NovelToon NovelToon
System Cek In Harian: Dunia Kultivator

System Cek In Harian: Dunia Kultivator

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan / Dunia Lain / Harem
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

Lou Chen, seorang pemuda biasa yang hidup di dunia modern, tiba tiba mendapatkan System Cek-in harian yang misterius . dengan System ini dia bisa mendapatkan hadiah dan kemampuan baru setiap hari . Namun apa yang tidak dia ketahui adalah , bahwa system ini akan membawa dia ke dunia Kultivasi immortal yang penuh bahaya dan rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehidupan Baru dan Ancaman Tersembunyi

Dua bulan telah berlalu sejak duel yang mengubah hidup Luo Chen sepenuhnya. Kehidupannya sebagai murid dalam sangat berbeda dari hari-hari kelamnya sebagai murid terluar.

Setiap pagi, Luo Chen bangun di kamarnya yang luas dan nyaman. Pemandangan dari jendela kamarnya memperlihatkan taman sekte yang indah dengan kolam teratai dan paviliun-paviliun kecil. Sangat berbeda dari kamar sempit di asrama murid terluar yang hanya punya pemandangan dinding kayu tua.

[07:00]

DING!

[Waktu cek-in telah tiba!]

Ini sudah menjadi rutinitas hariannya selama dua bulan. Setiap pagi jam tujuh, sistem akan memberikan hadiah. Dan hari ini adalah cek-in ke-68.

"Cek-in!"

[Cek-in berhasil!]

[Selamat! Host mendapatkan: Pil 'Pembuka Pintu Surga']

[Keterangan: Pil tingkat Langit yang sangat langka. Dapat membantu kultivator Qi Refining tingkat 9 breakthrough ke Foundation Establishment dengan tingkat keberhasilan 100%. Tidak ada efek samping]

Mata Luo Chen membulat. Ini adalah hadiah yang sangat tepat waktu! Dia sekarang sudah Qi Refining tingkat 9—hasil dari kultivasi intensif selama dua bulan dengan bantuan sistem dan berbagai sumber daya sebagai murid dalam.

Tinggal satu langkah lagi—Foundation Establishment. Dan dengan pil ini, dia bisa breakthrough dengan aman!

Tapi Luo Chen memutuskan untuk tidak terburu-buru. Dia sudah mempelajari manual "Jalan Menuju Foundation Establishment" yang dia ambil dari gudang. Manual itu menjelaskan bahwa breakthrough ke Foundation Establishment bukan hanya soal kultivasi tinggi, tapi juga tentang pemahaman dao, mental yang kuat, dan fondasi yang solid.

Dia perlu mempersiapkan semuanya dengan sempurna.

Setelah menyimpan pil itu dengan hati-hati, Luo Chen membersihkan diri dan mengenakan jubah biru tua murid dalamnya. Di dadanya terpasang lencana naga yang sekarang memiliki tiga bintang—menandakan dia sudah naik menjadi murid dalam ranking tujuh.

Ya, dalam dua bulan ini, dia tidak hanya meningkatkan kultivasi, tapi juga rankingnya di antara murid dalam. Dengan berbagai misi yang dia selesaikan dan kontribusi yang dia berikan pada sekte, rankingnya naik dengan stabil.

Luo Chen keluar dari kamarnya dan berjalan menuju Aula Makan Murid Dalam—tempat yang jauh lebih megah dari Aula Makan Timur untuk murid terluar. Di sini, makanannya berkualitas tinggi, bahkan ada hidangan yang dibuat dari daging binatang spiritual yang bisa membantu kultivasi.

"Luo Gongzi!" sapa beberapa murid dalam yang dia lewati sambil membungkuk hormat.

Luo Chen membalas dengan anggukan ramah. Dia sudah terbiasa dengan perhatian seperti ini. Setelah mengalahkan Liu Yang, namanya menjadi terkenal di seluruh sekte.

Di aula makan, dia mengambil sarapannya—nasi putih yang masih hangat, sup ginseng spiritual, daging ayam phoenix muda yang dipanggang, dan segelas teh hijau yang harum.

