Sangat berbeda dengan makanan restoran bintang lima yang biasa ia telan tanpa rasa.

​"Enak?" tanya Kiara sambil menyuap buburnya dengan semangat (versi diaduk).

​"Lumayan," jawab Ryuga singkat, meski ia terus menyuap hingga sendok terakhir.

​Tiba-tiba, seorang pria dengan kamera DSLR besar menggantung di lehernya muncul dari balik pohon. Ia memotret mereka berkali-kali. Ryuga refleks berdiri, siap dengan sikap protektifnya, tapi Kiara menarik lengan jasnya agar duduk kembali.

​"Tenang, Pak. Itu Dino," bisik Kiara.

​Dino mendekat dengan cengiran lebar. "Hai, Pak CEO! Fotonya bagus sekali. Judulnya: 'Sang Raja Kulkas Menikmati Bubur Rakyat'. Ini pasti viral kalau masuk akun gosip kantor."

​"Dino, jangan cari mati," ancam Kiara, meski matanya berkilat geli.

​"Aku hanya menjalankan tugasku sebagai sahabat yang baik, Ki! Memastikan bos barumu tidak menelantarkanmu," Dino menatap Ryuga dari atas ke bawah. "Wah, Pak Ryuga... Anda aslinya jauh lebih tampan daripada di majalah Forbes. Tapi sedikit kurang senyum. Mau saya ajari cara pose yang lebih ramah?"

​Ryuga menatap Dino dengan pandangan mematikan. "Kiara, pastikan temanmu ini pergi dalam tiga detik, atau kameranya akan berakhir di dalam panci bubur itu."

​Dino langsung kabur sambil melambai. "Dah, Kiara! Ingat pesan saya tentang lipstik tadi pagi!"

​Ruang CEO – 15.00 WIB

​Kembali ke kantor, suasana kembali profesional. Kiara duduk di meja asistennya yang berada tepat di dalam ruangan Ryuga. Ia sedang fokus pada laptopnya ketika ia mendengar suara gesekan kertas dari meja Ryuga.

​Ia mencuri pandang. Ryuga tidak sedang membaca laporan. Tangannya memegang sebuah pensil sketsa, menggoreskan garis-garis kasar di atas kertas kosong. Wajah pria itu terlihat sangat tenang, bahkan hampir... damai.

​Dia sedang menggambar? batin Kiara.

​Namun, saat Kiara mencoba berdiri untuk melihat lebih jelas, Ryuga dengan cepat menutup kertas itu dengan map besar. Tatapannya kembali dingin dan menusuk.

​"Ada laporan baru?" tanya Ryuga tajam.

​"Ada," Kiara berdeham, mencoba bersikap biasa. "Bramasta baru saja mentransfer dana besar ke sebuah rekening di luar negeri. Dan tebak siapa pemilik rekeningnya?"

​Ryuga menajamkan pendengarannya.

​"Sheila," ucap Kiara. "Mantan tunangan Anda yang baru saja mendarat di Jakarta pagi ini."

​Nama itu membuat suasana ruangan mendadak menjadi sangat berat. Ryuga mengepalkan tangannya di bawah meja. Masa lalu, pengkhianatan, dan konspirasi kini mulai berkumpul di satu titik.

​"Persiapkan dirimu, Kiara," bisik Ryuga. "Malam ini kita akan pergi ke gala dinner. Dan Sheila pasti akan ada di sana untuk mencoba merebut kembali apa yang dia anggap miliknya."

​Kiara tersenyum sinis, sambil merapikan jam tangan di pergelangan tangannya. "Biarkan dia mencoba. Saya ingin tahu, apakah dia lebih kuat dari tiga pria di parkiran tadi."

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!