Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 Tio bersalah
"Memaafkan kamu! Yang benar aja! Aku tidak sudi memaafkan kamu! Sebelum kamu di penjara! Dan segera merenungkan kesalahan apa yang baru saja kamu berbuat!" Tegasnya Chuzuru.
Bagaimana pun keadilan harus ditegakkan, dia tidak perduli, kalau Tio itu punya kebiasaan aneh.
"Padahal aku sudah minta maaf dengan tulus, apakah Ini belum cukup?" Ujar Tio, berharap dia bebas dari masalahnya, kalau tidak, kemungkinan buruknya adalah, dia kembali ke Negaranya.
Kalau hal itu sampai terjadi, dia tidak punya kesempatan lagi, untuk kembali ke Negara Jepang, dan merupakan Negeri impiannya. "Dasar Tio bodoh! Seharusnya kamu bisa menahan diri." Batin Tio, yang terus menyalahkan dirinya sendiri.
"Tidak pernah cukup, sebelum kamu di penjara, kamu harus tahu, keadilan harus ditegakkan, meskipun kamu melakukan kesalahan sekecil apapun! Apakah kamu telah mengerti?!" Tegasnya Chuzuru kepada Tio.
"Keliatannya emang wajib dipenjara deh." Batin Tio dalam keadaan pasrah.
"Kalau itu jalan terbaiknya, sebaiknya cepat lakukan! Jangan bertele-tele!" Jawaban Tio, yang begitu gagah berani.
Hal inilah Marzuki Pau, semakin khawatir, sekali lagi, dia memohon, agar Tio segera dibebaskan dari hukuman, itupun karena kasihan kepada Tio, karena sering tidur di tengah jalan. "Nona muda, jangan sampai dibawa ke pihak berwajib, lagipula dia sudah minta ampun, dan aku jamin, dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama!"
......................
Mendengar pernyataan Marzuki Pau, salah satu anggota ya, malah lain pendapat.
Atau bisa dibilang, dia sudah muak dan jijik terhadap Tio, yang suka bikin ulah berulang kali, sehingga dia berani berkata. "Jangan dengarkan perkataan Bos ku, dia itu bohong! Semua yang dia katakan, tidak ada yang benar."
Membuat Chuzuru semakin tertarik dengannya. "Emangnya kamu bisa buktikan? Kalau dia telah melakukan kesalahan yang sama, akhir-akhir ini." Balasan Chuzuru, dengan tatapan tajam.
"Aku bisa buktikan Nona muda." Jawaban Anggota Jasa pemotong, dan merupakan orang yang tidak suka kehadiran Tio berada di sini, dia pengen menyingkirkan dia segera, apapun caranya.
"Taiga... Berhentilah bicara omong kosong, kamu tahu, semua ini tidak benar!" Sela Marzuki Pau, padahal dulu, tidak ada begini kejadiannya.
Karena setiap kali dia maju membela Tio, seluruh Anggota yang dia punya, pada diam, bahkan mendukungnya.
"Bos... Berhentilah terus-terusan membela ya, kamu tahu sendiri, betapa buruknya Tio itu, kalau dia tidak ada, keutungan besar dan kepercayaan para Hunter kepada kita, seharusnya semakin meningkat!" Tanggapan Taiga, dalam kondisi marah besar.
Sedangkan Tio, sebagai dalang keladi masalah ini, dia justru sangat terkejut, bahwa sebagian kecil Anggota, merupakan orang tidak suka kepadanya. "Tekanan perasaan apa ini? Aku baru pertama kali, mengalami mencekam seperti ini, jadi begini rasanya telah berbuat salah, sehingga ada orang berusaha menyudutkan aku seperti ini." Batinnya.
Marzuki Pau, membujuk Taiga untuk berubah pikiran. "Taiga... Kamu tidak mengerti, betapa menderitanya dia, apakah kamu tidak merasa kasihan kepadanya?"
Sayangnya Taiga sulit dibujuk, maka dari itu, dia tegas berkata. "Kamu kasihan kepadanya! Dari pada kasihan kepada kami! Yang selalu melakukan pekerjaan di bawah perintahmu. Bos harus tahu, aku cukup sabar, atas ulah dia!"
"Tapi dia sudah minta ampun, dan mengakui kesalahannya, kita juga tahu, dia memiliki kebiasaan buruk, sulit dia hilangkan!" Ucapan Marzuki Pau, terus membujuk Taiga.
