NovelToon NovelToon
Gadis Milik CEO Posesif

Gadis Milik CEO Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Anak Genius / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Akibat fitnah kakak sepupunya, Sierra Moore dibuang keluarganya keluar kota Cragstone yang sangat jauh dan terpencil tanpa dibekali uang sepeserpun di usia 15 tahun. Tiga tahun kemudian, Tobias Moore, kakek Sierra yang baru mengetahui kalau Sierra telah didepak dari keluarga Moore sangat marah dan meminta anak dan menantunya untuk membawa Sierra kembali atau dia akan melongsorkan anaknya itu dari posisi CEO Moore Company. Sepupu Sierra, Nora Moore tentunya tidak senang dengan hal ini dan mengupayakan segala cara untuk bisa menyingkirkan Sierra dari keluarga Moore.
Apa yang membuat Nora tidak menyukai Sierra?
Hanya dengan dukungan kakeknya, akankah Sierra bisa bertahan dan mengambil kembali posisinya di keluarga Moore?
Akankah Sierra balas dendam pada orang-orang yang sudah menyakitinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Hasil Ujian Semester

Beberapa minggu setelah insiden di restoran Lignum yang menyisakan luka pada harga diri Nora, kalender akademik Metropolia International School akhirnya tiba pada puncaknya yaitu ujian semester 1.

Nora berharap bisa memulihkan harga dirinya di hadapan Brady dan Samantha dengan prestasi yang bagus di ujian ini.

Suasana sekolah yang biasanya dipenuhi obrolan ringan tentang tren mode dan pesta akhir pekan, kini berubah mencekam. Lorong-lorong sekolah dipenuhi siswa yang berjalan dengan mata lelah dan buku tebal di tangan.

Ujian tahun ini terasa berkali-kali lipat lebih sulit dari biasanya. Desas-desus mengatakan bahwa dewan kurikulum sengaja menaikkan standar untuk menyaring siswa yang benar-benar layak masuk ke universitas Ivy League.

Di dalam ruang ujian, keheningan hanya dipecahkan oleh detak jam dinding dan gesekan pena di atas kertas. Banyak siswa yang tampak pucat, menatap soal kalkulus dan literatur klasik dengan pandangan kosong. Mereka tidak bisa membayangkan sesulit apa ujian akhir sekolah dan ujian masuk universitas nantinya jika ujian semester saja sudah terasa seperti medan perang.

Nora yang duduk di barisan tengah, menghela napas panjang. Ia memang merasa kesulitan, keringat dingin sempat membasahi telapak tangannya saat melihat soal fisika kuantum yang rumit. Namun, egonya tetap berdiri kokoh. Ia yakin, sesulit apa pun soalnya, hasil ujiannya pasti tetap lebih baik daripada teman-temannya yang lain.

Dalam benak Nora, satu-satunya saingan yang patut diperhitungkan hanyalah Eugene yang prestasinya selalu konsisten di peringkat pertama. Ia sama sekali tidak menganggap Sierra sebagai ancaman.

“Sierra mungkin dulu adalah jenius, tapi sekarang dia pasti bukan apa-apa,” batin Nora sambil melirik sekilas ke arah Sierra yang tampak tenang di sudut ruangan. “Pendidikan macam apa yang bisa dia dapatkan di Cragstone? Tempat pembuangan itu hanya mengajarkannya cara berkelahi. Aku dengar nilai-nilainya di sana sangat buruk. Dia hanya sampah yang beruntung bisa kembali ke sini.”

Masa ujian yang melelahkan dan berlangsung seminggu lamanya pun berlalu, digantikan dengan hari pengumuman hasil ujian dan penerimaan rapor. Suasana sekolah kembali riuh, namun kali ini dipenuhi kecemasan.

Di kediaman Moore, Samantha sudah bersiap dengan setelan chanel terbarunya. Namun, tujuannya hanya satu, untuk mengambil rapor Nora. Meskipun Sierra sekelas dengan Nora, ia sama sekali tidak berniat hadir untuk Sierra. Ia berniat pura-pura tidak kenal dengan Sierra. Baginya, mengambil rapor Sierra hanya akan mengotori reputasinya sebagai sosialita. Ia yakin nilai Sierra pasti hancur berantakan, dan ia tidak mau menanggung malu di depan para orang tua murid lainnya.

Namun, di sekolah, sebuah kejutan besar baru saja meledak. Sebelum para orang tua tiba, Mrs. Hogwarts, wali kelas 12-A yang terkenal galak dan perfeksionis, berdiri di depan kelas dengan lembaran hasil evaluasi.

"Saya akan mengumumkan tiga besar peringkat paralel sekolah," ujar Mrs. Hogwarts dengan suara baritonnya yang tegas. "Juara ketiga diraih oleh Melissa Gold. Juara kedua, Eugene Kartein."

Nora menahan napas, senyum kemenangan sudah mulai tersungging di bibirnya. Ia yakin namanya akan disebut sebagai sang juara pertama, jika Eugene hanya juara kedua.

"Dan untuk Juara pertama, dengan nilai sempurna di seluruh mata pelajaran... Berikan tepuk tangan yang meriah untuk... Sierra Moore."

Keheningan seketika menyelimuti kelas. Hanya suara tepukan tangan dari Anastasia dan Eugene yang terdengar.

1
Tiara Pratiwi
Diusahakan update tiap hari tapi mungkin cuma 3 episode per hari. pengalaman ynag udah-udah sekalinya ngebut lebih dari 10 episode, tangan jadi agak tremor trs jd butuh istirahat lama /Sweat/ sudah tidak muda lagi akika
Narti Narti
aku hadir kak selamat untuk karya baru ya👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!