NovelToon NovelToon
Benih Titipan Sang Milyarder

Benih Titipan Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Slice of Life / Single Mom / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Komedi
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Apa jadinya jika air ketuban pecah di malam kencan pertamamu?

Panik dan syok, itulah yang dirasakan Maggie saat menjalani kencan pertamanya dengan Kael, seorang miliarder tampan dan karismatik.

Kencan romantis itu mendadak berubah kacau ketika air ketubannya pecah di tengah acara makan malam.

Alih-alih ikut panik, Kael justru sigap mengangkat Maggie dan membawanya ke limusin mewahnya untuk segera menuju rumah sakit.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Denting Pesta

Maggie tidak bisa berhenti terpukau oleh betapa luar biasanya semua ini.

Upacaranya singkat, tapi resepsinya terasa seperti layak dijadikan satu serial televisi, karena ia tak berhenti menatap sekeliling sambil ternganga.

Ada angsa di danau kecil yang dikelilingi bunga. Tiga panggung musik berjauhan satu sama lain. Yang satu memainkan musik klasik, satu lagi swing dance, dan satu lagi menampilkan penyanyi yang membawakan lagu-lagu pop.

Setelah sesi foto selesai dan Nubia membawa Biann kembali ke kamarnya, Kael dan ia berkeliling taman.

Mereka bisa makan apa saja. Ada stan Jajanan, prasmanan Jogjakarta, masakan Asia, steak, lobster, satu meja penuh keju, dan tentu saja gerobak dengan beberapa menu andalan.

Dan minumannya?

Satu berisi bir. Satu cokelat. Satu anggur. Dua lagi fondue.

Maggie dan Kael berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mencicipi segalanya sampai ia takut gaunnya harus digunting.

Kael bisa menari apa saja, tentu saja. Ia mengajarinya waltz di panggung utama, lalu mereka menari jazz bersama band swing. Setelah berganti pasangan dansa dengan Jennie dan Davis, mereka kembali ke panggung penyanyi dan saling mendekat saat ia menyanyikan balada rock klasik.

Saat dadanya terasa hampir meledak karena ASI dan gaunnya semakin terasa sesak, ia pamit, meninggalkan Kael bersama Joann dan Monica, untuk menjenguk Biann.

Sierra sudah tidur dan Nubia duduk dalam remang kamar, mengayun Biann di bahunya. "Waktunya pas," katanya. "Tadi dia lapar, tapi sudah kutenangkan."

"Aku bakal menyusuinya."

"Aku bisa biarin kamu masuk ke kamar Kael."

Nubia mengetikkan kode pintu. Kamarnya gelap, dengan aroma kayu khas Kael yang sudah ia kenali.

"Aku akan di kamar sebelah sampai kamu selesai," kata Nubia, lalu menutup pintu pelan.

Ia membuka bagian atas gaunnya dan berbaring di ranjang, Biann di sisinya. Rambutnya akan sedikit berantakan, tapi tidak masalah. Sudah malam.

Biann langsung menyusu, melingkarkan tangan kecilnya di jarinya. Ia menghela napas dan memikirkan malam itu. Rasanya seperti mimpi.

Kael menjadi pasangan yang sempurna, menawan dan penuh perhatian. Ia merasa sudah mengenalnya sejak lama. Saat memejamkan mata, wajah Kael muncul di benaknya.

Maggie memandang sekeliling kamar Kael. Semuanya rapi, setelan jasnya tergantung dengan teratur di lemari. Di atas meja hanya ada beberapa barang, jam tangan, pengisi daya, dan gantungan kunci.

Ia menghirup semua aroma yang menyenangkan. Keraton, losion cukur Kael, dan wangi manis bayi.

Ini momen yang sempurna, dan ia berharap bisa tinggal lebih lama di sini, menunggu Kael, dan hampir berpura-pura kalau mereka adalah sebuah keluarga.

