NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Paksa Sang Dewa Kegelapan

Reinkarnasi Paksa Sang Dewa Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Upaya bunuh diri Onad Nevalion berakhir dengan kegagalan. Alih-alih menemukan kematian, ia justru dibangkitkan oleh Dewa Kegelapan dan dikirim ke Solmara, sebuah dunia asing yang hancur oleh konflik antar entitas ilahi.

Onad terpilih sebagai wakil sang dewa untuk menghadapi Dewa Iblis di dunia Solmara. Dewa Kegelapan tidak dapat turun langsung karena campur tangannya akan melanggar hukum keseimbangan antar dunia.

Satu-satunya hal yang diinginkan Onad hanyalah menghilang dari kesialan hidupnya di dunia. Namun, mengapa kesialan itu justru mengejarnya hingga ke dunia lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Di antara gedung-gedung yang menjulang dan jutaan orang yang sibuk dengan urusan masing-masing, berdirilah seorang pria di tepi atap tertinggi salah satu gedung perkantoran.

Ia mengembuskan napas panjang, menatap bulan yang bersinar terang, lalu memejamkan mata, mencoba memahami bagaimana dan kenapa hidupnya bisa berakhir seperti ini.

Dalam hatinya bertanya-tanya, “Kenapa cuma gue yang hidupnya begini? Apa sekali aja enggak bisa ada hal yang berjalan sesuai harapan gue? Kenapa sih gue selalu dapet bagian yang paling sial?”

Onad Nevalion teringat masa kecilnya. Saat berusia dua belas tahun, ia anak yang baik dan punya bakat membaca yang menonjol dibanding teman-teman sekelasnya.

Para guru sering memujinya karena ia cepat menjawab pertanyaan. Dan Ia bisa membaca satu bab penuh dalam satu hembusan napas. Namun justru itu membuat beberapa teman sekelasnya tidak menyukainya.

Hari demi hari, sebagian dari mereka mulai merundungnya. Onad pernah meminta bantuan kepada guru, tetapi tak ada yang mau membantunya.

Ada yang menganggapnya hanya pertengkaran kecil antar anak-anak. Ada juga yang sengaja menutup-nutupi kejadian itu agar tidak dituduh lalai oleh pihak sekolah.

Onad tidak pernah mendapatkan bantuan yang seharusnya ia terima. Ketika ia mengadu kepada ayahnya tentang anak-anak yang merundung dan kadang memukulinya, alih-alih dihibur, ia justru ditegur agar tidak membawa masalah sepele ke dalam rumah.

Ayahnya bekerja di perusahaan manufaktur peralatan rumah tangga dan menghabiskan banyak waktu di kantor sebagai manajer departemen. Wajar jika ia selalu pulang dalam keadaan lelah dan tegang.

Dengan susah payah menahan tangis, Onad kemudian bercerita kepada ibunya, Sophia. Ibunya berjanji akan berbicara dengan para guru. Onad mempercayainya dan menunggu keesokan hari.

Namun esoknya tak ada yang berubah. Ia tetap dipukuli. Orang tuanya tak punya waktu untuk benar-benar mendengarkannya.

Bahkan kakak laki-lakinya, Yorric, yang selalu ia kagumi, hanya berkata, “Udah lah, jadi cowok jangan cengeng.”

Yorric berusia tujuh belas tahun dan anggota tim bisbol sekolahnya. Masa pertumbuhannya membuat tubuhnya semakin besar, tetapi juga membuatnya cenderung kasar dan gegabah. Ia sama sekali tidak memedulikan adiknya, seolah semua itu bukan urusannya.

Onad juga tak bisa meminta bantuan kepada kakak perempuannya, Jeanne. Ia bisa marah hanya karena Onad salah masuk ke kamarnya. Jeanne sangat cerewet soal barang-barang, pakaian, dan penampilannya. Ia menghabiskan banyak waktu di depan cermin tanpa alasan yang jelas.

Karena keluarga dan pihak sekolah sama-sama gagal membantunya, Onad tak punya pilihan selain menahan semua perlakuan itu. Ia berharap para perundungnya akan bosan dan berhenti menjadikannya sasaran.

Ia bahkan berhenti aktif dalam pelajaran dan mengurangi interaksi dengan teman maupun guru agar tidak menonjol. Ketika masuk SMA, ia menerapkan cara yang sama.

Namun di masa-masa itu, Onad menemukan sesuatu untuk menyibukkan diri. Ia tak lagi tertarik pada tokoh-tokoh sejarah atau pelajaran sekolah. Ia justru menghabiskan waktu membaca komik di toko buku beberapa jalan dari rumahnya.

Entah bagaimana, para pahlawan dalam komik memberinya rasa memiliki dan dorongan untuk menjadi orang yang lebih baik.

Favoritnya adalah Spider-Man dan Batman. Ia sering membayangkan digigit laba-laba radioaktif dan mendapatkan kekuatan seperti Peter Parker, atau menemukan kelompok ninja misterius yang bisa melatihnya bertarung seperti Batman.

Namun seperti semua hal yang akhirnya berakhir, begitu pula ketertarikannya pada komik. Saat memasuki masa pubertas, Onad mulai tenggelam dalam budaya anime yang saat itu sedang melejit di seluruh dunia.

Ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menonton, bahkan lebih sering daripada belajar untuk ujian keesokan harinya.

