NovelToon NovelToon
Asi Babysitter Penggoda

Asi Babysitter Penggoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Satu wanita banyak pria / Ibu susu / Cinta Terlarang / Duda / Harem / Pengasuh
Popularitas:150k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna Nellys

Ketika Naya, gadis cantik dari desa, bekerja sebagai babysitter sekaligus penyusui bagi bayi dari keluarga kaya, ia hanya ingin mencari nafkah.

Namun kehadirannya malah menjadi badai di rumah besar itu.

Majikannya, Arya Maheswara, pria tampan dan dingin yang kehilangan istrinya, mulai terganggu oleh kehangatan dan kelembutan Naya.

Tubuhnya wangi susu, senyumnya lembut, dan caranya menimang bayi—terlalu menenangkan… bahkan untuk seorang pria yang sudah lama mati rasa.

Di antara tangis bayi dan keheningan malam, muncul sesuatu yang tidak seharusnya tumbuh — rasa, perhatian, dan godaan yang membuat batas antara majikan dan babysitter semakin kabur.

“Kau pikir aku hanya tergoda karena tubuhmu, Naya ?”

“Lalu kenapa tatapan mu selalu berhenti di sini, Tuan ?”

“Karena dari situ… kehangatan itu datang.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna Nellys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Tempat berlabuh ternyaman

...0o0__0o0...

...Malam hari, di kamar Naya....

...Naya tertidur pulas di atas ranjang empuknya. Wajahnya terlihat damai, sementara di samping-nya, baby Karan meringkuk erat, tangan kecilnya mencengkeram lengan Naya seolah takut kehilangan kehangatan itu....

...Biasanya Naya memilih tidur di kamar tuan muda kecilnya, namun malam ini rasa lelah membuat-nya menyerah. Lagi pula, kamar mereka sama-sama luas dan nyaman. Tidak ada bedanya....

...Di luar mansion, sebuah mobil hitam berhenti pelan....

...Arya turun dengan langkah berat, melepas dasi sambil menghela napas panjang. Tubuhnya lelah, pikiran-nya penuh. Satu tujuan memenuhi benaknya—Naya dan putranya....

...Ceklek....

...Pintu kamar Karan terbuka....

...Sunyi....

...Kosong....

...“Ck… ke mana mereka ?” gumam Arya datar....

...Tanpa ragu, duda itu berbalik menuju lift, sedikit menggerutu karena harus berpindah lantai. Kancing kemejanya di buka satu per satu, seolah beban hari itu ikut luruh bersama setiap tarikan napasnya....

...Ting....

...Pintu lift terbuka....

...Arya melangkah cepat ke kamar Naya, melempar jas dan kemeja ke sofa tanpa peduli....

...Pandangan-nya langsung jatuh pada ranjang—pada sosok Naya yang terbaring damai, rambutnya terurai lembut di bantal....

...Langkah Arya melambat....

...Ada sesuatu di dada yang menghangat… dan menekan bersamaan....

...Arya mendekat, memandangi wajah Naya dari jarak dekat. Jemarinya sempat ragu, lalu menyentuh-nya—perlahan, nyaris tak terasa....

...Naya bergerak kecil, mendesah lirih....

...Alis Arya berkerut tipis. Melihat ke arah Putra-nya yang tertidur pulas, dan nampak nyaman....

...“Tuyul kecil itu,” Decaknya sinis, menatap Karan penuh permusuhan yang tertidur pulas memeluk lengan Naya. "Enak sekali kau tinggal menikmati hidup, bermanja-manja dengan Babysitter.. Sedangkan aku baru pulang kerja."...

...Ada rasa kesal, tapi juga cemburu yang tidak Arya akui. Dengan gerakan hati-hati, ia mengangkat Karan dan memindahkan-nya ke box bayi....

...Arya memastikan putranya tetap nyaman sebelum berbalik ke arah ranjang. "Nah ini baru tempat mu, Tuyul... Di box bayi sendirian. Bukan di samping Naya." Katanya puas....

