NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Raja Mafia

Obsesi Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Obsesi / Penyelamat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Anya, seorang gadis miskin yang bekerja sebagai pelayan, tak sengaja menyelamatkan Marco Valerius, bos mafia kejam yang sedang sekarat akibat pengkhianatan.

Terpikat oleh kemurnian Anya yang tulus, Marco yang posesif memutuskan untuk "membeli" hidup gadis itu.

Ia menghancurkan dunia lama Anya dan mengurungnya dalam kemewahan sebagai bentuk perlindungan sekaligus kepemilikan.

Di tengah ancaman maut dari musuh-musuh Marco, Anya terjebak dalam sangkar emas, berjuang antara rasa takut dan ketertarikan pada pria yang terobsesi menjadikannya milik selamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya???

Yukkkk kepoin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OSRM BAB 3_Refleks Kemanusiaan

Tiba-tiba, gadis itu bergerak Anya mulai mengerjapkan matanya, mencoba mengumpulkan kesadarannya.

Saat pandangannya fokus, dia langsung melompat berdiri ketika melihat Marco sudah membuka mata.

"Oh! Anda sudah bangun!" seru Anya dengan suara kecil yang ceria tapi terdengar cemas.

"Tunggu, jangan bergerak dulu jahitannya bisa lepas. Eh, maksud saya balutannya." ralatnya.

Marco hanya menatapnya dengan mata tajam yang dingin, membuat Anya refleks mundur satu langkah.

Tatapan Marco bukanlah tatapan orang biasa tapi itu adalah tatapan seorang predator yang sedang menilai apakah makhluk di depannya adalah ancaman atau bukan.

"Di mana aku?" suara Marco terdengar sangat berat dan serak.

"Di... di rumah saya. Di daerah Tambora," jawab Anya gugup, ia meremas ujung bajunya.

"Semalam saya menemukan Anda di gang dan anda berdarah sangat banyak, jadi saya membawa Anda ke sini karena Anda melarang saya memanggil ambulans." ucap Anya.

Marco terdiam sejenak. Ingatannya mulai kembali utuh. "Siapa namamu?"

"Anya. Anya Clarissa," jawabnya pelan.

"Kalau boleh tahu tuan nama anda siapa?" tanya anda sopan.

"Panggil aku Marco dan kau bisa lebih santai bicara denganku." ucap Marco.

"Kenapa kau menolongku, Anya?" tanya Marco, setiap suku katanya terasa penuh selidik.

"Kau tahu aku siapa? Kau tahu apa yang bisa terjadi padamu jika orang-orang yang mengejarku menemukan tempat ini?" tuturnya.

Anya menggigit bibir bawahnya, tentu saja dia takut karena dia tidak bodoh dan dia tahu pria di depannya ini kemungkinan besar adalah bagian dari dunia yang gelap.

Luka tembak bukan sesuatu yang didapat orang baik-baik di tengah malam.

"Aku tidak tahu kamu siapa," jawab Anya akhirnya, menatap langsung ke mata Marco dengan keberanian yang membuat pria itu sedikit terkejut.

"Tapi aku tahu jika aku meninggalkan kamu di sana, kamu tidak akan melihat matahari pagi ini dan aku tidak bisa membiarkan itu terjadi. Mengenai orang-orang jahat itu... aku harap mereka tidak akan menemukan gang sempit ini." jawabnya.

Marco tersenyum tipis yaitu sebuah senyum yang terlihat lebih seperti seringai predator.

"Kau sangat naif Anya Clarissa, di dunia ini kebaikan seringkali dibayar dengan nyawa." ucap Marco.

Anya tidak membantah tapi dia justru berbalik menuju kompor gas kecil di sudut ruangan.

"Mungkin saja, rapi untuk sekarang kamu butuh makan dan minum dan aku cuma punya bubur instan dan teh hangat. Maaf aku belum sempat belanja." ucap Anya.

Marco memperhatikan setiap gerakan Anya, gadis itu bergerak dengan lincah meskipun terlihat kelelahan.

Ada sesuatu yang aneh yang dirasakan Marco saat melihat punggung kecil itu.

Biasanya dia dikelilingi oleh orang-orang yang melayaninya karena takut atau karena uang, tapi gadis ini melakukannya hanya karena... dia ingin melakukannya.

Rasa ingin tahu mulai tumbuh di hati Marco, dia ingin tahu bagaimana seseorang bisa tetap terlihat begitu "terang" di tengah kemiskinan dan kerasnya kota ini.

Namun jauh di lubuk hatinya yang paling gelap, sebuah perasaan lain mulai merayap.

Sebuah perasaan yang selama ini dia tekan habis-habisan yaitu sebuah keinginan untuk memiliki.

Bagi Marco, apa pun yang menarik perhatiannya harus menjadi miliknya dan gadis ini dengan mata bulatnya yang penuh ketulusan dan keberanian yang tidak masuk akal, baru saja menarik perhatian sang Raja.

"Anya," panggil Marco lagi.

Anya menoleh sambil memegang segelas teh hangat. "Ya, tuan?" ucapnya masih belum terbiasa.

"Jangan panggil aku Tuan. Panggil Marco." tutur Marco.

"Oh ya... Marco." jawabnya dengan sedikit gugup.

Nama itu terdengar berbeda saat diucapkan oleh Anya, tidak ada nada gemetar karena takut, tidak ada nada menjilat.

Hanya ada ketulusan dan Marco merasa jantungnya berdenyut, bukan karena luka, tapi karena sesuatu yang dia sendiri belum bisa jelaskan.

Saat Anya mendekat untuk memberikan teh itu, Marco menangkap pergelangan tangannya.

Tidak sekuat semalam, tapi cukup untuk membuat Anya berhenti bergerak.

