NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 3

“Jangan pernah menjodohkan aku dengan siapapun, Ma. Aku tidak suka dijodohkan begitu.”

“Mama tidak menjodohkan kamu, Albi. Mama hanya membantu Naya dan mana tau dengan dekat Naya, kamu nyaman. Cobalah dulu, Nak.”

“Terserah Mama saja, sampai kapan pun, aku tidak akan mau dekat dengan dia.”

Albiru memilih segera pergi ke kantornya ketimbang harus sarapan bersama dengan gadis yang jelas ingin dijodohkan dengannya.

“Sarapan dulu, Bi.” Adipati bersuara.

“Aku tidak lapar, aku pergi dulu.” Albiru pergi begitu saja tanpa melihat ke arah Naya sedikit pun.

“Albiru memang seperti itu orangnya, semenjak ditinggal oleh kekasihnya dulu, dia berubah jadi sangat dingin dan cuek, Albi juga menutup hati untuk perempuan lain sekarang,” keluh Irma pada Naya.

“Jangan dimasukkan ke hati perlakuan Albi ya, Nay,” timpal Adipati.

“Tenang aja Om, Tante. Aku santai kok orangnya, kalau memang Mas Albiru gak bisa terima sekarang, aku akan coba terus memasuki hatinya.” Naya memberikan jawaban yang menenangkan.

Sebenarnya acara keluarga waktu itu memang untuk menjodohkan Naya dengan Albiru, keluarga Naya setuju agar Naya tinggal di sana supaya bisa lebih dengan dengan Albi. Orang tua Naya juga memfasilitasi putrinya agar bisa membuka toko perhiasan seperti yang dia mau selama ini.

Siang harinya ketika waktu istirahat tiba, Naya mengetuk pintu ruangan Albiru dan suara tegas di dalam sana menyuruhnya masuk. Albiru melengos dan menghela nafas ketika melihat Naya yang datang.

“Boleh aku masuk, Mas?” tanya Naya dengan senyum ramahnya.

“Masuklah!” Naya melangkahkan kakinya perlahan dan menaruh kotak nasi di atas meja kaca di dekat sofa.

“Aku bawain Mas Albi makan siang, aku sendiri yang masak untuk Mas. Dimakan ya Mas.” Naya berkata dengan sangat lembut tapi Albiru sama sekali tidak tertarik dan terenyuh.

“Aku tidak biasa makan bekal, kamu bawa saja kembali pulang dan biarkan aku makan siang di kafe langgananku.” Albiru membalas dengan nada ketus tapi Naya tidak menyerah begitu saja.

“Gapapa kalau Mas Albi gak makan sekarang, mungkin bisa Mas makan nanti.” Albi menaruh pena yang dia pegang dengan kasar ke meja kaca miliknya yang menimbulkan bunyi sangat nyaring sehingga Naya sedikit tersentak kaget.

“Kalau aku makan nanti setelah makan siang, makanan itu pasti dingin. Bawa saja makanan itu pulang, Naya. Jangan repotkan dirimu untuk memberikan perhatian padaku karena aku tidak butuh itu,” ucap Albi dengan kesal karena kesabarannya sudah habis meladeni Naya.

“Aku ke sini tadi diantar Om Adipati, aku gak tau pulang harus naik mobil apa, Mas Albi.” Albiru memijat pelipisnya dan menatap tajam Naya.

“Kamu itu bukan orang bodoh kan? Pesan saja taksi online atau apapun itu dan berikan alamat rumah, itu saja kok susah.”

“Tapi aku takut naik taksi Mas.” Albiru mulai kesal dan meremas rambutnya lalu berdiri mendekati Naya.

“Dengar ya, sebelum aku habis kesabaran meladenimu, ada baiknya kau keluar dari kantorku sekarang juga.” Albiru akhirnya mengusir gadis itu dengan kejam sambil mengarahkan telunjuknya ke arah pintu keluar dan dengan patuh, Naya pergi dengan kepala tertunduk lesu.

...***...

Hari-hari Albi terasa berbeda semenjak kehadiran Naya dalam hidupnya. Gadis itu tidak pernah berhenti untuk membuat dirinya dekat dengan Albi. Naya juga gadis yang sangat ceria sehingga bisa membawakan diri dengan mudah.

Albiru yang awalnya kesal, lama kelamaan bisa menerima sikap Naya yang terus mengganggunya. Sesekali Albiru tertawa saat Naya mengeluarkan lelucon ketika di meja makan atau bersantai di ruang keluarga.

Naya juga tidak pernah absen mengantarkan makanan ke kantor Albi dan Albi sudah mau memakan makanan itu berdua dengan Naya.

Tak terasa empat bulan sudah Naya tinggal di rumah Albi dan belum ada dia mendapatkan lokasi terbaik untuk membangun toko miliknya. Selama empat bulan itu, Naya hanya berusaha mendekat pada Albi dan membuat Albiru nyaman dengannya

Pagi ini, Albiru bersedia menemani Naya untuk mencari lokasi yang strategis, kemarin dia sudah berbincang dengan pemilik tanah agar mau menjual tanah itu guna dibangun sebuah toko perhiasan.

“Sudah siap?” tanya Albiru pada Naya yang baru saja keluar dari kamarnya.

