Perhatikan batas usia ketika membaca...
Banyak ****** ****** ( *** )
Tumbuh besar di lingkungan yang tak menyenangkan membuat Ayara menjadi gadis keras kepala dan arogan, perceraian kedua orang tuanya membuat dirinya harus tinggal di negara asing seorang diri dan terpaksa menyamar untuk menjadi bodyguard sampai akhirnya benih cinta tumbuh dalam dirinya pada pria yang menjadi atasannya.
"Kau akan menjadi milikku malam ini Yara ," bisik Henry pelan pada Ayara saat baru melangkahkan kakinya menuju kamar pengantin mereka.
"AKu takut Henry..." jawab Ayara dengan wajah memerah.
"Tenanglah, aku akan membuatmu menjadi wanita seutuhnya...
Henry menghentikan pergerakan tangannya saat akan membuka gaun pengantin sang istri karena tangannya menyentuh suatu cairan yang sedikit pekat dan kental.
"Yara kau..."
Wajah Ayara semakin memerah saat melihat warna tangan Henry berubah.
"S-sepertinya aku datang bulan Henry!!!" ucap Ayara dengan keras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon na fadila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Impian
Setelah melakukan penerbangan yang panjang akhirnya pesawat yang membawa Ayara sampai ke Jakarta , saat tengah berjalan di terminal keberangkatan Ayara melihat sesosok pria paruh baya yang merupakan pengacara yang sudah ia sewa tengah berdiri sambil membawa kertas yang bertuliskan Welcome Miss Turner . Melihat tulisan itu Ayara tersenyum dan berjalan mendekati sang pengacara .
" pak Agustian " ucap Ayara dengan bahasa Indonesia yang lancar .
" betul nona , mari silahkan ikut saya " jawab sang pengacara sopan .
Ayara berjalan sambil menarik kopernya mengikuti langkah pak Agustian menuju ke sebuah mobil yang cukup mewah di depan lobby , setelah mereka masuk mobil itu langsung pergi meninggalkan bandara internasional Soekarno Hatta menuju ke apartemen yang sudah menjadi milik Ayara .
" kenapa nona ? Jakarta sangat berbeda dengan Inggris bukan ? " tanya pak Agustian ramah saat melihat Ayara yang tengah melihat pemandangan keluar jendela .
" kota yang indah " jawab Ayara singkat , ia tengah mengingat cerita dari sang mommy yang pernah tinggal dijakarta saat masih muda dulu .
" nona lancar sekali bahasa Indonesia-nya " celetuk pak Agustian sambil tersenyum .
" sejak saya kecil mommy sudah mengajari saya bicara dengan bahasa Indonesia pak , bahkan beberapa orang guru privat sempat datang ke rumah " jawab Ayara tersenyum.
" oh my God !! mommy ....." teriak Ayara tiba-tiba yang teringat akan ibunya , ia lalu sibuk dengan ponselnya untuk melakukan videocall .
drrtttt.... drrttt.....
" honey !!!!!! " teriak wanita diujung telefon dengan suara khas seorang ibu yang panik .
" hai mom " jawab Ayara dengan tersenyum .
" kenapa baru telefon ? bukankah sudah dua puluh menit lalu pesawat landing ? " tanya Raisa Turner pada putrinya dengan pertanyaan bertubi-tubi .
" kalau mommy tanya dengan banyak pertanyaan seperti ini Yara harus jawab yang mana dulu ? " tanya balik Ayara .
" maaf honey mommy hanya khawatir padamu , tidak bisakah pulang saja hari ini ? mommy akan suruh Mr. Jhon menjemput mu dengan jet pribadi " ucap Raisa sambil menyeka air matanya .
" no mommy ...bukankah kita sudah sepakat , Yara akan baik-baik saja disini mom apalagi sudah ada pak Agustian yang membantu " sahut Ayara sambil mengarahkan ponselnya ke wajah sang pengacara .
Karena Raisa ingin bicara lebih banyak dengan pengacaranya itu akhirnya Ayara menyerahkan ponselnya pada sang pengacara , tak lama kemudian mereka kemudian terlibat pembicaraan serius sementara Ayara sudah tertidur karena kelelahan .
" nak ... nak Yara kita sudah sampai di apartemen nak " ucap pak Agustian sambil menggoncang lembut tubuh Ayara .
" mmmmmm pak sudah sampai ya ? " tanya Ayara sambil merapikan rambutnya yang berantakan .
" iya nak , ayo naik " jawab pak Agustian sambil tersenyum .
Ayara menganggukan kepalanya pelan lalu keluar dari mobil dan berjalan mendekati sang pengacara yang sudah membawa koper miliknya , mereka lalu berjalan menuju lift . Pak Agustian memilihkan apartemen di kawasan Jakarta pusat yang termasuk dalam peringat 5 besar apartemen mewah yang berharga puluhan Milyar .
" apa ini cukup nak ? " tanya pak Agustian pada Ayara saat sudah ada di dalam apartemen .
