NovelToon NovelToon
Bernafas Tanpamu

Bernafas Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Udara terasa berbeda hari itu lebih berat, lebih sunyi. Ia mengucapkan sebuah kalimat yang telah lama ia simpan, berharap waktu masih cukup untuk mendengarnya kembali.

Tak ada balasan.

Hanya diam yang terlalu lama untuk diabaikan.

Detik demi detik berlalu tanpa perubahan, seakan sesuatu telah bergeser tanpa bisa dikembalikan. Kata cinta itu menggantung, tidak jatuh, tidak pula sampai, meninggalkan pertanyaan yang tak terjawab.
Apakah kejujuran memang selalu datang terlambat?

Atau ada perasaan yang memang ditakdirkan untuk tak pernah didengar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Fragility of Hope

Langit tidak pernah benar-benar peduli pada mereka yang hancur. Bagi Liora Elowyn, perjalanan pulang dari gedung Caelum Empire adalah perjalanan menuju pemakamannya sendiri. Di dalam bus kota yang sesak, ia berdiri di pojokan, mencoba menyembunyikan wajahnya yang sembab. Orang-orang di sekitarnya menutup hidung, mungkin mencium aroma hujan dan kesedihan yang melekat pada pakaian basahnya.

​Ia baru saja kehilangan pekerjaannya. Satu jam setelah kejadian di ruang rapat itu, sebuah pesan singkat dari manajernya masuk: "Liora, jangan datang lagi besok. Tuan Leo tidak ingin melihatmu di area mana pun yang berafiliasi dengan perusahaannya. Maaf, kami tidak bisa melawan dia."

​Hanya begitu. Satu kalimat dari pria asing bernama Leo, dan seluruh pondasi hidup Liora yang ia bangun dengan keringat selama tiga tahun runtuh seketika.

​Liora berjalan menyusuri gang sempit menuju kostnya. Langkahnya terhenti saat melihat setumpuk barang berserakan di depan pintu kayu yang kusam.

​Kardus berisi buku-buku kuliahnya yang sudah menguning, bantal tipis yang sudah kempes, dan beberapa potong pakaian yang diletakkan di dalam kantong plastik hitam. Semuanya tergeletak di atas tanah yang becek.

​"Ibu Kos..." suara Liora tercekat saat melihat wanita paruh baya itu berdiri di depan pintu dengan tangan bersedekap.

​"Sudah dua bulan, Liora. Saya tidak bisa kasih toleransi lagi," ucap wanita itu tanpa menatap matanya. "Barang-barangmu sudah saya keluarkan. Silakan cari tempat lain."

​"Tapi saya baru saja kehilangan pekerjaan, Bu... Tolong, beri saya satu malam saja. Di luar sedang hujan," rintih Liora. Ia memohon, lesung pipi yang biasanya menghiasi wajah manisnya kini tertutup oleh isak tangis yang memilukan.

​"Itu bukan urusan saya. Hidup memang keras, Nak. Jangan jadi beban buat orang lain."

​Pintu dibanting.

​Liora berdiri mematung di tengah hujan yang kembali turun. Ia berjongkok, memeluk kantong plastik berisi pakaiannya. Di bawah lampu jalan yang berkedip-kedip, ia tampak seperti serangga kecil yang sedang menunggu untuk diinjak. Ia tidak punya orang tua untuk mengadu, tidak punya teman untuk berbagi duka. Ia benar-benar sendirian di dunia yang luas ini.

​Di saat yang sama, sebuah mobil mewah meluncur pelan melewati gang itu karena jalan utama sedang dialihkan akibat banjir. Di kursi belakang, Leo Alexander Caelum menatap keluar jendela dengan bosan.

​Matanya yang tajam menangkap sesosok gadis yang sedang bersimpuh di tanah, memeluk barang-barangnya di tengah hujan deras. Cahaya lampu jalan yang redup memperjelas wajah pucat itu.

​Itu dia. Gadis dengan lesung pipi yang tadi siang ia injak harga dirinya.

​Leo menurunkan sedikit kaca mobilnya. Aroma udara basah dan kemiskinan menyeruak masuk. Ia melihat Liora sedang mencoba menyelamatkan sebuah buku kuliah yang terjatuh ke dalam genangan air. Gadis itu menangis begitu hebat hingga bahunya berguncang.

​"Tuan, haruskah kita berhenti?" tanya sopirnya yang merasa iba melihat pemandangan tragis itu.

​Leo menatap Liora selama beberapa detik. Tak ada kilat kasihan di matanya. Yang ada hanyalah rasa jijik yang mendarah daging. Baginya, pemandangan di depannya adalah bukti betapa lemahnya manusia jika tidak memiliki kekuasaan.

​"Untuk apa?" suara Leo terdengar seperti es yang pecah. "Dia hanya sedang menerima apa yang pantas ia dapatkan. Orang lemah memang ditakdirkan untuk hancur."

​Leo kembali menaikkan kaca mobilnya, menutup rapat suara tangisan Liora yang menyayat hati. "Jalan terus. Jangan buang waktuku hanya untuk menonton drama murahan seperti ini."

​Mobil itu melaju, memuncratkan air kubangan tepat ke arah Liora, membasahi wajahnya, menghapus air matanya dengan air kotor dari jalanan. Liora hanya diam. Ia bahkan tidak punya tenaga lagi untuk marah.

​Ia menatap ke arah mobil yang menjauh. Ia tahu siapa di dalamnya. Ia tahu pria itulah yang merenggut segalanya darinya hanya dalam hitungan jam.

​Liora menarik napas yang sangat sesak. Paru-parunya terasa seperti diisi oleh air raksa. Sangat berat. Sangat menyakitkan.

​"Leo Alexander Caelum..." bisiknya dengan bibir yang membiru karena kedinginan. "Kau benar. Bernapas tanpamu itu berat, tapi bernapas di duniamu... jauh lebih mematikan."

​Malam itu, di bawah guyuran hujan, Liora Elowyn belajar satu hal: Di dunia ini, kecantikan dan kebaikan adalah kutukan jika kau tidak memiliki uang untuk melindunginya.

​"Liora baru menyadari bahwa kemiskinan bukan hanya tentang tidak punya uang, tapi tentang tidak punya hak untuk merasa sedih di depan orang lain. Bagi Leo, menghancurkan Liora hanyalah statistik. Namun bagi Liora, hancur adalah satu-satunya kenyataan yang ia miliki."

1
brawijaya Viloid
Thorr update setiap harii bintang 6 untuk author 🥰🥰
Ra H Fadillah: "Wow, terima kasih atas rating bintang 5 nya 💞! 🙏 Rasanya senang banget ceritanya bisa menyentuh hati kamu. Kalau penasaran dengan kisah lain yang penuh emosi dan drama, aku baru saja merilis ‘Breathing Without You’. Siap-siap terbawa perasaan, ya!"
total 1 replies
Anonymous
mo nangiss bgt wajib baca sihh 😢
Anonymous
jgn ngagantung dong authro plis 😭
Anonymous
awas menyesal leo 🥺
Anonymous
seru bgt mo nangisss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!