NovelToon NovelToon
Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Pelakor
Popularitas:155.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tya

Rumah tangga yang sudah lama aku bina, musnah seketika dengan kehadiran orang ketiga di rumah tanggaku..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Begitu sampai di rumah sakit, aku segera bergegas menuju UGD untuk menemui Naura, anakku yang sedang sakit.

Di sana, aku melihat Bu Anita, guru Naura, yang tampak cemas dan khawatir. Aku tidak bisa menahan sedih melihat keadaan anakku.

"Astaghfirullah, Naura... Kenapa, Nak?" ucapku dengan air mata yang mulai menetes.

"Naura tadi pingsan, Bu Rania," jawab Bu Anita dengan suara parau.

Aku menatap wajah Naura yang tertidur dengan wajah pucat dan tampak lesu. Tangannya yang kecil dipasangi selang infus, membuat rasa sakit di hatiku semakin memuncak.

Ini adalah saat yang tak pernah kubayangkan sebelumnya; melihat anakku yang tadi sehat penuh semangat, kini terbaring lemah di rumah sakit.

Mendengar suaraku yang lirih, Naura pun perlahan membuka matanya. Dia menatapku sambil tersenyum kecil, berusaha menenangkan hatiku yang gundah.

"Mamah..." ucapnya lemah.

Aku merasa bahwa ada begitu banyak pertanyaan yang menggelisahkan di benakku, mengapa ini bisa terjadi, apa penyebabnya, dan bagaimana kalo nuara harus rawat inap?

Namun, aku tahu bahwa aku harus tetap kuat demi anakku, memberikan dukungan moral dan perhatian yang dia butuhkan.

Di tengah rasa sedih yang menggelayut, aku mencoba tersenyum padanya, mencoba memberikan keberanian agar dia bisa lebih cepat pulih.

Aku mengelus lembut wajah Naura,.."iya nak, mamah ada di sini bersamamu" seruku

ini, jangan khawatir," bisikku sambil berusaha menahan air mata. Melihat anakku yang lemah di ranjang rumah sakit membuat hatiku terasa hancur.

Bu Anita berdiri di sampingku, memberikan dukungan moral. "Naura sangat kuat, Ibu Rania. Dia pingsan karena kelelahan dan dehidrasi, kami langsung membawanya ke sini," jelasnya dengan nada suara yang menenangkan.

Sambil terus menggenggam tangan Naura yang dingin, aku memperhatikan setiap alat medis yang terhubung di tubuhnya, berharap semua ini hanya mimpi buruk yang segera berakhir.

Naura, dengan segala kekuatannya, mencoba memberikan senyum yang memberi kekuatan, meskipun matanya tampak sayu.

"Ibu... maafkan Naura, tidak bilang kalau Naura lelah," ucap Naura dengan suara yang hampir tak terdengar. Hatiku semakin pilu mendengar pengakuan itu.

"Tidak apa-apa, sayang. Yang penting sekarang kamu cepat sembuh," jawabku, mencoba memberikan semangat. Aku mengusap pelan rambutnya dan berdoa dalam hati agar Naura segera pulih.

Saat aku tiba di rumah, ibu Anita bergegas pamit pulang. Sebelum dia pergi, aku tidak lupa menyampaikan terima kasih karena sudah menjaga Naura.

Tidak lama kemudian, dokter datang untuk memberikan penjelasan tentang kondisi Naura. Mendengar penjelasannya, aku cukup terkejut. Selama ini, Naura tak pernah mengeluhkan pusing atau sakit lainnya, hanya saja ia sering mengeluh sakit perut.

Aku tidak menyangka, bahwa ternyata perut Naura ini bukan masalah sepele, tapi lebih kompleks. 

"Naura adalah anak yang kuat, Ibu Rania. Usus buntu ini bisa sangat menyakitkan," ujar dokter itu. 

Aku merasa gelisah dan khawatir. "Dok, lalu apa tindakan yang perlu kita ambil?" 

