-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 : Melindungi Sherly
“Tuan Jeremy.. Kenapa anda menampar saya ??” Lea menatap tidak percaya dengan perilaku Jeremy, sementara lawan bicaranya hanya memberikan tatapan yang begitu tajam ke arahnya.
“Saya mengerti anda mencintai kekasih anda, tapi-”
“Aku mengenal kekasihku sendiri !! Dan berani sekali kau mengatainya dengan sebutan tidak pantas.” Ujar Jeremy dengan nada dingin, membuat Lea memberikan tatapan sedikit takut.
Sherly kemudian melangkahkan kakinya ke arah Jeremy, membuat lelaki itu menoleh ke arah kekasihnya, dan tatapannya kini berubah. Tidak ada tatapan tajam, hanya ada tatapan lembut dan penuh kasih ke arah Sherly. Jeremy bahkan mendekap pipi Sherly dengan kedua tangannya.
“Sayang, kau baik-baik saja ?? Apa kau terluka ??” Tanya Jeremy dengan nada lembut, dan itu hampir membuat semua orang yang ada di sana, terkejut bukan main. Seorang Jeremy ?? Berperilaku lembut ?? Oh, apakah ini keajaiban dunia ?!
Mereka mengenali sosok Jeremy, adalah pribadi yang keras, dingin, dan hampir tidak tersentuh. Sifat arogan yang dia miliki, membuat beberapa orang sedikit takut dan was-was.
“Tuan Jeremy, hanya karena dia adalah kekasih anda, bukan berarti anda bisa menutup mata atas perilakunya pada putriku !!”
Jeremy melirik ke arah lelaki tua yang terlihat tidak suka perlakuan Jeremy kepada putrinya, tapi Jeremy hanya memberikan tatapan datarnya, dan kemudian melepaskan dekapannya pada Sherly, mengubah posisinya menghadap ke arah lelaki tua itu.
“Tuan Scott.. Anda pikir saya sebodoh itu, untuk bisa terjebak pada permainan rendahan anda ?!” Ujar Jeremy menaikkan satu alisnya, sambil tersenyum miring.
“Apa maksud anda ?! Putri saya terluka begitu parah, dan anda berpikir saya sedang menjebak anda ?!”
“Perlu anda tahu, aku memiliki banyak musuh. Dan aku sudah mempersiapkan semuanya, jadi jangan harap aku mempercayaimu.” Ujar Jeremy sempat melirik ke arah seseorang di antara keramaian di sekitarnya, mata Jeremy menangkap salah satu musuh bebuyutannya ada di antara mereka, Damiel yang juga berdiri menatap ke arah Jeremy.
“Vanny, kemari.”
Vanny segera mendekati Jeremy, dan menundukkan tubuhnya perlahan. Jeremy kemudian mengangkat tangannya seakan menunjuk Vanny di hadapan semua tamu.
“Aku sudah menyiapkan salah satu tangan kanan terbaikku, untuk menjaga kekasihku. Vanny, tidak hanya menjaga secara fisik, tapi dia juga menyimpan alat perekam suara, juga kamera tersembunyi di seragamnya.” Ujar Jeremy memberikan penjelasan kepada semua tamu, sekaligus untuk membuktikan jika Sherly tidak bersalah.
Jeremy kemudian melirik ke arah Lea yang sudah memucat mendengarkan penjelasan dari Jeremy, tidak pernah dia sangka. Rupanya Jeremy jauh lebih cerdik daripada yang dia pikirkan.
“Jika kau bersikeras mengatakan kekasihku telah menyakitimu, maka aku bisa melaporkanmu ke polisi atas pencemaran nama baik, dan menghancurkan perusahaan kecilmu itu !! Aku memiliki bukti rekaman, yang bisa menunjukkan apakah kau benar-benar mendapatkan kekerasan fisik dari kekasihku atau tidak.” Ujar Jeremy tersenyum miring, Lea langsung terduduk lemas mendengarkan ancaman dari Jeremy.
“Tuan Jeremy..”
“Dan kau, Tuan Scott ! Jika kau dan putrimu mengusik kekasihku, maka aku akan menghancurkan kalian di tanganku, ingat itu !!” Jeremy langsung menunjuk ke arah ayah dari Lea, dan memberikan nada ancaman yang tidak main-main. Jeremy tidak akan memberikan nada suara yang tinggi, tapi dia akan mengancam seperti ular, nada rendah dan penuh penekanan.
“Itu juga berlaku untuk kalian semua, tanpa terkecuali.” Jeremy melanjutkan ancamannya, dengan mata melirik ke arah Damiel, tapi hanya di berikan senyuman miring merendahkan dari Damiel, seakan dia tidak takut dengan ancaman dari Jeremy.
Melihat situasi semakin memanas, membuat Sherly meraih salah satu tangan Jeremy, lelaki itu menoleh ke arah kekasihnya.
