Sovia dan Angga baru menikah beberapa Minggu, ayah Angga kemudian menikah dengan seorang wanita yang usianya sana seperti Angga. pernikahan Sovia di penuhi kebahagiaan, namun setahun setelah itu tiba-tiba banyak kejadian yang mencurigakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ibu tiri muda
Satu Minggu kemudian.
Hari ini Angga begitu enggan untuk bangun dari tidurnya, dia masih tidak percaya kalau ayahnya masih menginginkan berumah tangga lagi. Angga hanya bisa melamun dengan semua pemikiran yang ada di otaknya apalagi istri dari ayahnya masih begitu muda bahkan usianya tidak jauh berbeda dari dirinya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan mas?" tanya Sofia.
Angga menatap istrinya, Dia kemudian nampak tersenyum sembari memegang tangan Sofia. "Entah apa yang ada di pikiran ayahku sayang, dia hampir berusia 50 tahun masih menginginkan berumah tangga lagi. Kamu tahu kan, apalagi istrinya seumuran denganku, aku takut jika tiba-tiba ayah dikecewakan oleh wanita itu." jawab Angga.
"Kamu tidak boleh berkata seperti itu mas, kamu tahu kan ayah itu sendirian, sudah puluhan tahun mungkin sudah 10 tahun kan, jadi biarkanlah ayah mencari kehidupannya sendiri. Mungkin dengan begini dia merasa bahagia." jawab Sofia.
Angga tidak bisa mengatakan apapun lagi ketika Sofia mengatakan hal itu, karena apa yang dikatakan oleh Sofia itu benar adanya. ayahnya bahagia, dia berhak mendapatkan wanita yang bisa memberikannya kebahagiaan. Namum yang ada di pikiran Angga adalah kenapa ayahnya harus mencari wanita yang lebih mudah, seorang wanita seumuran dengannya.
Sofia terus meyakinkan Angga untuk datang ke pernikahan ayahnya, Sofia tidak ingin Angga berpikiran yang aneh-aneh karena itu adalah keinginan ayahnya titik Angga yang berpikir keras itu pun akhirnya mau tidak mau pergi ke tempat ayahnya, di rumah mereka yang sudah ditinggal oleh Angga beberapa bulan lamanya. Ketika memasuki rumah itu Angga menatap tamu yang lumayan banyak di sana, begitu pula dengan Sofia, dia tidak pernah mengira kalau Ayah mertuanya mengundang banyak tamu.
"Ayah benar-benar tidak waras, lihatlah dia mengundang banyak orang ke acara pernikahannya. Dia tidak berpikir kalau dia akan dicibir oleh orang-orang ini." kata Angga.
"Kamu tidak boleh seperti itu mas, bagaimanapun Ayah menginginkan hal ini, tidak pantaskan bagimu untuk mengatakan hal itu." Sofia terus berusaha untuk menenangkan sang suami. Walaupun dalam hati yang terdalam Sofia juga tidak akan mengira kalau Ayah mertuanya akan menikah kembali.
suasana yang ada di tempat itu membuat Angga benar-benar tidak nyaman ayahnya sudah berada di ruang tamu, dia berbincang-bincang dengan teman-temannya, bahkan dia terlihat begitu bahagia. Angga hanya bisa menghela nafasnya berulang kali, dia tidak bisa mengatakan apapun lagi karena ayahnya sudah memutuskan untuk menikah.
"Kamu tidak boleh seperti itu mas, ikhlaskan saja." kata Sofia.
Mana mungkin Angga bisa mengikhlaskan, dalam pikiran Angga dia yakin kalau wanita yang dinikahi oleh ayahnya itu hanyalah wanita matre yang ingin menumpang hidup kepada ayahnya. Tidak peduli seperti apapun Angga yakin dengan pemikirannya.
"Angga, Sofia." panggil Adi. pria itu langsung menemui Sofia dan Angga, dia tertawa terbahak-bahak dengan semua yang dia rasakan.
"Di mana wanita itu Ayah?" tanya Sofia
"Oh Inggrid, sebentar sebentar lagi Inggrid akan datang." jawab Adi yang kemudian meminta salah satu pembantu rumahnya untuk membawa Inggrid agar prosesi pernikahan segera dilaksanakan.
"Ayah ini benar-benar tidak mempunyai pikiran sama sekali, apakah Ayah tidak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu yang benar?" cibir Angga.
Sofia menyenggol lengan suaminya, dia tidak ingin di acara bahagia ini Angga membuat masalah. Ketika mereka sedang sedikit beradu argumen, wanita yang akan dinikahi oleh Adi keluar, seorang wanita yang bernama Inggrid wanita yang memiliki paras cantik dan dia terlihat begitu menggairahkan.
acara ijab kabul akhirnya dilaksanakan, Angga hanya bisa melihat pernikahan sang ayah dengan wanita yang dianggap ayahnya sangat baik. Sofia menatap Inggrid, dari sorot mata Inggrid Sofia bisa melihat kalau ada sesuatu yang tidak biasa.
"Kelihatannya Ayah sangat bahagia mas." ucap Sofia.
"Bahagia apanya, awal-awalnya saja bahagia, lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya." jawab Angga dengan nada yang ketus.
Sofia hanya bisa tersenyum, setelah itu Dia menepuk lengan suaminya dan mengajak Angga untuk berbaur dengan para tamu yang menghadiri pernikahan mertuanya. Angga terlihat sekali menunjukkan ketidaksukaannya ketika dia berbicara dengan beberapa tamu yang menghadiri acara pernikahan Adi, namun Angga hanya bisa menerima dengan perasaan yang tidak bisa dia katakan.
Wanita yang bernama Inggrid berusia 30 tahun itu menatap para tamu yang hadir dengan bersikap yang seolah dia sebagai wanita baik. Inggrid terus-menerus menebar senyumnya, dia menyapa para tamu yang hadir di sana, dengan sikapnya yang lemah lembut juga menunjukkan sikap yang begitu bersahaja itu... membuatnya dipuji oleh para tamu yang hadir.
"Ya Tuhan.. ternyata kamu benar-benar wanita yang sangat menarik ya." puji beberapa tamu.
"Terima kasih nyonya, tapi seperti inilah diriku." jawab Inggrid yang memperlihatkan senyum lebarnya.
Sofia dan Angga yang melihat itu nampak mereka hanya bisa menghela nafasnya. "Semoga saja wanita itu benar-benar mencintai Ayah, jika sampai wanita itu mempermainkan Ayah lihat saja apa yang akan aku lakukan." ujar Angga yang kemudian menjabat tangan salah satu tamu yang hadir di sana. setelah itu dia lebih memilih untuk pergi ke kamarnya bersama dengan Sofia.
"Hai Inggrid, kamu belum kenalan sama anak suamimu?" tanya salah satu tamu
"Belum, memangnya kenapa?" jawab Inggrid.
"Tadi yang barusan lewat itu adalah Angga, putra dari tuan Adi." lanjut salah satu tamu.
*Bersambung*