NovelToon NovelToon
BENANG HAMPIR PUTUS

BENANG HAMPIR PUTUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Pengganti / CEO / Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

Pernikahan kontrak atau karena tekanan keluarga. Mereka tinggal serumah tapi seperti orang asing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retakan dalam Keheningan

​Malam setelah kunjungan dari rumah Ibu Sofia, rumah megah itu kembali ke setelan pabrik: sunyi, dingin, dan asing. Begitu pintu depan tertutup, sandiwara Aris sebagai suami idaman menguap begitu saja. Ia menyampirkan jasnya ke sofa dengan gerakan asal, lalu melangkah lebar menuju ruang kerja tanpa sepatah kata pun.

​Arini hanya bisa berdiri mematung di tengah ruang tamu yang luas. Menatap punggung suaminya yang menghilang di balik pintu jati yang tertutup rapat, ia merasa tak lebih dari sekadar properti panggung. Saat pertunjukan selesai, ia dikembalikan ke sudut gelap, tak lagi punya fungsi, apalagi arti.

​Keesokan paginya, Arini memilih menyibukkan diri. Ia tidak ingin otaknya terus-menerus memutar ulang kejadian di balkon kemarin—penolakan Aris yang dingin. Ia memutuskan membereskan perpustakaan pribadi di lantai dua. Ruangan itu penuh debu, jarang sekali disentuh kecuali Aris butuh dokumen lama yang membosankan.

​Arini mencoba meraih sebuah buku tua bersampul kulit yang terselip di rak paling atas. Ia memanjat tangga lipat besi, berjinjit dengan hati-hati. Namun, ia tidak menyadari posisi kaki tangga itu tidak menapak sempurna di atas lantai kayu yang licin.

​"Ah!"

​Jeritannya tertahan saat tangga itu bergeser tiba-tiba. Dalam hitungan detik, dunia seolah berputar. Tubuh Arini jatuh menghantam lantai, dan sialnya, beban tangga besi yang berat itu mendarat tepat di pergelangan kaki kanannya.

​Rasa nyeri yang panas dan tajam langsung menjalar, menusuk hingga ke tulang belakang. Arini meringis, mencoba menggerakkan kakinya, tapi rasa sakitnya justru meledak berkali-kali lipat. Ia terduduk lemas, air matanya mulai luruh. Bukan hanya karena sakit secara fisik, tapi karena rasa sepi yang mendadak terasa mencekik. Di rumah sebesar ini, ia merasa jika ia pingsan atau mati sekalipun, mungkin tidak akan ada yang tahu sampai jam makan malam tiba.

​Namun, dentum keras tangga tadi rupanya sampai ke telinga Aris yang sedang mengambil ponsel di kamar sebelah. Pintu perpustakaan terbuka dengan sentakan keras. Aris berdiri di sana dengan napas sedikit memburu. Ada guratan cemas di wajahnya, meski ia berusaha keras menutupinya dengan kernyitan dahi yang dalam.

​"Arini! Apa-apaan? Kenapa bisa seceroboh ini?" Aris menghampirinya dengan langkah besar-besar. Ia langsung berlutut di samping Arini, matanya menatap pergelangan kaki Arini yang mulai membiru dan bengkak.

​"Aku cuma mau beresin buku, Mas... aku nggak tahu tangganya licin," jawab Arini sesenggukan. Ia refleks menarik kakinya sedikit saat tangan Aris terjulur. Ia takut. Takut jika perhatian pria itu hanya karena ia dianggap merepotkan.

​"Jangan banyak gerak. Diam," potong Aris tegas, tapi nada bicaranya tidak sedingin biasanya.

​Tangan Aris yang besar dan hangat menyentuh kulit kaki Arini dengan sangat hati-hati. Untuk pertama kalinya dalam tiga bulan pernikahan mereka, Arini merasakan sentuhan yang bukan bagian dari akting di depan orang tua. Sentuhan ini terasa nyata, penuh kehati-hatian yang canggung.