" ini terlalu mewah pak " jawab Ayara sedikit kecewa , padahal ia berharap akan tinggal ditempat yang biasa-biasa saja yang jauh dari kemewahan .
" tapi ini adalah pilihan nyonya Raisa dan ini sudah atas nama nona Ayara juga sebagai pemilik baru " ucap pak Agustian mencoba menjelaskan .
Ayara hanya menghela nafas panjang mendengar perkataan pengacaranya itu , ia tak bisa berkomentar lagi kalau mommy-nya sudah turun tangan . Ayara sengaja pergi jauh dari sang mommy karena ingin menjalani kehidupan yang sederhana karena selama ini ia sudah bergelimang harta , apa yang ia minta selalu dituruti oleh orang tuanya . Sampai akhirnya perpisahan kedua orang tuanya dua tahun lalu yang membuatnya sudah muak dengan kehidupan mewah , Ayara selalu berpikir seandainya ia bukan dari keluarga kaya mungkin orang tuanya tak berpisah itu selalu yang ia pikirkan selama dua tahun terakhir .
Setelah melihat-lihat isi apartemennya yang baru akhirnya Ayara memutuskan untuk tidur setelah pak Agustian pulang , Ayara mandi dan berganti pakaian tidur . Besok pagi adalah hari pertamanya masuk sekolah di sebuah sekolah SMA swasta internasional . Ia didaftarkan sebagai siswi pindahan di tahun ajaran terakhir di SMA .
" aku tak kan mengecewakanmu mommy " ucap Ayara pelan sambil mencium foto Raisa yang tengah tersenyum .
Ayara kemudian tertidur di kamar barunya , mulai hari ini kehidupan yang ia impikan sejak lama akan segera terwujud .
Di sebuah mansion mewah di Irlandia tengah terjadi keributan karena sang tuan besar pemilik rumah nampak marah pada putranya yang sedang melakukan poll party dengan teman-teman sekolahnya .
" siapa yang memberi kalian ijin melakukan ini ? " teriak tuan Edward Luke yang terdengar bak petir di malam hari yang seketika menghentikan acara anak muda itu .
" Daddy " ucap Henry Luke sang putra tunggal dari keluarga Luke .
" Jordan ....usir mereka dan kau Henry ikut Daddy ke ruangan Daddy !!! " imbuh tuan Edward yang memerintah sekretaris pribadinya untuk mengusir teman-teman sang anak .
Sesaat kemudian terjadi keributan saat beberapa orang bodyguard mengusir teman-teman dari Henry untuk segera pergi meninggalkan kediaman besar itu , tak lama kemudian halaman besar disamping rumah besar itu akhirnya kosong dan hanya menyisakan sampah-sampah sisa makanan dan botol minuman keras yang berhamburan di rumput .
" mulai besok kau pindah ke Jakarta , urus anak cabang perusahaan kita yang sedang goyah disana Henry !!! " ucap Edward Luke pada sang putra , ia sudah tak sanggup lagi melihat gaya hidup sang putra yang suka sekali berpesta hampir tiap malam bersama teman-temannya .
Edward Luke tak menyukai kebiasaan buruk sang anak kesayangannya itu , sejak istrinya meninggal ketika melahirkan Henry ia memilih untuk tak menikah lagi karena tak mau menghianati janji pernikahannya dengan mendiang sang istri dua puluh tiga tahun yang lalu . Edward kemudian menyibukkan dirinya dengan melebarkan sayap bisnis perhiasan mewahnya sampai ke wilayah Asia .
" no Daddy , bukankah sudah ada Ryan yang urus kantor itu !! " jawab Henry mencoba melawan sang ayah .
" kau tak berhak melawan Henry " sahut Edward sambil melempar paspor dan tiket ke meja yang ada dihadapan Henry .
" ini demi kebaikan dan masa depan perusahaan yang sudah daddy bangun bertahun-tahun lamanya Henry , Daddy tak rela perusahaan ini hancur !! " imbuh Edward dengan tatapan mata dingin ke arah Henry yang tengah berdiri di depan meja .
" tapi kenapa harus aku ? bukankah sudah ada manager kepercayaan Daddy itu disana !! " tanya Henry mencoba mengingatkan sang ayah tentang keberadaan Ryan Bray sang manager bermuka dua yang sangat ia benci itu .
" Daddy tau kau membencinya , oleh karena itu Daddy ingin memberikan kesempatan padamu untuk membongkar kejelekan Ryan dengan tanganmu sendiri nak " jawab Edward dengan tersenyum .
Mendengar perkataan sang ayah membuat Henry kembali berfikir , ia punya dendam yang mendalam pada pria cabul itu . Henry pun meraih paspor dan tiket yang ada diatas meja yang ada dihadapannya itu dan perlahan ia membacanya dengan lirih
" jakarta !!! sekeras apa kah kota itu " ...
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komen dan vote ya kakak-kakak. Terima kasih 🌹
. hebat kak authornya