NovelToon NovelToon
Mas Kapten, Ayo Bercerai!

Mas Kapten, Ayo Bercerai!

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Lima tahun lalu, malam hujan hampir merenggut nyawa Kapten Shaka Wirantara.
Seorang wanita misterius berhelm hitam menyelamatkannya, lalu menghilang tanpa jejak. Sejak malam itu, Shaka tak pernah berhenti mencari sosok tanpa nama yang ia sebut penjaga takdirnya.

Sebulan kemudian, Shaka dijodohkan dengan Amara, wanita yang ternyata adalah penyelamatnya malam itu. Namun Amara menyembunyikan identitasnya, tak ingin Shaka menikah karena rasa balas budi.
Lima tahun pernikahan mereka berjalan dingin dan penuh jarak.

Ketika cinta mulai tumbuh perlahan, kehadiran Karina, gadis adopsi keluarga wirantara, yang mirip dengan sosok penyelamat di masa lalu, kembali mengguncang perasaan Shaka.
Dan Amara pun sadar, cinta yang dipertahankannya mungkin tak pernah benar-benar ada.

“Mas Kapten,” ucap Amara pelan.
“Ayo kita bercerai.”

Akankah, Shaka dan Amara bercerai? atau Shaka memilih Amara untuk mempertahankan pernikahannya, di mana cinta mungkin mulai tumbuh.

Yuk, simak kisah ini di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Kenapa hanya selalu aku yang salah?

Pagi itu, udara di lantai atas gedung Wirantara Air terasa dingin dan tajam nyaris seperti hawa yang dibawa oleh langkah Amara ketika ia keluar dari lift, diikuti oleh Zico yang menenteng map tebal berisi berkas kerja sama.

Raut wajah Amara datar, profesional. Tidak ada lagi rona lembut seperti dulu, hanya sorot tegas dari seorang wanita yang tahu posisinya kini jauh lebih kuat daripada sebelumnya.

“Selamat pagi, Nona Amara,” sapa Haris, asisten pribadi Shaka, begitu mereka tiba di depan ruang CEO. “Kapten Shaka masih di ruang rapat, beliau minta Nona dan Pak Zico menunggu di ruangannya.”

Amara hanya mengangguk. “Baik.”

Begitu Haris membuka pintu, mereka berdua melangkah masuk. Namun, suasana dingin itu seketika berubah ketika Karina muncul dari arah meja resepsionis pribadi Shaka, mengenakan dress putih lembut yang kontras dengan senyum sinis di bibirnya.

“Oh, aku kira yang datang tamu penting,” ujarnya dengan nada tajam. “Ternyata cuma ... Nona Amara, istri yang belum juga sadar diri meskipun sudah ditinggalkan.”

Zico menoleh cepat, tapi Amara hanya diam. Wajahnya tenang, seolah kata-kata itu hanya angin lalu. Namun Karina tidak berhenti di situ. Ia melangkah lebih dekat, melipat kedua tangannya di depan dada.

“Masih saja datang ke sini setiap hari ya? Aku pikir kamu sudah paham, perceraian itu hanya tertunda karena kamu sedang hamil saja mbak Amara.” Suaranya merendah, namun cukup keras untuk menusuk. “Dan jujur saja, Mas Shaka bahkan tidak peduli siapa ayah dari anak yang kamu kandung itu.”

Sekilas, mata Zico berkilat tajam, tapi Amara menahan dengan isyarat halus. Ia menarik napas panjang, mencoba mengabaikan. Tapi Karina tampaknya menikmati setiap detik dari penghinaan itu.

“Oh iya,” lanjut Karina dengan tawa kecil yang penuh sindiran. “Lucu sekali kamu masih pakai baju itu. Kamu tahu nggak, baju itu sebenarnya bukan buat kamu.”

Amara berhenti menatap dokumen di tangannya.

Matanya perlahan beralih ke wajah Karina. “Maksudmu?”

Karina tersenyum puas, melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya sejengkal.

“Itu baju yang Mas Shaka belikan waktu dia pulang dari perjalanan bisnis ke Jepang. Awalnya dia belikan untukku, tapi katanya kebesaran di bahuku. Jadi, aku bilang saja ... berikan pada istrimu, biar tidak mubazir.”

Zico menatap Karina dengan dingin, tapi Amara masih diam. Namun di balik ketenangan itu, kedua tangannya mulai terkepal di sisi tubuh.

“Sayang sekali, ya,” lanjut Karina dengan nada merendahkan, “kau bahkan tidak tahu hadiah pertamamu itu sebenarnya hanya sisa yang ditolak.”

Ia menatap ke arah dada Amara, di mana bros berbentuk sayap kecil tersemat di sana. “Dan bros itu ... kalau boleh jujur, itu juga pilihan...”

Belum sempat Karina menyentuh bros itu, Amara menepis tangannya keras.