"Boleh aku duduk di sini?" suara lembut terdengar dari samping.

Luo Chen menoleh dan tersenyum melihat Lin Daiyu berdiri dengan nampan berisi makanannya. Gadis itu sekarang mengenakan jubah hijau dengan bordiran daun—tanda bahwa dia sudah naik menjadi alchemist junior resmi.

"Tentu saja, Daiyu," jawab Luo Chen sambil menunjuk kursi di seberangnya.

Lin Daiyu duduk dengan wajah ceria. Dalam dua bulan ini, hubungan mereka semakin dekat. Meski Luo Chen sudah resmi berpacaran dengan Xiao Yao, Lin Daiyu tidak pernah menunjukkan kecemburuan. Gadis itu tampaknya puas dengan menjadi teman dekat dan "adik" bagi Luo Chen.

"Aku dengar kau akan mengambil misi ke Pegunungan Biru minggu depan?" tanya Lin Daiyu sambil makan.

"Ya. Misi untuk mengumpulkan Bunga Salju Abadi yang hanya tumbuh di puncak tertinggi," jawab Luo Chen. "Hadiahnya 200 poin kontribusi dan akses ke lantai tiga Gudang Sekte."

"Berbahaya sekali! Pegunungan Biru penuh dengan binatang buas tingkat Foundation Establishment!" Lin Daiyu terlihat khawatir. "Kenapa kau tidak menunggu sampai breakthrough ke Foundation Establishment dulu?"

"Karena aku butuh tantangan," Luo Chen tersenyum. "Bertarung dengan musuh yang lebih kuat adalah cara terbaik untuk memantapkan fondasi sebelum breakthrough."

Lin Daiyu menghela napas. "Kau ini... selalu mencari bahaya. Tapi..." dia mengeluarkan sebuah botol kecil dari ring penyimpanannya, "aku sudah menyiapkan ini untukmu. Pil Pemulihan Jiwa tingkat menengah. Kalau kau terluka parah, pil ini bisa menyelamatkan nyawa mu."

Luo Chen menerima botol itu dengan hati yang hangat. "Terima kasih, Daiyu. Kau selalu memikirkan ku."

Lin Daiyu tersenyum manis. "Tentu saja. Kau teman terbaikku. Dan..." dia berhenti sejenak, wajahnya sedikit memerah, "orang yang penting untukku."

Sebelum Luo Chen bisa merespons, aura dingin tiba-tiba menyapu ruangan. Semua murid dalam yang sedang makan langsung diam dan menatap ke pintu masuk.

Xiao Yao melangkah masuk dengan anggun. Jubah biru tuanya berkibar pelan, rambut panjangnya yang biasa diikat kali ini tergerai bebas, membuatnya terlihat lebih lembut dari biasanya. Tapi auranya tetap tajam—Foundation Establishment tingkat 9, sudah sangat dekat dengan Golden Core.

Matanya langsung menemukan Luo Chen dan Lin Daiyu yang duduk bersama. Ada kilatan sesuatu di matanya—bukan kecemburuan, tapi lebih seperti... posesif?

Xiao Yao berjalan mendekat dengan langkah mantap.

"Luo Chen," sapanya dengan nada dingin yang biasa, tapi Luo Chen sudah bisa membedakan nada dingin biasanya dengan nada dingin saat dia sedang sedikit tidak senang.

"Yao-er," Luo Chen tersenyum dan menepuk kursi di sampingnya. "Mari duduk."

Ekspresi Xiao Yao melembut sedikit mendengar panggilan manja itu. Dia duduk di samping Luo Chen dengan elegan, sangat dekat sampai lengan mereka hampir bersentuhan.

"Lin Daiyu," sapa Xiao Yao pada gadis di seberang dengan nada yang lebih lembut. Dalam dua bulan ini, kedua gadis ini sudah saling mengenal dan membangun semacam persahabatan—meski kadang ada kompetisi kecil untuk perhatian Luo Chen.