“Remy~ sudah..” Ujar Sherly dengan sedikit takut dan merasa tidak nyaman dengan situasi yang terjadi. Jeremy tersenyum kecil, dia kemudian menarik Sherly hingga berada di pelukannya.
Sherly menerima pelukan nyaman itu, dia bahkan masuk dan menenggelamkan wajahnya pada dada Jeremy. Membuat semua tamu yang ada di sana, tersenyum melihat keromantisan Jeremy dan Sherly, bahkan pemandangan itu membuat Damiel merasa tidak suka dan cemburu.
Tapi di tengah situasi yang romantis itu, Jeremy merasakan sesuatu, instingnya mulai bekerja. Tangan Jeremy melepaskan pelukan Sherly, dan secara cepat, mengangkat tangannya menangkap sesuatu yang bergerak begitu cepat.
Semua tamu membulatkan matanya, dan menahan nafas mereka, saat melihat tangan Jeremy menangkap pisau yang terlempar dan mengarah pada Sherly. Sementara wanita cantik yang berada di dekapan Jeremy mengangkat kepalanya, dan menoleh matanya terkejut melihat mata pisau yang begitu dekat pada wajahnya, bahkan hanya berjarak beberapa inchi saja, pisau itu sudah menusuk kepalanya.
“Woah... Apakah kejutanku membuat kekasihmu jantungan ?? Maafkan aku~”
Para tamu melihat sosok lelaki yang memakai jas abu-abu, matanya berwarna merah kecokelatan dan rambutnya berwarna pirang, tapi sedikit cokelat di bagian ujungnya. Lelaki itu menyeringai licik menatap ke arah Jeremy.
“Noah Fadreline.” Desis Jeremy dengan penuh penekanan menyebutkan nama musuhnya yang lain.
“Owh~ Aku terharu, kau masih mengingatku rupanya.” Ujar Noah memberikan suara sok ramah kepada Jeremy.
Noah kemudian menjatuhkan pandangannya ke arah Sherly, dan tersenyum miring menatap wanita di dekapan Jeremy. Sontak, Sherly menyembunyikan wajahnya karena takut dengan lelaki yang berdiri berseberangan dengannya.
“Dia sangat cantik~ Kau sangat pintar mencari kekasih, bukan ??” Ujar Noah dengan nada liciknya, membuat Jeremy terlihat tidak suka. Apalagi Noah terus melihat ke arah kekasihnya.
“Berhenti menakuti kekasihku !! Kau membuatnya takut.”
“Tenang saja, aku tidak hanya akan membuatnya ketakutan, tapi juga mengerang dan mend*sah di bawahku-”
Prang !!!
Jeremy menjatuhkan pisau di tangannya, menimbulkan suara yang cukup keras sehingga membuat Noah menghentikan suaranya, dan terkekeh pelan. Dia tahu, jika Jeremy sangat marah karena ucapannya mengenai Sherly.
“Sekali lagi, kau membicarakan kekasihku, maka aku akan menghancurkan wajah dan mulutmu !”
“Owh~ Aku menunggumu, Tuan Jeremy Chadwick~” Ujar Noah tersenyum licik, menanggapi ancaman dari Jeremy.
...
Jeremy menggenggam setir mobilnya dengan kencang, seakan menahan rasa emosi di dalam dirinya. Sherly yang ada di sebelahnya, sedikit takut dengan kekasihnya yang terlihat ingin membunuh orang-orang melalui tatapannya.
“Re.. Remy..”
Jeremy menutup matanya, mencoba mengendalikan emosinya, menarik nafas dalam dan mengeluarkannya. Dia kemudian membuka matanya kembali, dan menoleh ke arah Sherly, dengan tatapan yang lembut.
“I'm sorry baby... Does I make you scared ??” (Aku minta maaf sayang.. Apa aku membuatmu takut ??)
Sherly mendengarkan suara Jeremy mulai melunak, wanita itu tersenyum kecil dan kemudian mendekati Jeremy.
“It's okay, I'm understand..” (Tidak apa, aku mengerti..)
Jeremy tersenyum mendengarkan suara dari kekasihnya, dia kemudian melepaskan sabuk pengamanannya.
Sherly bingung saat, Jeremy juga membuka sabuk pengamannya, dan tangan lelaki itu memeluk tubuhnya, tapi sedetik kemudian tangan Jeremy mengangkat Sherly dan memangku wanita itu di atas kedua kakinya.
“Remy~”
Jeremy tidak menjawab apapun, dan hanya mengecupi kening Sherly berkali-kali dengan gemas. Membuat Sherly tertawa kecil karena merasa geli, dengan sentuhan itu.
“Maafkan aku.. Aku tidak tahu, jika bertemu dengan lelaki itu, akan membuatku sangat kesal.” Ujar Jeremy menghentikan kecupannya, dan membelai rambut Sherly.
“Siapa dia ??” Tanya Sherly dengan bingung karena melihat aura permusuhan antara Jeremy dan lelaki bernama Noah itu.
“He's my ex-bestfriend..” (Dia mantan sahabatku.)
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
..