​Tanpa aba-aba, Aris menyusupkan lengannya di bawah lutut dan punggung Arini. Dengan satu gerakan kuat, ia mengangkat tubuh istrinya. Arini tersentak, secara refleks mengalungkan lengannya di leher Aris agar tidak terjatuh. Wajah mereka begitu dekat. Arini bisa mencium aroma sandalwood yang maskulin dari kerah kemeja Aris. Jantungnya berdegup liar—kali ini bukan karena takut.

​"Kita ke rumah sakit. Sepertinya ini retak, bukan cuma terkilir," ucap Aris tanpa berani menatap mata Arini. Ia membawa Arini menuruni tangga dengan langkah stabil, sangat menjaga agar tidak ada guncangan.

​Di dalam mobil, keheningan kembali tercipta, tapi suasananya terasa berbeda. Tidak lagi menyesakkan. Arini mencuri pandang ke arah Aris yang fokus menyetir. Tangan pria itu sesekali mengetuk setir dengan gelisah. Dia tidak setenang yang terlihat.

​"Mas..." panggil Arini lirih.

​"Diam dulu, Arini. Simpan tenagamu sampai kita sampai," potong Aris cepat, tapi Arini melihat genggaman tangan suaminya pada kemudi mengeras hingga buku jarinya memutih.

​Arini menyandarkan kepala, menutup matanya rapat-rapat. Di tengah rasa nyeri yang menyiksa, ada setitik harapan kecil yang keras kepala muncul di hatinya. Pernikahan ini memang dimulai sebagai transaksi, tapi mungkinkah di balik tembok ego Aris yang tinggi itu, masih ada ruang untuk sesuatu yang tulus?

1
Serena Khanza
najis banget ketemu model laki kek aris.. kek nya nama aris dimana mana nyebelin ya😏 yang viral itu juga namanya aris, eh disini namanya aris juga 🙄😌
ku doain semoga arini ketemu laki laki lain yang memperlakukan dia dgn baik, biar aris ini menyesal seumur hidup
Hunk
Dalem banget bagian ini… dialognya kerasa dingin tapi justru nusuk. Aris kelihatan realistis, tapi di saat yang sama kejam tanpa sadar. Sementara Arini posisinya bikin miris—dia jatuh cinta pada versi yang bahkan mungkin nggak pernah benar-benar ada. Konflik emosinya kerasa kuat dan relate, apalagi soal pernikahan yang cuma “kesepakatan”. Penasaran banget kelanjutannya bakal sejauh apa perasaan Arini bertahan atau malah hancur.
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
Miris banget nasib Arini harus hidup dibawah keputusan orang lain, bahkan untuk mendapatkan hak nya sendiri, hak untuk bahagia aja engga bisa 🙃
Fra
Kasihan sekali kamu Arini, demi membantu keluarga juga lho ini ;(
Sedih
Serena Khanza
aku suka sama ceritanya , bener2 kehidupan pernikahan yang tanpa cinta tapi disini dikemas dengan cerita yang menurutku asik gitu buat di baca nya gak berat gak yang rumit gitu.. semangat terus thor 💪🏻
Serena Khanza
sejauh ini untuk di awal bab kerasa banget sih dua manusia yang menikah tanpa cinta, yg satu ingin sedikit aja ada perhatian/setidaknya kek aku disini loh ada gitu, sedangkan yang satu kek naif, sok gak butuh, sok gak peduli atau mungkin ada sesuatu nih..
Hunk
Bagus cerita nya tentang nikah kontrak.

Tapi maaf sebelum nya, apa narasi nya ke copy dua kali🙏🙏 Soal nya ada bagian yg sama pas ngebahas perjanjian pernikahan mereka.
Hunk: iya sama sama. Senang bisa membantu🙏
total 2 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
Begini lah gambaran nyata kalo menikah tanpa perasaan
deepey
arini big hug for u
deepey
semangat berkarya ya kk 💪
Kaka's: trimakasih kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!