Biann melepaskan diri dengan jeritan tidak puas. Ia lapar. Ia memiringkan tubuh dan menyusui dari sisi lain. Hanya beberapa menit lagi, lalu ia bisa kembali ke pesta.

Ia ingin menari lagi, memeluk Kael. Yang paling penting, ia tidak ingin malam ini berakhir.

"Satu waltz lagi, satu slow dance lagi. Dan mungkin satu porsi lagi stroberi lapis cokelat," katanya pada Biann.

Ia mendengar bunyi klik pelan dan menoleh. Kael berdiri di ambang pintu. "Permintaanmu adalah perintah."

"Oh!"

"Nubia bilang kamu ada di sini. Dan sepertinya aku mendapati seorang perempuan cantik di ranjangku."

"Dan seorang bayi."

"Dan seorang bocah kecil yang keren dan pintar." Kael berlutut di sisi ranjang dan mengusap kepala Biann. "Sepertinya dia sedang makan dengan lahap."

"Susu ini pasti rasanya aneh setelah semua makanan yang kumakan," katanya. "Tapi dia suka."

Ia memperhatikan Kael menatap bayi itu, dagu kecilnya bergerak-gerak. Perasaan hangat menyebar di perutnya.

Jadi beginilah rasanya.

Tapi apakah benar begitu?

Waktu mereka terasa begitu singkat.

Maggie hampir bertanya berapa lama mereka akan tinggal di Jogjakarta, kapan Kael harus kembali. Tapi ia tidak melakukannya. Ia ingin mimpi ini tidak berakhir. Mengetahui kapan semuanya berakhir sama saja dengan mengakui bahwa itu akan berakhir. Dan ia tidak mau.

Tatapan Kael terangkat menemuinya. "Sepertinya dia ketiduran."

Ia menunduk. Biann sudah terlepas, benar-benar kenyang.

"Aku akan membiarkan Nubia menyendawakan dia, kalau-kalau dia enggak pingin kena ledakan muntah si Biann."

"Kamu mau aku yang membawanya?"

"Tentu. Aku perlu merapikan diri sebentar."

Kael mengangkat Biann ke dadanya. Bayi itu bersendawa keras dan ia menahan napas, yakin Biann akan mengotori setelan Kael.

Tapi tidak ada apa-apa yang keluar. Kael pergi ke lorong untuk mengembalikannya pada Nubia, sementara Maggie bergegas ke kamar mandi milik Kael dan menyalakan lampu.

Eyeliner luntur. Ada bekas lipatan di pipinya. Gaunnya miring. Kalungnya bergeser.

Ia cepat-cepat membenahi apa yang bisa dibenahi lalu menekan telapak tangan ke pipinya. Meski dengan semua kekurangan itu, ia melihat cahaya di wajahnya yang sudah lama tidak muncul.

Dengan kekacauan setahun terakhir, masa terpuruknya, pesta itu, lalu kehamilan, sudah sangat lama ia tidak merasa menjadi dirinya sendiri.

Tapi ia sedang kembali. Ia bisa melihatnya. Ia hampir lupa rasanya percaya diri dan tenang, tanpa terus-menerus cemas atau tegang.

Kael datang dari belakang dan melingkarkan lengannya di pinggangnya. "Hei, cantik. Kamu siap untuk menari?"

Ia menatap wajah Kael lewat cermin. "Mungkin."

"Atau?"

"Mungkin kita bisa menari di sini saja."

Kael tersenyum, bibirnya dekat dengan telinganya. Ia menyandarkan tubuh ke arahnya, tubuhnya pun mengendur.

"Di sini juga enak," kata Kael.

"Kecuali kalau kamu kepikiran kue."

"Kenapa ada yang milih kue kalau ada kamu yang bisa kunikmati?"

Getaran kecil menjalari tubuhnya.

