NovelToon NovelToon
Benih Titipan Sang Milyarder

Benih Titipan Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Slice of Life / Single Mom / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Komedi
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Apa jadinya jika air ketuban pecah di malam kencan pertamamu?

Panik dan syok, itulah yang dirasakan Maggie saat menjalani kencan pertamanya dengan Kael, seorang miliarder tampan dan karismatik.

Kencan romantis itu mendadak berubah kacau ketika air ketubannya pecah di tengah acara makan malam.

Alih-alih ikut panik, Kael justru sigap mengangkat Maggie dan membawanya ke limusin mewahnya untuk segera menuju rumah sakit.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Villa

Kael menarik keranjang bayi dari dudukannya dan membawanya ke arah pintu. "Aku aja yang menggendongnya."

"Aku aja," kata Maggie sambil menunduk dan menarik Biann keluar. "Kayaknya kita akan berpisah sebentar. Jennie bilang dia ada di Villa tempat rias."

Kael tersentak. "Gimana kalau aku ikut sama kamu? Aku juga pingin menyapa keluarga Adiputra sebelum menaruh barang-barang."

Kael menoleh ke para petugas. "Tolong pastiin koperku sampai ke keluarga Saputra. Aku mau menemani Maggie!"

Maggie menyampirkan tas popok di bahunya, lalu mereka mulai menaiki tangga.

"Ini udah seperti latihan militer buat aku," kata Maggie.

Kael merasa Maggie gugup. Pandangannya tertuju ke kakinya sendiri.

"Yakin kamu enggak mau aku yang menggendongnya?"

"Iya. Aku cuma enggak pede."

"Kamu cantik. Kamu pantas berada di sini."

Maggie menyentuh rambutnya dengan sadar diri. "Aku enggak terlalu yakin. Tapi mau bagaimanapun, aku udah di sini."

Dua pria berseragam lainnya membukakan pintu raksasa yang menjulang setidaknya enam meter di atas mereka. Truk MBG pun bisa masuk lewat sana.

"Ooh," Maggie menghela napas.

Mereka melangkah ke aula utama, dan ukuran ruangan itu saja sudah membuat kepala pening. Kael sudah berkeliling dunia dan belum pernah melihat yang seperti ini.

Langit-langitnya setinggi dua, atau mungkin tiga lantai. Lampu-lampu gantung menjulur dengan rantai panjang, kapnya dibuat sangat meyakinkan menyerupai lilin.

Semuanya berwarna putih, emas, atau biru. Perapian memenuhi satu dinding besar di seberang ruangan. Di depannya berkelompok kursi empuk, sofa, dan meja kecil.

Lengkungan-lengkungan berornamen mengarah ke enam penjuru, dan sepasang tangga lebar, cukup besar untuk sebuah mobil.

Mereka berhenti sejenak, tidak tahu harus ke mana selanjutnya.

Seorang perempuan berambut putih dengan setelan hijau terang bergegas menghampiri. "Halo dan selamat datang di akhir pekan pernikahan Haikal Adiputra dan Salifa Subandono. Mari saya antar kalian ke kamar."

Di belakang mereka, dua pria berseragam menunggu dengan bagasi, mudah dibedakan antara set koper kulit cokelat milik Kael dan koper pink menyala serta ransel warna-warni milik Maggie.

"Ini Maggie Barros," kata Kael. "Aku akan mengantarnya ke kamarnya sebelum masuk ke kamarku, aku satu tempat sama Joann Saputra."

"Oh, tentu," kata perempuan itu sambil membuka iPad. "Anda pasti Kael Brawangsa."

Kael meletakkan tas popok dan dudukan Biann ke samping, lalu merangkul pinggangnya dengan satu tangan.

Perempuan itu tersenyum pada mereka. "Darawati?" panggilnya.

Seorang gadis muda mengenakan rok batik dan kebaya muncul dari salah satu lorong.

"Tolong antar Kanjeng Ratu Barros dan Prabu Brawangsa ke Villa Diamond, lalu setelah itu kamu bisa menunjukkan suite Prabu Brawangsa di Villa Rose."

"Silakan lewat sini, Ndoro!" kata Darawati. "Apa Anda ingin seseorang buat menggendong bayinya?"

"Kami aja," kata Maggie.

Mereka mengikutinya melewati salah satu lengkungan. Lorong panjang itu terbuat dari batu, dipenuhi potret bangsawan dari berbagai era. Setiap beberapa meter terdapat meja penuh bunga segar di antara pintu-pintu kayu yang tinggi.

"Aku udah mati, kan?" kata Maggie. "Aku mati dan sekarang berjalan di surga."

Darawati tersenyum padanya. "Kadang memang terasa begitu, Ndoro."

"Seperti apa rasanya kerja di sini?" tanya Maggie. "Kamu cubit diri sendiri setiap hari?"

"Ini tempat yang terlalu indah untuk disebut kantor, Ndoro." jawab Darawati.

"Kamu di jurusan perhotelan? Management perhotelan? Gimana caranya bisa bekerja di tempat seperti ini?"

"Banyak dari kami mahasiswa pariwisata, Ndoro," kata Darawati.

"Oh. Aku belum pernah dengar itu. Kayaknya enggak ada di Amerika." Maggie menoleh ke Kael. "Ada, enggak?"

"Ada beberapa," kata Kael. "Aku pernah kenal seseorang yang ambil rekreasi dan pariwisata di A&M, Texas. Tapi di tempat kami biasanya lebih mengarah ke manajemen hotel."

Mereka tiba di sebuah percabangan, dan Darawati membawa mereka ke lorong panjang lain, yang kali ini dipenuhi lukisan buah-buahan.