"Kakak Senior Xiao Yao," Lin Daiyu membungkuk hormat sambil tersenyum. "Apa Kakak Senior sudah sarapan?"

"Belum. Aku baru selesai kultivasi."

Mereka bertiga makan bersama sambil mengobrol santai. Topiknya beragam—dari perkembangan kultivasi, misi sekte, sampai gossip tentang murid-murid lain.

"Ngomong-ngomong," kata Xiao Yao sambil melirik Luo Chen, "aku dengar Wang Xiaoxiao sering mengunjungi mu di ruang latihan belakangan ini?"

Luo Chen hampir tersedak tehnya. Dia lupa bahwa mata-mata Xiao Yao ada di mana-mana.

"Dia hanya mengajariku tentang formasi dasar," jawab Luo Chen dengan jujur. "Aku pikir pengetahuan tentang formasi akan sangat berguna."

"Hmm," Xiao Yao menatapnya dengan mata menyipit. "Dan saat 'mengajar' itu, apa dia berdiri terlalu dekat dengan mu?"

"Yao-er, kau cemburu?" Luo Chen tertawa kecil.

"Aku tidak cemburu," bantah Xiao Yao cepat, tapi wajahnya sedikit memerah. "Aku hanya... memastikan dia tidak mencuri kesempatan."

Lin Daiyu tergelak mendengar percakapan mereka. "Kakak Senior Xiao Yao yang dingin ternyata bisa cemburu juga!"

"Aku tidak cemburu!" Xiao Yao bersikeras, tapi wajahnya semakin merah.

Luo Chen menggenggam tangan Xiao Yao di bawah meja dengan lembut. "Yao-er, kau tahu aku tidak akan melakukan sesuatu yang membuatmu tidak senang."

Xiao Yao menatapnya untuk beberapa saat, lalu menghela napas. "Aku tahu. Aku percaya padamu. Tapi Wang Xiaoxiao itu... gadis yang sangat agresif. Aku tidak yakin dia hanya ingin 'mengajar' saja."

Luo Chen tidak bisa membantah itu. Wang Xiaoxiao memang sangat terbuka dengan ketertarikannya pada Luo Chen. Bahkan beberapa kali gadis itu dengan terang-terangan bilang ingin menjadi "wanita kedua" Luo Chen setelah Xiao Yao.

Di dunia kultivasi, poligami adalah hal yang normal—terutama untuk kultivator kuat. Bahkan Kepala Sekte punya lima istri. Tapi tetap saja, ini adalah situasi yang sensitif.

"Bagaimana kalau nanti kita bicarakan ini dengan lebih tenang?" usul Luo Chen. "Hanya berdua."

Xiao Yao mengangguk kecil. "Baiklah. Nanti sore, datang ke kamar ku."

Lin Daiyu yang mendengar percakapan itu tersenyum kecil. Dia tahu posisinya—dia belum siap untuk hubungan romantis dengan Luo Chen. Untuk sekarang, menjadi teman dekat sudah cukup membuatnya bahagia.

Setelah sarapan, mereka berpisah untuk menjalankan aktivitas masing-masing. Xiao Yao pergi ke Paviliun Pedang untuk latihan, Lin Daiyu ke Paviliun Alchemy untuk membuat pil, dan Luo Chen menuju Perpustakaan Sekte.

Perpustakaan Sekte adalah bangunan lima lantai yang menyimpan ribuan buku tentang kultivasi, sejarah, teknik, dan pengetahuan umum tentang dunia ini. Sebagai murid dalam, Luo Chen punya akses sampai lantai tiga.

Dia menghabiskan beberapa jam membaca berbagai buku tentang Foundation Establishment—bagaimana cara breakthrough dengan benar, apa saja yang harus dipersiapkan, apa resiko yang mungkin terjadi.

Saat sedang asyik membaca, seseorang duduk di kursi seberangnya.

"Rajin sekali," suara familiar Wang Xiaoxiao membuat Luo Chen mendongak.