“Jangan sentuh aku!”

Karina terhuyung sedikit, terkejut, tapi tatapannya berubah tajam seperti pisau. Zico melangkah maju, siap melindungi Amara kalau situasi memburuk.

Namun di detik yang sama, pintu ruang CEO terbuka lebar. Suara berat dan dingin milik Shaka terdengar dari ambang pintu.

“Amara!”

Amara menoleh kaget, Haris berdiri di belakang Shaka dengan wajah tegang, sementara Karina cepat-cepat memegang pergelangan tangannya yang tadi ditepis, seolah sedang terluka.

Shaka bersuara lagi, kali ini lebih keras, penuh amarah,

"Apa yang kamu lakukan, Amara?!" Gema suara itu memenuhi seluruh ruangan.

Amara menatapnya, tidak menunduk, tidak gentar. Tapi di matanya, tampak jelas satu hal, kekecewaan yang nyaris menenggelamkan logika. Bahkan, kedua tangannya terkepal.

1
Ning Suswati
jgn sampai karinanya dibunuh, biar tau rasanya disiksa lahir dan bathin, dan biarkan dia memohon untuk dibunuh,
Ning Suswati
siapa lagi dirga,
Ning Suswati
ada2 saja kaya gk ada laki2 lagi di dunia ini, dasar kunti laknat, semoga amara selalu didepan🤭
Ning Suswati
emangnya saka bisa apa, waktu ada gangguan di perusahaan wirantara aja amara yg segera bertindak, laupun dia sdh memutuskan untuk bercerai, tapi tetap peduli dg shaka, dan shaka tetap tdk mengakui, boro percaya apa yg sdh dilakukan amara pada perusahaannya, yg dufikirannya cuma nek kunti
Ning Suswati
ya begitulah sakitnya perempuan, bibir bisa memafkan tapi sulit untuk bisa melupakan, bayangkan karena hasutan nek kunti, sampai tdk mengakui anak yg dikandung amara dan banyak lagi, kata2, prilaku yg menyakitkan, lebih percaya orang lain daripada menggunakan otaknya sendiri, aq jadi curhat nih, karena itu aq merasakan
Ning Suswati
ya terserah amara lah, dia yg merasakan, orang lain hanya bisa menasehati dan memberi masukan, tapi gk pernah merasakan pada posisi amara selama 5 thn di sia2kan suami dan berjuang sendiri.
Ning Suswati
ya tuhan semoga amara segera selamat, amara hukan orang biasa kan, paati ada cara untuk bertindak dan menyelamatkan diri
Ning Suswati
semua nya yergantung taqdir, kalau memang bukan jodoh ya paling tidak jgn masuk ke lobang yg sama
Bulan Hampa
sengaja langsung lihat bab ahir kirain benar cerai, gajadi deh.
Ning Suswati
aq suka keputusan amara, laki2 tdk akan pernah berubah total, kalau ada maunya, ber baik2, tapi akan mengulanginya lagi
Ning Suswati
semua kehancuran keluarga saka, ortunya sendiri yg membuat nasib rumah tangga anaknya se hancur2nya, sdh tau ada kunti di dln rumah tapi diam selama ber thn2,
Ning Suswati
sama dong kayanya plan plin plen, sdh basi, emang masih ingin disakiti kembali, laki2 gk akan berubah, kecuali apa y🤔
Ning Suswati
kok zico yg jadi pelampiasan, emangnya ciuaman belum tuntas, sok2an merasa gagah, tapi dikadali laki2 dodol masih aja nyosor.
Ning Suswati
woooiiiii sdh pisah masih aja bikin masalah, selama ini kemana aja gk pernah membela dan percaya sama isteri sendiri, sekarang didekati laki2 lain sewot aja lho, sinting gila miring🤭
Fitri Guntoro
lanjut thor gantung banget deh
Ning Suswati
keegoisan ortu selalu dg nafsu tanpa perasaan, apa imbas dari keegoisan mereka
Ning Suswati
gk malu apa keluarga wirantara masih menyebut cucuku, selama ini kemana aja, membiarkan ular menyebarkan racun dlm rumah tapi tetap diam, pengausaha apa, pengusaha kotoran kali y🤔, biasanya pengusaha itu selalu berfikir dan bertindak, bukan diam seribu kata
Ning Suswati
seringkali kejadian ceritanya seperti ini, terus katanya tdk ingin lagi ketemu, masih ada rasa peduli, tapi apa lukanya amara sdh sembuh, terlalu baik juga jgn
Ning Suswati
terus siapa perempuan dan suaminya yg membela anak dan isterinya, tanpa tau masalah
Ning Suswati
yah kalamaan sampe 5 thn lagi2 5 thn, gk ada kata lain apa y, dan td siapa wanita yg ingin memukul azril, apakah nek kunti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!