...Arya melangkah ringan, menjatuhkan tubuhnya di samping Naya, menariknya ke dalam pelukan erat. Aroma tubuh gadis itu langsung menyergap indra, hangat dan menenangkan—sesuatu yang tak ia dapatkan di mana pun....

..."Hah, ini baru tempat ternyaman melepas lelah." Guman'nya. Tangan-nya mulai meremas dada Naya dengan mulut menghisap rakus ASI-nya....

..."Eummm," Naya melenguh, merasa tidurnya terganggu. "Tuan Arya, jam berapa ini ?" Tanyanya serak. matanya masih terpejam rapat....

...Arya terus menyusu sambil menjawab pertanyaan Naya, "Jam dua dini hari." ia berpindah posisi, menghisap puting-nya satu lagi. "Tidurlah, aku hanya butuh asupan amunisi." Bisiknya lembut....

...Arya langsung mengsip ASI-nya rakus. Sedangkan tangan satunya meremas dada sinyalnya yang nganggur tanpa penghalang....

...Sentuhan Arya membuat Naya sepenuh-nya terjaga. Jantungnya berdegup lebih cepat saat menyadari jarak di antara mereka nyaris tak ada....

..."Eurghhh, Tuan baru pulang bekerja ?" tanyanya penuh perhatian sambil mengerang nikmat....

...Arya hanya berdehem singkat, melanjutkan aktifitasnya seakan di kejar waktu....

..."Ahh..." Naya mendesah, membuka matanya. "Kenapa tuan bekerja sampai lewat larut malam, ?" Tangan-nya mengelus lembut rambut Arya. "Apakah setiap pengusaha besar selalu bekerja sampai lupa waktu ?"...

...Sentuhan Arya semakin terasa. Bukan terburu-buru—justru lambat, menekan, penuh makna....

...Sret..!...

...Arya menggeser posisi, membuat Naya berada tepat di atas tubuhnya. Tangan-nya menguat di pinggang gadis itu, seolah tak ingin memberi jarak sedikit pun....

...Arya menghela napas, memejamkan mata sesaat. “Jadwal ku padat. Semakin besar perusahaan, semakin berat pula tanggung jawabnya."...

...Naya menatap wajah Arya dari jarak dekat. Garis lelah di wajah pria itu membuat hatinya terasa tercubit. Ia mengangkat tangan, mengusap pipi Arya dengan ragu....

...Naya menelan ludah. “Tuan… mau aku siapkan sesuatu ?”...

...Arya membuka mata. Tatapan-nya gelap, tajam, penuh rasa lapar yang bukan tentang makanan. “Aku sudah menemukan-nya,” bisiknya....

...Arya menahan pergelangan tangan Naya, menuntun-nya turun ke kepalanya sendiri. Detak jantung-nya keras, nyata, tak bisa di sembunyikan....

...Hening menebal....

...Naya menatap wajah Arya dari jarak sedekat ini. Ada lelah, ada kuasa, ada sesuatu yang membuat-nya sulit menolak. Di tambah pesona duda hot kaya raya yang sulit di tolak oleh akal sehat....

...“Tuan Arya…” panggilnya lirih—tanpa gelar, tanpa jarak. "Mau aku elus kayak baby Karan, sampai tertidur ?"...

...Kata-kata itu seperti kunci....

...Arya menarik Naya mendekat, napas mereka bertaut, bibir hampir bersentuhan. Suaranya jatuh rendah, panas, tepat di depan wajah Naya....

...“Lakukan lah,” bisiknya. “Malam ini… biarkan aku melepas penat ku... Dalam elusan mu.”...

...Lampu kamar tetap redup. ...

...Tirai tertutup rapat. ...

...Yang tersisa hanyalah dua jiwa dewasa yang saling mencari, tenggelam dalam keintiman yang tak perlu di jabarkan lebih jauh....

...Mata mereka bertemu....

...Hening menyelimuti ruangan, hanya detak jantung yang terdengar semakin jelas....

