NovelToon NovelToon
Anak Dukun Di High School

Anak Dukun Di High School

Status: tamat
Genre:Misteri / Persahabatan / Hantu / Horor / Spiritual / Teen Angst / Tamat
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: RAS( BY.AR)

Astra tak pernah mau meneruskan pekerjaan Ibunya. Di bandingkan menjadi dukun, dia ingin hidup normal sebagai gadis pada umumnya.

Demi bisa terlepas dari hal-hal gaib di desa, Astra nekat melanjutkan study nya di kota. Dengan beasiswa yang susah payah dia raih, dia memasuki sekolah terkenal di kota "High School" dari namanya saja sudah keren bukan?

Astra bermimpi untuk belajar seperti siswa pada umumnya, memiliki teman dan bekerja setelah lulus. Namun kenyataan menampar nya, High School tidak sebaik yang di pikir kan.

Kemanapun dia pergi, kabut gelap selalu terlihat di tubuh setiap orang...

Permainan gaib, nyawa dan kekuasaan menjadi mainan bagi mereka. Sisi baiknya, tidak ada satupun orang yang mengetahui hal gaib lebih baik darinya di sekolah ini...

#25Desember2025

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

SMA Bhakti Kencana adalah sebuah benteng kemewahan yang terbuat dari kaca dan baja. Gerbangnya yang tinggi dijaga oleh petugas keamanan berseragam rapi, dan di halaman parkir berjejer mobil-mobil mahal. Astra, dengan seragam barunya yang masih terasa kaku dan tas yang sudah lama namun masih terlihat bagus.

Beruntung wajahnya cantik, rok di atas lutut dan topi hitam yang menggantung di kepala. Dia terlihat seperti gadis modis kekinian.

Rasa rendah diri itu ia tekan ke jurang hatinya, lalu mulai melangkah masuk melewati gerbang.

Langkah nya menyesuaikan dengan orang-orang yang di lihatnya. Pelan dan santai, namun...

TIIIIINNN...

Suara panjang kelakson mobil, saat Astra menoleh ke belakang. Deretan beberapa mobil memasuki gerbang kampus, orang-orang menyingkir dan memberikan jalan untuk mobil lewat.

Saat mobil berhenti dan beberapa muda mudi keluar dalam mobil, bak adegan klise dalam buku Mahabarata. Orang-orang berseru dengan kekaguman dan bisik-bisik di wajah mereka.

Di kelas atas, dekat parkiran mata dan perhatian mereka tertuju pada sekumpulan muda mudi tampan dan menarik di parkiran sana.

Astra berada di antara kerumunan itu, awalnya dia tidak ingin diam menyaksikan, lagian di setiap sekolah kan selalu ada geng-geng populer seperti itu.

Namun sesuatu mencuri perhatian nya, di mulai dari asap hitam dan beberapa sosok yang mengikuti mereka. Untuk sesaat mata Astra bergetar menatap muda-mudi di parkiran sana, asap hitam begitu tebal, apa saja hal buruk yang mereka lakukan?

"Kamu terpesona ya?"

Suara seorang perempuan berbicara tepat di sampingnya, Astra menoleh, melihat seorang perempuan semampai yang mata dan wajahnya masih menatap ke parkiran sana namun berbicara kepadanya.

Seperti terlihat misterius, namun Astra lebih misterius.

"Tidak" dengan cuek Astra segera pergi.

"Eh?" Perempuan itu menoleh ke arah Astra yang pergi, "tunggu" mengejar Astra dan berjalan di samping nya.

"Aku belum pernah lihat kamu, kamu siswi baru?"

"Iya" jawab Astra singkat.

"Owh, kamu baru pindah sekarang ya?"

"Iya"

"Enak banget, berarti kamu gak ikutan Mos?"

Astra tak menjawab, gadis itu masih senantiasa mengikuti langkah nya. Sampai Astra sadar dan berhenti melangkah.

"Eh? Akhirnya berenti, aku udah capek"

Astra melihat ke arahnya. "Tau ruang kepala sekolah dimana?"

"Nama aku Gabriela, panggil aja Riel"

"Astra"

"Tau?" Tanya Astra lagi setelah mengenalkan namanya dengan singkat.

