NovelToon NovelToon
The Fault In Our Secrets

The Fault In Our Secrets

Status: tamat
Genre:Ketos / Duniahiburan / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:10
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Di dunia yang penuh sandiwara, kebenaran adalah satu-satunya hal yang paling berbahaya."
Bagi semua orang di SMA Garuda, Jenny adalah definisi kesempurnaan. Sebagai ketua pemandu sorak yang ceria dan ramah, hidupnya tampak lengkap dengan kehadiran Jonathan, ketua OSIS yang kaku namun romantis, serta Claudia, sahabat yang selalu ada di sisinya. Jenny memiliki segalanya—atau setidaknya, itulah yang ia percayai.
Namun, di balik pintu ruang OSIS yang tertutup dan senyum manis para sahabat, sebuah pengkhianatan sedang tumbuh subur. Jonathan yang ia puja dan Claudia yang ia percaya, menyembunyikan api di balik punggung mereka.
Hanya satu orang yang berani mengusik "gelembung" bahagia milik Jenny: Romeo. Sang kapten tim voli yang kasar, red flag, dan rival bebuyutan Jenny sejak hari pertama. Romeo benci kepalsuan, dan ia tahu betul bahwa mahkota yang dipakai Jenny sudah retak sejak lama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Suasana ruang ganti pemandu sorak yang biasanya dipenuhi aroma parfum berry dan bedak tabur, seketika berubah menjadi pengap oleh amarah yang mendidih. Jenny berdiri mematung di depan lokernya yang terbuka lebar. Di tangannya, ia mencengkeram kain yang sudah tak berbentuk.

Itu adalah rok pemandu sorak kebanggaannya. Rok biru navy dengan lipatan putih yang selalu ia setrika dengan teliti setiap malam, kini tercabik-cabik. Ada bekas guntingan kasar di mana-mana, dan yang lebih menjijikkan, ada coretan lipstik merah menyala bertuliskan: "PEMBOHONG" di bagian depannya.

"Si... siapa yang ngelakuin ini?" suara Jenny bergetar, bukan karena sedih, tapi karena tangannya menahan amarah yang luar biasa hebat.

Matanya menyapu ruangan. Tidak ada orang lain di sana. Namun, otaknya langsung memutar satu nama secara otomatis. Nama yang sudah menjadi duri dalam hidupnya selama berminggu-minggu. Claudia.

Tanpa membuang waktu, Jenny melemparkan kain rusak itu ke lantai dan berlari keluar. Ia tidak peduli lagi dengan citra "ramah dan sopan" yang selalu ia jaga. Saat ini, yang ada di kepalanya hanyalah perhitungan yang belum tuntas.

Jenny menyusuri lorong kelas 12 dengan langkah lebar yang menghentak. Di ujung koridor dekat tangga, ia mendengar suara yang sangat ia benci. Suara tawa yang melengking tinggi dan penuh kemenangan.

"Lo harus liat mukanya nanti pas mau latihan, Lis. Pasti dia bakal nangis bombay!" Claudia tertawa sambil menutup mulutnya, bersandar pada tembok loker.

"Gue emang puas banget. Biar dia tau rasa, jangan pernah macem-macem sama milik orang lain," sahut Lisa dengan senyum sinisnya.

Mata Jenny menggelap. "Puas ketawa?!"

Suara Jenny yang menggelegar membuat tawa kedua gadis itu terhenti seketika. Claudia dan Lisa menoleh, wajah mereka menunjukkan keterkejutan sesaat sebelum kembali berubah menjadi tatapan meremehkan.

"Eh, ada Little Miss Sunshine. Gimana? Suka sama kejutan di loker lo?" tanya Claudia dengan nada mengejek yang sangat kental.

Jenny berjalan mendekat dengan aura yang sangat mengintimidasi. "Lo mau main-main sama gue ya, jalang?"

"Apa lo bilang?!" Claudia baru saja hendak membuka mulut untuk membalas, namun ia tidak memiliki kesempatan.

Dengan kekuatan penuh, Jenny menerjang maju. Tangannya bergerak secepat kilat, mencengkeram segenggam penuh rambut panjang Claudia yang baru saja dicat mahal itu. Jenny menariknya ke bawah dengan sentakan keras, membuat tubuh Claudia limbung dan meronta-ronta kesakitan.

"AWWW! LEPASIN! JENNY, SAKIT!" jerit Claudia histeris. Ia mencoba melepaskan cengkeraman tangan Jenny, tapi amarah telah memberikan Jenny kekuatan berkali-kali lipat.

"Sakit? Ini belum seberapa dibanding rasa jijik gue liat muka lo tiap hari!" bentak Jenny. Ia menarik rambut Claudia lebih kencang, memaksa gadis itu mendongak menatap matanya yang penuh bara. "Lo gunting rok gue? Lo pikir itu bakal bikin gue berhenti? Lo pikir lo menang karena udah tidur sama Jonathan?!"

