NovelToon NovelToon
Janji CINTA

Janji CINTA

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Menikah Karena Anak / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: syitahfadilah

Memiliki anak tanpa suami membuat nama Cinta tercoret dari hak waris. Saudara tirinya lah yang menggantikan dirinya mengelola perusahaan sang papa. Namun, cinta tidak peduli. Ia beralih menjadi seorang barista demi memenuhi kebutuhan Laura, putri kecilnya.

"Menikahlah denganku. Aku pastikan tidak akan ada lagi yang berani menyebut Laura anak haram." ~ Stev.

Yang tidak diketahui Cinta. Stev adalah seorang Direktur Utama di sebuah perusahaan besar yang menyamar menjadi barista demi mendekatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10~ TAK SABAR INGIN MELIHAT HASIL DNA

"Katakan pada Papa, kesalahan apa yang telah kamu perbuat?"

"Vano menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara. "Saat aku memantau proyek di luar kota. Aku mengalami kejadian diluar kendaliku."

"Seseorang berusaha menjebak ku dengan memasukkan alkohol sekaligus obat perangsang ke dalam minuman ku. Hingga akhirnya ... aku merenggut kesucian seorang gadis, dan itu terjadi dikamar hotel yang aku tempati."

"Aku juga tidak tahu bagaimana wanita itu bisa berada di kamarku. Saat aku bangun, dia sudah tidak ada. Tapi aku menemukan tanda pengenalnya yang tergeletak di lantai. Aku mendatangi petugas pengawas cctv untuk melihat bagaimana wanita itu bisa masuk ke kamarku, tapi ternyata cctv sedang mengalami kerusakan saat itu."

"Aku berusaha mencarinya, hingga aku berhasil menemukan dia di kota ini dengan bantuan Maura sekertaris ku. Dia bekerja di Cafe milik Sean sebagai Barista. Tapi yang tidak aku mengerti, dia tidak mengenali aku."

"Maka itulah aku pun kursus belajar menjadi seorang barista hingga akhirnya aku juga bekerja di Cafe milik Sean untuk mendekatinya. Belakangan ini aku baru tahu kalau ternyata dia sudah punya anak perempuan berusia 1 tahun."

"Pa, aku memiliki keyakinan kalau anak itu adalah darah dagingku. Maka itu, tadi pagi aku melakukan tes DNA. Em, masalah aku berbohong menginap di rumah Sean. Sebenarnya aku menemani dia di rumah sakit. Anaknya sedang sakit."

Papa Azka menghela nafas berat mengingat pengakuan putranya tadi siang. Ia duduk bersandar di ranjang dengan pandangan lurus kedepan, sorot matanya nampak kosong.

Ia sama sekali tidak marah, sebab Vano juga sedang berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang tidak sepenuhnya salah putranya juga. Hanya saja ia mengkhawatirkan istrinya bila tahu masalah ini. Dahulu istrinya pernah memiliki trauma karena memiliki anak diluar pernikahan karena menjadi korban pemerkosaan. Istrinya pasti akan sangat syok bila mengetahui putra mereka juga memiliki anak diluar pernikahan. Dan kasusnya hampir tidak jauh berbeda.

Papa Azka masih tampak melamun kala pintu kamar terbuka, memunculkan istrinya yang kembali dari dapur sehabis mengambil air minum.

Mama Kinan meletakkan teko berisi air di atas meja, kemudian menghampiri sang suami dan duduk disebelahnya. Ia menyentuh pundak suaminya, yang membuat pria paruh baya itupun terkesiap.

"Eh, Mama. Udah ambil air minum ya, Ma?" tanyanya sambil tersenyum. Namun, sebenarnya ia menahan rasa terkejut saat tiba-tiba saja sang istri sudah duduk di dekatnya tanpa ia sadari.

"Sudah, tuh." Mama Kinan menunjuk teko air yang ada di atas meja. "Tadi Mama lihat Papa ngelamun. Lagi mikirin apa?" tanyanya.

Papa Azka meraih sebelah tangan istrinya dan menggenggamnya. "Papa cuma lagi mikirin masa depan anak-anak, Ma. Kita sudah semakin tua, dan Papa harap semua anak-anak kita memiliki masa depan yang cerah. Rian, meski dia selalu menolak uluran tangan kita karena merasa tidak berhak dengan apa yang kita punya. Tapi sekarang dia sudah bisa membuktikan kemampuannya sendiri, dan papa merasa lega untuk itu. Dia mampu menghidupi anak istrinya dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Sekarang tinggal Vano dan Vani, semoga si kembar juga memiliki kehidupan seperti kakak mereka. Bahagia dengan pasangannya kelak."

"Amiin. Mama juga selalu berdoa untuk kebahagiaan anak-anak kita, Pa." Mama Kinan pun turut membalas genggaman suaminya. Senyum mengembang di wajah cantiknya yang tak termakan usia.

Papa Azka pun turut tersenyum. Untuk saat ini, sebaiknya istrinya tidak usah tahu. Setidaknya menunggu hasil DNA nya keluar baru ia akan membicarakannya dengan keluarga yang lainnya juga. Kalau terbukti anak itu adalah anak Vano, maka ia sendiri yang akan turun tangan melamar wanita itu untuk putranya.

"Sudah larut, tidur yuk."

Mama Kinan mengangguk. Ia pun ikut menyusupkan kakinya kedalam selimut.

Sementara itu... Vano belum bisa tertidur meski jarum jam dinding telah menunjukan pukul sebelas malam.

Beberapa jam lalu ia menghubungi Cinta dan memberitahu ia tidak jadi datang malam ini. Tapi sekarang ia menyesali itu. Terus terpikirkan dengan Laura membuatnya sulit tidur. Wajah anak itu selalu menari di pelupuk matanya.

