Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?
Sweet after divorce...manis setelah berpisah.
"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."
"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."
"Mau rujuk?"
.
.
.
Cover by Pinterest and Canva
Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Kau sedang menggodaku?
"Afiqah, my..."
Cukup terkejut, tapi----Anye mengulurkan tangannya pada Afiqah, wajahnya itu tersenyum, dibuat senatural mungkin meski hatinya kini sudah guling-guling ingin menjambak Ganesha, menarik dasi itu sampai ia tercekik dan kehabisan nafas.
"Anyelir." Tak ada embel-embel mantan istri atau bos Imaginary, apakah Anye harus melabelkan dirinya dengan nama hamba Allah di belakang namanya kah?
"Fiqah," jawab Afiqah meringis ingin membalas uluran tangan Anye, tapi belum sempat tersentuh, Anye sudah menurunkan tangannya sehingga Afiqah hanya bisa menangkap udara saja.
"Maaf, pak Ganesha...saya undur diri bertemu staff pemasaran yang sudah sangat membantu saya terlebih dahulu, jadi bukan tak ingin banyak mengobrol disini...terlebih mungkin pak Ganesha dan pasangan ingin berbicara lebih private dengan keluarga. Mari..." Anye mundur setelah menatap momy Ica dan yang lain, berjalan mantap diantara detakan stilletonya.
Momy Ica, jelas ia yang paling menatap tak suka pada Ganesha, "Abang, aku mau pulang aja abis ini, mendadak darting lagi." Lirihnya pada suami justru tantrum, tak bisa diprediksi kapan begitu.... Apalagi ketika menatap Ganesha sang putra, ia menggeleng seperti ada rasa kecewa yang---tak bisa dijelaskan.
Zahra nyengir bersama tante Kara, "Zahra." Ia mengangguk singkat pada Afiqah tapi kemudian so sibuk mengambil cemilan, "sayang, aku mau itu." Tunjuknya ke arah meja makanan. Dewa mendengus, menatap geli wajah sang adik kembaran dan kemudian menyusul istrinya.
Sementara Lendra, ia bahkan sudah lebih dulu menyapa orang lain, bergabung dengan papanya bersama beberapa pimpinan divisi. setelah Anye undur diri tadi.
"Nesh, ini serius? Kamu ngga ngomong apa-apa lohhh, kamu ngga tembak aku atau bilang suka gitu sama aku? Aku kaget loh tiba-tiba dikenalin gitu sama keluarga kamu, sama Anye ..."
Ganesha menoleh ke sampingnya, "kamu suka saya?" tanya Ganesha pada Afiqah mengernyit, cara Ganesha ini terbilang aneh sekali, tapi----
"Kalo aku bilang iya?" baliknya bertanya seraya tersenyum lebar, matanya bahkan berbinar, "ya udah kita jalanin aja dulu." Tapi pandangan itu beberapa kali mencuri tatap pada wanita bergaun royal blue di gerombolan divisi pemasaran dan Imaginary.
Afiqah menutup mulutnya dengan sebelah tangannya, "kamu serius?" Saking senangnya Afiqah refleks memeluk Ganesha yang memancing atensi sekitarnya termasuk----Anye.
Desti menyenggol Anye, "harusnya ibu ajak mas Ibas yang kemaren itu loh. Biar impas banget kalian bisa move on barengan. Kalau kaya gini tuh kesannya ibu yang gagal move on...ayolah Bu, mumpung masih siang, telfon mas Ibas...aku rela jemput mas Ibas di depan hotel deh...aku tabur-tabur bunga. " Desti menatap mereka dengan bibir melengkung julid. Hingga akhirnya----Dewa mengambil panggung disana, ia membuat suara dentingan gelas kaca dengan sendok demi menarik perhatian.
"Minta perhatiannya sebentar ya rekan, bapak ibu...ini bukan pesta besar, hanya sebuah perayaan kecil sekaligus...." kini lirikan matanya jatuh pada Ganesha dan memintanya berdiri bersamanya, lalu tatapannya jatuh pada Anye yang juga memintanya ikut disana.
