NovelToon NovelToon
Dan Akhirnya Aku Pergi

Dan Akhirnya Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Cinta Lansia / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yulianti Azis

Sofia Amara, wanita dewasa berusia 48 tahun yang hanya dipandang sebelah mata oleh suami dan anak-anaknya hanya karena dirinya seorang ibu rumah tangga.

Tepat di hari pernikahan dirinya dan Robin sang suami yang ke-22 tahun. Sofia menemukan fakta jika sang suami telah mendua selama puluhan tahun, bahkan anak-anaknya juga lebih memilih wanita selingkuhan sang ayah.

Tanpa berbalik lagi, Sofia akhirnya pergi dan membuktikan jika dirinya bisa sukses di usianya yang sudah senja.

Di saat Sofia mencoba bangkit, dirinya bertemu Riven Vex, CEO terkemuka. Seorang pria paruh baya yang merupakan masa lalu Sofia dan pertemuan itu membuka sebuah rahasia masa lalu.

Yuk silahkan baca! Yang tidak suka, tidak perlu memberikan rating buruk

INGAT! DOSA DITANGGUNG MASING-MASING JIKA MEMBERIKAN RATING BURUK TANPA ALASAN.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DAAP 8

Setelah makan siang bersama Rena, Sofia berpamitan dan kembali ke mobilnya. Baru saja ia menghidupkan mesin, ponselnya bergetar. Ia melihat layar dan melihat nomor tak dikenal.

"Halo?" jawab Sofia dengan sedikit ragu.

"Selamat siang, Ibu Sofia. Ini dari rumah sakit Medical Center Rex tempat Ibu melakukan pemeriksaan kemarin. Hasil medis Ibu sudah keluar, dan dokter meminta Ibu datang untuk mendiskusikannya."

Jantung Sofia berdegup kencang. Ia mengangguk, meskipun lawan bicaranya di telepon tidak bisa melihat. "Baik, saya akan segera ke sana."

Sofia menutup telepon dan menarik napas dalam-dalam. Pikirannya mulai dipenuhi berbagai kemungkinan. Apa hasilnya buruk? Atau hanya pemeriksaan biasa? Dengan hati yang sedikit cemas, ia menancapkan gas menuju rumah sakit.

******

Setibanya di rumah sakit, Sofia langsung menuju lantai tempat dokternya berada. Setelah mengkonfirmasi kedatangannya di meja resepsionis, ia diminta menunggu sebentar. Tangannya terasa dingin.

Tak lama, seorang perawat keluar dari ruang dokter dan memanggil namanya. "Ibu Sofia Amara, silakan masuk."

Sofia berdiri, meluruskan bahunya, dan melangkah masuk ke ruangan dokter dengan tenang. Dokter wanita berusia sekitar lima puluhan dengan senyum ramah menyambutnya.

"Ibu Sofia, silakan duduk."

Sofia duduk dan menatap dokter dengan penuh harap. "Jadi, apa hasilnya, Dok?"

Dokter meletakkan sebuah map berisi hasil pemeriksaan di atas meja. "Setelah meninjau hasil pemeriksaan dan tes yang Ibu lakukan, kami menemukan adanya mioma di rahim Ibu."

Sofia mengerutkan kening. "Mioma?"

Dokter mengangguk. "Ya, mioma uteri. Ini adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam atau sekitar rahim. Biasanya tidak berbahaya, tapi dalam beberapa kasus, mioma bisa menyebabkan berbagai gejala, seperti nyeri perut, pendarahan yang tidak normal, atau tekanan di area panggul."

Sofia merasa tubuhnya menegang. Ia mengingat beberapa bulan terakhir di mana perutnya sering nyeri, tetapi ia selalu mengabaikannya.

"Seberapa serius ini, Dok?" tanya Sofia dengan suara sedikit bergetar.

Dokter menatapnya dengan lembut. "Dari hasil pemeriksaan, ukuran mioma Ibu cukup besar dan bisa berdampak pada kesehatan Ibu jika dibiarkan. Saya menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan sebelum menyebabkan komplikasi lebih lanjut."

Sofia terdiam. Operasi? Ia tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan menghadapi situasi ini.

Melihat ekspresi Sofia yang terkejut, dokter melanjutkan, "Saya mengerti ini mungkin mengejutkan, tapi keputusan ada di tangan Ibu. Jika Ibu ingin mempertimbangkannya lebih dulu, itu tidak masalah. Namun, saya menyarankan agar tidak menunda terlalu lama."

Sofia menarik napas dalam-dalam. Setelah semua yang ia lalui belakangan ini—pengkhianatan suaminya, perceraian yang akan segera terjadi, dan kini mioma—rasanya terlalu banyak hal yang harus ia hadapi sekaligus.

Namun, satu hal yang ia pelajari dari semua ini adalah bahwa dirinya lebih kuat dari yang ia kira. Ia tidak akan lari dari kenyataan.

