NovelToon NovelToon
Time Travel Fotografer Tengil

Time Travel Fotografer Tengil

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Time Travel / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Xu Qinqin adalah fotografer abad ke-21 yang terkenal dengan foto-fotonya yang fantastis. Ia dikenal karena citranya yang nakal namun terampil, terkadang membuat modelnya merasa kesal sekaligus terkesan dengan tingkah lakunya.

Tak disangka, setelah tanpa sengaja memotret pria aneh yang mengenakan jubah kuno, Ia justru terlempar ke tubuh istri dari Jenderal Perang tertinggi di Kekaisaran.

Istri yang tidak disentuh suami nya , disakiti oleh ibu sang jenderal , dan dinggap sampah.

"Ck , gini doang ga becus banget! Pelayan macam apa kau!" Sungut Xu Qinqin dengan berkacak pinggang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 : Tabib

​"Diamkan dia!" bentak Wu Lian pada para dayang yang mencoba menahan ibunya. Suaranya menggelegar, membuat suasana seketika membeku. Nyonya Wu membentak bentak Qinqin dengan sumpah serapah nya , seakan menemukan hantu mengerikan.

"Wanita jalang! Pergiiii! Jangan tatap aku..." Nyonya besar Wu terus mengerang dan melototi Qinqin.

​Bibi Liu, dengan keringat dingin yang membanjiri pelipisnya, tiba-tiba menunjuk ke arah pecahan mangkuk sup di lantai. "Tuan Jenderal! Ini pasti karena sup itu! Nona Muda... Nona Muda Qinqin pasti menaruh racun di dalam supnya! Lihatlah Nyonya Besar sampai kehilangan akal!"

​Wu Lian melirik tajam ke arah pecahan keramik yang sudah kering. Qinqin, yang masih berada di dalam dekapan Wu Lian, semakin mengeratkan pegangannya pada jubah sang Jenderal. Tubuhnya gemetar hebat---tentu saja, ini adalah teknik akting tingkat dewa yang ia pelajari dari drama-drama modern.

​"Bibi Liu, apa maksudmu?" suara Qinqin terdengar parau dan tersedu. "Aku sendiri memakan sup itu di depan Ibu. Jika sup itu beracun, kenapa aku masih berdiri di sini? Aku hanya ingin berbakti...Lagipula mana mungkin aku berani melukai ibu mertuaku sendiri di rumah nya..."

​"Benar, Tuan!" Xue menimpali dari belakang dengan keberanian yang baru muncul. "Hamba melihat sendiri Nona Muda menghabiskan satu sendok besar sebelum memberikannya pada Nyonya Besar. Nona Muda bahkan merasa pusing karena teh kesehatan tadi pagi, tapi beliau tetap memaksakan diri memasak untuk Nyonya!"

​Wu Lian menatap botol teh di tangan kirinya, lalu menatap Bibi Liu dengan mata yang menyipit berbahaya. wanita itu gemetar, bahu nya bergoyang.

Wu Lian hanya menatap dengan tatapan bengis, lalu berkata, "Tabib Kerajaan sudah tiba?"

​"Sudah di depan gerbang, Jenderal!" lapor Han Luo yang baru saja muncul.

​Tabib Kerajaan, seorang pria tua berjanggut putih panjang dengan jubah kebesaran, masuk dengan tergesa-gesa. Ia segera memeriksa denyut nadi Nyonya Besar Wu yang kini mulai lemas karena kelelahan berteriak.

​"Tabib, periksa botol ini dulu," perintah Wu Lian sambil menyodorkan botol teh 'kesehatan' kiriman ibunya.

​Tabib itu mengeluarkan setetes cairan ke atas piring perak, lalu mencampurnya dengan bubuk reagen. Detik berikutnya, piring itu mengeluarkan asap tipis dengan bau yang menyengat.

​"Astaga..." Tabib itu terbelalak. "Jenderal, ini adalah ekstrak Akar Musnah. Di kalangan istana, ini dikenal sebagai racun 'Rahim Kering'. Siapapun wanita yang meminum ini secara rutin, tidak akan pernah bisa mengandung seumur hidupnya."

​Suasana mendadak menjadi senyap sesunyi kuburan. Wu Lian merasakan amarah yang membara di dadanya. Ia tidak pernah menyangka ibunya akan bertindak sejauh ini---menghancurkan masa depan garis keturunannya sendiri hanya karena kebencian pribadi.

Rahim kering? Itu berarti wanita tua itu ingin aku mandul? Kalau aku mandul... Rencana yang ia pikirkan pasti mencari penggantiku dengan alasan mendapatkan pewaris.Qinqin berpikir dengan cekatan. Ia menggertakan gigi nya geram. Tak disangka, mertua nya itu sampai bertindak sejauh ini. Kejahatan harus dibalas dengan kejahatan. Tidak peduli jika Qinqin harus menjadi jahat, ini semua demi bertahan hidup. Lagipula, Nyonya Tua itu yang memulai permainan, Qinqin haya mengikuti alur permainan nya. Dan qinqin yakin, mertua nya sudah merencakan rentetan kejadian mendatang. Mertua nya pasti sudah menyiapkan pengganti. Lihat saja nanti, Qinqin akan menggagalkan rencana busuk mertua nya itu. Ia akan membuat Jenderal Wu cinta mati pada nya.

"Dasar iblis," Bisik Qinqin pelan.

​"Lalu, bagaimana dengan sup itu?" tanya Bibi Liu dengan suara gemetar, mencoba mengalihkan perhatian. "Periksa sisa supnya, Tabib!"

