Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan Kiara
Soni bergerak cepat, Kiara tak berkutik. Ia tak bisa berbohong lagi pada Jonathan soal statusnya. Informasi tentangnya sudah di pegang erat oleh Soni. Bahkan sekarang kartu keluarganya pun sudah ada di tangan asisten tampan ini. Soni, dengan langkah gagah penuh percaya diri, segera melaporkan hasil penyelidikan pada Sang big bosnya.
"Ini informasi yang Tuan inginkan," ucap Soni seraya menyerahkan sebuah map berisi tentang biodata Kiara pada Jonathan.
Jonathan segera membuka map itu, membacanya perlahan. Membacanya dengan teliti. Ia tak ingin melewatkan sepatah katapun tentang wanitanya itu.
"Jadi dia single mom?" tanya Jonathan pada Soni.
"Ya, Tuan, kemungkinan seperti itu," jawab Soni singkat.
Kenapa dia berbohong padaku? Kenapa dia lakukan ini padaku? Apa yang dia takutkan? gumam batin Jonathan, bingung.
Di detik berikutnya, Jonathan meremas berkas itu, ia tampak kesal dengan kebohongan yang dilakukan Kiara padanya. Rasanya ini tidak adil baginya. Menurutnya hubungan antara mereka tidak sesederhana yang mereka pikirkan. Nyatanya, meski memutuskan berpisah, Jonathan tetap tidak bisa melupakan Kiara. Pun dengan Kiara, wanita cantik ini juga tidak bisa melupakan pria itu.
"Panggil dia ke sini," pinta Jonathan pada Soni.
"Maaf, Tuan, hari ini Nona Kiara izin, ponselnya juga tidak bisa di hubungi, saya sudah meminta seseorang ke rumahnya, tapi rumah beliau kosong. Tidak ada yang tau beliau pergi ke mana," jawab Soni, sesuai informasi yang ia dapatkan.
Jonathan diam sesaat, tapi ia benar-benar bukan orang yang punya kesabaran besar. Tanpa mau tau ia tetap ingin menemukan Kiara saat ini juga.
"Aku nggak mau tau, aku mau sekarang juga Kiara ketemu, aku harus bicara dengannya," punya Jonathan tegas.
Lagi-lagi Soni hanya bisa mengiyakan apa yang bosnya perintahkan.
"Baik, Tuan," jawab Soni seraya menundurkan langkahnya, bersiap meninggalkan ruangan bosnya. Lalu segery bersiap mencari tau keberadaan Kiara.
Sebenarnya Soni pusing dengan tugas-tugas aneh uang diminta bosnya, tapi mau bagaimana lagi, dia kan hanya kerja.
Di lain pihak, Jonathan memijat pelipisnya yang mulai terasa pening. Rasanya setiap tanya yang ada di pikirannya ingin ia cari tahu sendiri jawabannya. Sembari menunggu hasil investigasi anak buahnya, Jonathan pun memutuskan untuk mencari sendiri keberadaan mantan istrinya itu.
Secepat kilat ia menyambar kunci mobil yang ada di lacinya, lalu ia pun segera pergi meninggalkan ruang kerjanya. Tak lupa ia meminta Soni untuk membatalkan semua meeting hari ini. Hari ini ia hanya ingin tahu di mana Kiara dan anak itu berada.
***
Di lain pihak..
Kiara menangis tersedu-sedu karena kelalaiannya, luka yang diderita Sang putra ternyata mengalami infeksi, sehingga bocah itu mengalami demam yang cukup tinggi, bahkan sampai mengigil.
"Jangan khawatir, Ra, kata dokter nggak apa kok, lukanya sudah di bersihkan. Hanya saja kita ga tau kalo ada luka yang ga terlihat," ucap Sinta, mencoba menguatkan Kiara.
"Andai kemarin aku nurut sama Kakak, langsung bawa dia ke rumah sakit ini, pasti luka itu ga akan sampai infeksi, Kak. Sekarang dia malah panas, aku takut Kak," ucap Kiara gugup.
"Ya, aku tahu, waktu itu kamu juga sedang sibuk-sibuknya, bos barumu rewel kan. Sudah jangan di sesali, yang penting kita udah dapat pengobatan yang cocok buat Kevin. Kita harusnya sedang, tangan Kevin ga sampai di amputasi. Kita harus bahagia soal ini, Kiara, jangan terlalu bersedih, hemm," ucap Sinta menghibur.
"Ya, Kak, harusnya aku jangan terlalu larut dalam kesedihan, harusnya sekarang aku fokus sama kesehatan Kevin, sama kebahagiaan Kevin. Aku ga boleh mikir yang aneh-aneh kan, Kak," sambung Kiara dengan senyum sedihnya, tampak jelas saat ini Kiara sangat sedih.
Kesedihan itu bukan tanpa alasan. Semalam saat Kiara sampai di rumah sakit, suhu tubuh Kevin lagi tinggi-tingginya, bocah itu mengigau, menyebut sesuatu yang hampir tidak pernah Kiara dengar.
"Ayah, ayah, Kevin rindu, ayah kapan pulang," ucap bocah itu lirih. Namun ucapan lirih itu bisa di dengar jelas oleh Kiara dan juga Sinta. Mereka sampai terdiam saat mendengar ucapan di alam bawah sadar bocah itu. Tenyata diam-diam Kevin sangat merindukan kehadiran seorang ayah.
"Aku tahu kamu sedih soal semalam Kiara, tapi menurutku, sebaiknya kamu sedikit turutin egomu, coba kamu tahu ayah Kevin. Kevin dan dia berhak tahu, kalo mereka ayah ada anak. Ayahnya Kevin berhak tahu kalo Kevin ada Kiara, pun dengan Kevin, putramu juga berhak tau kalo ayahnya masih ada," ucap Sinta menasehati.
"Kakak ga tau, ayahnya Kevin ga mau KeVin, Kak. Aku harus gimana?" jawab Kiara takut.
"Nggak mau kan dulu, Kiara. Kalo sekarang ku rasa ga ada alasan baginya untuk menolak Kevin. Kevin itu ganteng, pinter, sopan, ga neko-neko, lucu, kamu percaya deh sama aku, ayahnya Kevin pasti bakalan senang kalo dia punya anak secakep ini," ucap Sinta lagi.
"Masalahnya aku ga siap, Kak. Aku ga mau mengemis apapun pada pria itu, aku nggak mau, pokoknya ga mau," jawab Kiara, tampak sedih sekaligus kesal.
Kali ini Sinta enggan memaksa. Sinta tahu luka yang diberikan oleh pria itu pada batin Kiara memang tak main-main. Cinta Kiara begitu tulus padanya, tapi di balas dengan penolakan yang menyakitkan. Sinta hanya kasihan pada Kevin. Kevin butuh sosok seorang ayah. Apa lagi ketika sekolah, banyak teman-temannya yang sering di antar jemput oleh mereka. Sedangkan Kevin, hanya bisa mengharapkan itu, tanpa mendapatkan apa yang ia harapkan.
Bersambung...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat