mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28 dingin tapi perhatian
Di dalam kamar,
Nyonya Laura nampak duduk di atas kursi rodanya di sisi jendela kamar.
Di sisinya madam Liana dan pak Luka nampak berdiri tegak.
" rasanya sangat sulit untuk ku percaya....
tak pernah tertarik dengan seorang wanita, sekalinya tertarik....Bryan justru tertarik pada orang yang salah.
Istri orang....
Ya Tuhan...aku tak tahu bagaimana seharusnya aku bersikap.
Apakah aku harus bahagia karena akhirnya aku tahu cucuku adalah laki laki normal.
Tapi....
mengingat wanita yang ia cintai adalah istri orang....
kepalaku terasa mau pecah karenanya...."
ucap nyonya Laura pelan namun masih bisa di dengar oleh madam Liana dan pak Luka dengan jelas.
" bu Murti bilang....kemaren tuan muda juga mengurung nona Xyxi di dalam kamar seharian.
Baru ketika menjelang sore....tuan muda membawa nona Xyxi keluar.
Tapi ketika kembali, tuan muda hanya kembali sendiri tanpa nona Xyxi....
Wajah tuan muda juga nampak marah ketika kembali menurut bu Murti " jelas madam Liana.
Nyonya Laura menghela nafas mendengar penjelasan salah satu orang kepercayaannya itu.
" aku bukannya tidak merestui Bryan mencintai Xyxi....
itu juga bukan berarti aku merestui begitu saja Bryan mencintai Xyxi...
Tapi aku rasa ada banyak hal yang akan membuat perasaan Bryan menjadi tidak mudah.
Selain karena cinta Bryan adalah cinta terlarang....
kurasa cinta cucuku itu hanya bertepuk sebelah tangan.
Rasanya akan sulit bagi Bryan bisa memiliki Xyxi dengan cara biasa.
Jika aku lihat....
bukan hanya karena cinta Xyxi bertahan dengan suaminya.
Tapi juga karena Xyxi merasa berhutang budi terhadap suaminya itu..."
ucap nyonya Laura lagi kala ia teringat bagaimana sosok perawatnya itu menceritakan tentang sosok sang suami.
Menurut nyonya Laura,
Bagi Xyxi...
Hanya sosok sang suami yang mau menerimanya meski laki laki itu tahu,
Ia tak memiliki apapun, walau hanya sebuah latar belakang sekalipun.
" nampaknya....perjuangan tuan muda tidak akan mudah nyonya..." ucap pak Luka
" ya...aku rasa juga begitu..." jawab nyonya Laura dengan tatapan mata lurus ke arah luar jendela di hadapannya.
Jauh di lubuk hatinya, ia khawatir dan takut...
cinta Bryan akan berakhir sakit hingga akan membuat hati sang cucu yang sudah dingin menjadi lebih dingin lagi.
Sementara itu di kamar Bryan....
Bryan yang tak beranjak sedikitpun dari sisi Xyra nampak sibuk dengan layar segi empat di pangkuannya.
Sejak tadi ia fokus dengan pekerjaanya juga dengan Xyra di sisinya.
Berkali kali ia memeriksa kening Xyra yang tadi terasa sangat panas kemudian beralih kepada lap topnya.
Begitu berkali kali sejak tadi.
" eugh...." lenguhan pelan dan sedikit pergerakan dari Xyra membuat Bryan seketika meletakkan lap topnya di atas nakas yang ada di sisinya.
" kepalaku sakit sekali....." desis Xyra pelan sekali.
" kau sudah bangun ?! " Bryan mengubah posisi duduknya dengan menghadap Xyra.
Xyra yang baru tersadar dan merasakan kepalanya terasa sangat pusing terjengkit mendengar suara yang terasa asing namun juga familiar di telinganya.
Wanita itu menolehkan kepalanya ke arah sumber suara sembari memegangi kepalanya yang terasa kian berdenyut.
Netranya menatap wajah yang nampak sedikit buram,
Namun ia tahu benar....siapa pemilik wajah itu.
" ke...kenapa anda....di mana aku ?! " tanya Xyra ketika ia mulai sadar ia berada di ruangan yang tak seharusnya.
Xyra mengedarkan pandangannya ke segala arah sambil berusaha untuk bangkit.
Bryan memegangi kedua pundak Xyra dan membatunya duduk.
Xyra mencoba menolak dengan gerakan pelan, tapi Bryan tak bergeming.
" kau di kamarku, kau pingsan tadi...tubuhmu sangat panas...
kau demam " ucap Bryan
" apa yang kau cari ?! " tanya Bryan ketika Xyra seolah mencari sesuatu.
" nyonya..."
" nenek baru saja kembali ke kamar untuk beristirahat,
Sejak tadi dia berada di sini menungguimu " jawab Bryan seolah ada pesan tersembunyi di balik kata katanya.
Xyra menghela nafas pelan ketika ingatannya melayang pada saat di mana ia merasakan kepalanya yang terasa pusing dan akhirnya pandangannya mengabur dan menggelap hingga akhirnya ia merasa tak lagi ingat apapun.
" mau kemana ?! " tany Bryan ketika Xyra nampak beringsut.
" maaf sudah merepotkan tuan muda...
Saya harus kembali bekerja " jawab Xyra sambil menahan sakit dan nyeri di kepalanya.
Bryan menatap Xyra dalam.
" kenapa kau keras kepala sekali ?! Sebenarnya apa yang kau pertahankan ?! "
" maaf tuan muda...saya tidak mengerti maksud tuan muda " jawab Xyra yang benar benar tak paham maksud dan kata kata laki laki di hadapannya.
Bryan masih menatap Xyra, namun tak lama ia memajukan tubuhnya dan sedikit menarik tubuh Xyra ke arahnya.
Ia menata bantal dengan posisi bertumpuk kemudian kembali mendorong tubuh wanita itu agar bersandar pada bantal yang telah ia tata.
" duduk dengan nyaman dan makan, setelah itu minum obatmu....
Panas tubuhmu tidak main main, aku yakin kau sebenarnya tak kuat karena itu " ucap Bryan sambil mengambil piring berisi nasi di atas nakas.
" minun " Bryan menyodorkan gelas berisi air putih kepada Xyra.
Dengan tangan gemetar Xyra menerimanya. Ia meminum air dalam gelas itu.
Bryan kembali meraih gelas itu ketika Xyra hendak meletakkannya sendiri di atas nakas.
" buka mulutmu " perintah Bryan sambil menyodorkan sendok berisi nasi kepada Xyra. Xyra sontak gelagapan.
" tidak tuan muda....saya tidak mau makan " jawab Xyra gugup.
" buka mulutmu atau aku akan membuatmu makan dengan caraku...." Bryan tak mau kalah, ia tahu...
Wanita di hadapannya terus berusaha menolaknya dan terus berusaha menjaga jarak dengannya.
" sa..sa...saya....bisa makan sendiri, serahkan piring itu kepada saya..." cicit Xyra.
" buka mulutmu " seolah tak mendengar ucapan wanita di hadapannya itu, Bryan memaksa menyuapkan sendok yang telah berisi nasi itu.
Merasa tak punya pilihan, terpaksa Xyra pun membuka mulutnya dan menerima suapan Bryan dengan canggung.
" kau gemetaran hingga seperti tremor begitu, menurutmu kau bisa pegang piring dan makan sendiri ?! " tanya Bryan lagi dengan tatapan yang begitu dalam.
aku harap xyra ketemu bryan dulu sebelum ketemu sama si yari
selamat menuai apa yang kau tanam Bu Santi.