Kael menuntun mereka ke kamar, dan tangannya menyusuri tubuh Maggie, naik di sisi pinggang lalu menutup kedua payudaranya sekaligus.

Helaan napas panjang lolos begitu saja. Maggie menggeser jatuh ikal rambutnya untuk menekan bibir ke leher Kael.

Satu getaran lagi.

Ini tidak ada hubungannya dengan ciuman sebelumnya atau momen yang terpotong di taman mawar. Jauh lebih santai.

Mereka punya waktu.

Kamar remang karena sesi menyusui tadi. Satu-satunya penanda pesta pernikahan hanyalah denting musik samar dari band.

Jari-jari Kael menemukan tulang selangkanya, meluncur di kulitnya. Dagu Maggie terangkat, tubuhnya berbalik ke arah Kael.

Ritsleting gaunnya meluncur jatuh, membuka punggungnya pada udara sejuk. Kael menggeser kain itu dari satu bahu, memindahkan kecupan lembut ke bagian tubuhnya yang baru terbuka.

Tali bra pun ikut turun, satu sisi lalu sisi lainnya.

Korset jatuh dan Kael melepaskan bra itu, menariknya hingga terlepas ke lantai. Tangannya lembut, ujung jarinya menyentuh putingnya dengan ringan, menopangnya dengan hati-hati.

Maggie bersandar ke Kael, dada kuat itu menekan punggungnya. Mereka diam sejenak, tangan Kael hangat di tubuhnya, menikmati hening dan ketenangan.

Lalu Kael melepaskannya sebentar untuk melepas jas dan melemparkannya ke kaki ranjang.

Ini terjadi.

Akhirnya mereka di sini, tanpa tergesa-gesa.

1
Adellia❤
tau gak sih nyengirr teruss q selama baca ini sumpah ini momen paling sempurna buat momy yg baru lahiran berada di kota yg sejuk makan di pinggir jalan bayi yg tidur aroma kopi yg wangii dan... cowok ganteng di sebelah enggak perlu mati dulu buat ke surga ya maggie... 😍😍😍
Adellia❤
jangan lupa main ke candi borobudur ya kael enggak harus naik ke candi karna pasti repot bawa bian kasian juga panas stay ajah di kampoeng seni borobudur ada kuliner pertunjukan seni dan mini konser dari artis" daerah termasuk dari jatim juga loh😍😍
Adellia❤
kael... ya ampuun kasian bangett km iih gemezzz sini q bantu😂😂
Adellia❤
kebayang paniknya kael 😂😂
Adellia❤
kayak mimpi ya maggie bahkan untuk bayanginya ajah maless pergi" dgn bayi baru lahirr rasanya enggak mungkin😂😂
Adellia❤
ya ampuun tuh pesawat dah kayak apartemen komplitt km gak akan kesusahan maggie😍
Adellia❤
ya ampuun ampe nangiss q 😭😭 seorang cowok single tampan kaya raya punya jett pribadi datengin emak" baru lahiran punya bayi kecil kira" segede apa cintanya kael ke maggie😭😭
Adellia❤
hidup sesuka hati manusia lenyap dalam sekejap😂😂
Adellia❤
seriuss 200 galon?? banjir bandang donk.. 😂😂 ah jadi ingett mas" yg nyumbang ratusan milyar di sumatra kemaren dan dy bener" memastikan sumbanganya utuh sampai ke masyarakat tanpa di potong ini itu😍😍
Adellia❤: iya loh sumpah salut banget dy tuh bener" manej sendiri sumbangan dari donatur bener" utuh jadi bener" sampe ke masyarakat yg membutuhkan😍😍
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
sipuuttt
lagii saii😍
Cindy
lanjut
Dwi ratna
kirain kael bpknya bian, berarti judulnya benih titipan musisi nmanya bukan milyader
Cindy
lanjut
Dwi ratna
s bian anknya kael bukan si? 😤
Cindy
lanjut
Putri Salju
lanjuutt💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!