Namun senyum Riel semakin mengembang dan dia mengangguk.

Kantor kepala sekolah.

"Jadi kamu Astraluna, dari desa Sulo?" Tanya kepala sekolah, laki-laki yang terlihat tua namun bugar itu memiliki wajah ramah yang selalu tersenyum.

Astra mengangguk.

"Kamu di tempatkan di kelas unggulan X.A" ucap kepala sekolah sambil melihat sebuah map kertas.

"Biar Bapak antarkan..."

"Ada saya pak, sama saya aja" usul Riel yang ikut masuk dan sekarang berada di belakang Astra.

"Oh, Gabriela... Baik, silahkan."

Gabriela tersenyum dan menarik Astra. "Kami pamit pak"

Astra ingin melepaskan tangan Riel yang menarik nya. Namun saat sadar tujuan nya sekolah dengan baik dan mendapatkan teman, diapun memih mengikuti arus. Lumayan, baru masuk udah punya teman yang langsung nempel.

Kelas unggulan.

Apa yang di pikirkan ketika mendengar kalimat itu, kelas rapi yang penuh murid pintar yang ambisius? Yah, namun juga tidak sebaik yang di pikirkan.

Kelas masih cukup sepi, hanya ada satu dua orang yang tidak cukup peduli dengan kehadiran Astra saat Gabriela membawanya memasuki kelas.

"Kebetulan aku juga kelas X. A , kamu duduk sama aku aja ya" Astra tidak menolak, namun menjawab dengan senyum.

Saat dia duduk matanya melihat kedepan, seorang gadis memakai kacamata kotak yang menatap ke arah papan tulis. Rambut nya basah dan kakinya tidak menginjak lantai, Astra memasukan nya ke dalam list bahwa dia sesuatu yang tidak harus dia sentuh.

Kemudian menatap beberapa siswa yang sudah ada sejak tadi, ia kemudian mengerutkan keningnya. Lalu melihat ke arah Riel, yang sedang menata buku-buku di bawah meja. Astra kembali melihat ke depan, menungkupkan kepalanya ke tumpukan tangan nya berpura-pura tidur.

Teng... Teng...

"Astra bangun, udah bel masuk"

Astra membuka matanya perlahan lalu mulai melihat kelas yang sudah ramai, dengan bangku-bangku yang sudah terisi. Sial, pikirnya. Padahal dia hanya ingin berpura-pura tidur.

Saat dia melihat ke depan, Astra sudah tidak melihat perempuan berkacamata kotak tadi. Namun guru sudah masuk dan Astra mengeluarkan bukunya.

"Pelajaran apa?" Tanyanya pelan.

"Matematika" jawab Riel ramah.

"Sebelum kita memulai pelajaran, saya dengar ada murid baru di sini?" Riel menyikut tangan Astra, dan Astra langsung berdiri.

"Kamu" Pak Jum menunjuk Astra, "perkenalkan diri kamu di depan"

Tanpa menjawab Astra berjalan ke depan, "Nama saya Astra..."

Saat tatapan nya menyapu orang-orang di kelas, Astra baru tahu. Ternyata gadis kacamata itu berpindah di belakang seorang perempuan lain. Namun bukan itu fokus nya, fokus utamanya muda-mudi yang berada di parkiran itu ternyata berada di kelas ini.

Dan fokus yang lebih utamanya dia baru menyadari sesuatu, beberapa orang di kelas ini memiliki 'isi'

"Sudah?" Tanya pak Jum.

Astra tersadar, "S-sudah"

"Kembali ke tempat kamu, dan lepaskan topi kamu. Jangan memakai topi di kelas."

"Baik, maaf saya tidak tahu" Astra melepaskan topinya dan berjalan kembali ke mejanya.

Bisikan depan dan belakang terdengar begitu Astra duduk.

'Cantik dong...'

'Biasa aja'

'Cuek banget gilaa...'

Astra menghela nafas dan fokus pada pelajaran.

"Oke, kita kembali pada soal kemarin..."