Pernyataan Marzuki Pau seperti ini, Anas sebagai pengawal Keluarga Handoyo, malah berkata. "Jadi menurutmu, dia sering melakukan kesalahan yang sama, dan selama ini sering dimaafkan, apakah begitu yang pengen kamu katakan?"
"Pak Marzuki, jadi kamu tahu kalau dia sering melakukan kesalahan." Timpal Chuzuru, untuk menekankan Marzuki Pau, agar dia segera mengakuinya.
Dengan berat hati, Marzuki Pau berkata. "Itu benar Nona muda, dia melakukan kesalahan yang sama. Tapi aku berusaha membujuk dia, agar dia, tidak melakukan hal buruk, dan dia tahu apa yang dia lakukan itu salah? Hanya saja, terus melakukan kesalahan yang sama. Dan keliatannya dia sudah kebiasaan, sehingga aku tidak tahu harus bagaimana?"
Tiba-tiba Tio bangkit dari sujud ya, dengan ketawa begitu keras, sambil berkata. "Kalian berdua cukup keren, aku pun sampai berpikir, Pak Marzuki itu berusaha melindungi aku, tidak ku sangka, kamu juga tidak menyukaiku, keliatannya, hari ini aku tidak bisa lolos iya."
"Apa yang kamu bicarakan? Kenapa kamu berani berkata begitu?" Tanya Marzuki Pau, karena dia merasa heran tindakan Tio saat ini, bukan ketakutan yang dia dapat, malah justru keberanian meningkat, hal inilah dia merasa heran terhadap Tio. "Anak ini... Kenapa dia tidak ada takut-takut ya? Biasanya kalau orang biasa, pasti sudah takut setengah mati." Batinnya, karena dari dulu, dia sudah mengalami hal aneh terhadap Tio.
......................
Salah satunya, dia cepat turun dari menara, padahal dia barusan habis telepon dari dia.
Bahkan tiga minggu yang lalu, Marzuki Pau, membuat dia, sama sekali tidak bisa mengerti, tentang Tio, disebabkan dia berhasil selamat, dari serangan wyvern ganas.
Karena saat itu, butuh enam jam, bagi para Hunter sampai di lokasi kejadian, dan Tio gagal melarikan diri dari sana.
Setelah Hunter sampai di lokasi, wyvern itu tiba-tiba sudah mati, dengan kondisi terhimpit dua gedung, sedangkan Tio, malah mengalami kaki terkilir.
Sambil terus berteriak minta tolong, agar dirinya segera di selamatkan.
Marzuki Pau melihat itu, sungguh tidak percaya, Bahwa Tio berhasil selamat. "Ini sungguh tidak mungkin, dia berhasil selamat, dia pria sungguh beruntung." Ucapannya.
Saat itu dia berpikir, bahwa Tio itu, sedikit beruntung, tapi berbeda, kejadian seminggu yang lalu, membuat dia berubah pikiran.
Malam sunyi yang lalu, dia tidak sengaja melihat Tio pergi sendirian, di tengah malam, dan dia ingin menyapanya.
Sebelum sempat dia sapa, dia melihat adegan mengejutkan dirinya, kejadian itu sekilas cepat, dan Marzuki Pau tahu betul, bahwa Tio sedang tinju udara kosong.
setelah melakukan gerakan kecil itu, entah kenapa? Salah satu gedung hancur, setelah berapa menit sesaat, ada menampakkan Monster Sihir Kadal bunglon, berkobar api biru muncul.
Saat itu Tio berkata santai. "Dasar bikin kaget saja."
"Dia menyadari hawa keberadaan Monster Sihir, jadi selama ini, dia membunyikan kekuatannya, betapa menakutkan dia." Bergumam Marzuki Pau dalam ketakutan, dan segera sembunyikan diri di semak-semak belukar, dan segera menutup mulutnya, agar dirinya tidak bersuara.
Karena dia tahu, Tio menyadari kehadirannya. "Tadi kurasa ada orang deh, atau mungkin perasaan aku saja, jangan-jangan sekitar sini banyak hantu, sebaiknya cepat pulang deh."
Pada akhirnya Tio putuskan cepat pergi dari sana, karena dirinya sangat takut keberadaan Hantu.
Membuat Marzuki sedang sembunyi merasa lega. "Aku hampir saja ketahuan."