Lu Nana adalah Gadis tomboy yang terkenal di kampusnya.
karena orangnya ceria dan suka mengikuti bermacam kegiatan olah raga dan seni.
Jadi dia memiliki banyak teman.
Tapi ketika temannya mengerjai Jam bekernya dengan mempercepat waktu, jadi dia kira sudah terlambat ke kampus.
Dengan tergesa - gesa dia menyebrang tanpa memperhatikan, akhirnya terjadilah kecelakaan.
Tapi akibat dari itu jiwanya berpindah ke zaman kuno, ketubuh Selir yang di asingkan, kelaparan dan sendirian. selir yang pendiam dan mudah di tindas, karena kecantikannya yang membuat banyak wanita lain Iri. menggunakan trik untuk menjatuhkannya. Dia hanya diam.
Tpi sekarang jangan harap, dia sudah mati saya penggantinya tuk balas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Harefa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 3 Meminta Yan Sing untuk tinggal bersama
"Kenapa dia masih di penjara?" Ling nana sedikit bingung.
"Bukannya dia di hukum 20 pukulan dan kurungan selama seminggu? Ini sudah lewat dari waktu yang di tentukan. Dia harus di bebaskan, jangan sampai saya memberitahu paman saya bahwa pihak putra mahkota sudah melanggar hukuman. Dan kalian juga tahu bukan? Bahwa aku tidak pernah mendorong selir utama."
Ucap Ling Nana tegas, Selir utama dan putri mahkota membuat trik bersama -sama, padahal selir utama hanya berpura - pura hamil agar putra mahkota menikahinya, dan untuk menutupi kebohongannya dia membuat kebohongan lain, sungguh tercela.
Tapi aku tidak perduli sekarang, aku tidak butuh mereka semua. Biarkan mereka dengan ambisinya, aku akan hidup di pengasingan ini.
"katakan kepada Putri mahkota, lepaskan pelayanku dan selanjutnya kalian tidak perlu mengantar makanan lagi ke dalam istana dingin ini. Dan kalian serta semua orang tidak perlu masuk untuk melihat kami hidup ataupun mati, Tutup gerbang dan kunci."
Ucapnya dengan aura yang menyeramkan, sehingga pelayan itu pun menciut dan begidik ngeri.
"Baik nyonya, saya akan sampaikan."
Dengan tergesa - gesa dia turun dari lantai atas menuju pintu keluar di lantai dasar. Dia merasa takut, sekaligus senang. Karena dia tidak perlu datang lagi ke istana menyeramkan ini.
Istana dingin tidak terlalu besar, tetapi memiliki dua lantai, dan hanya berisi 2 kamar di atas dan 2 kamar di bawah. Ada dapur kecil, hanya saja tidak ada bahan makanan.
Peralatan di dapur kecil minim sekali, memasak menggunakan kayu bakar. Hanya ada sepasang piring, sepasang mangkuk, begitu juga dengan sendok dan lainnya.
Sedangkan pengorengan dan periuk berbentuk kecil hanya bisa muat satu liter air. Tapi dalam hati Nana, itu bisa di gunakan nanti.
Dia hanya perlu menunggu pelayannya datang dan melihat bagaimana keadaannya.
Dia sangat mengkuatirkannya, pelayan ini dia bawa dari rumah orangtuanya untuk menemaninya.
Tentu saja dia mengkuatirkan orang yang sudah bersamanya sedari kecil. Dia sudah menganggapnya saudara karena mereka sama - sama anak yatim piatu dan beranjak remaja bersama.
Kedua orang tua mereka sama - sama meninggal saat pulang dari perbatasan dan di sergap di tengah jalan. Dan kini pamannya yang menggantikan ayahnya sebagai Jendral sekaligus menjadi pengganti orang tuannya juga.
Orang tua pelayannya ini adalah pelayan orang tua Ling Nana dulunya, dan sekarang sesama anak yang di tinggal, mereka harus tetap bersama - sama selamanya.
Tak berapa lama, dua orang penjaga masuk dengan membawa Yan Sing pelayan Ling Nana yang dalam keadaan pingsan.
Dia di gandeng dengan lengan tangan sebalah kanan dan kirinya dia pegang penjaga lelaki. Dengan kakinya yang terseret, mereka membawa pelayan iti memasuki istana dingin.
Sesampai di dalam mereka dengan sembarangan meletakkan tubuh Yan sing di lantai. Menurutnya perlakuan penjaga ini sangat buruk, bukankah mereka sama- sama hanya sebagai pekerja? Tapi mengapa memperlakukannya dengan sangat kasar begitu.
Ling Nana menjerit melihat keadaan pelayannya itu.
"Yan sing! Bertahanlah, jangan tinggalkan aku" ucap Ling Nana dengan berlinang air mata.
Kedua pengawal itu bergegas keluar setelah meletakkan pelayan Ling Nana dan ketika mereka di gerbang pintu mereka menoleh ke pintu istana dingin tersebut. Mereka menarik nafas dan mulai menutup gerbang dan menguncinya dari luar, dan mereka berjaga di depan gerbang tersebut.
"Mungkin sebentar lagi kita akan mengangkat mayat mereka keluar." ucap salah satu pengawal itu.
Ya, mereka sudah tahu bahwa makanan tidak akan di masukkan lagi ke dalam istana dingin ini, hanya sampai di gerbang untuk mereka berdua.
Ling Nana membawa pelayannya ke kamar yang ada di lantai dasar itu. Dia tidak ingin membiarkan Yan Sing kedinginan di atas lantai itu. Dengan sekuat tenaga dia membawa tubuh pelayannya itu kekamar.
karena, saat ini diapun masih dalam keadaan lemas karena sudah beberapa hari tidak makan.
Dia sangat tercengang melihat luka - luka yang ada di sekujur tubuh pelayannya itu.