"Rasanya aku harus ninggalin jejak, deh. Biar enggak kesasar," kata Maggie. "Kamu butuh waktu lama untuk hafal jalan di sini?"

"Lorong-lorongnya disusun berdasarkan tema," jelas Darawati. "Kita belajar mengenali lorong buah, lorong orang tua, lorong bunga, dan seterusnya."

Biann menjerit pelan dan Kael mengayun dudukannya ke depan dan ke belakang. "Sedikit lagi, Nak," katanya, meski ia sendiri tidak yakin. Rasanya mereka sudah melewati seratus pintu.

"Satu belokan lagi. Villa terbesar adalah Diamond and Lace," kata Darawati. "Mudah diingat karena identik dengan pernikahan."

Di sini, dindingnya putih terang dan tirai renda berhias kristal kecil melembutkan batu yang kasar. Lorong itu tiba-tiba terbuka menjadi bentuk melingkar.

"Kita berada di sebuah menara," kata Darawati. "Suite pengantin ada di puncak. Kanjeng Ratu Maggie, tempat Anda di arah sini."

Mereka menaiki tangga pendek hingga mencapai sebuah pintu kayu besar tampak setengah terbuka.

Seorang perempuan di dalam berteriak, "Maggie! Jennie bilang kamu bakal datang! Aku enggak percaya!" Itu Feronica, Mama Maggie.

Ia berlari ke pintu, berpakaian sudah rapi untuk awal sore, mengenakan gaun sutra warna gading dan mutiara. Semua orang pasti sedang bersiap untuk dinner gladi bersih malam ini. "Di mana cucuku?"

Kael mengangkat dudukan bayi itu dan Feronica mengintip ke dalam, matanya berbinar di balik sehelai rambut pirang gelap. "Itu dia Biann manisku!"

Darwin muncul di belakangnya. "Kami berterima kasih karena kamu sudah membawa Maggie. Ini bakal jadi liburan keluarga yang menyenangkan." Dia mengulurkan tangan dan mengambil dudukan bayi dari Kael. "Maggie, kamu tidur satu kamar dengan kakakmu."

Tatapannya bertemu dengan mata Kael, seakan sedang menambahkan, dan kamu tidak ikut.

Kael menyerahkan tas popok kepada Maggie. "Aku cuma mau antar Maggie sampai sini sebelum ke villaku." Ia menunduk sedikit.

"Maggie, aku chat nanti."

Maggie mengangguk, dan Kael tak melewatkan pandangan yang saling ditukar kedua orang tuanya. Tidak ada cara untuk menebak apa yang mereka pikirkan.

Lorong menjadi sunyi saat mereka masuk ke dalam Vila. Darawati menoleh ke arah Kael. "Apa Anda ingin memastikan keluarga Adiputra ada di atas sebelum kita ke Villa Anda?"

"Tentu," jawab Kael. Karena Jennie belum muncul, kemungkinan ia ada di atas bersama saudara-saudaranya.

Mereka menaiki tangga, bagian ini sedikit lebih panjang, sampai tiba di tempat berikutnya.

Pintu di sini juga terbuka.

"Kulonuhun!" kata Darawati.

...𓂃✍︎...

...Relakan yang pergi, sambut yang datang. Itulah ikhlas yang hebat....

...────୨ৎ────...

1
Adellia❤
tau gak sih nyengirr teruss q selama baca ini sumpah ini momen paling sempurna buat momy yg baru lahiran berada di kota yg sejuk makan di pinggir jalan bayi yg tidur aroma kopi yg wangii dan... cowok ganteng di sebelah enggak perlu mati dulu buat ke surga ya maggie... 😍😍😍
Adellia❤
jangan lupa main ke candi borobudur ya kael enggak harus naik ke candi karna pasti repot bawa bian kasian juga panas stay ajah di kampoeng seni borobudur ada kuliner pertunjukan seni dan mini konser dari artis" daerah termasuk dari jatim juga loh😍😍
Adellia❤
kael... ya ampuun kasian bangett km iih gemezzz sini q bantu😂😂
Adellia❤
kebayang paniknya kael 😂😂
Adellia❤
kayak mimpi ya maggie bahkan untuk bayanginya ajah maless pergi" dgn bayi baru lahirr rasanya enggak mungkin😂😂
Adellia❤
ya ampuun tuh pesawat dah kayak apartemen komplitt km gak akan kesusahan maggie😍
Adellia❤
ya ampuun ampe nangiss q 😭😭 seorang cowok single tampan kaya raya punya jett pribadi datengin emak" baru lahiran punya bayi kecil kira" segede apa cintanya kael ke maggie😭😭
Adellia❤
hidup sesuka hati manusia lenyap dalam sekejap😂😂
Adellia❤
seriuss 200 galon?? banjir bandang donk.. 😂😂 ah jadi ingett mas" yg nyumbang ratusan milyar di sumatra kemaren dan dy bener" memastikan sumbanganya utuh sampai ke masyarakat tanpa di potong ini itu😍😍
Adellia❤: iya loh sumpah salut banget dy tuh bener" manej sendiri sumbangan dari donatur bener" utuh jadi bener" sampe ke masyarakat yg membutuhkan😍😍
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
sipuuttt
lagii saii😍
Cindy
lanjut
Dwi ratna
kirain kael bpknya bian, berarti judulnya benih titipan musisi nmanya bukan milyader
Cindy
lanjut
Dwi ratna
s bian anknya kael bukan si? 😤
Cindy
lanjut
Putri Salju
lanjuutt💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!