NovelToon NovelToon
Sajadah Di Empat Benua

Sajadah Di Empat Benua

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / CEO / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Adam Al-Fatih (40) adalah potret kesempurnaan: CEO miliarder yang gagah, karismatik, dan taat beribadah. Di Jakarta, ia memiliki Khadijah, istri saleha yang menjadi pilar kekuatannya sejak masa sulit. Namun, takdir membawa langkah Adam melintasi benua, dari romantisme Paris, kemegahan Istanbul, hingga hiruk-pikuk New York. Di setiap kota tersebut, Adam bertemu dengan wanita-wanita luar biasa yang tengah terhimpit badai kehidupan.
Demi sebuah wasiat rahasia sang kakek dan misi kemanusiaan yang mendalam, Adam akhirnya menikahi Isabelle, Aisha, dan Sarah. Publik mencibirnya sebagai lelaki yang mabuk poligami di puncak dunia. Namun, sebuah rahasia medis yang pedih tersimpan rapat di balik pintu kamarnya: Adam menderita impotensi akibat kecelakaan masa lalu.
Ketiga pernikahan di luar negeri itu hanyalah "sajadah perlindungan". Adam mengorbankan reputasi dan perasaannya demi menyelamatkan sesuatu yang lebih berharga!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tarian Iblis di Lantai Bursa

Andromeda Sirius Jhon tidak pernah bermain dengan bidak kecil. Baginya, kehancuran Adam Al-Fatih harus menjadi sebuah pertunjukan teatrikal yang megah—sebuah ekseskusi publik yang akan membuat siapa pun di negeri ini berpikir seribu kali sebelum berani menentang titah sang "Bintang Utara". Di ruang kerjanya yang bernuansa hitam legam di lantai 88 Sirius Tower, ia berdiri menatap kerlip lampu Jakarta yang nampak seperti butiran emas yang siap ia telan.

"Adam Al-Fatih adalah pohon yang terlalu rimbun," gumam Sirius sambil memutar-mutar koin perak kuno di jemarinya yang panjang. "Cara menebangnya bukan dengan kapak, tapi dengan meracuni akarnya. Saat akarnya membusuk, pohon itu akan tumbang oleh beratnya sendiri."

Dendam Sirius Jhon bukan sekadar soal lima tahun di penjara. Ini adalah soal harga diri seorang predator yang merasa martabatnya diludahi oleh seorang pria yang selalu membawa nama Tuhan dalam setiap rapat direksi. Sirius membenci Adam karena Adam mewakili segala hal yang tidak ia miliki: ketulusan, cinta yang sejati, dan kedamaian batin. Baginya, kesalehan Adam adalah sebuah kepalsuan yang harus ia telanjangi.

Serangan dimulai tepat saat lonceng pembukaan Bursa Efek Indonesia berdentang. Sirius Jhon menggerakkan jaringan hedge fund gelapnya yang berbasis di Panama dan Singapura. Dalam hitungan menit, jutaan lembar saham Al-Fatih Steel & Global Corp dilepas ke pasar dengan harga di bawah nilai wajar. Ini adalah teknik short-selling yang brutal. Media-media ekonomi yang telah dibayar oleh Sirius serentak merilis berita utama tentang "Ketidakstabilan Manajemen Al-Fatih Group pasca Poligami" dan "Dugaan Kebocoran Likuiditas untuk Membiayai Proyek Mercusuar di Eropa".

Sentimen negatif menyebar seperti virus. Para investor ritel yang panik mulai ikut menjual saham mereka, menyebabkan grafik harga saham Adam terjun bebas, membentuk garis merah vertikal yang mengerikan. Di ruang kendali kantor pusat Al-Fatih Group, Reza berkeringat dingin menatap layar monitor yang berkedip merah.

"Pak Adam! Valuasi perusahaan kita merosot lima belas persen hanya dalam dua jam! Jika ini terus berlanjut sampai penutupan, kita akan kehilangan triliunan rupiah dan bank akan mulai melakukan margin call pada aset-aset jaminan kita!" teriak Reza dengan nada panik.

Adam Al-Fatih berdiri di tengah ruangan, mengenakan kemeja putih dengan lengan yang digulung hingga siku, menonjolkan urat-urat di lengannya yang atletis yang menegang. Wajahnya tenang, namun matanya memancarkan kilat peperangan. Ia tahu ini bukan sekadar fluktuasi pasar; ini adalah serangan jantung buatan yang dipicu oleh Sirius Jhon.

"Tenang, Reza. Jangan biarkan mereka melihat kita panik," suara Adam berat dan stabil. "Sirius ingin aku membakar cadangan kas kita untuk membeli kembali saham itu. Itu jebakan. Dia ingin mengeringkan likuiditas kita agar kita tidak bisa membayar gaji karyawan dan vendor bulan depan."

Adam melangkah menuju jendela besar, menatap ke arah Sirius Tower yang nampak di kejauhan. "Dia menggunakan elit dan penguasa untuk menekan kita dari atas, dan menggunakan pasar untuk menarik karpet dari bawah kaki kita. Tapi Sirius lupa... aku tidak membangun imperium ini sendirian."

Di saat krisis mencapai puncaknya, Adam menghubungi Isabelle di ruang kerjanya. Isabelle, dengan kecerdasan hukum dan jaringan elit Prancis-nya, kini menjadi jenderal lapangan kedua Adam. Adam juga meminta bantuan Sarah di New York.

