NovelToon NovelToon
Luka Di Balik Etalase

Luka Di Balik Etalase

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:237
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Dua jiwa yang terjepit di antara tuntutan menjadi "Pria Baja" dan "Wanita Porselen" bertemu dalam sebuah kepura-puraan yang menghancurkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perang Material

Laras telah mengamankan "garis belakang" dengan menemui Nadia, dan kini mereka kembali kompak. Laras menunjukkan bahwa dia bukan hanya "porselen" yang cantik di pelaminan, tapi "baja" yang menguasai medan perang lapangan.

Dini hari di lokasi proyek pelabuhan yang masih berupa hamparan beton dan tiang-tiang pancang. Angin laut bertiup kencang, membawa aroma garam yang korosif. Laras berdiri di dekat pintu masuk proyek, mengenakan jaket lapangan, helm proyek, dan sepatu bot yang berlumuran lumpur. Di tangannya, ia memegang manifes pengiriman barang.

Sesuai peringatan Nadia, sabotase itu nyata. Tiga truk pengangkut besi beton kualitas rendah baru saja tiba, mencoba masuk dengan dokumen palsu yang seolah-olah ditandatangani oleh Arka.

"Berhenti di sana!" teriak Laras saat truk pertama mencoba melewati palang pintu.

Seorang pria berbadan besar dengan wajah garang turun dari kabin truk. "Mbak ini siapa? Saya sudah ada perintah dari pusat untuk bongkar muat sekarang. Jangan menghambat kerja orang."

Laras maju selangkah, tidak gentar sedikit pun. "Saya Laras, kepala pengawas lapangan untuk kontrak ini. Dan saya tidak pernah memesan besi kualitas banci dari vendor antah-berantah ini. Putar balik truk kalian sekarang, atau saya panggil pihak kepolisian untuk audit barang di tempat."

"Mbak, jangan cari masalah. Ini urusan orang gede," desis pria itu, mencoba mengintimidasi dengan mendekat.

Dari balik bayang-bayang kantor proyek, Arka muncul. Ia tidak lagi memakai seragam militer, melainkan kemeja hitam sederhana dengan lengan yang digulung. Wajahnya dingin, setajam pisau komando.

"Dia benar," suara Arka menggelegar di tengah bisingnya deru mesin truk. "Dan saya adalah 'orang gede' yang memesan material itu. Tapi saya tidak ingat memesan sampah untuk pelabuhan saya."

Pria itu terkesiap melihat Arka. "Pak Arka... saya cuma menjalankan perintah dari Pak Doni."

Laras melirik Arka. Doni lagi. Rupanya Jenderal menggunakan tangan kotor kerabatnya agar jejaknya tidak terlihat langsung.

"Bilang pada Doni," Laras mengambil manifes palsu itu dan merobeknya di depan wajah si sopir. "Kalau dia mau bermain-main dengan struktur bangunan, dia harus belajar dulu cara menghitung beban. Karena mulai detik ini, setiap gram material yang masuk ke sini harus melewati tangan saya. Tidak ada pengecualian."

Truk-truk itu akhirnya mundur dengan ekor di antara kaki. Setelah mereka pergi, suasana di lapangan kembali sunyi, hanya menyisakan suara deburan ombak.

Arka mendekati Laras. Ia melihat tangan Laras yang sedikit gemetar karena adrenalin, namun matanya tetap berkilat penuh kemenangan. "Kamu berani sekali tadi, Laras. Kalau aku tidak muncul, pria itu mungkin saja akan berbuat kasar." "Aku sudah biasa menghadapi yang lebih parah dari dia di proyek-proyek sebelumnya, Ka," jawab Laras sambil melepas helmnya, membiarkan rambutnya berantakan tertiup angin laut. "Tapi kamu lihat tadi? Ayahmu benar-benar ingin proyek ini runtuh. Dia rela mengorbankan keamanan publik hanya untuk membuktikan bahwa kamu gagal."

Arka menatap ke arah laut yang gelap. "Itu caranya bekerja. Baginya, kehancuran adalah alat pengajaran."

Arka kemudian meraih tangan Laras yang kotor karena debu semen. Ia tidak merasa jijik; ia justru menggenggamnya dengan penuh rasa hormat. "Terima kasih, Laras. Kamu menyelamatkan karierku malam ini. Dan mungkin, kamu menyelamatkan banyak nyawa yang nantinya akan menggunakan pelabuhan ini."

"Kita aliansi, kan?" Laras tersenyum tipis. "Lagi pula, aku paling benci melihat konstruksi yang dikerjakan dengan tidak jujur."

Saat mereka kembali ke mobil, ponsel Arka bergetar. Sebuah video masuk dari nomor tidak dikenal. Isinya adalah rekaman CCTV dari dalam rumah mereka di selatan tepatnya dari arah lorong menuju kamar mereka. Video itu memperlihatkan mereka sedang berpura-pura mesra di bawah selimut dari kejadian beberapa malam lalu.

Di bawah video itu ada pesan singkat:

"Akting yang bagus. Tapi Jenderal ingin bukti yang lebih 'biologis'. Suster Lastri akan segera digantikan oleh tim medis lengkap untuk tes kesuburan di rumah besok pagi. Siapkan diri kalian." Laras dan Arka saling pandang. Napas mereka tertahan.

"Tim medis lengkap?" bisik Laras horor. "Mereka akan melakukan tes darah, pemeriksaan fisik... Arka, kalau mereka tahu aku minum suplemen hormon yang berbeda atau kalau mereka tahu kita tidak benar-benar aktif secara biologis..."

"Mereka akan tahu kebohongannya," sambung Arka dengan suara parau.

"Arka, kita terjepit," Laras mencengkeram lengan baju Arka. "Kita nggak bisa lari kali ini. Jenderal sudah menutup semua jalan keluar." Arka mematikan mesin mobil. Di dalam kabin yang gelap, ia menatap Laras dalam-dalam. "Hanya ada satu cara agar tes medis itu hasilnya asli, Laras."

Laras terdiam. Ia tahu apa yang dimaksud Arka. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut, tapi karena ia menyadari bahwa tembok terakhir yang mereka bangun Pasal 4 adalah satu-satunya hal yang menghalangi mereka dari kehancuran total atau... persatuan yang sesungguhnya."Apa kamu yakin?" bisik Laras, suaranya nyaris hilang ditelan suara angin laut.

"Aku tidak ingin melakukan ini karena paksaan Ayahku," Arka menyentuh pipi Laras dengan jemarinya yang hangat. "Tapi aku ingin melakukannya karena aku sadar... aku tidak ingin kehilanganmu saat semua ini berakhir."

Malam itu, di tepi pantai yang sunyi, aliansi mereka menghadapi ujian yang paling nyata. Bukan soal material bangunan, bukan soal kontrak hukum, tapi soal sejauh mana mereka berani menyerahkan diri satu sama lain di tengah kepungan musuh yang tidak punya belas kasihan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!