Novel ini berkisah tentang kehidupan SMA yang sarat dengan cinta- cintaan, persahabatan, persaingan antar geng di sekolah, dll. dengan latar belakang olah raga bela diri seperti karate, tinju, kick boxing, muathai dsb
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jeffc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Latihan Tinju
Malam itu saat di kamarnya, Rommy punya ide, dia coba akan daftarkan semua anggota geng Kelelawar Hitam ke sasana tinju KPJ Bulungan. Alesannya sih supaya anggota Kelelawar Hitam kuat dan jago bela diri, padahal sih maksudnya dia biar tampak macho di depan Mauren yang jago karate itu.
Sepulang sekolah dia kumpulkan semua anggota Kelelawar Hitam di lapangan bola dekat SMA Tunas Bangsa.
“Tantangan semakin berat! Geng The Executioners semakin hari semakin besar dan kuat, kita jangan sampai kalah dengan mereka,” kata Rommy berapi-api.
“Langkah kita apa, bro?” tanya Sonny.
“Semua member Kelelawar Hitam akan aku ikutkan dalam latihan tinju di Sasana Tinju Bulungan!” seru Rommy.
“Wah jauh Bulungan dari rumah gue,” kata Ario protes.
“Tidak boleh ada yang protes! Kalau tidak setuju silakan angkat kaki dari Kelelawar Hitam,” kata Rommy tegas.
Ario hanya bisa diam.
“Sore ini gua dan Rino akan daftar dulu ke Sasana Bulungan. Semua ini nama form ini akan gua daftarkan ke Sasana Bulungan. Semoga secepatnya kita bisa latihan di sana. Kelelawar Hitam strong! Seru Rommy dengan semangat 45nya.
Semua membubarkan diri, kecuali Rommy dan Rino menuju ke Sasana Tinju Bulungan, mendaftarkan semua member Kelelawar Hitam yang telah didaftar dalam formulir itu.
Di Sasana Tinju Bulungan, mereka bertemu Coach Barda, pelatih di Sasana itu.
“Kapan mau mulai latihan” Tanya Coach Barda.
“Secepatnya, kak,” jawab Rommy.
‘Kebetulan besok jadwal kami kosong. Besok sore jam 4 bisa latihan disini?” tanya Coach Barda.
“Saya sih bisa kak. Yang lain saya harus nanya dulu. Atau untuk besok, yang bisa-bis aja dulu, bagaimana kak?” tanya Rommy. Dia sudah membayangkan betapa gagahnya dia di facebook dengan photo profile dia sedang berpose ala petinju atau sedang melakukan sparring.
“Nggak masalah, di sasana ini, kalau sudah member, kapanpun datang akan selalu kami latih,” ujar Coach Barda.
Esok sorenya Rommy memimpin geng Kelelawar Hitam latihan di Sasana Bulungan. Tapi karena mendadak, hanya 5-6 orang anggota geng Kelelawar Hitam yang bisa latihan tinju di sasana Bulungan.
Dengan sabar Coach Barda melatih Rommy dkk. posisi dasar dan kuda-kuda yang baik dalam tinju, serta 2 pikulan dasar dulu, jab dan straight. Begitu saja terus, hampir selama 2 jam diisi lari,senam pemanasan dan gerak dasar yang diulang-ulang. Amat membosankan.
“Kapan bisa sparring, Coach?” tanya Rommy nggak sabaran.
“Belum saatnya sparring. Yang penting kuasai dulu posisi dasar dalam tinju dan beberapa pukulan dasar. Kalau sudah menguasai barulah boleh sparring,” jawab Coach Barda.
Asisten Coach Barda mengambil beberapa foto sebagai dokumentasi di instagram ketika Rommy dkk. dilatih Coach Barda.
Rommy malamnya melihat itu di instagram Sasana Bulungan, dan foto-foto itu terlihat gagah dan bagus diupload ke facebook Rommy, Kelelawar Hitam akan kelihatan gagah dan yang terutama kalau Mauren melihat-lihat facebooknya, facebook Rommy akan tampak lebih macho, lalu dia upload.
Kemudian dia upload foto-foto itu dan dia pilih foto yang dirinya paling dominan dijadiin profile. Sekarang facebooknya makin kelihatan macho!
Namun besok paginya, ketika bangun tidur, seluruh badan Rommy terasa pegal, terutama di bagian tangan, untuk makan aja susah. Kok gini ya efek latihan tinju?
Lalu dia berjalan masuk sekolah dengan kaku kaya robot.
Ketika masuk kelas, Tika nggodain, “ngapain lu Rom, kaya robot lu jalannya?”
Rommy diam saja, tapi dalam hati dia nggondok.
Mauren ikut nimpalin, “ini mah bukan kaya robot lagi, Rommy udak kaya wayang kulit!”
Beberapa teman ikut mentertawakan.