...“Aku memang lapar,” ujar Arya pelan, suaranya serak. “Tapi bukan itu yang kubutuhkan sekarang.” Ia mendekatkan wajahnya, napas mereka bercampur. “Aku hanya ingin kamu.”...

...Arya menarik Naya ke dalam pelukan, dan dunia di sekitar mereka seakan berhenti....

...Malam itu, kelelahan, rindu, dan hasrat bercampur menjadi satu—diam-diam, tanpa kata. ...

...Hingga akhirnya mereka berdua tertidur pulas dengan saling mendekap penuh kenyamanan....

...0o0__0o0...

...Jam 04.00 Pagi....

...Arya sudah terbangun. Ia bahkan sudah menelanjangi Naya tanpa membuat gadis itu terbangun....

...Duda berbuntut satu itu terlihat menyeringai puas, "Untung aku sudah pasang alarm, jadi aku bisa menikmati asupan ku lebih dulu tanpa gangguan dari tuyul kecil itu."...

...Arya langsung menghisap asi Naya, cepat rakus. Tangan-nya menuntun asetnya ke lembah goa milik gadis itu. Menggesekkan maju-mundur pelan....

..."Eurghhh..." Naya mengerang dalam tidurnya. Tubuhnya menggeliat pelan. Saat merasakan benda tumpul menyodok ke dalam lembah miliknya....

...Plup..!...

...Arya melepas puting Naya, setelah 5 menit menyusu. Ia merasa lembah Naya sudah mulai basah....

...Duda itu Langsung bangun, menaikan kedua kaki Naya ke atas pundaknya....

..."Argh.." Naya tersentak mengerang sakit. Matanya langsung terbuka lebar. "Tuan Arya kenapa kau suka sekali mengganggu tidur ku ?" Kata serak....

...Sedangkan Arya terus berusaha mendorong kepala pusaka'nya ke dalam lembah Naya. Meskipun berkali-kali meleset....

..."Shit!" Umpatnya. "Lembah mu terlalu sempit, Naya." Geram Arya. "Aku hanya mau icip dikit sebelum berangkat ke luar negeri nanti." Tangan-nya terus mendorong Pusaka'nya kedalam....

..."Sstt... Ah." Naya mendesis sakit, saat merasakan kepala jamur pusaka Arya berhasil menerobos sedikit. "Tuan pergi perjalanan bisnis ke mana ?" Tanya Naya manja....

...Jleb..!...

...Mata Arya terpejam, mendorong sedikit pusaka'nya lebih dalam, "Sial baru pucuk kepalanya yang masuk dikit, namun membuat milik ku terasa terjepit saja." ia membuka matanya, memutar pelan pantatnya. "Aku akan pergi ke Thailand selama beberapa hari."...

..."Ah.. Tuan Arya." Naya kembali mendesah pelan. Tangan-nya mencengkram kuat seprei sebagai pegangan. "Apa tuan tidak mau membobol gawang ku sekalian ?" Tawar Naya....

...Belum sempat menjawab, dering ponsel Arya sudah berbunyi....

...Dan nama Firan muncul di layar seperti hantu yang tak di inginkan....

...Arya mengumpat tertahan, karena kegiatan-nya harus terganggu. Lolos dari ganguan Karan, terbitlah gangguan dari asisten-nya....

...Arya menggeser tombol hijau ke atas. "Apa kau kurang kerjaan menelfon ku di pagi buta ?" Semprotnya datar....

...Firan sudah berada di depan mansion Arya, berdiri sambil mengelus dada....

..."Bos, saya di depan Stan by." Beber'nya. "Anda punya waktu 5 menit untuk bersiap-siap." Katanya mengingatkan....

...Arya berdehem singkat, lalu memutuskan panggilan sepihak. ia langsung melumat rakus bibir Naya, selama beberapa detik....

..."Aku harus bersiap," Katanya lembut. "Dan kamu tetap di mansion selama aku pergi." lanjutnya....

