NovelToon NovelToon
TAP-TAP LAYAR ATAU MATI

TAP-TAP LAYAR ATAU MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Horror Thriller-Horror / Fantasi / Iblis / Konflik etika
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

​Vanya, sang ratu live streaming, tewas mengenaskan di depan ribuan penonton saat kalah dalam tantangan PK Maut. Namun, kematiannya justru menjadi awal dari teror digital yang tak masuk akal.
​Kini, akun Vanya kembali menghantui. Di jam-jam keramat, ia muncul di live orang lain dan mengirimkan undangan duel. Pilihannya hanya dua: Terima dan menang, atau menolak dan mati.
​Di dunia di mana nyawa dihargai lewat jumlah tap layar dan gift penonton, Maya harus mengungkap rahasia di balik algoritma berdarah ini sebelum namanya muncul di layar sebagai korban berikutnya.
​Jangan matikan ponselmu. Giliranmu sebentar lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Algoritma Kematian

Ketegangan di apartemen Bimo memuncak. Sebagai orang yang percaya pada logika dan kabel-kabel tembaga, Bimo menolak untuk panik. Tapi suara gesekan logam itu... itu nyata. Terlalu nyata untuk sekadar gangguan audio.

​Bab 23: Algoritma Kematian

​"Oke, penonton. Kalian dengar itu?" Bimo mencoba tetap tenang, suaranya masuk ke mikrofon condenser mahal seharga puluhan juta. "Ada suara gesekan di belakang gue. Teknik klasik hacker buat bikin paranoid. Dia mungkin nge-hack smart home gue dan muter audio dari speaker tersembunyi."

​Bimo memutar kursi kerjanya. Kamera DSLR di atas tripod mengikuti gerakannya secara otomatis karena fitur face-tracking. Layar monitor besarnya masih menampilkan kolom komentar TikTok yang bergerak gila-gilaan.

​@anatomi_maut: Speaker? Kamu pikir ini mainan digital? Coba cek suhu ruanganmu, Bimo.

​Bimo melirik panel kontrol AC di dinding. Angkanya terus turun. 20°C... 15°C... 10°C... hingga menyentuh angka 5°C. Uap dingin mulai keluar dari mulut Bimo setiap kali dia membuang napas. Tangannya yang memegang mouse mulai membiru.

​"Gila... ini beneran dingin," bisik Bimo. Dia meraih jaket tebal di sampingnya. "Sat! Satria! Lo di luar kan? Matiin panel listrik utama! Sistemnya kena bypass!"

​Tidak ada jawaban dari luar kamar. Hanya kesunyian yang mencekam.

​Bimo kembali menatap layar. Penonton sudah menyentuh angka 150.000 orang. Komentar-komentar penonton mulai berubah menjadi histeris.

​user_scary: BIM! LIHAT BELAKANG LO! DI BAWAH MEJA!

Vina_Chans: Sumpah itu ada tangan keluar dari kabel-kabel PC-nya!

​Bimo refleks melompat dari kursinya. Dia melihat ke bawah meja kerjanya yang penuh dengan untaian kabel LAN dan kabel daya. Di sana, di antara gulungan kabel hitam, muncul sesuatu yang terlihat seperti otot manusia tanpa kulit. Merah, basah, dan berdenyut. Kabel-kabel itu seolah menyatu dengan jaringan saraf tersebut, menghisap listrik langsung ke dalam daging aneh itu.

​"Apa-apaan ini..." Bimo mundur teratur, napasnya memburu.

​Tiba-tiba, lampu studio padam total. Satu-satunya sumber cahaya hanya berasal dari tiga monitor PC-nya yang mendadak berubah warna menjadi merah darah. Di tengah layar, muncul gambar anatomi tubuh manusia—tepatnya, anatomi tubuh Bimo sendiri. Lengkap dengan nama, tanggal lahir, dan golongan darahnya.

​@anatomi_maut: Kamu ingin membedah kodenya? Mari kita mulai dari saraf ulnaris di tangan kananmu. Itu yang kamu pakai buat ngetik 'firewall', kan?