"Penghargaan untuk kita semua yang sudah bekerja keras, Jilo corp mengucapkan terimakasih banyak atas keprofesionalitasan dari Imaginary agency dan pencapaiannya yang, waww...kami atas nama Jilo corp, tak akan pernah bosan bekerja sama dengan Imaginary agency...dan mungkin kedepannya kerja sama kita akan semakin intens..."
Ada riuh tepuk tangan dari karyawan Jilo dan Imaginary, "wwoahh! Bu Anyelir!"
Langkah Anye menghampiri Dewa bersamaan dengan ayunan kaki Ganesha, dari ekor matanya mereka dapat melihat satu sama lain yang berjalan di sisi bersebrangan tapi berujung menyatu bersama Dewa.
Mau tak mau, ada adu tatapan yang terjadi ketika jarak tak lagi terbentang.
Kini, debaran itu tak lagi membuat Anye berkeringat, sebab akan ada nama Afiqah yang menjadi pengingat. Bahkan dari tempatnya, ia bisa melihat sosok gadis teman semasa kuliahnya itu dengan mata berbinar menatap Ganesha, tak ada yang lain.
Dewa memberikan waktu dan tempat untuk Ganesha, kemudian bergantian dengan Anye.
Anye sempat melirik mantan keluarganya disana saat mengucapkan terimakasih, ada tatapnya pada Dewa juga di samping, tapi matanya tak pernah lagi tertuju pada Ganesha sejak saat ini. Bahkan, ketika ia mengucapkan terimakasih untuk Jilo corp yang telah mempercayakan project pemasaran unit seelite Kemang Regency, ia hanya menatap Dewa, sementara alang-alang di samping Ganesha itu, cihhh!
Ganesha mendengus tersenyum tipis tentang itu.
Anye telah memberikan kembali microphone pada Dewa kemudian berusaha kembali ke tempatnya bersama Imaginary disana, tapi langkahnya yang terkesan tergesa itu membuat gerakan kaki dialasi stilleto tinggi itu salah posisi dan hampir terjatuh jika saja-----
Lagi-lagi Ganesha sigap menangkap Anye.
"Aduh," begitupun dengan tangan Anye yang kembali refleks berpegangan di lengan kokoh Ganesha, "sorry, makasih..."
"Harus banget pake hak setinggi itu buat nunjukin posisi dan kondisi kamu saat ini?" Ganesha menyeringai tipis. Seperti mencibir atau justru----
"Atau, kamu sengaja mau menggoda saya di depan pacar saya hari ini?" kalimat itu berbisik lirih di telinga Anye bersamaan dengan Anye yang sudah kembali berdiri tegak dan menatapnya horor, biji matanya hampir keluar menatap Ganesha.
Jujur saja, Anye mendadak merinding disko dibuatnya hingga harus melepas pegangannya cepat-cepat dan berlalu.
*Dasar* *sakit*....Anye mendelik sinis mempercepat langkahnya ke arah dimana karyawannya berada. Wajah cantiknya itu mendadak judes dan jutek, tapi si pria itu justru terlihat puas dengan menarik ujung jasnya jumawa, kembali ke posisi semula bersama Afiqah, ia bahkan----terlihat semakin menyebalkan di mata Anye dengan bisa-bisanya mengobrol santai dengan Afiqah padahal tadi kurang ajar padanya.
*Ishhh, lelaki kurang ajar*. Desis Anye terdengar Desti, "kenapa Bu?"
Anye menggeleng.
Makan-makan, dan obrolan santai dilewati beberapa waktu. Sampai satu persatu penghuni mulai meninggalkan ruangan, termasuk beberapa karyawan Imaginary yang memutuskan untuk duluan pulang. Padahal... Desti dan Lana justru baru saja menemukan keseruannya sendiri saat Yahya menggiring mereka untuk menghibur diri dengan karaoke di private room.
