NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Elara menahan napas, wajahnya memerah dengan mata yang berkaca-kaca.

Detik selanjutnya, ia menangis sambil berkata, "Kamu jahat, Mas. Kamu tega membentak aku ... padahal aku cuma mau mengatakan sudah sampai mana persiapan pernikahan kita. Aku minta maaf ... permisi." Elara melepas sabuk pengaman, mengambil tas kecilnya yang tadi ia simpan di dasbor.

Tangannya hendak membuka pintu mobil, namun Zavier menahannya dengan perkataan dan pelukan. "Ela, maaf. Aku kelepasan. Aku sungguh sedang kacau. Please ... kamu jangan marah."

Tanpa Zavier ketahui, Elara menyeringai samar. "Aku juga minta maaf. Aku mengaku salah karena membahas rencana pernikahan kita di waktu yang tidak tepat. Tapi demi Tuhan, Mas. Aku menyesal." Elara berbalik dan memeluk Zavier.

"Ya udah, sekarang aku akan mengantarmu pulang. Masalah tentang pernikahan kita ... kita bicarakan nanti saja, ya. Aku harus segera kembali ke rumah. Sebentar lagi tahlilan untuk Papa, dan aku ingin menghadirinya," ujar Zavier membujuk sambil melepas pelukannya di tubuh Elara.

"Iya. Kalau kamu sibuk ... aku pulang naik taksi saja," tolak Elara pura-pura mengalah. Padahal jauh di lubuk hatinya, ia sangat jengkel dan kecewa pada Zavier.

"Tidak, sayang. Kamu nggak boleh pulang naik taksi. Aku akan mengantarkanmu."

Elara mengangguk. "Makasih, Babe. Tapi aku boleh menyampaikan keinginanku tentang acara pernikahan kita, sedikit saja?"

Zavier menghela napas berat. "Apa, Ela?"

Elara mengulum senyum, bersorak heboh dalam hatinya. "Yess!" Kemudian barulah ia mengutarakan keinginannya. "Aku mau maharnya kalung dan cincin berlian, Babe. Sama mobil dan juga rumah."

Zavier memejamkan mata erat. Emosinya ingin meledak, tapi berusaha ia tahan. "Oke." Satu kata itulah yang keluar dari mulutnya.

"Makasih, Babe. Kamu memang lelaki yang paling pengertian." Elara memeluk Zavier dan memagut bibir pucat lelaki itu, menyesapnya bagai rokok. "Kamu mau main dulu, nggak?" desah Elara di sela ciumannya.

Jika Elara sudah mengeluarkan rayuannya, maka Zavier tak pernah bisa menolak. "Jangan di sini, Ela. Kita lakukan di apart-mu saja."

"Baiklah, sayang. Ayo jalankan mobilnya." Elara menyudahi pagutannya.

Zavier menghidupkan mobil dengan segera, memacu roda empat itu dengan kecepatan tinggi.

Dalam keadaan berkabung pun, hasratnya sungguh tak bisa dibendung.

Sementara itu di rumah duka, Zhea masih berusaha menghibur Rindu dan Arin yang setia meratapi kepergian Soni.

"Ma, Arin ... kalian kuat. Kalian pasti bisa. Allah sayang banget sama Papa." Sambil memeluk keduanya, Zhea terus menghibur.

"Zhea ... kamu jangan pulang ya? Mama mau kamu ada di sini," pinta Rindu terpatah-patah. "Mama mohon, Zhea ..."

Zhea tak kuasa menolak. Dia meminggirkan dulu konfliknya dengan Zavier demi menghibur Rindu. "Baiklah, Ma. Tapi aku mau pulang dulu. Ngambil Zheza sama ngambil baju ganti."

"Makasih, Zhea."

"Makasih, Kak." Arin ikut menimpali.

Pintu kamar Rindu tiba-tiba terbuka. Membuat ketiganya serentak menoleh. Sandi, kakak Soni muncul dan langsung bertanya pada adik iparnya. "Rindu ... Zavier ke mana? Kenapa dia belum pulang juga? Tidak mungkin kan dia masih di kuburan?"

Rindu menyedot ingusnya sambil menukikkan alis. "Zavier belum pulang?" beonya kaget.

"Iya. Coba kamu telepon dia dan suruh segera pulang. Hp-ku kehabisan daya."

"Biar aku yang telepon, Om." Arin menawarkan diri.

Sandi mengangguk, lalu keluar lagi dari kamar itu.