​JEDERRRR!

​Suara ledakan kecil berasal dari keyboard mekanik Bimo. Tombol-tombol plastik itu terlontar ke udara seperti peluru. Bimo berteriak kesakitan saat sebuah kabel USB melesat seperti cambuk, melilit pergelangan tangan kanannya dengan sangat kencang hingga terdengar suara tulang yang retak.

​"ARGHHHH! TOLONG!" Bimo mencoba menarik tangannya, tapi kabel itu seolah punya nyawa sendiri. Kabel itu mulai masuk ke dalam pori-pori kulitnya, merayap di bawah jaringan daging, menuju ke arah siku.

​Kamera DSLR masih menyala, menyiarkan jeritan Bimo secara high-definition ke ratusan ribu ponsel di seluruh penjuru negeri. Para penonton tidak bisa mematikan live itu. Tombol "keluar" di aplikasi mereka hilang. Mereka dipaksa menonton.

​Di layar, muncul grafik persentase: PROSES EKSTRAKSI DATA: 15%.

​Setiap kali persentase itu naik, kulit Bimo terkelupas sedikit demi sedikit secara otomatis, seolah ada pisau bedah tak kasat mata yang sedang bekerja dengan presisi komputer. Darah menyiprat ke lensa kamera, memberikan efek filter merah yang mengerikan pada siaran tersebut.

​"Satria... tolong..." Bimo merintih, matanya mulai memutih karena syok.

​Pintu kamar mendadak terbuka. Satria berdiri di sana. Tapi Satria tidak menolong. Satria hanya berdiri tegak dengan mata yang kosong, memegang ponselnya sendiri. Layar HP Satria menampilkan wajah Bimo yang sedang sekarat.

​"Bagus, Bim," ucap Satria dengan nada datar, suaranya bukan suara manusia, tapi suara sintesis mesin. "Ratingnya naik terus. Kamu bakal jadi konten paling viral tahun ini."

​Bimo menyadari sesuatu yang lebih mengerikan. Satria sudah "diambil alih" lewat frekuensi suara dari aplikasi itu. Sahabatnya sekarang hanyalah tripod manusia yang memantau kematiannya.

​PROSES EKSTRAKSI DATA: 100%.

​Tubuh Bimo mengejang hebat sebelum akhirnya terkulai di atas meja kerjanya. Semua kabel di ruangan itu mendadak lepas dan jatuh ke lantai, menyisakan tubuh Bimo yang sudah "dikuliti" di bagian tangan dan dadanya, membentuk pola QR Code raksasa dari jaringan otot dan pembuluh darahnya.

​Layar monitor kembali normal. Sebuah pesan terakhir muncul di kolom komentar sebelum live berakhir:

​@anatomi_maut: Pengetahuan adalah kekuatan. Dan sekarang, aku punya semua datamu. Siapa yang punya rahasia paling kotor di sini? Aku akan berkunjung ke Live-mu jam 3 pagi.

​Tiba-tiba, jutaan penonton di rumah merasakan HP mereka menjadi sangat panas. Sebuah pesan otomatis terkirim dari akun mereka masing-masing tanpa mereka sadari: "Pilih korban selanjutnya, atau kamu yang menjadi anatomi berikutnya."

​Permainan maut ini baru saja berubah menjadi pemungutan suara massal.

1
APRILAH
mantap, satu mawar meluncur thor
APRILAH
Mulai baca Thor 🙏
Serena Khanza
seru wajib baca nih rekomen horrorr nya bedaaa 🥰
Serena Khanza
wuih apa ini thor 🫣 seru horror nya bukan yang gimana gitu tapi ini horror nya beda 🤭🥰
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
apa harus gitu banget demi sebuah popularitas di dunia virtual 🤦‍♂️
Zifa
next
Kaka's: bab 21 dan selanjutnya lebih horor lagi kak..
total 1 replies
Zifa
ternyata cerita horor...
ok next
Zifa
cek dulu
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
serem banget euhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!