Gadis berambut pirang itu tersenyum dengan mata biru yang penuh kejailan. Hari ini dia mengenakan jubah ungu muda yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan sempurna.

"Xiaoxiao," sapa Luo Chen sambil menutup bukunya. "Ada perlu apa?"

"Tidak bisa aku datang hanya untuk melihat mu?" Wang Xiaoxiao menyenderkan dagunya di tangan sambil menatap Luo Chen dengan intens. "Aku rindu."

"Kita baru bertemu kemarin saat latihan formasi."

"Sehari tanpa melihat mu seperti tiga tahun," Wang Xiaoxiao tertawa. "Itu pepatah dari dunia lamamu kan? Bumi?"

Luo Chen membeku. "Apa... apa yang kau maksud?"

Wang Xiaoxiao senyumnya melebar. "Jangan khawatir. Rahasia mu aman denganku. Aku sudah tahu sejak pertama kali bertemu mu—jiwa mu berbeda dari tubuh mu. Ini adalah kasus transmigasi, bukan?"

Luo Chen merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya. Bagaimana gadis ini bisa tahu?!

"Jangan panik," Wang Xiaoxiao mengangkat tangannya dengan santai. "Aku ahli formasi dan sensing energy. Aku bisa merasakan ketidakcocokan antara jiwa dan tubuh. Tapi hanya aku yang bisa—orang lain tidak akan menyadarinya."

"Kenapa... kenapa kau tidak bilang dari dulu?"

"Karena aku ingin melihat seberapa jauh kau bisa pergi dengan rahasia mu," jawab Wang Xiaoxiao sambil bersandar di kursi. "Dan ternyata, sangat jauh. Kau bahkan mengalahkan Liu Yang. Menakjubkan."

Luo Chen menarik napas dalam. "Apa yang kau inginkan dari ku?"

"Tidak ada," Wang Xiaoxiao mengangkat bahu. "Seperti yang sudah aku bilang, rahasia mu aman denganku. Aku tidak tertarik untuk membocorkannya. Yang aku tertarik adalah..." dia bersandar lebih dekat, "dirimu. Luo Chen dari dunia lain dengan pengetahuan dan pengalaman yang berbeda. Sangat menarik."

"Kau... tidak takut aku sebenarnya orang jahat?"

"Kalau kau orang jahat, kau tidak akan menjaga Lin Daiyu dengan baik, tidak akan membuat Xiao Yao tersenyum untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, dan tidak akan menggunakan kekuatan mu untuk melindungi yang lemah," Wang Xiaoxiao tersenyum lembut. "Aku jago membaca orang. Dan aku tahu kau adalah orang yang baik."

Luo Chen terdiam. Gadis ini... terlalu pintar dan terlalu tajam. Tapi dia tidak merasakan niat jahat darinya.

"Terima kasih," akhirnya dia berkata. "Terima kasih sudah menyimpan rahasia ku."

"Kau tidak perlu berterima kasih," Wang Xiaoxiao bangkit dan berjalan ke samping Luo Chen. Dia membungkuk dan berbisik di telinga Luo Chen dengan napas hangat yang menggelitik, "karena aku akan meminta bayaran yang sesuai nanti."

Sebelum Luo Chen bisa bertanya, Wang Xiaoxiao sudah mencuri ciuman kilat di pipinya dan berlari keluar dari perpustakaan sambil tertawa.

Luo Chen hanya bisa menggeleng dengan senyum geli. Gadis itu benar-benar tidak bisa ditebak.

Sore harinya, Luo Chen datang ke kamar Xiao Yao seperti yang dijanjikan. Kamarnya lebih besar dari kamar Luo Chen—sebagai murid dalam ranking dua, dia punya privilege lebih banyak.

Xiao Yao menyambut dia dengan teh hangat dan kue kecil.

"Duduk," katanya sambil menunjuk bantal di lantai. Kamarnya minimalis tapi elegan, dengan dekorasi yang sederhana namun berkelas.

Mereka duduk berhadapan dengan meja kecil di antara mereka. Xiao Yao menuangkan teh dengan gerakan yang anggun.

