NovelToon NovelToon
Mahkota Berlumur Anggur Merah

Mahkota Berlumur Anggur Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:866
Nilai: 5
Nama Author: Iseeyou911

Pangeran Gautier de Valois.

Ia mengenakan seragam Duke-nya, seragam berwarna biru tua dengan hiasan perak yang berkilauan. Postur tubuhnya tegak sempurna, memancarkan aura bahaya dan otoritas yang membuat ruangan terasa kecil. Matanya—abu-abu sekeras baja—menatap Amélie tanpa ekspresi, seolah-olah sedang menilai kuda pacu yang tak berguna.

"Pernikahan. Kau, Amélie LeBlanc, akan menikah dengan Pangeran Gautier de Valois dalam waktu satu bulan."

"Apa? Ini gila! Saya tidak akan—"

"Ini bukan permintaan, Countess,"

"Ini adalah dekrit dari Tahta. Aku butuh pewaris dan Raja membutuhkan stabilitas politik yang diberikan oleh aliansi dengan Countess yang memiliki koneksi luas. Keluargamu, melalui Éloi, menawarkan penyelesaian utang kuno ini. Pernikahan, dengan segera. Aku tidak tertarik padamu, atau pada intrik keluargamu. Anggap ini transaksi dan aku tidak menerima penolakan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iseeyou911, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 (Sebuah Penghinaan dan Kontrak yang Tidak Adil)

Satu minggu kemudian, Amélie tiba di Château Valois, sebuah benteng besar dengan dinding batu gelap yang tampak lebih dingin dan lebih kokoh dari LeBlanc. Itu adalah kediaman Pangeran Gautier de Valois dan kini, Istana itu lebih seperti penjara barunya.

Kedatangan Amélie disambut oleh para pelayan yang dingin dan tanpa emosi. Gautier tidak ada di sana.

Amélie dibawa ke sebuah kamar suite mewah, yang ironisnya, terasa seperti sel penjara yang dihiasi permata. Setelah ia berganti pakaian, seorang petugas pribadi Gautier, Monsieur Dubois, muncul.

"Countess Amélie," kata Dubois kaku. "Pangeran meminta anda menunggunya di ruang pertemuan. Ia memiliki beberapa hal yang perlu diselesaikan sebelum upacara."

Saat Amélie memasuki ruang pertemuan, Gautier sudah menunggunya. Ia berdiri di depan jendela besar, tubuhnya yang besar dibingkai oleh cahaya sore yang suram. Dia tidak memakai seragam, melainkan jubah beludru hitam yang membuat auranya semakin gelap dan berbahaya.

Di depannya, ada dua gelas anggur kristal dan dokumen baru.

"Duduklah, Countess," perintahnya, tanpa menoleh.

Amélie duduk tegak. Ia telah merencanakan strategi. Ia tidak akan melawan secara emosional, ia akan melawan dengan sebuah logika.

Gautier akhirnya berbalik. Ekspresinya sama sekali tidak berubah sejak hari pertama. Kehadirannya begitu kuat sehingga membuat Amélie hampir lupa bernapas.

"Kau datang dengan kedamai. Itu cerdas," katanya, dengan suara yang tajam. "Aku menghargai kepatuhan mu, Countess. Itu akan membuat hidupmu lebih mudah di sini."

Amélie menatapnya lurus. "Saya datang karena saya telah membuat keputusan rasional. Saya setuju dengan pernikahan politik ini. Sekarang, mari kita bahas detailnya, Pangeran. Saya bukan wanita yang bisa dibungkam dengan ancaman. Saya ingin tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan."

Gautier mengangkat alis, sedikit terkejut dengan keberanian Amélie. Ia berjalan ke meja dan mengambil dokumen yang terlipat.

"Kejujuran. Aku suka itu. Begini," Gautier meletakkan dokumen itu di hadapan Amélie. "Kontrak pernikahan yang ditandatangani Éloi hanyalah formalitas kerajaan. Ini, Countess, adalah kontrak kita. Kontrak pribadi."

Gautier mengambil salah satu gelas anggur dan meneguknya dalam diam, matanya tidak pernah meninggalkan Amélie.

"Aku akan memberitahumu apa yang kuinginkan. Pertama, pewaris. Dalam waktu dua tahun. Tugas utamamu adalah melahirkan anak yang sah dan sehat untuk Valois. Setelah itu, kau bebas hidup sesukamu di kastil ini, selama kau menjaga martabat Valois."

Amélie merasa jantungnya berdebar. "Dua tahun? Dan jika tidak?"

"Jika tidak," Gautier bersandar di meja, tatapannya menusuk, "pernikahan itu akan dibatalkan, reputasimu hancur dan semua aset LeBlanc akan beralih ke Valois. Hutang yang kubayar akan menjadi milikku."

