Zahra Aulia, putri Lili Kirana, tumbuh dengan dendam setelah ibunya meninggalkannya di hari ulang tahunnya yang ke-5. Lili dipaksa menikah dengan Bara Hendra, tapi akhirnya ditinggalkan. Zahra diusir keluarga Hendra dan berjanji membalas dendam. Dia mendekati tuan muda Henderson, orang terkaya dan kejam, untuk perlindungan dan balas dendam. Tapi, apakah dia bisa menaklukkan hati Henderson dan mencapai tujuannya?"
mendekati tuan muda Henderson bukan lah sesuatu yang gampang, selain kejam dia juga tidak suka wanita yang sengaja datang karena tujuan tertentu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kamu tidak pantas
ojek yang dikendarai oleh lili berhenti di sebuah rumah gubuk. Dia langsung turun dan membayar ojek itu.
" makasih pak.." ujarnya tak lupa berterima kasih.
Lili langsung berlari menuju rumah gubuk itu dengan terburu-buru. dengan nafas terengah-engah , lili mengetik pintu rumah itu.
pintu di buka oleh seorang wanita paruh baya, yang langsung mengenalinya dan tersenyum kepada nya.
" lili...? Kenapa datang pagi pagi sekali nak..? " tanya perempuan itu.
" bu , Nevi nya ada..? Saya mau ketemu sama dia.."
" Nevi ada di dalam, ayo masuk. " ujar wanita itu .
lili duduk di kursi kayu , dia menarik napas panjang berharap Nevi menyetujui rencana nya untuk pergi keluar kota.
" sebentar saya panggil dulu ya.."
" baik Bu.." jawab lili sudah tidak sabar langsung curhat dan menceritakan semua rencana kepada Nevi.
KRING...! KRING...!
handphone lili bergetar, dan itu dari bibi .
" halo, ada apa bi..? " tanya lili.
" non lili , sepertinya tuan sudah tau kalau nona kabur dari rumah. "
" hah..!? , sekarang ayah Dimana bi ..? " tanya lili yang sudah gemetaran.
" tuan sudah keluar non , sepertinya tuan cari nona. Saya sempat mendengar pembicaraan nya dengan seseorang tadi " ujar bibi .
" pasti bicara sama bawahan nya , baiklah bi terimakasih sebelumnya. Saya tutup telepon nya. " ujar lili .
Lili sudah gemetaran dan berkeringat dingin, tiba tiba saja airmata nya menetes.
" lili..." seorang pemuda tampan keluar dari pintu belakang bersama dengan wanita paruh baya itu yang ternyata adalah ibunya.
Melihat Nevi datang, lili langsung memeluk nya. Sambil menangis tersedu-sedu, dia menceritakan semua rencana ayahnya yang memaksa nya menikah dengan keluarga Hendra.
" mas , ayo pergi keluar kota. Saya gak mau nikah sama bara Hendra itu. " ujar lili dengan tersedu-sedu.
" lili , kita coba jelaskan sama ayahmu ya. Semoga saja dia mengerti. " ujar Nevi, menenangkan lili.
" iya nak, kalau kalian Keluar kota orang orang akan membicarakan kalian dan itu sama saja dengan kawin lari , itu tidak bagus. Ibu juga tidak mau kamu dan Nevi melakukan hal seperti itu. Tunggu Nevi ada rejeki, dia akan nikahi kamu dengan halal." ujar ibunya.
Lili mengusap air matanya. Dia menatap ibunya Nevi dengan mata yang masih berkaca-kaca.
" bu , lili sanggup menerima omongan orang orang. Lili gak mau Bu nikah sama keluarga Hendra. Please Bu , izinkan mas Nevi pergi dengan saya ke luar kota. Ayah saya gak bakalan mengerti tentang perasaan saya..."
" lili , kamu yang tenang dulu. Saya yang akan menjelaskan kepada ayah. "
" percuma mas, tidak akan mengubah keputusan nya. Mas , kita berangkat sekarang. "
Nevi terdiam.
" bagaimana Bu..? , izinkan kami keluar kota Bu. " ujar Nevi melihat ke ibunya.
Ibunya Nevi terdiam.
" Bu , maafkan lili kali ini karena mengajak mas Nevi melakukan hal yang tidak baik. tapi hanya ini yang bisa dilakukan Bu, jika kami gak Keluar kota, saya akan dipaksa menikah....." ujar lili , air matanya kembali menetes sudah tidak terbendung lagi.
ibu Herlina ibunya Nevi, menatap lili dan merasa kasihan. Dia menyadari betapa keduanya saling mencintai.