"Babe ... cepet masukin ..." desah Elara seraya membuka kedua pahanya dengan lebar.

Zavier mendekat, menaungi Elara yang sudah telentang di sofa. Dia sudah memposisikan kejantanannya, namun suara dering ponsel menghentikan kegiatan itu. "Ela, tunggu sebentar. Teleponku bunyi," katanya kesal, namun ia takut itu telepon penting. Mengingat di rumahnya kini sedang berduka.

"Heuhhh! Ganggu aja!" Elara menggerutu dengan wajah jengkel tak terkira. Nafsunya sudah di ubun-ubun dan terjeda karena sebuah panggilan.

"Arin nelepon, Ela," beri tahu Zavier. "Kamu diam. Aku mau mengangkat telepon dulu," Lanjutnya memperingatkan.

"Sial!" maki Elara dalam hatinya.

"Halo, Rin. Ada apa?"

Suara Arin terdengar parau di seberang sana. Zavier sengaja meloudspeaker panggilan tersebut. "Kakak masih di mana? Kalau masih di makam, pulang sekarang, Kak. Banyak tamu yang berdatangan. Kasihan Om Sandi menerima tamu sendirian. Belum lagi dia sibuk nyiapin untuk acara tahlilan nanti sore. Aku dan Mama belum kuat keluar. Air mata kami terus menetes setiap ada tamu yang mengucapkan belasungkawa. Rasanya kayak mau pingsan."

Zavier merunduk, menatap keadaan dirinya yang tanpa busana. Perasaan jijik tiba-tiba menghantam dadanya. Di saat seluruh keluarganya sedang berduka dan sibuk mengurus semua kebutuhan untuk tahlilan sang ayah, dirinya malah asyik memadu cinta. "Iya, Rin. Kakak pulang sekarang."

Panggilan itu terputus. Dan bersamaan dengan itu, Elara bangkit tergesa dari posisinya, memeluk tubuh Zavier dari belakang. "Babe ... beneran kamu mau pulang? Terus aku gimana? Hasratku udah di ubun-ubun," rengeknya manja.

"Maaf, Ela. Tapi aku harus pulang. Kamu barusan dengar sendiri 'kan ... keadaan di rumah bagaimana? Seharusnya aku menahan birahiku tadi. Huhhh ..." Zavier memijit pelipis, lalu melepaskan kedua tangan Elara yang melingkar di pinggangnya.

"Babe ..."

"Lain kali kita lanjutkan," ucap Zavier sembari memakai kembali pakaiannya.

"Ihhh ...!" Elara menghentakkan kedua kakinya dengan wajah memerah bak mau menangis.

"Besok aku ke sini, dan kita lanjutkan permainan yang tertunda ini, ya?" Zavier mengusap wajah Elara, mencium bibir selingkuhannya itu. "Aku pulang dulu ya?"

Elara tak menggubris, dia membiarkan Zavier pergi tanpa mengantarnya.

______

Zavier memarkirkan mobilnya di pelataran rumahnya. Ia membuka pintu mobil dan tanpa sengaja melihat Rafly yang sedang duduk di kursi yang ada di teras rumahnya.

Pandangan mereka bertemu, tapi tak ada satu pun kata yang keluar.

Ketika Zavier hampir menyentuh ambang pintu, tahu-tahu Rafly berdiri, menghalangi langkah itu. "Kak, minimal kalau udah bermesraan ... dibersihin dulu lah bekas lipstiknya. Atau Kakak emang sengaja, mau pamer ke semua orang?"

Mata Zavier membola, sontak meraba leher dan wajahnya.

Rafly berdecih, tersenyum miring. "Miris banget, sih. Di saat semua orang di rumah ini sedang berduka karena kehilangan seorang kepala keluarga ... kamu ... anak kandungnya sendiri, malah asyik beradu bibir dengan selingkuhanmu itu. Sungguh anak yang tidak punya rasa empati." Perkataan itu berhasil menusuk ulu hati Zavier, sekaligus memantik emosinya. "Dasar lelaki menjijikan. Bersyukur banget Kakakku sudah mengajukan gugatan cerai. Dasar nggak punya malu. Sudah selingkuh, minim akhlak lagi ..."

Wajah Zavier merah padam, emosinya sungguh tak bisa dikendalikan. Dengan gerakan cepat dan tak peduli pada keadaan ... Zavier menghantam pipi kiri Rafly dengan telapak tangannya. "Kurang ajar kamu Rafly!" Gelegar suaranya membuat semua mata tertuju padanya. Tangannya sudah terayun lagi, bersiap menghantam pipi Rafly kembali, namun belum sempat tangan itu melayang, satu dorongan berhasil menjatuhkan tubuhnya diiringi bentakan menggema.

