Nama ku Faiza Alya Aziza. Aku yatim piatu. Tinggal bersama nenek. Nenekku satu satunya keluargaku. Ketika nenek sakit dan memerlukan biaya yang tidak sedikit, aku pun rela melakukan apapun demi nenek.
Hingga aku harus terjebak dengan CEO tampan dan arogan.
Sampai akhirnya aku hamil. Aku mengalami keguguran yang dikarenakan perbuatan kekasihnya.
Tian yang tak terima karena berpikir aku sengaja menggugurkan kandunganku, akhirnya mengusirku. Aku harus pergi jauh dari kehidupan pria yang paling ku cinta dan juga ku benci.
Maaf masih dalam proses revisi, jika ada banyak kesalahan dan kejanggalan. Karena bukan penulis profesional, hanya pemula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3. Kerja di klub malam
Disinilah Alya malam ini, di antara suara musik dan lampu yang kelap kelip.
Alya sebenarnya cukup risih dengan pakaian kerjanya saat ini. Hanya dengan memakai kaos ketat dan celana hotpants yang mengekspos hampir seluruh pahanya.
Tapi ia tak punya pilihan lain, demi mendapatkan uang buat pengobatannya.
Bos tempat ia bekerja sekarang menjanjikan jika ia dalam seminggu ini dapat memuaskan pengunjung, ia akan dipinjamkan uang.
Alya berjalan ke meja yang ditunjukan bos nya. Ia di minta menemani minum pengunjung klub malam itu.
Dengan hati yang ragu Alya mendekati meja itu.
"Silakan tuan... ini pesanan minuman anda"ucap Alya sambil menunduk
Pengunjung itu menatap Alya dari atas sampai ke bawah yang membuat Alya jadi salah tingkah.
"Bukankah ini cewek yang kemaren menumpang di mobilku,yang ku tolong membawa neneknya kerumah sakit. Ternyata ia kerja di sini. Aku kira dia gadis baik baik... ternyata...... "bathin Tian
"Andi suruh cewek ini menemani kita minum disini "bisik Tian
"Hai cantik... temani kami minum..."ucap Andi yang belum menyadari siapa Alya.
"Baiklah..... jika anda menginginkannya"ucap Alya kaku dan duduk diantara Andi dan Tian.
"Hei... apakah sebelumnya kita pernah ketemu. Rasanya wajahmu tidak asing di mataku"Andi mengingat dimana ia pernah ketemu ama cewek ini
"Mungkin tuan salah mengenal orang, saya baru bekerja dimalam ini"Alya
"Oh ya.... tapi aku rasa pernah melihatmu.... "Andi berpikir pikir dimana ia pernah ketemu ama Alya
"Aku ingat sekarang.. . bukankah kamu gadis yang kemaren membawa nenek kamu kerumah sakit"tanya Andi begitu ingat
"Maaf... apakah tuan yang menolong saya kemaren. Maaf saya lupa dan juga saya belum mengucapkan terimakasih"ujar Alya
"Jangan panggil tuan... panggil aja Andi... dan kamu.... "Andi mengulurkan tangannya
"Alya.... "ucap Alya menerima uluran tangan Andi.
Tian hanya mendengar Andi bicara dengan Alya. Matanya selalu melirik Alya diam diam.
"Kenalkan ini bos saya... Tian"Andi menunjuk kearah Tian.
Alya membalikan badannya menghadap ke arah Tian.
"Terima kasih Tuan karena menolong saya kemaren.... kenalkan nama saya Alya"ucap Alya mengulurkan tangannya.
Setelah sedikit lama mengulurkan tangan tapi tak disambut Tian... akhirnya Alya menjatuhkan tangannya.
"Maaf... apa yang ada bisa saya bantu Tuan"ujar Alya sedikit sedih karena diacuhkan.
"Tuangkan minuman saya dan juga untuk anda"ucap Tian
"Buat anda saja Tuan... saya tidak pernah minum alkohol"Alya
"Dasar munafik.... kerja disini tapi ngaku tak pernah minum alkohol... aku ingin tahu siapa kamu sebenarnya "bathin Tian
"Aku mau kamu minum.... kalau tidak mau temani saya minum, saya akan bilang sama atasanmu untuk memecatmu"Ancam Tian
"Jangan Tuan... saya sangat membutuhkan pekerjaan ini buat biaya pengobatan nenek saya"Alya
"Sok suci kamu. Alasan kerja buat pengobatan nenek. Padahal kamu menikmatinya. Aku akan lihat seberapa munafiknya kamu"bathin Tian lagi
"Kalau gitu temani saya minum... "ucap Tian
"Cobalah minum sedikit dulu.... nanti kalau udah terbiasa kamu pasti menikmatinya"rayu Andi
"Baiklah Tuan...... "Alya meneguk langsung segelas minuman beralkohol itu dan tenggorokan nya terasa panas.