Sofia menatap dokter dengan mata mantap. "Baik, Dok. Saya akan mempertimbangkan operasinya dan segera memberi tahu keputusan saya."

Dokter tersenyum. "Bagus. Jika ada pertanyaan atau perlu diskusi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi saya."

Sofia mengangguk dan bangkit dari kursinya. Saat berjalan keluar dari ruangan dokter, ia merasa langkahnya sedikit berat.

****

Sofia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, pikirannya dipenuhi dengan banyak hal. Perceraian, pengkhianatan, penyakit yang baru saja didiagnosis.

Semua itu menumpuk di dalam benaknya seperti ombak yang terus menghantam. Selama puluhan tahun, ia begitu sibuk mengurus rumah, suami, dan anak-anaknya sampai lupa mengurus dirinya sendiri.

Sofia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri. Malam mulai turun, jalanan yang ia lewati semakin sepi. Lampu jalan yang redup menciptakan suasana sedikit suram. Namun, tiba-tiba, sesuatu menarik perhatiannya.

Di tepi jalan, tidak jauh dari mobilnya, seorang gadis tampak dikelilingi oleh empat pria berbadan tegap.

Bahkan dari dalam mobil, Sofia bisa melihat gadis itu sedang berusaha melawan. Gerakannya lincah, seolah memiliki dasar bela diri, tetapi jumlah lawannya terlalu banyak.

Tiba-tiba, salah satu begal menghunuskan pisau, mencoba menusuk gadis itu dari belakang.

Tanpa berpikir panjang, Sofia menghentikan mobilnya dan keluar dengan cepat. Tubuhnya bergerak lebih cepat dari pikirannya.

Bugh!

Dalam hitungan detik, ia menendang pria yang hendak menusuk gadis itu. Hantaman keras tepat di ulu hati membuat pria itu terhuyung mundur sambil meringis kesakitan.

Semua mata tertuju padanya.

Gadis yang diserang itu tampak terkejut. Sedangkan para begal menatap Sofia dengan ekspresi meremehkan.

"Hah? Siapa lo, Bu? Mau sok jadi pahlawan?" salah satu begal berkata sambil tertawa kecil.

"Kuberi kalian waktu tiga detik untuk pergi," Sofia berkata datar, matanya menatap tajam.

Para begal itu malah saling pandang sebelum tertawa terbahak-bahak.

"Lo pikir kita takut sama ibu-ibu kayak lo?" salah satu dari mereka mendekat dengan pisau terhunus. "Udah tua, sadar diri aja deh. Mending kasih semua barang lo sebelum lo kena masalah!"

Sofia menghela napas. Dasar bodoh.

Saat pria itu berusaha merampas tas selempang milik Sofia, wanita itu bergerak lebih cepat. Dengan sigap, ia menangkap pergelangan tangan pria itu, memutarnya ke belakang hingga terdengar suara.

Krak!

"Arrgghh!" pria itu menjerit kesakitan.

Tak ingin memberi kesempatan, Sofia menendang lutut pria itu, membuatnya jatuh tersungkur.

Bugh!

Brugh!

Gadis yang tadi diserang terkejut melihat betapa cekatannya Sofia. Begitu juga dengan begal itu terkejut melihat seorang ibu-ibu sangat pandai beladiri.

"Apa yang kalian tunggu? Habisi mereka!" salah satu begal yang tersisa berteriak.

Dua begal lainnya menyerang bersamaan.

Sofia menghindar dengan gerakan gesit. Salah satu pria mencoba memukulnya, tetapi Sofia dengan mudah menangkap lengannya dan membantingnya ke tanah.

Bugh!

Brugh!

Gadis yang tadi dibegal tidak tinggal diam. Dengan refleks, ia menendang perut salah satu begal yang hendak menyerangnya.

Bugh!

Kini tersisa satu pria yang masih berdiri. Wajahnya pucat melihat kawan-kawannya sudah terkapar kesakitan.

Tanpa pikir panjang, pria itu berlari kabur.

Sofia mengibaskan tangannya, merasa puas. Ototnya mungkin sudah lama tidak digunakan, tetapi tubuhnya masih mengingat teknik bertarungnya dengan baik.

Sofia merupakan mantan atlit beladiri, yang pernah mewakili negaranya untuk ke luar negeri.

Sofia menoleh ke gadis yang baru saja ia tolong. Namun, saat wajah gadis itu terlihat jelas di bawah lampu jalan, Sofia terkejut.

Gadis ini…

Sofia langsung mengenalinya. Gadis itu adalah orang yang sama yang ditemuinya di mal kemarin—gadis yang spontan memanggilnya "Mommy."

Sebelum Sofia sempat mengatakan apa pun, tiba-tiba gadis itu melompat dan memeluknya erat.

Grep!