"Operasi, Bu Rania," jawab dokter itu tegas. Mendengar kata operasi, panik seketika menghampiriku.

Aku berusaha menenangkan diri sambil berpikir positif untuk kesembuhan anakku tercinta ini. Bagaimanapun, Naura adalah anak yang kuat dan aku yakin dia akan mampu melewati cobaan ini.

Aku menatap wajah cantik putriku yang penuh harapan dan kesakitan. Sementara ia membalas tatapan dengan mata berkaca-kaca. 

"Lakukan yang terbaik, dokter," pinta ku dengan perasaan yang mencampuradukkan antara cemas dan optimis. 

"Baik Ibu Rania, besok pagi operasi akan dilaksanakan.Nak Rania, jangan makan dari jam satu malam ya, Ibu?" Dokter itu mengingatkan kami dengan lembut. 

"Siap, dok," sahutku mantap, mencoba memberikan semangat bagi putriku.

"Kalau begitu, saya permisi dulu. Biar suster yang memindahkan nak Naura ke Bangsal," kata dokter itu sebelum pergi. 

"Terima kasih banyak, Dok," ucapku penuh terima kasih, berharap segala sesuatu berjalan dengan lancar. 

Naura meringis kesakitan lagi. Aku bisa melihat keringat dingin yang mengucur di wajahnya dan aku yakin bahwa rasa sakit itu pasti luar biasa. 

Dokter segera menyuntik obat untuk mengurangi rasa sakitnya. Meskipun hanya beberapa jam, tapi setidaknya itu bisa membuat Naura merasa lebih baik dan bisa beristirahat sejenak sebelum operasi.

Sambil mengikuti suster yang membawa Naura ke ruang VVIP, aku mencoba menelpon mas Adnan. Kali ini, untungnya, ia mengangkatnya. Aku bersyukur, karena aku benar-benar membutuhkan dukungan dari suamiku di saat-saat genting seperti ini.

Aku ["Mas Adnan, Rania lagi di rumah sakit Cahaya Bunda. Tolong segera kesini setelah meeting!" ]ucapku dengan nada mendesak. 

Mas Adnan ["Aduh, Rania! Bisa gak sih jangan ganggu dulu? Aku lagi meeting nih,"] balas Mas Adnan, terdengar kesal. 

Aku [ "Meeting terus dari tadi. Ini penting, Mas!"]

Mas Adnan [ "Emangnya kenapa? Apa urgensi-nya?" ]tanyanya, tidak mengerti.

Aku ["Aku gak mau berdebat, Mas. Tolong, ini serius. Aku mohon, segera ke sini ya?"] pintaku dengan nada mengharap. 

Mas Adnan [ "Gak janji," ] jawabnya singkat, kemudian dengan tegas menutup ponselnya. 

Frustrasi, aku mencoba menelefonnya lagi, namun kali ini tidak ada jawaban. Sungguh, dia sangat menyebalkan di saat-saat seperti ini.

Kupegang erat ponselku, lalu kemasukkan kembali ke dalam tas. Aku berniat menelepon lagi setelah tiba di bangsal. Begitu sampai di sana, suster langsung keluar menyambutku. 

Aku segera mengabari Sonya dan Sumi bahwa aku berada di rumah sakit. 

Mereka langsung panik dan merasa sedih, sangat berbeda dengan respon Mas Adnan. Kenapa dia malah tidak menunjukkan kepedulian sama sekali? Apakah ini hanya masalah ego atau sesuatu yang lebih dalam? 

Aku menghela nafas dan memutuskan untuk menelfon ibuku, adekku, serta ibu dan bapak mertuaku. Meski kutahu kedua mertuaku tinggal di Bali, tak mungkin datang ke sini, tetapi setidaknya aku sudah memberi tahu mereka tentang keadaan Naura. 

Dan benar saja, mereka memang tak bisa ke sini, tapi aku maklum. Sementara itu, ibuku dan adek akan segera menyusul. Aku merasakan kepala mulai berdenyut karena banyaknya pekerjaan yang menumpuk.