Lisa yang berada di samping mereka mencoba melerai, namun ia justru terdorong oleh sikut Jenny hingga terbentur loker besi. "Jangan ikut campur lo, Lisa! Urusin pacar lo yang nggak pernah cinta sama lo itu!"

Siswa-siswi yang baru saja keluar kelas mulai berkerumun. Mereka terperangah melihat Jenny yang selama ini dikenal sebagai "malaikat sekolah" kini sedang menjambak Claudia seperti orang kesurupan.

"Jen, lepasin! Malu diliatin orang!" teriak Claudia sambil menangis, tangannya mencoba mencakar lengan Jenny.

"Malu? Lo masih punya urat malu setelah semua yang lo lakuin?!" Jenny menyeret Claudia beberapa langkah menuju tengah koridor agar semua orang bisa melihat. "Denger semuanya! Cewek ini nggak cuma selingkuh sama cowok gue, dia juga pengrusak barang orang lain karena dia iri! Dia iri karena meskipun dia udah dapet Jonathan, dia tetep ngerasa sampah dibanding gue!"

"LEPASIN, JENNY!" tiba-tiba sebuah suara bariton terdengar dari kejauhan. Jonathan berlari mendekat, wajah kakunya tampak penuh kecemasan melihat Claudia disiksa.

Jonathan mencoba menarik tangan Jenny dari rambut Claudia. "Berhenti, Jen! Kamu kayak orang kesurupan! Malu-maluin jabatan kamu sebagai ketua cheers!"

Jenny melepaskan rambut Claudia dengan sentakan kasar hingga gadis itu tersungkur di lantai koridor yang kotor. Jenny berbalik menatap Jonathan dengan napas yang memburu.

"Jabatan? Lo bicara soal jabatan ke gue setelah lo sendiri diusir dari OSIS kayak sampah?" Jenny tertawa sinis, menunjuk Claudia yang sedang menangis sesenggukan sambil memegang kepalanya. "Liat peliharaan lo ini, Jo. Dia gunting seragam gue. Dia main kotor karena dia nggak punya nyali buat lawan gue secara terhormat!"

Jonathan membantu Claudia berdiri, namun matanya tidak berani menatap Jenny. "Kita bisa bicarain ini baik-baik, nggak perlu pakai kekerasan."

"Nggak ada lagi bicara baik-baik buat pengkhianat," ucap Jenny tajam.

Di tengah kerumunan yang semakin padat, Romeo muncul. Ia membelah kerumunan dengan santai, tangan kirinya membawa bola voli. Ia berdiri tepat di belakang Jenny, seolah-olah menjadi tembok kokoh bagi gadis itu.

"Ada pesta apa nih? Kok gue nggak diundang?" tanya Romeo dengan seringai tipisnya. Ia melirik Claudia yang berantakan dan Jonathan yang tampak tak berdaya.

"Romeo, liat apa yang dilakuin cewek ini sama Claudia!" adu Lisa sambil berlari ke arah Romeo, berharap pacarnya itu akan membelanya.

Romeo melirik Lisa dingin, lalu menatap Jenny yang masih penuh dengan amarah. "Gue liat kok. Dan gue rasa, kalau seragam gue dirusak, gue bakal lakuin hal yang lebih parah dari sekadar jambak rambut."

"Romeo! Kamu kok malah belain dia?!" Lisa berteriak frustrasi.

"Gue belain yang punya otak," sahut Romeo singkat. Ia menaruh tangannya di pundak Jenny, sebuah gerakan yang sangat posesif hingga membuat Jonathan mengepalkan tangannya. "Udah, Jen. Nggak usah kotorin tangan lo buat sampah plastik kayak gini. Mending lo ikut gue sekarang."

Jenny menatap Jonathan dan Claudia untuk terakhir kalinya. "Besok, gue mau ada rok baru di loker gue. Kalau nggak, gue bakal bawa potongan rok yang lo gunting itu ke meja kepala sekolah beserta bukti CCTV yang udah gue minta ke satpam tadi pagi."

Jenny berbohong soal CCTV, namun gertakannya berhasil membuat Claudia gemetar ketakutan.

Romeo menarik Jenny menjauh dari kerumunan itu. Saat mereka berjalan menjauh, Romeo berbisik pelan di telinga Jenny. "Lo keren tadi. Tapi tangan lo gemeteran, Little Miss Sunshine."

Jenny tidak menjawab. Begitu mereka sampai di area parkir yang sepi, seluruh pertahanan Jenny runtuh. Ia menyandarkan kepalanya di dada Romeo, napasnya masih belum stabil.

"Gue benci mereka, Rom... Gue benci banget sampai rasanya mau gila," bisik Jenny parau.

Romeo tidak berkata apa-apa. Ia hanya membiarkan Jenny bersandar padanya, sementara dari kejauhan, Angga yang baru saja ingin menghampiri Jenny terhenti di tempatnya, melihat kedekatan yang tidak biasa antara sang kapten voli dan mantan ratu sekolah itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!