​Tabib tua itu melihat ke arah pecahan mangkuk. "Supnya sudah menguap dan tercampur dengan air pel lantai, tidak bisa diperiksa secara akurat. Namun..." ia menoleh ke arah Qinqin. "Jika Nona Muda memakan sup yang sama dan beliau baik-baik saja, maka penyebab kegilaan Nyonya Besar mungkin bukan pada supnya. Tapi..."

​Tabib itu kembali memeriksa denyut nadi Nyonya Besar Wu dengan lebih teliti. "Denyut ini... ini adalah tanda depresi berat dan rasa bersalah yang memuncak. Sepertinya Nyonya Besar terkena serangan 'Gangguan Roh'. Mungkin beliau terlalu banyak memikirkan hal-hal gelap sehingga pikirannya menyerang dirinya sendiri."

​Qinqin hampir saja tertawa terbahak-bahak mendengar diagnosis tabib itu. Gangguan roh? Hahaha! Itu namanya kualat dosis tinggi, Pak Tua! Batin wanita itu di dalam otak.

​Wu Lian melepaskan pelukannya pada Qinqin, tapi tangannya tetap menggenggam jemari Qinqin dengan hangat. Ia menatap Bibi Liu yang kini sudah bersujud di lantai.

​"Bibi Liu, kau adalah tangan kanan Ibuku. Kau pasti tahu dari mana racun ini berasal," suara Wu Lian terdengar tenang, namun itu adalah ketenangan sebelum badai.

​"Hamba... hamba tidak tahu, Jenderal! Hamba hanya menjalankan perintah!" seru Bibi Liu ketakutan.

​"Seret dia ke penjara bawah tanah! Interogasi sampai dia menyebutkan siapa tabib gelap yang memasok racun ini!" perintah Wu Lian pada Han Luo.

​"Tunggu, Mr. Jenderal," sela Qinqin dengan wajah 'ibanya'. "Mungkin Bibi Liu hanya terpaksa. Biarkan dia menemani Ibu di ruang isolasi sampai Ibu sadar. Aku tidak tega melihat Ibu sendirian dalam kondisi seperti itu."

​Wu Lian menatap istrinya dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia tahu Qinqin punya rencana lain di balik 'kebaikan' itu. Qinqin ingin Bibi Liu melihat sendiri bagaimana majikannya menderita mimpi buruk setiap malam tanpa bisa berbuat apa-apa.

​"Lakukan apa yang istriku katakan, Han Luo," ujar Wu Lian akhirnya.

​Wu Lian kemudian berbalik, merengkuh tubuh Qinqin ke dalam gendongan lengannya, mengangkatnya dengan satu gerakan mantap keluar dari Paviliun yang suram itu.

​"Mr. Jenderal, aku bisa jalan sendiri..." gumam Qinqin, wajahnya sedikit memerah karena Wu Lian melakukannya di depan banyak pelayan.

​"Diamlah, Xu Qinqin. Kau baru saja diracuni. Mulai detik ini, kau tidak boleh lepas dari pengawasanku," sahut Wu Lian tanpa menoleh, langkahnya lebar menuju Paviliun Utama---bukan Paviliun Anggrek.

​Qinqin menyandarkan kepalanya di dada bidang Wu Lian.Tidak akan kubiarkan nenek lampir itu menjalankan rencana nya untuk menggantikan ku! Enak saja! Jenderal dingin ini hanya milik ku!Milik Xu Qinqin. Batin Qinqin dalam pelukan jenderal Es nya.

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️

1
Ai
bagus Qinqin aku suka kecerdasan yg dibalut kelicikan.. pintar itu namanya 🤣
Ai
ayo Qinqin belanja yg banyak kuras hbs uang suamimu🤣
Ai
jenderal dingin akhirnya mencair juga🤣
Mineaa
waaahhh......mertua dajal.....
semoga tuh rencana mertua gagal total.....
😡
ANWi: amin...
total 1 replies
sahabat pena
di apapun tuh mak nya?
ANWi: diapain yaa...
total 1 replies
sasa adzka
di kasih pedang ya thor, biar si ibu mingkem itu mulut🤣🤣🤣🤣
aku menunggu kelanjutan nya thor😍😍
ANWi: pengen nya sih gitu....
total 1 replies
Mineaa
itu si ibu di apain sama jendral es ya.....😁
sasa adzka
aku suka gaya nya Qin Qin... lebih Badas lagi thor MC nya.. lagian kan zaman kuno.. yg hebat d segani... yg lemah mati.. hukum rimba main d sini... bebas Qinqin😍😍😍
semangat up trus thor😍
sasa adzka
eh ada ruang gak neh atau dimensi..
sasa adzka
ninggalin jejak aku...
bar bar gak ya ne MC nya.. suka kali klo dia bisa war😂😂😂😂
azka aldric Pratama
hadir
sahabat pena
waduh Ibu tiri nya kabur ya? siapa yg nolongin? lanjut kak
Ai
jenderal masih gengsi mengakui perasaannya pada Qinqin
Ai
bagus sesuai karakter Qinqin yg sembarangan 🤣
ANWi: wkww bener kak~❤️
total 1 replies
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor seruu 🤣
ANWi: siap kak ~❤️
total 1 replies
Ai
suami istri yg kompak🤣🤣🤣
ANWi: hehe bener bgt kak
total 1 replies
Ai
udah gak sabar liat Qinqin ketemu ibu tirinya.. seru ini pasti
Ai
Qinqin mantap.. hajar ibu tirimu qin
sahabat pena
kerjasama yg baik dgn jendral. seperti nya jendral sdh luluh nih. sama istri nya🤣🤣🤣🤣lanjut kak
ANWi: siap kak...❤️
total 1 replies
Mineaa
kereeeeennn.....💪
ANWi: makasi sudah rate 5 kak mineaa~
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!