"Mulai sekarang," bisik Marco, suaranya terdengar seperti janji sekaligus ancaman.

"hidupmu bukan lagi milikmu sendiri, kau sudah menyelamatkan nyawa seorang Valerius dan kami selalu membayar apa yang kami hutang, dengan cara kami sendiri." ucap Marco.

Anya hanya bisa terpaku, menatap mata hitam Marco yang seolah ingin menelannya bulat-bulat.

Dia tidak menyadari bahwa dengan menyelamatkan pria ini, dia baru saja menyerahkan kebebasannya ke tangan seorang monster yang tidak akan pernah melepaskannya.

Satu hal yang pasti, hidup Anya yang tenang dan sederhana baru saja berakhir di pagi yang mendung ini.

Anya Clarissa tidak pernah menganggap dirinya sebagai pahlawan.

Baginya menyelamatkan Marco semalam hanyalah sebuah refleks kemanusiaan yang mungkin akan disesalinya nanti, tapi tidak bisa ia hindari saat itu.

Pagi ini saat ia mengaduk bubur instan di panci kecilnya, Anya merasa punggungnya pegal luar biasa karena tidur sambil duduk.

Namun setiap kali ia menoleh ke arah sofa dan melihat pria besar itu masih bernapas, ada rasa lega yang aneh di hatinya.

"Ini, makanlah sedikit demi sedikit," ujar Anya sambil membawa semangkuk bubur hangat dan segelas air putih.

Marco hanya diam, membiarkan Anya membantunya duduk bersandar.

Pria itu tampak jauh lebih baik dibandingkan semalam, meski wajahnya masih pucat Anya dengan telaten menyuapkan sesendok bubur ke mulut Marco.

Awalnya Marco tampak ragu mungkin karena dia tidak terbiasa disuapi, atau mungkin karena dia takut diracuni tapi akhirnya dia menerima suapan itu.

"Kenapa kau tinggal di tempat seperti ini sendirian?" tanya Marco tiba-tiba, setelah suapan ketiga.

Matanya yang tajam menyapu setiap sudut ruangan yang luasnya tidak lebih dari 3x4 meter itu.

Anya tersenyum tipis, sebuah senyum yang membawa sedikit rasa pahit.

"Karena ini satu-satunya tempat yang sanggup aku bayar Marco, Jakarta itu mahal bagi orang seperti ku." ucapnya.

Sambil terus menyuapi Marco, Anya mulai bercerita, dia tidak tahu kenapa dia merasa begitu nyaman bercerita pada orang asing yang jelas-jelas berbahaya ini.

Mungkin karena dia sudah terlalu lama tidak punya teman bicara sehingga dia tiba-tiba bisa terbuka apa lagi dengan orang baru, orang yang tidak dia kenal.

Anya berasal dari sebuah desa kecil di Jawa Tengah, ibunya meninggal saat dia masih remaja karena sakit dan ayahnya adalah seorang buruh tani yang jujur dan menyusul tiga tahun kemudian akibat kecelakaan kerja.

Tanpa saudara dan tanpa harta warisan selain utang pengobatan ibunya, Anya terpaksa merantau ke Jakarta saat usianya baru 18 tahun.

"Aku datang ke sini cuma bawa satu tas ransel dan alamat jauh seorang kenalan yang ternyata sudah pindah," kenang Anya.

"Dua malam pertama aku tidur di stasiun lalu aku dapat kerja jadi tukang cuci piring, lalu naik jadi pelayan kedai kopi, begitulah hidup ku selama lima tahun terakhir yaitu kerja, bayar kos, makan, lalu kerja lagi." jawabnya.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
💝F&N💝
bagus👍😅😅❤️❤️❤️
Salsa Selvi
semoga pasukan Marco berhasil melumpuhkan Antonio bersama yg lain nya ya tor
Salsa Selvi
tor selamat kan Marco ya tor sama Anya
Salsa Selvi
tor kata nya Marco si raja mafia kok selalu kalah cepat sama Antonio sih tor disini aku kasihan sama Marco tor ditambah lagi Anya ngk pernah mau nurut sama perkataan Marco
Salsa Selvi
semangat kk nulis nya
tapi di sini yg bikin aku kesel Anya ngk mau dengerin omongan Marco
Salsa Selvi
menarik cerita nya kk
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
Atik Marwati
Marco benar benar mengorbankan nyawanya untuk anya🥰🥰
Atik Marwati
semangat Anya...jangan mau kalah oleh kejahatan 🥰🥰
Wiemiey Erwina Ddc
alur cerita menarik..aku harap Marco dan Anya bersatu menjadi pasangan suami-isteri..saling melindungi..vest ,🫶
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
💝F&N💝
👍👍👍👍👍
💝F&N💝
bagus😅👍
ceritanyabagus
💝F&N💝
bagus
imel
ntar ketahuan lagi sama Antonio 🤭
dyah EkaPratiwi
alhamdulilah selamat
dyah EkaPratiwi
semoga tidak tertangkap
Atik Marwati
semoga aman
imel
astagaaa jantungku jedag jedug 🤣
Wulan Sari
cerita yg ini bikin deg2 an semoga ga ketahuan 🤲
Wulan Sari
ceritanya semakin menarik ke sini semakin menarik bikin penasaran saja lho tp yg penting nt di akhir cerita happy end semangat 💪 salam sukses selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
Wulan Sari: cip 👍 semangat 💪 karya lainnya 😘🙏
total 2 replies
Wulan Sari
yaaaaa semoga Marco tidak di temukan Thor cerita selanjutnya ya Thor ibu mohon 😀🤭.....
ibu kasih bunga wes Thor 🌹lanjut lg seru nih salam👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!