Akhirnya Rommy menjawab dengan emosi, “kalian puas? Gua kemarin latihan keras, mau ikut turnamen!” Rommy bokit (boong dikit), padahal nggak dikit juga, mana bisa dia ikut turnamen, baru sekali latihan gitu?
Jam pertama Bu Catarina masuk, dan kaget Rommy kelihatan kaku begitu, “Rom, kenapa kamu?”
Rommy menjawab, “badan saya sakit semua bu, kemarin habis latihan.”
“Emang latihan apa?” Tanya bu Catarina.
Belum sempat Rommy menjawab, Sonny nyeletuk, “latihan tinju, Bu.”
“Bagus Rom, energi dan kenakalanmu disalurkan lewat olahraga juga,” puji bu Catarina.
Ketika istirahat, Maureen ketemu Rommy yang cuma minum es teh waktu itu, dan Mauren medekat di mana Rommy duduk.
“Rom, foto-foto kalian latihan tinju viral di group whatsapp sekolah. Keren!” Kata Mauren.
“Biasa aja,” jawab Rommy merendah.
“Aku mau kasih masukkan. Kuda-kuda kamu tampak lemah. Rawan kalau ada pikulan pelan aja, pas goyang itu,” kata Mauren.
Rommy hanya mengangguk, mukanya kelihatan kecewa dengan ucapan Mauren.
“Sialan gua kirain mau muji, gak tahunya dikritik,” kata Rommy dalam hati.
“Dan pertahanan kamu terlalu terbuka. Kalau ada pukulan nyasar ke dagu kamu, bahasa Manadonya so tabancur,” kata Mauren serius.
“Terimakasih, Ren. Akan aku perbaiki,” jawab Rommy.
“Kagak tahu dia, kalau gua baru sekali ini latihan tinju, masih rookie gua,” kata Rommy dalam hati.
Saat istirahat siang, dia lihat dari jauh Mauren sedang berjalan ke arah dia berdiri. Lalu Rommy berlagak shadow boxing (tinju bayangan) serasa seperti Manny Pacquiao sedang latihan. Saat melintas mendekat, Mauren tersenyum. Sebagai praktisi bela diri, dia paham dari caranya bergerak, Rommy belum bisa tinju, kalaupun latihan tinju, paling baru 1-2 kali latihan.
“Latihan footwork dulu, Rom,” celetuk Mauren sambil tersenyum. “Footworkmu masih kaya orang-orangan di sawah, di tinju tuh footwork harus seperti penari balet yang luwes dan lincah.”
Rommy diam saja dan pura pura konsentrasi nerusin latihan shadow boxing, tapi dalam hati dia ngedumel, “cakep-cakep tapi nyinyir nih cewek.”
Sorenya, Rommy kembali latihan di sasana Bulungan. Lebih banyak anggota geng Kelelawar Hitam yang joi. Dan, seperti kemarin, Coach Barda yang nglatih mereka.
“Bagaimana hasil latihan kemarin,mas Rommy?” tanya Coach Barda ramah.
“Badan pegel semua, kak,” jawab Rommy.
“Tenang aja, semingguan paling hilang kok, buat latihan terus aja,” kata Coach Barda. “Sore ini kita latihan footwork.
Barda menepuk tangan beberapa kali memberi semangat anak-anak latihan. Selain 20an anak Kelelawar Hitam termasuk Rommy, juga ada member lain yang ikut latihan.
Tiba-tiba ada cewek pakai sweater dan celana training, rambutnya dikucir datang ke sasana itu. Mauren!
“Ngapain kamu ke sini, Ren?” Tanya Rommy kaget.
Mauren juga kaget, ternyata Mauren juga latihan di sini.
“Aku baru join di sasana ini beberapa hari, kalau di Manado aku latihan privat sama seorang mantan petinju profesional sudah dua tahunan,” kata Mauren.
“Loh bukannya kamu latihan karate’tanya Rommy.
“Semua bela diri aku pelajarin, Rom,” jawab Mauren.
“Sore Mauren. Segera pemanasan, shadow boxing 3 ronde, pukul samsak 3 ronde dan latihan memukul punching mitt selama 3 ronde, lalu nanti sparring sama saya 3 ronde,” kata Coach Barda kepada Mauren.
“Mateng gue… Mauren ternyata udah jago tinju pula! Mana gua baru dua kali latihan gini,” kata Rommy dalam hati.
Mauren segera melakukan senam dan sit up serta push up selama setengah jam, lalu dia mengenakan sarung tinjunya dan mulai mukul samsak. Dari gerakan dan cara mukulnya kelihatan dia sudah latihan tinju bertahun-tahun. Kalau sparring sekarang melawan Rommy, bisa dipastikan Rommy akan KO dalam 30 detik pertama di ronde 1!
Rommy pura-pura tidak memperhatikan Mauren, dia menyibukkan dirinya latihan footwork. Tapi dia mencuri-curi pandang melihat latihan Mauren yang udah kaya petinju profesional banget.