Tidak mungkin datang ke rumah sakit di saat tengah malam seperti ini, akhirnya ia menghubungi Cinta. Meski tidak yakin teleponnya akan dijawab mengingat sekarang sudah cukup larut dan Cinta pasti sudah tidur, namun ia tetap mencobanya. Dan ternyata keberuntungan masih berpihak padanya malam ini. Hanya beberapa kali berdering, Cinta sudah menjawab panggilannya.

"Halo, Stev?"

"Maaf ganggu. Kamu pasti sudah tidur, ya?"

"Tadi sih iya, tapi aku kebangun karena kebelet pipis dan pas kebetulan kamu telepon. Ada apa, Stev?" tanya Cinta.

"Em, cuma mau tahu keadaan Laura aja. Apa dia masih rewel?"

"Alhamdulillah, udah enggak, cuma masih sedikit lemas aja. Tadi sebelum tidur juga udah mau makan sedikit," jawab Cinta.

Vano tersenyum mendengarnya, spontan saja ia menghela nafas lega. Tapi tetap saja belum merasa puas jika belum melihat anak itu. "Em, boleh video call sebentar? Aku mau lihat Laura."

"Boleh." Panggilan pun beralih ke video.

Cinta mengarahkan kamera belakang pada putrinya yang tertidur lelap. Vano tak hentinya tersenyum memandangi balita cantik itu, membuat Cinta mengerutkan keningnya.

"Apa ini cuma perasaan aku aja ya? Stev sepertinya dekat banget dengan Laura." Cinta bergumam dalam hati.

"Oke, Cin, udah cukup. Sekarang kamu tidur lagi, kamu pasti capek jagain Laura. Besok aku kesana."

"Stev, ingat kamu harus kerja!" ucap Cinta memperingati. Ia tidak mau karena ia dan Laura, Stev jadi terkena masalah.

Vano terkekeh. "Iya, maksudnya sepulang kerja aku langsung ke rumah sakit. Kamu mau nitip sesuatu gak?" tanyanya kemudian.

"Gak ada, Stev. Cuma mau titip semangat aja buat kamu. Yang semangat ya kerjanya. Semoga kopinya besok laku banyak." Cinta tersenyum, namun sayang Vano tidak melihat senyumannya itu sebab masih mode kamera belakang dan tertuju pada Laura.

"Ya elah, Neng. Akang merana dagang kopi sendirian." Vano bergurau yang sebenarnya hanya untuk menghibur dirinya sendiri. Berdiri di balik meja bar sendirian tanpa Cinta, jelas akan terasa hambar. Tapi besok, ia tidak akan ke cafe. Lagipula, masih ada barista lainnya di sana. Lebih baik ia ke kantor selagi Cinta masih belum masuk bekerja. Ada banyak hal yang harus ia bahas dengan Maura, terutama tentang Indri yang harus diwaspadai.

Vano menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur setelah panggilan berakhir, menutup mata berusaha untuk tidur. Namun, rasa kantuk belum juga menghinggapinya. Meski sudah berbicara dengan Cinta dan melihat Laura melalui sambungan video, tapi tepat saja itu belum cukup.

Mulanya ia ingin terus berdekatan dengan Cinta. Sekarang, ditambah tak bisa melupakan bayang-bayang Laura. Ia jadi tersenyum-senyum sendiri. Apakah ia sedang jatuh cinta pada mereka? Ah, tak sabar rasanya ingin melihat hasil DNA nya.

1
Evy
Pasti yang disembunyikan Vano itu Lingerie...buat istri nya kalo nanti sudah siap di unboxing..
Evy
Pas banget lagi dirumah sakit..akan lebih mudah untuk melakukan tes DNA...
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Dari
ruwet 🤭
reza indrayana
Sebenarnya masih pengin baca kisah Cinta ~ Vano dn keluarganya serta tumbuh kembangnya Laura ~ Brian.. pasti Hebochh... 🥰🥰🥰
Terima kasih banyak dn sehat selalu Thor... 💙💛💙🫰🏻😘😘😘😘😘
Nurlinda: 🙏😍😍 mampir jg ke novel ku yg lain ll 🤭
total 1 replies
reza indrayana
seru kali' nich kisah... 😍😍😍
reza indrayana
makin Terharu niichh... 😥😥😥💙💛💙😘😘😘
Dari
ud jatuh talak blm sih bgt ? serius nanya
Erna Wati
kisah Indri mana thor 🙏
Nurlinda: insya Alloh habis Lebaran ya kak
total 1 replies
Erna Wati
mana kisah Indri thor 🙏
Erna Wati
mana kisah Evan indri
Dari
naah bener kan aku bilang jg tebakan aku pas 🤭🤭🤭 ternyata tmn deket pantesan ikutan trauma cinta nya
Dari
lah.. bener dong tebakan. aku di awal 🤣🤣 iih iya kan bukan cinta yg hamil tp mama nya Laura ud meninggal pas lairan ah mboh lah.. awas aja klo cuman pergi ntar ngerusuh lagi 🤣🤣🤣🤣
reza indrayana
kasihan hidup Laura yg ada di panti asuhan dan org tuanya tidak diketahui... 😥😥😥
reza indrayana
Dasar Papa TDK tahu akhlaq... 😍😍😍
Dari
lah.. knp dia lupa emang sama2 mabok ya ? kirain anak org lain 🤭
Dari
apa emg anak nya vano tp bukan sama cinta.. sm cew lain yg meninggoy pas lairin Laura 🤭🤭 kaburr 🤣🤣
reza indrayana
😷😷😷😥😥😥
Dari
kaya nya anak nemu tuh .. aah bikin senewen bae 🤭
reza indrayana
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!