"Isabelle, Sarah... aku butuh kalian menggerakkan konsorsium Eropa dan Amerika. Sirius Jhon sedang mencoba mengisolasi aku di Indonesia. Tunjukkan pada pasar bahwa Al-Fatih Group didukung oleh kekuatan global yang tidak bisa digoyang oleh satu manipulator lokal," perintah Adam.

Isabelle segera bergerak. Ia menghubungi rekan-rekan lamanya di Paris, meyakinkan mereka untuk memberikan pernyataan dukungan publik dan komitmen investasi baru. Sementara itu, di Menteng, Khadijah yang sedang terbaring lemah namun pikirannya tetap tajam, memanggil Adam ke samping tempat tidurnya.

"Mas... jangan lawan api dengan api," bisik Khadijah, tangannya yang kurus mengelus lengan Adam yang perkasa. "Sirius Jhon sangat kuat di elit penguasa, tapi dia lemah di akar rumput. Gunakan cintamu pada rakyat yang telah kau bantu. Mereka adalah tentara tak terlihatmu."

Nasihat Khadijah bagaikan air dingin di tengah api. Adam segera memerintahkan tim medianya untuk tidak menyerang balik Sirius secara personal. Alih-alih berdebat di bursa, Adam justru tampil di depan publik di salah satu panti asuhannya yang sedang dibangun. Dengan kaos sederhana yang menonjolkan bentuk tubuhnya yang gagah dan karisma yang tak tergoyahkan, Adam berbicara langsung kepada masyarakat.

"Harta bisa hilang dalam semalam, tapi integritas dibangun seumur hidup," ujar Adam di depan kamera. "Saham mungkin turun, tapi komitmen Al-Fatih untuk membangun masjid, madrasah, dan panti asuhan di seluruh nusantara tidak akan pernah bergeser satu inci pun."

Sirius Jhon, yang menonton siaran itu dari kantornya, melempar gelas kristalnya ke dinding hingga hancur berkeping-keping. "Bodoh! Dia pikir kata-kata bijak bisa menyelamatkan nilai sahamnya?!"

Namun, Sirius meremehkan kekuatan narasi. Pernyataan Adam memicu gelombang dukungan dari masyarakat luas. Para pengusaha muslim kelas menengah dan komunitas-komunitas sosial yang selama ini dibantu Adam mulai melakukan gerakan "Beli Saham Al-Fatih". Mereka tidak peduli dengan analisis teknis; mereka hanya ingin membela pria yang selama ini menjadi teladan mereka.

Melihat rakyat mulai bergerak, para elit penguasa yang tadinya memihak Sirius mulai merasa gerah. Mereka tidak ingin diasosiasikan dengan musuh masyarakat. Satu per satu, dukungan politik yang dijanjikan pada Sirius mulai goyah.

Pertarungan semakin pelik saat Sirius Jhon meluncurkan serangan fisik. Ia menyewa tentara bayaran untuk menyabotase pabrik baja terbesar milik Adam di Cilegon. Sebuah ledakan kecil terjadi di salah satu tungku peleburan, menyebabkan operasional terhenti.

Adam segera terjun ke lokasi. Di tengah kepulan asap dan panasnya tungku, Adam memimpin langsung tim evakuasi. Ia tidak takut kotor, ia tidak takut bahaya. Para pekerja melihat bos mereka, sang CEO yang atletis dan perkasa, ikut mengangkat puing-puing bersama mereka. Semangat para pekerja terbakar hebat. Mereka bekerja lembur tanpa diminta untuk memperbaiki kerusakan dalam waktu rekor.

"Kau tidak akan bisa menghancurkan apa yang dibangun dengan doa, Sirius!" batin Adam saat menatap api tungku yang kembali menyala.

Sirius Jhon menyadari bahwa Adam jauh lebih sulit dihancurkan daripada musuh-musuhnya yang lain. Adam memiliki tiga perisai yang tidak dimiliki Sirius: Istri yang bijak di rumah, istri yang cerdas di medan internasional, dan rakyat yang mencintainya.

Dendam Sirius semakin membara. Ia memutuskan untuk melakukan langkah yang paling keji. Ia tahu Khadijah adalah jantung kehidupan Adam. Jika ia tidak bisa menghancurkan bisnis Adam, maka ia akan menghancurkan alasan Adam untuk hidup.

Sirius menghubungi seseorang di dalam rumah sakit tempat Khadijah sering melakukan kontrol. "Pastikan dosis obatnya berubah. Aku ingin Adam Al-Fatih merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya dalam satu malam... dimulai dari wanita kesayangannya."

Di Menteng, malam itu terasa sangat dingin. Khadijah tiba-tiba mengalami sesak napas yang hebat setelah meminum obat malamnya. Adam, yang baru saja pulang dari pabrik dengan tubuh yang masih berlumuran debu baja, langsung menggendong Khadijah.

"Dijah! Bertahanlah!" teriak Adam, suaranya pecah oleh ketakutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Gairah peperangan di lantai bursa kini berpindah menjadi perjuangan antara hidup dan mati di ruang ICU. Adam menyadari bahwa Sirius Jhon benar-benar serius ingin menghancurkannya—bukan hanya secara finansial, tapi hingga ke akar jiwanya. Perang ini bukan lagi soal angka-angka di layar monitor, tapi soal nyawa wanita yang paling ia muliakan di dunia.

Adam Al-Fatih berdiri di depan pintu ICU, otot-ototnya gemetar karena amarah dan duka. Ia bersumpah, jika sesuatu terjadi pada Khadijah, maka ia tidak akan lagi menghadapi Sirius Jhon dengan sajadah... ia akan menghadapinya dengan seluruh kekuatan baja yang ia miliki.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!