"Zavier! Jangan tampar adikku lagi!"

1
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
sukurin, jangan ad yg menolong, itu balasan unt elara yg sdh merusak smua kebahagiaan anak kecil yg msh butuh kasih sayang ayahnya, siksa lebih lagi van, bikin cerita yg lbh psiko lg thor unt perempuan licik, jahat, bengis dan tak tau dr spt elara it thor, hrsnya ibuknya jg dijadikan placur
Eka Novariani
setuju
nunik rahyuni
mudah mudahan lekas taubat dan ada yg menolong entahnorg afrika itu kah yg mau membeli dan memelihara untuk pribadi..itu lebih baik dr pd di tangan revan
Eka Novariani
sedih banget masa lalu Revan... sekarang terima lah nasibmu Elara hanya Tuhan yang bisa menolongmu..
Lee Mbaa Young
elara blm nyadar ya pdhl karma nya smp adiknya jd korban.
Les Tary
Revan bener" kejam sakit hatinya sama elara...elena ga tahu apa" ikut dijual
Lisna Saris
mending elena di matikan saja deh Thor bukan benci tapa nda tega anak gadis baik baik yg berjuang menyelamatkan hidupnya dari kerakusan orang tuanya malah menderita menerima Karama yg bukan dari dosa yg dia lakukan,dan maga Revan dapat karma yg lebih pedih karena telah menghancurkan banyak anak gadis orang,
Dwi Haznay: Iya, kasihan Elena, ngga ngerti apa2 ikut nanggung kesalahan kakaknya
total 2 replies
Queenfans Angelfans
malas baca kalo soal ttg elara sama si revan ini
Queenfans Angelfans: bacanya ada rasa gk teganya aku Thor meski sejahat apapun org itu
total 2 replies
Nolis Karmini
kalau sampe titik ini kamu belum sadar juga...maka selama nya kemalangan akan menimpamu...sadarlah meskipun terlambat
Ama Apr: betul kk
total 1 replies
Lisna Saris
sayangnya adiknya yg ngga salah apa apa juga jadi korban
Ama Apr: begitulah hukum alam
total 1 replies
Lisna Saris
plot twist nya wow sekali Thor, padahal yg kukira elena jadi wanitanya Revan eh taunya......
Ama Apr: Hhe, soalnya klo jd budak nafsu Revan. Kurang pas balasannya. Dia nggak akan menderita
total 1 replies
Jojon sanjaya1
/Smile/
nunik rahyuni
g bisa berkata kata karna karma menuju
jalanya
nunik rahyuni: betul..apa yg di tanam itu yg akan di petik..
jd ya.....nikmati ae
total 2 replies
Yuli Yulianti
kasian juga kamu elara semoga kamu bisa pergi dari sana
Ama Apr: semoga dia sadar
total 1 replies
zahrahaifa
mampooosss.... inget tuh kata2 revan... lu bakalan jd pecun ampe mati.... udeh gitu dengan pede nya mo godain nathan... cuuuiiihh😒😒
Ama Apr: bener banget. Biarlah dia menderita. Dia sudah terlalu jahat menghancurkan kehidupan wanita lain
total 1 replies
Les Tary
nasibmu tragis elara..kasihan juga
Ama Apr: biarin lah kk dia jahat
total 1 replies
Haryati Atik Atik
Harusnya kamu sadar krna sudah menyakiti hati org kamu terlalu tamak skrg lihat jgnkan mau bls dendam ke zhea dgn mengambil Nathan nasib kamu sendiri sgt miris bahkan adik kamu jg jd korban nya sadar elara ini karma yg harus dibyr
Ama Apr: iya, tp s elara blum sadar juga🥲
total 1 replies
@Mita🥰
wes lanjut thor
Ama Apr: siap besok y
total 1 replies
wita salira
nah kan ini semua karma buat kamu elara atas perbuatan kamu di masa lalu..jadi sekarang kamu nikmati saja karma mu itu..
Ama Apr: tobat2
total 1 replies
Arin
Inikah balasan untuk Elara karena perbuatan nya menyakiti hati orang. Dapat balasan begitu menyakitkan dan kejam. Sampai adiknya pun kena imbasnya
Ama Apr: iya kk🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!