"Bagaimana aku harus menjaga Naura di rumah sakit, sementara pekerjaanku menanti?" gumamku dalam hati.

Namun, aku tak boleh lemah. Semua ini pasti bisa kulewati dengan cinta dan kekuatan hati. Naura, ibu akan selalu ada di sisimu.

"Mah..." lirih Naura. "Iya nak," jawabku sambil menoleh ke arah Naura. 

"Papah mana, Mah? Naura mau sama Papah." 

Pikiran dan rasa cemas mulai menyergapku. Naura memang sangat dekat dengan ayahnya. Aku berusaha untuk tenang dan menjawab, 

"Papah masih kerja, nanti Mamah telepon ya." 

"Sekarang, Mah," tuntut Naura dengan wajah tidak sabaran. 

Kuputuskan untuk menelfon suamiku, Mas Adnan, lagi. Namun, tidak ada jawaban dari sana. Aku mencoba kembali menekan nomornya, kali ini akhirnya diangkat.

Mas Adnan [[ "Hallo?" ]suara yang datang dari seberang membuat hatiku berdegup kencang, seolah dunia berhenti sejenak. 

Aku sangat kaget bukan main, yang mengangkat teleponnya adalah suara perempuan yang belum pernah kudengar sebelumnya.

"Siapa ini?" desahku dalam hati, merasa ada yang tidak beres. Pertanyaan demi pertanyaan mulai bermunculan dalam benakku. 

Apakah Mas Adnan sedang bersama perempuan lain? Mengapa telepon suamiku diangkat oleh orang yang tak kukenal? Apakah seharusnya aku khawatir? Tapi, bagaimana jika ini hanyalah kesalahpahaman semata? Aku memandangi Naura yang menatapku dengan wajah polosnya, dan kembali pada suara perempuan di seberang telepon.

Saat itu, aku hanya bisa berharap yang terbaik untuk kami semua. Aku memutuskan untuk mengambil langkah berani untuk mencari tahu lebih dalam, demi kebahagiaan keluarga kecil kami.

****

1
Wiwik Mawarti
cerita nya menarik
Wahyuni Hairil Abd Karim
Mlas baca, alur cerita nya muter. buat kita yg baca jadi bosan. langsung to the point ajaa. lama bangat dah
Wahyuni Hairil Abd Karim
gimana sihhh, udah ad Kevin ad pula kenan. cerita gak bakalan selesai klau beginj
Endang Supriati
Rania itu sisl punya anak perempuan, mending dibuat mati si naura. celakanya lagi sandra dpt anak laki2 dr adnan. sungguh beruntung si sandra, anak laki msh bebassssss mau buat apa juga tdk ada bekasnya dan sah2 aja.
Endang Supriati
bagus tuh bukti telah terjadi perselingkuhan dan perzinshan,
1.perzinahan kuhp 284 pidana 9 bln.penjara suami dan wanitanya ada saksi dan bukti bisa gugat cerai.

jgn pasrah aja rania kevin kan polisi hrsnya tahu!!!!!!