Beberapa tahun kemudian, ia beralih ke novel dan manga. Seperti kebanyakan orang lain, ia ikut terseret dalam cerita-cerita kultivasi yang membuatnya ketagihan, manhwa Korea tentang para hunter, kisah RPG dan game realitas virtual, serta cerita tentang Otaku yang tertabrak truk lalu bereinkarnasi atau berpindah ke dunia lain.

Tanpa sadar, selama bertahun-tahun itu ia semakin menjauh dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Ia berubah menjadi penyendiri yang nyaris tak berfungsi dalam kehidupan sosial. Terlalu lama sendirian membuatnya terbiasa dengan kesunyian, bahkan ia menyukainya.

Berkat bakat alaminya dalam memahami dan mengingat apa yang ia baca hanya dalam sekali lihat, nilainya tak pernah jatuh di bawah standar.

Di titik itu, Onad menyadari bahwa ia memiliki kemampuan yang jarang dimiliki seseorang, memori eidetik atau ingatan fotografis.

Ia sebenarnya punya potensi besar dalam bidang akademis, tetapi ia sudah tidak tertarik lagi. Orang tuanya pun tidak terlalu peduli padanya. Mereka hanya memenuhi kewajiban memberi makan dan tempat tinggal.

Ia muak pada kakak laki-laki dan perempuannya yang selalu merasa paling berhak atas segalanya. Ia juga tidak punya siapa pun yang bisa disebut teman.

Dibandingkan kakak-kakaknya, Onad adalah sosok tanpa ambisi besar. Cukup untuk menjalani hidup biasa-biasa saja, tidak lebih.

Beberapa tahun kemudian, Onad berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai akuntan di sebuah perusahaan besar dengan gaji yang cukup baik.

Ia akhirnya meninggalkan rumah dan mulai hidup sendiri. Bahkan dalam percakapan lewat telepon dengan keluarganya, hampir selalu ia yang lebih dulu menghubungi.

Empat tahun berlalu.

Hari ini Onad berusia tiga puluh tahun. Ia berdiri mengantre di sebuah kedai kopi untuk mendapatkan dosis paginya. Maksudnya kafein, tentu saja.

Hari itu ulang tahunnya, tetapi tak satu pun orang mengucapkan selamat. Tidak ada telepon dari keluarga. Di tempat kerja yang hendak ia datangi pun, ia tidak punya teman. Ia jarang berinteraksi dengan siapa pun kecuali jika memang perlu, dan hampir tak ada tempat untuk menumpahkan isi pikirannya.

Ia bahkan tidak lagi punya teman daring atau kelompok sesama Nerd dan Otaku. Semua itu sudah ia tinggalkan.

Beberapa tahun terakhir, hidupnya terasa datar dan tanpa peristiwa yang berarti.

Hal itu menghantamnya keras. Untuk pertama kalinya dalam hidup, Onad benar-benar merasa sendirian, lahir dan batin.

Dulu, saat remaja, ia justru mendambakan kesendirian seperti ini. Namun sekarang, kesunyian itu terasa menakutkan, ia memang tidak memiliki siapa pun di dunia ini.

Ia tidak memelihara hewan karena merasa itu terlalu merepotkan. Ia sadar, dalam hal tanggung jawab terhadap makhluk lain, ia masih kekanak-kanakan.

Saat gilirannya tiba di kedai kopi, ia mengulurkan tangan untuk mengambil cangkirnya.

Tiba-tiba ia merasakan sentuhan hangat di telapak tangannya.

“Eh, maaf. Kopinya di tangan gue yang satunya.”

Seorang gadis bermata biru cerah dan berambut pirang menatapnya, memberi isyarat agar Onad menarik tangannya.

“Ah, maaf. Gue lagi kepikiran,” kata Onad.

“Cepetan ya. Masih banyak yang antre.”

Saat itu juga ia benar-benar tersadar. Ia segera menepi dan meninggalkan antrean. Sebelum pergi, ia sempat membaca nama yang tertera di seragam gadis itu.

Yasmine.

1
Amir Machmud
thor..ayo dilanjut..aku tambah penasaran...tak tunggu..
Amir Machmud
lanjut bab...beli coin atau lihat seponsor...
Amir Machmud
gimana kelanjutannya...
azizan zizan
sudah lah buang aja lah dari rak baca.... cerita tah apa2 tah ini...
azizan zizan
Thor kau bercerita apa kau menjelas...??????🤔🤔
DityaR: Oh, maksudnya Pacing cepat,
aku sengaja ga pakai itu. Feel-nya kurang dapet, lagian itu monolog dari persepsi Noah kok, biar konflik batin dia dapet. kan dia udah ga pingin hidup itu, sekalian jelasin latar belakang dia sama motif dia. itu di bab awal broo, kalau aku kasih sat set, gak dapat latar belakangnya si Noah itu karakternya gimana, soalnya ga cukup kalau cuma di tulis 1 paragraf buat jelasin Noah itu kek gimana, jadinya kek formulir pendaftaran ekskul wkwkwk.
jadi aku sampirin di monolog, di narasinya.

Iya paham novel online pembacanya suka yang sat set alias Pacing cepat kan?

Coba kita buat vibe yang beda ....

Jadi kalau lagi buru-buru, gpp skip aja.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!