"Luo Chen," mulainya setelah beberapa saat keheningan, "aku tahu di dunia kultivasi, pria kuat biasanya punya banyak wanita. Aku tidak naif. Aku sudah menerima kenyataan bahwa suatu hari kau mungkin akan punya wanita lain."

Luo Chen mendengarkan dengan saksama, tidak menyela.

"Tapi," lanjut Xiao Yao sambil menatap mata Luo Chen dengan serius, "aku punya satu permintaan. Apapun yang terjadi, kau harus jujur padaku. Jangan pernah berbohong atau menyembunyikan sesuatu. Aku bisa menerima kenyataan bahwa kau menyukai wanita lain, tapi aku tidak bisa menerima kebohongan."

Luo Chen menggenggam tangan Xiao Yao dengan lembut. "Yao-er, aku berjanji akan selalu jujur padamu. Dan aku juga berjanji—apapun yang terjadi, kau akan selalu menjadi yang pertama di hatiku."

Xiao Yao tersenyum—senyum yang sangat langka dan sangat indah. "Itu sudah cukup untukku."

Mereka menghabiskan sisa sore itu dengan mengobrol santai, berbagi cerita tentang kultivasi mereka, rencana masa depan, dan mimpi-mimpi yang ingin mereka capai.

Saat matahari mulai terbenam, Luo Chen bersiap untuk pulang. Tapi Xiao Yao menarik tangannya.

"Tunggu," katanya sambil mengeluarkan sebuah pedang dari ring penyimpanannya. "Ini untukmu."

Pedang itu indah—bilahnya berwarna biru es dengan ukiran naga yang sangat detail. Gagangnya terbuat dari jade putih yang dingin saat disentuh.

"Ini adalah Pedang Es Abadi," jelas Xiao Yao. "Pedang spiritual tingkat Langit warisan keluargaku. Aku ingin kau memilikinya."

"Tapi ini terlalu berharga—"

"Terima saja," potong Xiao Yao dengan lembut. "Anggap ini sebagai simbol komitmen ku padamu. Dan juga... aku ingin kau punya sesuatu yang akan melindungimu saat aku tidak di sampingmu."

Luo Chen menerima pedang itu dengan hati yang penuh. "Terima kasih, Yao-er. Aku akan merawatnya dengan baik."

"Aku tahu kau akan melakukannya."

Mereka berpisah dengan ciuman lembut di pintu.

Malam itu, Luo Chen kembali ke kamarnya dengan perasaan hangat. Dia meletakkan Pedang Es Abadi di samping Pedang Bayangan Bulan dan Pedang Kembar Yin-Yang yang dia dapat dari sistem.

Sekarang dia punya tiga pedang spiritual tingkat Langit. Persenjataannya sudah sangat lengkap.

Dia duduk bersila dan mulai kultivasi malam seperti biasa. Qi mengalir dalam tubuhnya dengan lancar, dantiannya sudah sangat padat dan penuh—tanda bahwa dia sudah mencapai puncak Qi Refining tingkat 9.

Tinggal satu langkah lagi—Foundation Establishment.

Tapi sebelum itu, dia harus menyelesaikan misi ke Pegunungan Biru minggu depan. Dia butuh pengalaman pertarungan yang lebih banyak untuk memantapkan fondasi.

DING!

Tiba-tiba, suara sistem yang berbeda menggema di kepalanya.

[Peringatan! Sistem mendeteksi niat pembunuhan yang kuat diarahkan pada Host]

[Sumber: Tidak diketahui]

[Jarak: Dalam radius 1 kilometer]

[Kekuatan: Foundation Establishment tingkat tinggi atau bahkan Golden Core]

Luo Chen langsung bangkit dengan waspada. Seseorang ingin membunuhnya? Dan orang itu sangat kuat!

Dia mengaktifkan semua indranya, mencoba mendeteksi sumber bahaya.

Tapi tidak ada apa-apa. Malam tetap tenang, tidak ada aura aneh, tidak ada tanda-tanda ancaman.