...Seketika Arya menarik mundur Pusaka'nya sampai terlepas, ia melirik jam dinding yang menunjuk angka 04.15. Sedangkan perjalanan ke bandara membutuhkan waktu sekitar 40 menit....

...Tiket pesawatnya jam lima pagi. Jadi waktu Arya sangat mepet sekali....

...Naya langsung manyun, masam. "Baiklah," balasnya lemas. Tak semangat....

...Arya tersenyum tipis, mengamati wajah Naya yang terlihat lucu saat lagi ngambek pasrah. "Nanti aku bawahkan oleh-oleh." Katanya menghibur....

...Cup..!...

...Arya mengecup singkat bibir Naya, lalu beranjak pergi meninggalkan gadis itu sendirian....

..."Aku mau oleh-oleh yang banyak, ya tuan ?" Teriak Naya semangat 45. Ekspresi wajahnya seketika berbinar penuh cahaya. ...

...Maklum perempuan. Memang begitu cepat moodnya berubah saat mendapatkan sogokan. ...

...Ya kan ?...

...Arya terkekeh kecil, sambil memberi isyarat ok pakai jari tangan-nya....

...0o0__0o0...

1
Merry Marmut
bagus thor ceritanu
Briania Nafusah
So hot... sayang tidak sampai adegan pencoblosan 🤭🤭🤭🤭
Ita rahmawati
sampe keluar air mancur saking nikmatnya ya naya 🤭
Briania Nafusah
bene banget, naluri anak tidak bisa di ajak kompromi bahkan di sogok. pak Arya harus lebih luangkan waktu jika ingin karan nempel sama anda. 🤭🤭🤭🤭
Briania Nafusah
Selalu ada gangguan lewat... resiko pak duda.🤣🤣🤣🤣 makanya nikah dulu baru kawin.. jangan di balik pak Arya 🤭🤭🤭
Ita rahmawati
kalo gtu buat ikatan juga aja anyata kamu sm naya kan beres dn gk kalah sm karan 🤣🤣
sasip
bayi mah masih jujur dengan perasaan & keinginannya, jadi mudah membuat ikatan dengan orang yg membuatnya nyaman.. gemesh ish sama baby karan.. 😘😍
Ita rahmawati
siapa sih ganggi aja 🤦‍♀️
kamu juga pak arya,,harusnya csri waktu yg tepat kalo mau jukim 🤣🤣
Lily
Aduh nanggung banget thor🤣🤣
cinta semu
bukan cuman anak ny yg butuh asupan ,,papa ny pun juga lebih butuh asupan 🤣🤣🤣🤣nenen ny yg kuat tuan Arya biar tumbuh sehat juga
cinta semu
terbayang bayang kenangan saat lalu 🤣🤣🤣🤣
cinta semu
g ada sensor Thor ... langsung kenyang tuan Arya ...Asi mana Asi ....🤣
cinta semu
🤣🤣🤣🤣ngakak bener baca novel ni...sumpah Thor knp bikin cerita bikin q salting...love sekebon♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
cinta semu
aduh kenapa q kok ikutan merinding ya😂😂😂😂Ach sial...benar2 ni novel bikin q saling🤣🤣🤣🤣
cinta semu
gas poll Naya biar sadar tu .. keluarga bangsawan tapi tak punya empati ...
muna aprilia
lanjut
Kundriah
Cerita sedikit filosofi, sedikit ambigu, sedikit abstrak, & sedikit puitis.....Astaga ....😴
Semoga novelmu yg lain TDK bernuansa seperti ini juga....berat sis.... setara dgn bosan ...wk....wk....wk ...🤭😀🤨
xie yan
"Wah, konflik 'cinta terlarang'-nya langsung terasa, kak. Dialog antara Naya dan Arya di akhir deskripsi itu powerful banget! Semoga karyanya cepat populer dan banyak yang baca! 🔥"
Saramid Reweh
lanjutkan Arya👍👍👍👍
Briania Nafusah
good job Arya 😍😍😍😍 rasakan tuh pasangan lampir 😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!