Lana, Angel dan Desti menggusur Anyelir untuk ikut bergabung, "ayo Bu, kita sing a song lah!" paksa mereka padahal Anye sempat menolak, tapi kekuatan 3 orang memang tak sebanding hingga mau tak mau Anye harus ikut masuk ke dalamnya yang ternyata sudah ada Yahya, Dewa---Zahra, dan Lendra.
Dan paksaan itu tidak bisa semakin menggila saat Zahra dan Dewa menyadari kehadiran Anye yang digusur karyawannya, "nah Anye nih, kalo karokean begini, Anye jagonya....suaranya bagus!" ujar Zahra.
"Bener Bu, bener banget! Suara Bu Anye emang bagus!" setuju Desti ikut-ikutan mengompori padahal Anye sudah menggeleng setengah ngambek dibuat-buat, ia hanya terlalu malas saja, moodnya sudah jatuh sejak tadi, dan dimana makhluk anomali itu? Mungkin sudah mojok dengan pacar barunya itu, Anye merotasi bola matanya jengkel.
"Ayo Nye, gue pilihin lagunya, mau apa? Janda kembang, sakit gigi?" tawar Dewa membuat Lendra tertawa, Lendra dan minumannya tentu saja. susah duduk tampan di pojokan.
Anye akhirnya mengiyakan ajakan Zahra yang sudah memegang mic untuk dirinya, dan Anye...termasuk Desti yang berdiri disana.
Lendra mengajak Lana dan Angel untuk minum tapi Dewa menolak sebab ia menyetir pulang nanti, terlebih pawangnya ada bersamanya.
Hingga akhirnya ketiga perempuan ini sudah bernyanyi di depan layar, sementara yang lain duduk di sofa later U di belakang sambil ikut mendengarkan dan bercengkrama santai, tak ada lagi label atasan dan bawahan. Yahya ikut bergabung setelah sempat keluar.
Cieee!!! Witwiiwww!!
Seruan, siulan dan cuitan mereka menggoda, terlebih Zahra sempat undur diri sebab uminya yang dititipi si kembar menelfon, Desti....ia cukup minder dengan suara merdu Anye hingga membiarkan suara Anye mendominasi meski disana, ia tetap menemani atasannya itu.
Awalnya Anye terpaksa, malu-malu, tapi akhirnya...ia justru merasa nyaman dan terhibur, ikut terbawa suasana euforia karokean ini, bahkan tanpa bantahan ia ikut meminum minuman yang ada di meja. Seolah hari ini, ia hanya ingin bahagia....
Angel, Lana dan Lendra kini mengambil alih microphone, dimana Anye masih berdiri di depan untuk memilihkan lagu, Dewa turut pamit menyusul Zahra yang belum kembali.
"Lagu barat aja lah .." pinta Lendra.
"Metal, slow rock apa pop, pak?" tanya Lana dan kini Angel memberikan rekomendasinya, termasuk Anye di samping Lendra.
Seseorang masuk menggantikan tempat Dewa disana, di samping Yahya ketika mereka masih sibuk. Ia melepas jas miliknya dan melonggarkan dasi.
"Lo mabok? Ini siapa yang bawa? Bang Dewa apa Lendra?" tanya nya pada Yahya ikut minum.
"Pak Lendra, pak."
Ganesha mengangguk lalu memperhatikan keempat orang di depan sana, sementara Desti hanya tertawa kecil melihat perdebatan Lana dan Angel di depan sana.
Tatapannya tentu saja mengarah pada sosok ramping yang sudah menanggalkan sepatunya dan memilih bertelan jank kaki.
Kemudian kembali meneguk minuman beraroma rum sedap itu, seraya menyaksikan pemandangan indah di depannya yang sepertinya sudah sangat lama ia merindukan itu, meraih pinggangnya, mendekap dan membawanya di gendongan.
.
.
.
.
Maafkan kami Afiqah sudah berburuk sangka padamu, mana berjamaah pula. ya Allah ya Alloh tolong 🤣🤣🤣
ikut deg"an kepo iihh