"Ayo tambah lagi.... " bujuk Andi
"Bos... kamu mau tambah"tanya Andi dengan Tian
"Biar saya yang tuangi Tuan... "ucap Alya sambil menahan rasa pusing yang tiba tiba ia rasakan.
Setelah meminum tiga gelas Alya merasa kepalanya sedikit pusing. Kesadaran nya perlahan hilang.
Ia dengan tiba tiba memeluk Tian. Tian kaget mendapati pelukan dari Alya
"Tuan... pasti kamu hidup dengan bahagia. Karena kamu punya uang yang melimpah. Tidak perlu banting tulang buat biaya hidup.
Mengapa Alya merasa dunia ini tidak adil, setelah Alya harus kehilangan ke dua orang tua, sekarang nenek satu satunya keluarga Alya harus terbaring di rumah sakit antara hidup dan mati. Kenapa dunia ini kejam, kenapa ia tidak mengambil nyawa Alya sekalian bersama orang tua Alya. Alya tidak sanggup jika harus kehilangan lagi"celoteh Alya panjang
Alya menangis di dada Tian sambil memeluk tubuh lelaki itu.
"Bos... tampaknya gadis ini mabuk. Apa kita bawa ia ke tempat atasan nya"
"Kamu temui atasannya... bilang gadis ini keluargamu. Dan sekarang juga ia akan berhenti bekerja."perintah Tian
"Baiklah Bos... saya tinggal sebentar dulu"ucap Andi dan berjalan menuju ruang manajer
"Tuan.... apakah kamu mengerti dengan kesedihan aku saat ini. Pasti kamu tidak mengerti perasaan aku saat ini, karena kamu memiliki kehidupan yang sangat beruntung. Punya keluarga dan pastinya banyak uang buat kamu hamburkan untuk kesenangan mu"
Alya menangkup wajah Tian dengan kedua tangannya
"Kamu sangat ganteng Tuan... ternyata dunia sangat berbaik hati padamu. Dikaruniai wajah tampan dan kekayaan yang melimpah"
"Sudah saya bilang bos... dan ia mengizinkannya setelah saya mengancam akan melaporkan ia karena mempekerjakan tanpa izin keluarga" ucap Andi
"Bawa ia ke apartemen ku.... "Tian berdiri dari duduknya.
"Nona cantik... ayo ikut sama saya... biar ku bantu kamu"ucap Andi yang melihat Alya kesulitan berdiri karena telah mabuk.
"Kita mau kemana...... "tanya Alya diantara kesadarannya
"Ikuti aja kami...... "Andi memapah Alya dan membawanya masuk ke mobil.
"Tuan ganteng.... kamu mau bawa Alya kemana"ucap Alya di dalam mobil ketika melihat Tian.
Tian tidak menjawab pertanyaan Alya.
"Kamu sombong sekali Tuan.... apakah karena aku miskin... jadi kamu merasa aku tak pantas bicara sama kamu. Apa terlalu hina aku di mata mu"Alya tiba tiba menangis
"Aku juga tak pernah minta dilahirkan jadi orang miskin. Tetapi kenapa kalian orang kaya selalu menghina kami"Ucap Alya masih dengan menangis
Tian yang melihat Alya menangis sebenarnya merasa iba. Tapi ia tak mau memperlihatkan sisi lemahnya di depan Andi...
**********************
Terima Kasih untuk semua pembaca setia novel ini.
selalu suka deh..
jadi bingung mau komen apa..
sedikit saran, kata2 percakapan di novel ini lebih diperhalus lagi..
terutama jika anak berbicara dg ibunya seharusnya gak pakek "lu-gue" begitu jg sebaliknya..
kalo sesama anak sih, ya bisa dimaklumi lah..
trus cerita Alexa-Rendi gak lanjut di sini ya mam?
oke deh, lanjut next novel..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