suruh beranak dipenjara sandra!
klu kasus tdk mau dilapirkan, adnan suruh byr 20 milyar kedirimu.
Endang Supriati
msh muda umur 24 thn,suami sdh berkhianat. brg berharga begitu baiknya ditanya jgn diam2. tanya mas" sejak menikah blom pernah belikan aku berlian, aoa mas mau kasih suprise beli berlian? soalnya aku nemu nita beli berlian. 1 pertanyaan jd tamparan keras utk beberapa sindiran utk suami laknat.
Olga Kandou
bodohnya kamu Rania, diselingkuhi tapi tetap bertahan
Lee Mba Young
rania setelah janda jd kayak gitu ya, kl pilih kevin sm saja cm mikir bhgia diri sendiri, jelas ortu kevin gk setuju krn janda.
kl kenan jls ortu setuju, kl dah janda lbih baik nikah ma orang yg Terima km sepaket bkn lagi krn cintamu, kcuali km gadis.
krn aku janda punya anak, tiap di dekati lelaki semua kluarga hrs setuju Terima statusku dan anakku, mslh cintaku bodoh amat, lbih baik di cintai. drpd bucin ma laki yg kluarganya gk Terima kl aku ogah sih.
krn kebanyakan seorang ibu janda menikah dng lelaki krn dia cinta jd gk mikir anaknya di Terima apa gk dng kluarganya. istilahnya dpt bokong lali dlondong.
kyak rania ini cm mikirin hatinya yg cinta ma kevin tp gk mikirin oiya kluarganya gk Terima setatusnya aneh bucin bnget.
Sanjana Nurardilla Sihombing
2 Tahun kok di blg Khilaf Adnan Haddeeehhh dasar buaya darat
😡
Yati Syahira
ya ente salah kevin klu bilang mau kecewa itu rania dan nau
Lee Mba Young
lah yg salah kn km kevin, knp kecewa dng rania laki aneh. kau yg sdh punya calon kok trus bikin Naura kecewa. ortumu pun gk setuju kau di jodohkan juga mau sekarang bilang kecewa. laki kok aneh.
mending kenan ortu setuju itu bagus bagi kami para janda. kami kl cari calon, hrs yg ortu laki nerima anak kami. krn status ku juga janda.
Tya: semangat mbak 🥰
total 1 replies
Lee Mba Young
bawa saja pergi jauh Naura, kl ttp di situ situ ae pasti trauma itu akn ttp ada. Naura pasti akn ktemu Adnan lagi, ntar Adnan bawa anak jjs trus Naura lihat apa gk sakit hati nya.
mnding bawa pergi jauh pindah tmpat. kl punya duit ya kluar negri lah. kcuali hidup pas pas an, ya cm bisa di situ saja. yg pasti Naura akn ttp ketemu masa lalunya. untung gk depresi.
Lee Mba Young
Ngapain juga merendah kan diri smp datang ke rumah kevin.
laki kl dah gk teges macam kevin gk usah di cari, nurun kan harga diri saja.
berjalan elegant tnp mnjatuhkan. jd lah yg terdepan dan berhasil dng kemenangan. fokus saja urus Naura. itu baru ibu 👍
Mundri Astuti
udahlah Rania lupakan Kevin, fokus sama Naura dan butik kamu aja, seiring berjalannya waktu, pasti kamu akan dipertemukan dng laki" yg tepat buat kamu dan naura
Farida Rida
Apa ceritanya hanya pekakor saja yg kau menangkan thor dan kau bahagiakan, msk penjara kau keluarkan, kau buat untuk menzolimi Rania yg orang baik
Yati Syahira
jumawanya lakor dan laki penglhiant tunĝgu balassan sampe jungkir balik
Yati Syahira
jgn percaya rania kevin pliplan
Lee Mba Young
Jng lah rania, masak km mau jd orang ke 3 demi anakmu. yg bner saja.
kl kevin cinta ma kamu dan anakmu gk mungkin dia nikah ma tasya.
jd lah janda yg kuat, sebisa mungkin jng jd orang ke tiga. apa lagi alasan demi anak. ya kl bisa mending Naura bawa pergi jauh saja jng tinggal di dekat orang orang yg nyakiti Naura.
Mundri Astuti
lah Rania jangan berharap bnyk lah sama Kevin, kalau dia cinta ngga mungkin dia mau nikah ma Tasya, harusnya klo mang cinta dia berusaha meyakini ibunya buat terima kamu dan anakmu. dah jalanin aja kehidupan kamu skrg, beri pemahaman ke Naura, suatu saat dia akan mendapati papa sambung yg sayang sama dia dan bundanya, juga keluarga papa sambungnya menerima kalian apa adanya
Farida Rida
Up dua bab tapi isinya sama, maaf thor aq ndak kasih Like
Tya: jaringan di sini lagi eror bund..
maaf juga ya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!