Sofia terkejut. Ia bisa merasakan tubuh gadis itu sedikit gemetar, seolah menahan tangis.

"Aku tahu itu kamu … aku tahu itu kamu, Mom .…" bisik gadis itu dengan suara bergetar.

Jantung Sofia berdetak kencang. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba muncul dalam dirinya.

1
LarasatiAtiqahGunawan
hm... kluar kamar trus ke meja mkn ga sikat gigi dulu? minimal kumur2 pk mouthwash lah. plus raub/cuci muka
Siti Iatifah
itu semua adalah ajab
Siti Iatifah
buktikan bawah kamu bisa hidup tanpanya
Siti Iatifah
bagus sofia buat pelajaran
Anisah SH
lanjutannya bagaimana ?
Anisah SH
suka banget ceritanya, ke lu harga yg betul2 harmonis
Anisah SH
mendengar berita dan kenyataan yg di ulit diterima seseorang pasti kaget, bingung dan hancur rasanya
mahira
terima kasih atas ceritanya kk
Sorah aku
novel ke 2 yg aku baca sedah bikin aku penasaran baru baca bab awal selama semingguan ini, semoga kelanjutannya ga boring lagi🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
Athe indra
/Rose//Rose//Rose/
Srihandayani
maaf Thor...
terlalu sering menggunakan kata elegan
Nor Azlin
thor ada tidak season dua nya bagai mana kisah Elleanor sama si xander yah penasaran ni pasti ada kan😂😂sukses selalu thor
Nor Azlin
Alhamdulillah syukur akhirnya tamat juga aku baca nya sangat Keren ...thor cerita mu banyak pengajaran buat kita semua yah ...semoga dengan membaca cerita ini kita bisa memperbaiki & belajar banyak pengajaran dari cerita mu 👍👍👍semoga ketemu di lain novel mu yang lain yah thor😂😂😂lanjutkan thor
Yeni Yeni: dapat pelajaran berharga dari novel ini, seperti menasehati anak remaja.. dan lain-lain
total 1 replies
Nur Janah
aku kasih kopi Thor semangat 💪💪
Nor Azlin
bisa lagi hamil tu yah mereka ada peluang buat hamil lagi jangan risau deh pasti ada adik kecil buat Elleanor juga Edward nya yah ...semoga mereka di kurniakan anak lagi kerana umur seperti kalian masa h bisa menimang anak kecil lagi tu😂😂...setelah pulang bulan madu nya sudah ada adik bayi yah thor ... lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu kira si Elleanor itu orang miskin dasar bodoh & kamu kira Elleanor itu seperti Mikaila juga Rani yang bisa2 nya merebut pacar teman nya sendiri gitu kamu itu salah bahkan Elleanor itu lebih mampan dari keluarga mu yah ...pria kayak kamu tidak pantas seujung kuku pun buat Elleanor tau😂😂😂 semoga kalian pergi jauh2 yah kalau kakak nyasi Edward itutau mampus kamu belum lagi papa nya yah ...semoga kamu selamat dari amukan keduanya yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
jalang yang takut miskin sudah habis uwang bagian nya sudah tentu lah mau mengambil kesempatan yah mama tau hasil nya dapat kali ini yah😂😂😂 kenapa juga tidak di hapuskan dari muka bumi ini yah para pelakor nya😂😂😆😆semoga tidak terjadi apa-apa pada Sofia lagi yah ...jalang satu lagi sufldah pergi datang lagi jalang tidak Sadar diri lagi yah CK CK CK semoga si Riven menempatkan orang-orang nya untuk melindungi Sofia sama Elleanor deh ...lanjutkan thor
Nor Azlin
bukan nya sama proses seperti dia lakukan oleh Riven pada Sofia mereka juga membuat proses seperti itu juga deh itu satu nya yah & satu nya yang aku tau juga yah mereka senyawakan dulu di dalam tabung persenyawaan lepas itu mereka masukan benih2 yang sudah jadi 😂😂😂bagi orang kayak Robin kan gampang bagi nya kerana waktu banyak uwang bisa buat apa ada nya yah ...butuh uwangkan jual aja anak mu itu kan bisa 😏😏mau menefaatkan Sofia lagi dasar gila ni
Nor Azlin
Reno pasti menghamili anak orang ni kelihatan nya dia panik amat ni pasti berkaitan dengan perempuan juga tu ...kedua anak mu sudah hancur total di tangan ibu sambung Alias ibu kandung nya 😂😂😂kalian sudah hancur sehancurnya deh ...lihat hasil dari didikan mu vanessa kedua anak mu yang Sofia tatang bagai minyak yang penuh kamu cemari dengan trik jalang mu jadi lah mereka bermasalah sungguh miris sekali kamu menanam kan kebencian pada mereka untuk membenci Sofia namun kamu lebih menjerumuskan mereka pada lembah yang paling hina mengikuti lah kalian berdua yah ...lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!