[Peringatan! Niat pembunuhan menghilang]

[Kemungkinan: Target sedang mengamati Host dari jarak jauh]

Luo Chen merinding. Ada assassin profesional yang mengawasinya? Dari Keluarga Liu?

Dia langsung mengeluarkan batu jade komunikasi yang diberikan Wang Xiaoxiao dan menghancurkannya.

Lima menit kemudian, Wang Xiaoxiao muncul di jendela kamarnya dengan wajah khawatir.

"Ada apa?!" tanyanya sambil melompat masuk. "Kau dalam bahaya?!"

"Ada yang mengamatiku," jawab Luo Chen dengan serius. "Seseorang dengan niat pembunuhan yang sangat kuat. Tapi aku tidak bisa mendeteksinya."

Wang Xiaoxiao langsung menutup mata dan mengaktifkan teknik sensing-nya. Formasi kecil muncul di sekitar tubuhnya, memindai area dalam radius beberapa kilometer.

Setelah beberapa menit, dia membuka mata dengan ekspresi serius.

"Ada jejak aura yang sangat samar," katanya. "Terlalu samar untuk dideteksi orang biasa. Ini pasti pekerjaan assassin profesional tingkat tinggi."

"Keluarga Liu?"

"Kemungkinan besar," Wang Xiaoxiao mengangguk. "Aku akan memasang formasi pelindung di sekitar kamar mu. Formasi ini akan memberitahu ku kalau ada yang mencoba menyusup. Dan..." dia mengeluarkan sebuah jimat dari ring penyimpanannya, "bawa ini. Kalau kau dalam bahaya, hancurkan jimat ini dan aku akan langsung datang apapun yang terjadi."

"Terima kasih, Xiaoxiao."

"Jangan berterima kasih," Wang Xiaoxiao memeluknya dengan erat. "Kau orang yang penting bagiku. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu."

Luo Chen membalas pelukan itu. Dalam momen berbahaya seperti ini, dia sangat menghargai orang-orang yang peduli padanya.

Setelah Wang Xiaoxiao memasang formasi pelindung yang rumit di sekitar kamarnya, gadis itu akhirnya pergi dengan janji akan terus memantau situasi.

Luo Chen berbaring di tempat tidurnya, tapi tidak bisa tidur. Pikirannya berputar tentang ancaman baru ini.

Keluarga Liu benar-benar tidak akan diam. Mereka pasti sudah merencanakan sesuatu.

Tapi Luo Chen tidak akan lari. Dia tidak akan bersembunyi.

Kalau mereka ingin perang, dia akan berikan perang.

Tapi kali ini, dia tidak akan sendirian.

Dia punya Xiao Yao, Lin Daiyu, Wang Xiaoxiao, dan sistem yang terus memberinya kekuatan baru setiap hari.

Apapun yang Keluarga Liu rencanakan, Luo Chen akan siap menghadapinya.

Dan dia akan menang.

Seperti biasa.

[Akhir Bab 10]

[Status Terkini:]

Kultivasi: Qi Refining Tingkat 9 (Puncak)

Status: Murid Dalam Ranking 7

Hubungan: Xiao Yao (Pacar), Lin Daiyu (Teman Dekat), Wang Xiaoxiao (Teman Istimewa yang tahu rahasia)

Ancaman: Keluarga Liu (Assassin tidak dikenal)

Tujuan Berikutnya: Misi Pegunungan Biru, Breakthrough ke Foundation Establishment

1
Gege
judulnya system check in harian tapi ga ada cheat buat ngalahin lawan kawan kuatnya.. misal waktu ruang kultivasi abadi jadi satu menit setara satu tahun...biar segera MC nya kuat dan berjaya dimasa hadapan..🤣
Wahyu🐊: Nanti ku Revisi oke
total 1 replies
Gege
perasaan ganti hari ga ada check in ga dapat hadiah othor lupa apa bagaimana ini...
Wahyu🐊
Semoga Kalian Suka Sama Karya ku ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!