"Lalu apa yang tidak kau inginkan?" tanya Amélie dingin.

"Aku tidak ingin kau mencampuri urusanku pribadi," katanya, suaranya sedikit melunak, tetapi lebih mengancam. "Aku punya urusanku sendiri, jauh dari kastil ini. Kau akan menjadi permaisuri di mata publik, namun di balik pintu istana ini, kau akan menjadi Countess LeBlanc—isteri di atas kertas. Kita akan berbagi tempat tidur hanya jika diperlukan untuk menghasilkan pewaris. Setelah itu, tidak ada sentuhan, tidak ada keintiman, tidak ada pertanyaan tentang di mana atau dengan siapa aku menghabiskan waktuku."

Amélie merasakan pukulan itu, bukan karena sakit hati, tetapi karena penghinaan. Kontrak itu adalah penolakan mutlak.

Ia tidak tertarik padamu.

"Lalu, bagaimana dengan penampilan publik?" tanya Amélie, berusaha menjaga suaranya tetap netral. "Saya tidak akan dipermalukan di depan Dewan oleh ketidakhadiran Anda."

Gautier menyeringai, senyum yang sama sekali tidak menyenangkan. "Aku akan melakukan tugasku di depan publik. Kita akan tampil sebagai pasangan yang sempurna, yang saling menghormati. Namun, kau harus mengerti satu hal, Amélie. Ada wanita lain yang kucintai, yang tidak bisa kubawa ke Versailles karena aturan Raja. Aku melindunginya. Dan kau adalah alay pertukaran politik, kau harus bisa menghormati hal itu."

Amélie menelan ludah. Kata-kata itu lebih tajam daripada pisau. Pria itu bahkan mengakui bahwa dia mencintai wanita lain dan dia memaksa Amélie untuk menjadi selimut politiknya.

"Baik," kata Amélie, mengangkat dagunya. "Saya akan setuju. Tetapi saya punya satu syarat, Pangeran Gautier."

Gautier tampak terkejut. "Syarat?"

"Saya setuju untuk melahirkan pewaris Anda. Saya setuju untuk menjadi permaisuri palsu Anda. Tetapi sebagai gantinya, setelah saya menyelesaikan tugas itu, semua aset LeBlanc akan dikembalikan penuh kepada saya, tanpa ada klaim lebih lanjut dari Valois, atau dari Éloi," kata Amélie, matanya berapi-api. "Dan saya tidak akan menjadi subjek Anda selamanya. Saya harus bebas."

Gautier menatapnya lama. Ia menyadari Amélie adalah wanita yang berbeda, wanita itu tidak menangis, tidak memohon, melainkan bernegosiasi dengan api di matanya.

"Disepakati," jawab Gautier, mengambil pena. "Tambahkan klausul itu, Dubois."

Dubois, yang diam sepanjang waktu, menambahkan paragraf baru dengan kaligrafi yang rapi.

Gautier menandatangani dokumen itu dengan gerakan cepat dan kuat. Ia kemudian menyerahkan pena perak yang mahal itu kepada Amélie.

"Tanda tanganmu, Countess. Dan setelah itu kau terikat padaku. Tidak ada jalan untuk kembali."

Amélie mengambil pena tersebut. Jantungnya berdebar kencang, ia merasakan semua kebebasannya terkunci dalam tinta. Ia tahu bahwa dengan menandatangani ini, ia memasuki medan pertempuran, bukan pernikahan.

Ini bukan kehormatan. Ini adalah tugas.

Dengan tangan yang sedikit bergetar, Amélie LeBlanc membubuhkan tanda tangannya di samping nama Gautier de Valois.

"Sekarang," kata Gautier, nadanya kembali menjadi komandan dengan sikap ketidak tertarikan yang melekat di tubuh besarnya. "Aku perlu pergi. Tugas militer memanggilku. Aku akan kembali tepat waktu untuk upacara. Aku percayakan kepada Dubois untuk mengurus semua kebutuhanmu. Termasuk pelajaran etiket Valois. Jangan membuatku malu, Countess."

Gautier berjalan keluar dari ruangan tanpa melihat ke belakang.

Amélie ditinggalkan sendirian di ruang yang mewah itu, dengan kontrak yang dingin di tangannya dan sebuah kesimpulan baru yang suram, pernikahan paksa ini bukan hanya membelenggu hidupnya, itu memberinya misi. Misi untuk mencari kebenaran tentang hutang, tentang orang tuanya dan pada akhirnya, untuk menghancurkan kontrak ini dan mendapatkan kembali kebebasannya dari cengkeraman Gautier de Valois yang angkuh dan dingin.

...*****...

1
Iseeyou911
Jangan lupa Like dan Komennya yaa 🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!