" baiklah, ibu menyetujui kalian Keluar kota. apa juga yang bisa dilakukan..? Jika itu adalah jalan keluar nya, ibu ngikut saja. Ibu juga merasa kasihan samamu lili, maaf karena anak saya masih belum bisa menjadi pria idaman mu yang bisa melakukan apa saja untuk mu. " ujar ibu Herlina, dengan nada sedih.
" gapapa Bu, kekayaan itu sudah ada di depan, selagi saya dan mas Nevi berusaha kami akan mencapai nya, terimakasih Bu sudah mengerti, ayo mas kita berangkat sekarang. " ujar lili yang langsung menggenggam tangan Nevi.
" tunggu sebentar.." ibu Herlina berjalan ke kamarnya untuk mengambil sesuatu.
Tidak lama kemudian ,ibu Herlina balik dengan sejumlah uang di tangannya.
" ini ada sedikit uang dari ibu , ongkos buat ke luar kota. Maaf , ibu cuman ada segini.." ujar ibu Herlina ,sambil memberikan uang itu kepada lili.
" makasih Bu. Tapi gak usah , uang ini untuk ibu saja. Ada uang lili , cukup untuk ongkos dan beli kebutuhan selama sebulan disana. Kami berangkat dulu.." ujar lili , menyalami ibu Herlina dan memeluknya.
" baik baik di sana ya nak. Jika Nevi kasar padamu, Kasi tau ibu.."
" iya Bu , mas Nevi buka orang yang seperti itu. " ujar lili sambil tersenyum.
Lili akhirnya tersenyum dan senang sekali. Karena dia tidak jadi menikah dengan keluarga Hendra. Tapi , akan bersama dengan Nevi laki laki yang dicintai nya.
" Bu , doakan kami sukses. Kami akan menjemput ibu untuk tinggal bareng di kota." ujar Nevi sambil menyalami ibunya.
Ibu Herlina menangis mendengar nya.
" iya nak , ibu akan selalu mendoakan kalian. Jaga lili dengan baik , apapun keadaannya kalian jalani saja. Tidak ada hidup yang tidak menderita. "
" baik Bu , Nevi janji."
Keduanya pun keluar dari rumah, Nevi yang hanya memakai baju kaos oblong warna hitam dan sebuah tas gendong berisi sedikit baju bajunya.
saat akan naik diatas mobil taksi online yang sudah kian di pesan oleh lili.
dua buah mobil sedan berhenti dan langsung mem blok taksi lili dan Nevi.
pak Setyo keluar dari mobilnya dan langsung menghampiri lili dan Nevi yang sedang bergandengan tangan.
" ohhh, kamu mau kabur sama laki laki miskin ini..?, ayah heran deh sama kamu , di kasi suami yang kaya malah pilih yang miskin. Otak mu ini kamu kemana kan..?! Hah..! , bodoh sekali jadi orang..! " ujar pak Setyo yang langsung melabrak keduanya.
" ayah ,saya gak mau nikah dengan orang yang gak lili cintai..! "
" apa , cinta..? Untuk apa cinta jika laki laki yang kamu pilih orang miskin lili..? , mending nikah sama keluarga Hendra, hidup mu bakalan enak dan bisnis ayah juga mendapatkan keuntungan besar. Laki laki ini mau kasi apa coba..?! , hidup saja bikin susah orang..! " ujar pak Setyo.
" maaf pak , walaupun hidup kami begini,tapi tidak pernah minta sama bapak. tuhan sudah memberikan kesuksesan kepada bapak, sebaiknya bapak rendah hati bukan menghina orang orang seperti kami ini. Hidup itu tidak ada yang tau pak, mungkin hari ini ada ,tapi kita tidak tau besoknya.." ujar ibu Herlina
" siapa suruh ibu menasihati saya..?! , orang miskin seperti kalian itu , tidak pantas untuk anak saya..!, kita beda level, kalian jauh dari bawah..! "
" pak , stop menghina ibu . Orang yang sombong akan direndahkan pak ,ingat karma.." ujar lili .
" akh..! Gak usah berceramah. Kamu sama saja dengan mereka..! kamu bodoh, mereka miskin...! Ayo pulang..! " ujar pak Setyo menarik tangan lili tapi gadis itu memberontak melepaskan tangan nya dari genggaman ayah nya.