“Sebentar Mas, aku lagi nyari dompet aku.” Naya kelimpungan mencari-cari dompetnya yang belum ketemu.

“Mungkin aja di dalam mobil, kan semalam habis keluar, kamu naruh dompet di dalam mobil.” Naya menepuk jidatnya karena baru ingat kalau dia dan Albi keluar jalan-jalan, ya pergi malam mingguan.

Mereka berdua segera pamitan pada Irma dan Adipati lalu memasuki mobil. Naya lega ketika dompetnya memang ada di sana.

“Lain kali jangan ceroboh begitu, masa dompet sendiri bisa gak ingat di mana letaknya,” kata Albi diiringi dengan kekehan kecil.

“Namanya juga udah mau masuk kepala tiga, Mas. Wajar kalau aku pelupa.” Albi seketika langsung menatap Naya dengan mata membelalak.

“Kepala tiga? Kamu kan masih 23 tahun dan mau masuk 24, kenapa jadi kepala tiga sih?” Naya langsung tertawa melihat reaksi Albi yang sangat serius menanggapi ocehannya.

“Wah wah, Mas Albi ingat usia aku ya, sweet banget sih,” ledek Naya yang membuat Albi langsung mengalihkan wajahnya.

“Jangan marah dong, aku kan cuma bercanda, Mas.” Albi memberikan senyumannya pada Naya. Sejak bersama gadis itu, Albiru kembali bisa tertawa dan tersenyum.

“Gak ada yang marah.”

Mobil melaju sedang menuju lokasi yang mereka tuju, Naya sudah tidak sabar untuk bisa membangun tokonya sendiri. Setibanya di lokasi, ternyata Albiru dan Naya sudah ditunggu oleh pemilik tanah dan mereka disambut hangat tentunya.

“Lama menunggu, Pak? Maaf kami terlambat,” ucap Albi sambil menjabat tangan Adira—sang pemilik tanah.

“Santai saja Pak Albi, tidak terlalu lama kok saya menunggu.”

Adira membawa Albi dan Naya untuk melihat kondisi bangunan yang masih berdiri di atas tanah tersebut. Bangunan itu sudah lama kosong dan rusak juga, Albi melirik pada Naya seakan menanyakan apakah dia suka atau tidak?

“Untuk harganya, sudah saya tutup diharga kemarin, Pak Albi.” Adira menutup penjelasannya.

“Bagaimana? Apa kamu tertarik membangun toko di sini?” tanya Albi pada Naya.

“Melihat lokasinya aku suka, dekat dari pusat kota dan ramai. Untuk bangunan ini bisa nanti aku hancurkan dan buat bangunan baru yang sesuai dengan ekspektasiku,” jawab Naya yang dibalas anggukan oleh Albi.

“Lokasi ini juga dekat sama kantor kamu kan, Mas. Jadi kita bisa berangkat kerja bareng dan pulang bareng juga,” tambah Naya dengan cengirannya yang membuat Albi kembali tersenyum dan menganggukkan kepalanya lagi.

“Oke Pak Adira, saya setuju dengan harga itu.”

Jual beli tanah tersebut disepakati dan Albi mentransferkan sejumlah uang pada Adira sesuai dengan jumlah yang mereka sepakati. Sertifikat tanah tersebut juga akan dipindah namakan atas nama Naya dan semua akan diurus sampai tuntas oleh Albi.

Mereka tidak langsung pulang, melainkan pergi dulu ke mall karena Naya ingin belanja beberapa keperluannya. Albi setia menemani dan kali ini mereka berjalan gandengan layaknya pasangan kekasih.

“Hai Albi, udah gak sama Alisha lagi ya?” Albi menoleh pada seseorang yang tiba-tiba menyapanya.

1
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
Yeyen Niri
Dafrina dafrina, sepupu tiri geh byk gaya, naya aja kalah apalagi lo
Annissa Riani
Untung Albiru cintanya amat besar buat Alisha ya
Rina Meylina
habis naya terbitlsh dafrina
Anita Lare
Mampos aja si naya
Veer Kuy
Baik banget albi ngutamain alisha selalu
Syifa Mahira
Cemen banget si Rafi pas depan Albiru/Slight/
Mediterina
Rafi langsung ciut berhadapan sama Albi/Facepalm/
Yeyen Niri
Jujur puas bnget sama apa yg dituai naya sama rafi🤣
Annissa Riani
Albiru menyala, polisi lambat dia cepat
Rina Meylina
Albiru gerak cepat dia💪
Rina Meylina
Naya bertindak gk pake otak
Anita Lare
Nah kenak juga kau rafi, mana adikmu udh gila dipenjara
Anita Lare
Emg gk bisa dibiarkan si naya sama rafi ini, udh keterlaluan
Veer Kuy
Rafi Rafi, lain kali klau bertindk yg pinter dikit dong🤣
Veer Kuy
naya ini gk ada kapoknya ya bikin ulah/Hammer/
Betty Tur
Gak ngerti lgi sama si Naya🤣
Roza Yuka
Lagian Naya mancing emosi bnget
Radeya Yefol
Dia mah semua tubuh Alisha hafal bnget
Timivo
Dia cinta ama alisha doang, mending lu mundur Nay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!