Astra tahu betul apa yang tersembunyi di balik raga manusia. Baginya, 'isi' bukan sekadar pelindung, melainkan entitas yang memiliki asal-usul berbeda. Ia bisa mengidentifikasi para Perewangan-- makhluk yang 'dipelak' melalui perjanjian gelap demi kepentingan tertentu. Di sisi lain, ada Khodam, pelindung sejati yang turun-temurun dari garis leluhur. Namun, pemandangan itu langka, di mata Astra, hanya tiga orang yang benar-benar memiliki Khodam di kelas ini, sementara sisanya hanyalah wadah bagi Perewangan yang haus akan imbalan.

1
Paramitha Tikva
Padahal seru malah di end kan
Boncab dong Thor
Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸
hahhh... kok end
Huang Haing: Maaf ya, retensi nya ancur... Motivasi author buat lanjutin ilang~
total 1 replies
Nixc~
yahhh..... 😔😔😔 sayang bgt udah end.... padahal ceritanya seru loh😤😤🥺🥺🤧🤧
Huang Haing: Maaf banget yaa 😞
total 1 replies
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
yaaaaahhhhh kok end sihhhh thorrrr😭😭😭😭😭😭😤
Huang Haing: Maaf yaaa 😭🫣
total 1 replies
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪
Semoga cepat naik retensinya nan, semangat
我爱你: Tidak masalah 😙 Akunmu juga sangat menarik, maukah kamu bertukar akun denganku? Aku punya akun dengan banyak pengikut.
total 6 replies
💝F&N💝
kopi susu manis untukmu, thor
semangat menjalani harimu

ayo up lagi malam ini.
aku suka banget ceritanya.
bagus
dan semakin bikin aku penasaran akan kelanjutannya.

ayooooooooo up lagiiiiiiiiiiiiiiii
Huang Haing: MAAF YA, SEMALAM AUTHOR BARU PULANG LDKS, CAPEK+NGANTUK VANGET 😭🫣
total 1 replies
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
ceritanya keren banget, semoga Astra bisa melawan mahluk itu💪💪
Huang Haing: Siap, makasih!
total 1 replies
Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸
semangat semoga cepet naik bagi Aaamiin
Huang Haing: Aaamiiiinnn 🤧🤧🤧
total 1 replies
Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸
wahhh... anjlok knp Thor pasti ada sebab nya kan 🤭
Huang Haing: Iya kak
total 3 replies
💝F&N💝
ayo thor, mana up nya hari ini
kenapa kok gak ada semangatnya.
Huang Haing: Gak keburu, tapi insyaallah hari ini
total 1 replies
💝F&N💝
hai..... mana up nya hari ini
Huang Haing: Sabar yaaa😭
total 1 replies
Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸
fiiihhh irit pisan...............
Kristiana Subekti
tuuuh kaaaan d gantung lagi ky jemuran g kering kering,,,, jidi pinisirin Iki tiiiih🥰😘
Kristiana Subekti: udah kak🥰😘
total 3 replies
chaa
lanjutt 👍
Huang Haing: Insyaallah
total 1 replies
Nixc~
ayo thor lanjut------💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻
semoga author dapet ide-ide bagus buat lanjutin Babnya, biar gak terlalu pendek-pendek amat ceritanya kalo tamat😊🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Huang Haing: Ha-ha-ha a-min 😭
total 1 replies
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
padahal seru lo thor...

semoga semangat mubgak kendor ya thor. jangan putuskan hubungan ini... eh, novel ini di tengah jalan thorkuuuu....
Huang Haing: Yaa... Tapi yang baca nya setengah² retensi nya gak nyampai 😭🫰
total 1 replies
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
kelas XII ya thor? persiapan snbp snbt dooong....

semoga lolos ya thooor
Huang Haing: Hahaha, author gak ikut SNBP Karen telmi
total 1 replies
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
thooor....

🎶Sampai kapan kau gantung
Cerita cintaku memberi harapan🎶
Huang Haing: Sampai Ajal menjemput mu 🎶
Cinta ku ini baru kan tumbuh 🎶
total 1 replies
Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸
ahh meni teu karaos kedik pisan 🤭
Huang Haing: Hahaha 🫣🫰
total 1 replies
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
yaaa bagusss kok, masssaaaaa pendek sihhhh😭😭😭😤😤😤
Huang Haing: Tahan lama bacanya yaaa
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!